******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. TCA 2
Alana berjalan keluar dari gedung basket, dengan perasaan hancur dan patah hati. Orang yang dia suka sejak kecil ternyata diam - diam menyukai saudara nya sendiri.
Tanpa Alan sadari hujan turun dengan deras mengguyur seluruh tubuh nya. Dia menangis dalam hujan agar tak ada yang melihat air mata kesedihannya.
"Aaaaaaa.....!" Alan berteriak meluapkan kesedihan nya sambil dia berjalan entah kemana dia melangkah dia tak tau.
Alan berjalan tak tahu arah hingga dia sampai di pantai dengan pakaian yang sudah basah kuyup, Alana duduk seorang diri di bebatuan yang tinggi menatap deburan ombak yang menghantam dengan keras.
"Aaaaaaa....! Kenapa harus Helen....., Riski..... Kenapaaaaa.....!" Teriak Alana kencang dengan air mata yang mengalir di pipi nya.
Alan menjambak rambut nya sendiri dengan rasa sakit di hati nya, suasana sepi dan tenang hanya terdengar deburan ombak saja, karena cuaca yang sedang turun hujan membuat nya leluasa berteriak. Alan menangis sesegukan dia tak perduli hujan deras membasahi tubuh nya.
*******
Di tempat latihan basket, saat Riski dan Helen akan pulang mereka mencari Alana tapi tak melihat keberadaan Alana. Setelah mereka berdua jadian.
"Di mana kak Alan ya kak?" Tanya Helen sambil mata nya mencari sosok Alan.
"Kebiasaan Alan suka hilang tiba - tiba. Ayo pulang aku antar, Alan pasti sudah pulang." Ucap Riski.
"Tapi...! Kak Alan belum kelihatan kak, aku khawatir." Jawab Helen dengan wajah cemas.
"Denger Helen, Alan sudah besar usia nya sudah 17 tahun dia pasti sudah pulang duluan dan sampai rumah. Kamu lihat kan cuaca sudah turun hujan." jawab Riski.
Mereka berdua keluar dari gedung dan Riski menutupi kepala Helen dengan jaket nya menuju area parkir, saat sampai di area parkir mereka berdua tak sengaja bertemu dengan Saga yang ingin menjemput Alan dan Helen. Saat Saga turun dari mobil dia langsung mendekat kearah Helen.
"Lho Len kalian hanya berdua saja mana Alana?" Tanya Saga yang melihat Helen bersama dengan Riski tapi tak melihat keberadaan Alana.
Helen langsung menatap kearah Riski karena dia tak tahu di mana Alana dan dia sangat takut dengan Saga yang menyayangi Alan begitu besar. Di tambah lagi sikap dingin Saga membuat Helen sedikit canggung.
"Alan sudah pulang duluan bang." Ucap Riski.
Saga yang melihat tangan Helen di genggam oleh Riski langsung menarik tangan Helen agar dia pulang bersama dengan diri nya.
"Ayo pulang ini sudah sore mana cuaca hujan lagi gak baik pulang hanya berdua dengan pria yang tak ada ikatan darah." Ucap Saga dengan tatapan dingin kearah Riski
"Tapi bang Helen pulang bareng aku. Dia pergi juga bareng aku." jawab Riski yang usia sama dengan Alan.
"Kamu itu laki- laki Riski, ini sudah sore dan cuaca buruk gak baik hanya berdua saja, apalagi kamu bawa motor mana mungkin aku biarin adik aku pulang hujan - hujanan, sudah masuk Helen." Ucap Saga menatap kearah Helen.
Riski dan Helen tak bisa berbuat apapun saat Saga sudah memintanya untuk masuk kedalam mobil. Karena bagi Helen perintah Saga tak bisa di tentang dan Riski hanya bisa menarik nafas saat melihat sikap protektif Saga ke adik nya Helen.
Sagara yang usianya jauh lebih tua dari Riski dan juga adik - adik nya begitu menyayangi adik - adik nya, dia tak ingin Helen dan Alana kenapa - kenapa. Sesibuk apa pun dia, dia akan menjemput adik jika adik perempuan ada di luar rumah.
