NovelToon NovelToon
SIMPANAN TUAN DOUGLAS

SIMPANAN TUAN DOUGLAS

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:852.9k
Nilai: 5
Nama Author: lena linol

Dulu dia dibutakan cinta maka dari itu Douglas setujudengan perjanjian pernikahan mereka. Tapi, setelah hampir 4 tahun menikah Douglas merasa hampa tanpa hadirnya seorang anak dalam pernikahan mereka. Istrinya yang selalu sibuk tidak pernah ada waktu untuknya membuatnya semakin berada di titik jenuh pernikahannya.


"Kenapa kau tidak mencari wanita lain saja yang mau mengandung anakmu," saran sesat dari sahabat Douglas yang sepertinya patut untuk dipertimbangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuduhan

Hari pertama kerja, Bintang sangat bersemangat, berjalan mondar-mandir melayani pelanggan yang datang tanpa rasa lelah. Bibirnya juga terus tersenyum ceria, dan ramah, saat berhadapan dengan pelanggan.

"Lihat tuh anak baru caper banget!" oceh Dina yang dianggap senior di sana sambil melirik tajam Bintang yang tengah melayani pelanggan.

"Aku dengar dia bisa masuk kerja di Kafe ini karena orang dalam," sahut temannya bernama Sinta.

"Orang dalam mana yang kamu maksud?" Dina meminta penjelasan.

Sinta menaikkan kedua bahunya bersamaan, "Aku kurang tahu juga, tapi yang aku dengar orang dalam itu temannya Boss Pram," jawab Sinta sambil menyipitkan mata sambil menatap Dina yang sedang mengetuk-ngetuk jari di dagu seolah sedang berpikir.

"Jangan-jangan orang dalam itu om-om perut buncit yang sering datang ke sini itu? Bukannya dia juga temannya Boss Pram," kata Dina berperasangka buruk pada Bintang.

"Ih! Sumpah jijik banget! Bisa jadi tuh demi kerjaan dia ngangkang dulu sama om buncit itu!" sahut Sinta, bergidik ngeri.

Obrolan mereka terhenti saat melihat Pram menghampiri mereka. Kedua gadis itu yang tadinya sedang asyik bergosip kini segera bersikap sok sibuk di dekat dapur.

"Kalian kenapa malah ngobrol di sini? Nggak ada kerjaan atau memang nggak lihat kerjaan? Lihat tuh banyak pelanggan datang!" Pram langsung menegur dan memarahi karyawannya. "Kalian udah lima tahun kerja di sini, harusnya bisa menjadi contoh buat karyawa baru!" tegasnya sekali lagi sambil berkacak pinggang dan melotot lebar. Dia sangat nggak suka melihat karyawannya bersantai-santai di waktu jam kerja seperti ini.

"Ma-maaf, Boss." Dina menundukkan kepala begitu pula dengan Sinta.

"Kalian nggak lihat Bintang di sana! Dia sangat rajin, padahal hari pertama kerja. Kalian harusnya lebih semangat dari dia, dong!" Pram membandingkan mereka sambil menunjuk ke arah Bintang yang sedang sibuk melayani pelanggan.

"I-iya, Boss." Dina langsung beranjak dari sana dan melanjutkan pekerjaannya, diikuti Sinta.

"Semua ini gara-gara anak baru itu!" geram Dina, tak terima disamakan dengan anak baru oleh Boss Pram.

"Benar! Anak baru itu harus di kasih pelajaran, gara-gara dia kita jadi diomelin sama Boss Pram. Dasar Bintang tukang caper!" sahut Sinta tak kalah geram.

Dina tersenyum smirk ketika mendengar ucapan sahabatnya. "Bagaimana kalau kita kerjain dia, biar dia kapok dan nggak betah kerja di sini?" usulnya, lalu diangguki Sinta.

Dina dan Sinta kompak menatap sinis pada Bintang yang berjalan melintasi mereka menuju kamar mandi. Mereka saling pandang, seolah sedang bicara melalui tatapan mata.

Bintang menatap toilet dihadapannya. Sebenarnya toilet karyawan dan pelanggan dibedakan. Tapi karena dirinya sudah tidak tahan ingin buang air kecil, dia langsung masuk ke sana. Lagi pula toilet karyawan berada jauh di belakang, dari pada keburu pipis di celana lebih baik numpang toilet pelanggan.

"Ah! Lega!" Bintang bernafas lega sambil mendongak saat berhasil menuntaskan hajatnya di dalam bilik toilet tersebut.

"Arghhh! Dompetku hilang!" teriak seorang wanita yang juga berada di dalam toilet tersebut.

Mendengar hal itu Bintang buru-buru keluar dari bilik lalu menghampiri sumber suara.

"Nyonya, ada apa?" tanya Bintang dengan raut panik.

Beberapa orang sudah mengerumuni wanita paruh baya itu.

Semua orang yang berada di sana seketika menoleh saat mendengar suara Bintang.

"Dia! Pasti dia yang nyolong dompetku!" teriak wanita paruh baya itu menuduh Bintang yang memakai seragam karyawan di sana.

"A-aku?" Bintang menunjuk wajahnya yang kini pucat pasi dan kebingungan. "Aku tidak tahu apa-apa. Aku hanya nump..."

"Halah, tidak usah ngeles! Kembalikan dompetku!" teriak wanita paruh baya itu sambil mendekati Bintang lalu memberikan tamparan.

Plak!'