Sagara meneruskan perusahaan milik keluarga nya termasuk perusahaan milik Vina dia yang kelola, karena Alana tak ingin ada di bagian perusahaan tersebut dia lebih memilih berkarir di dunia balap sepeda dan juga tak ingin jadi bagian dari rumah sakit milik ayah nya Mahardika. Saga langsung melajukan mobil nya menuju jalan pulang setelah mereka masuk kedalam mobil.
"Ada hubungan apa kamu sama Riski, Len?" Tanya Saga dengan mata nya fokus ke arah jalanan.
"Gak ada hubungan apa - apa bang hanya temen biasa saja." Jawab Helen dengan rasa takut saat Saga menanyakan hubungan nya dengan Riski.
"Denger Helen kamu masih kecil fokus lah pada sekolah mu sebentar lagi kamu akan ujian dan pikirkan mau lanjut kuliah di mana atau kamu mau seperti Alana yang hanya tamat SMK dan menjadi pembalap sepeda, ingat kamu penerus perusahaan milik om Mahendra Admaja, Helen dan kamu bagian dari keluarga Admaja." Ucap Saga.
"Iya bang, Helen akan fokus belajar." Jawab Helen.
"Kenapa Alan pulang duluan?" Tanya Saga sambil melajukan mobil nya.
"Gak tau, setelah melihat latihan kak Riski, kak Alan tiba - tiba sudah gak ada di dekat Helen." Jawab Helen yang tak mengatakan jika dia tadi habis menerima cinta Riski.
Saga diam setelah mendengar jawaban dari Helen dia mulai berpikir apa Alana sudah pulang kerumah atau belum. Saat sampai di depan pagar rumah Helen dia pun menyuruh Helen turun setelah Helen mengucapkan terima kasih.
"Makasih ya bang sudah jemput Helen." Jawab Helen walau Helen tau sebenarnya yang di jemput Saga adalah Alana.
"Iya, masuk lah abang mau kerumah Alan dulu mau mastiin apa dia sudah ada di rumah apa belum." Jawab Saga.
Helen hanya mengangguk dan turun dari mobil Saga. Setelah melihat Helen masuk kedalam rumah Saga pun melaju menuju kearah rumah Alana, di mana rumah tersebut berdekatan dengan rumah diri nya dan juga rumah keluarga Ken. Saat sampai Saga langsung turun walau pun hujan mengguyurnya.
"Assalamu'alaikum bundaaaa....!" Salam Sagara sambil dia berjalan masuk kedalam rumah.
Vina yang sedang mencuci peralatan dapur bekas dia memasak untuk makan malam langsung keluar saat mendengar suara Saga.
"Waalaikumsalam Saga ada apa sore - sore datang hujan lagi? Coba lihat baju kamu sedikit basah." ucap Vina bunda dari Alana.
"Alan sudah pulang belum bunda?" Tanya Saga.
"Belum dia tadi pamit saat ada di basecamp mau lihat Riski tanding basket bunda juga tadi lihat Helen pergi bareng Riski." Jawab Vina.
"Ya sudah Saga pulang dulu ya bunda." Jawab Saga.
Setelah mengetahui jika Alana belum pulang Saga masuk kedalam mobil dia tak mengatakan apa pun jika dia sudah menjemput dan mengantar Helen pulang karena Saga tak ingin orang tua Alana khawatir.
"Kamu di mana sih Lan, kenapa gak ada di rumah." Batin Saga sambil dia melajukan mobil nya untuk mencari Alana.
Di tempat Alana dia masih duduk seorang diri dalam guyuran hujan dengan mata yang sembab karena menangis.
Alana memilih tak melanjutkan kuliah karena dia memang tak ingin belajar lagi, dia hanya ingin fokus pada pertandingan balap sepedanya seperti impian nya saat dia masih kecil.
Alan yang melihat air pantai begitu menenangkan dengan sedikit gelombang karena hujan, turun dari bebatuan besar dia berjalan lunglai dengan tatapan kosong dan hati yang hampa. Entah apa yang membuat nya berjalan ke tengah air pantai hingga dia memilih menenggelamkan tubuh nya ke air padahal dia tau dia tak bisa berenang.
╞═════𖠁𐂃𖠁═════╡
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
doakan saja agar semuanya lancar ya
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