Gerakan tangan wanita itu sangat cepat, membuat Bintang tidak bisa menghindar atau melawan. Pipinya merah dan cap lima jari menempel di sana.

Keributan di dalam toilet itu terdengar oleh Pram dan menghebohkan seluruh pengunjung Kafe.

"Ada apa ini?" tanya Pram yang baru datang.

"Karyawanmu udah mencuri dompetku!" jawab wanita paruh baya itu penuh emosi saat menunjuk Bintang.

Bintang menggeleng sambil menangis saat Pram menatapnya tajam. "Bukan aku, Pak, sungguh."

"Halah! Maling mana ada yang ngaku!" sahut yang lain, mengompori.

"Kalau nggak percaya silahkan periksa aku. Aku sama sekali nggak mencuri, aku di sini tadinya hanya menumpang buang air kecil," jawab Bintang, melebarkan kedua tangan, tanpa rasa takut karena dirinya merasa tidak bersalah.

Wanita paruh baya itu langsung mendekati Bintang dan memeriksanya, tapi sayangnya dia sama sekali tidak menemukan dompetnya.

"Periksa juga tuh tasnya, barang kali dompet yang dia ambil di sembunyikan di sana!" sahut Dina yang baru datang di sana.

Pram menoleh pada Dina. Dia juga menyetujui saran karyawannya itu.

*

Sampai di ruang loker. Pram langsung menggeledah loker Bintang. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat dompet pelangganya ada di sana.

Bintang juga sangat syok melihatnya, dia menggeleng dengan wajah sembabnya.

"Pak, demi Tuhan saya tidak mencuri!"

"Kalau maling ngaku penjara udah penuh!" sahut Dina, penuh cibiran. "Udah ketahuan masih aja ngelak, dasar maling!"

*

"Ada apa? Kenapa wajahmu panik seperti itu?" tanya Doug setelah Sup menutup panggilan telepon.

"Keponakan saya sedang dalam masalah, Tuan. Anda mau ikut atau kembali ke hotel?"

"Ikut!" Doug menjawab sembari beranjak berdiri.

1
Anonim
Kandani kok Pakde - menikah itu enak, rugi sampai perjaka tua baru menikah.

Besuk anaknya Bintang perempuan ini kali wkwkwk.

Bintang masih mual kalau berdekatan dengan Doug - bawaan babby, jadi Doug serba salah.

Bicaramu ngawur Doug - bikin Bintang kecewa, sedih, dan marah. Awas saja gak dapat jatah enak-enak kau Doug.

Anaknya Bintang laki-laki mungkin, gak suka bau Doug 😄
Hanima
🔥😍
Rita
salah serba mknya ht2 klo ngmg
Ainal Fitri
gooolllllllll horeeeee..... 🤭
😂😂😂😂😂😂
maka nya mas sup nikah yg enak d kamu tp gak enak d bintang 😅
sabar ya bintang nti juga enak kok 😉 sekarang mikmatinaj jdilu sakit nya biar kyk peptah. bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian 🤭
Ainal Fitri: astaga dough mulut mu harimau mu.
awas istri mu mode harimau on tu 😬
total 2 replies
Rina Kurnia
gooolll mas jawa....😆😆

hadeeeuuhh.....ga oeka bgt yah c kanebo kering, blm tahu dia kl cewek tuh ahli sejarah.....hati2 looeemnghadapi bumil baru....😛😆😆
Yesi Marsela
ya Allah Doug udah tau istri kamu lagi sensitif malah ingat mantan dan ngomong gitu lagi, siap2 di ambek bintang ini🤦
Neni
pakde sup gooooollll
Maharani Rani
lanjuttt
Nazwa Azzahra
lanjut
Keysha Aurelie
pak de Sup begitulah rasanya😂
nyesel gak tuh , gak nikah dari dulu 🤣
beruntung banget Sup dapetin Liona yang masih daun muda dan tersegel
mantab nya🤭🤣🤣

Dough lebih baik kau diam, bikin tambah sedih bumil aja
lindafuja
karyanya sgt menghibur
Dwi Winarni Wina
Akhirnya goool juga mas jawa berhasil belah duren unboxing liona😄liona merasakan kesakitan luarbiasa sup berusaha menenangkan liona....

Sup mulai merasakan nikmatnya syurga sampai merem melek😄🤭menyesal sup tidak menikah muda😄tenang liona rasanya akan tergantikan kenikmatan luarbiasa sampai mendesah keenakan🤭

pelan-pelan mas jawa liona masih merasakan sakit, padahal sup lagi semangat skl mendesah😄

Sabar ya doug bumil lg sensitif skl, sana mandi kembang 7 rupa biar gak bau🤣🤭bintang gak bau dideketin sm doug ,katanya doug sangat bau bikin mual dan muntah bintang🤣🤭

ibu isa berusaha menasehati doug, supaya sabar menghadapi bumil sangat sensitif skl...
Katminten
akhirnya anboxing jga ya pkde Sup
Katminten
pertama sakit TPI lama2 nikmat nduk
Katminten
dimakan harimau raksasa ya nduk
Katminten
suamimu pura2 polos Liona
Katminten
tambah seru
Katminten
akhirnya yg dinnti2 slama ini datang ya Doug
Katminten
andai kamu tau Doug KLO kecebong mu udh berkembang biak btapa bahagianya kamu nnti
Ny Rudi Harianto
fanas lh ... masak kagak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!