NovelToon NovelToon
Masih Menggenggam Dirimu

Masih Menggenggam Dirimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:238.2k
Nilai: 5
Nama Author: RN

CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biar May yang datang

Setelah beberapa suap Maya mengisi perutnya Maya melepas selang infus di tangannya, Maya beruntung waktu di SMA masuk jadi anggota UKS jadi ada pelatihan dasar P3K salah satunya melepas infus adalah termasuk bukan hal yang sulit bagi Maya. Maya duduk didepan cermin meja riasnya.

"Astagfirullah," bisik nya saat melihat wajahnya di cermin.

Matanya kuyu dan sembab karena menangis dan rona wajahnya tampak pucat walaupun dengan riasan. Maya menghela nafas panjang, dibukanya ikatan sanggul di rambutnya yang sudah acak-acakan.

Dengan tubuh yang masih lemah dia berusaha jalan ke kamar mandi, setelah selesai shalat isya Maya kembali duduk di depan cermin di sisirnya rambutnya yang tadi acak-acakan.

"Ya Allah, beri aku kekuatan untuk menguatkan Papa," doanya dalam hati dia berdiri beranjak keluar kamarnya menuruni tangga.

Tampak beberapa pelayan sedang merapikan ruang tamu dan juga ruang keluarga yang dipakai untuk acara jamuan. Tapi Maya tidak melihat sosok Papanya ataupun sosok Aldo kakaknya, Bi Atik menghampiri Maya dengan wajah cemas .

"Kenapa turun Non. Non kan lagi sakit?" tanya Bi Atik cemas. Maya mengatupkan mulut dan menempelkan telunjuknya ke mulutnya ke arah ati sebagai isyarat agar Bi Atik diam .

"Papa mana Bi?" tanya Maya dengan suara pelan dan mendekatkan wajahnya ke wajah Bi Atik.

"Ada di ruang kerjanya Non," jawab Bi Atik.

"Mau saya antarkan Non?" tanyanya lagi menawarkan diri Maya mengangguk.

Maklum Maya belum hafal seluruh ruangan di rumah ini. Setelah jalan melewati lorong yang menghubungkan antara ruang keluarga dengan paviliun yang ada di sisi kanan rumah yang berdekatan dengan kamar Darmawan sampailah mereka berdua di sebuah ruangan dengan pintu lebar dan kokoh dari kayu berukir

"Ini Non ruang kerjanya Tuan besar," bisik Bi Atik.

"Makasih Bi, Bibi bisa tinggalkan saya," ucapnya pelan dengan senyum tipis di bibirnya.

Tok.....tok......

"Masuk!" suara Papanya terdengar dari balik pintu kayu berukir Maya membuka pintunya dan mendorongnya pelan.

Dilihatnya Papanya duduk di kursi malas sedang membaca sebuah buku di tangannya.

"Assalamualaikum, boleh May masuk Pa?" tanya Maya kepada papanya.

Darmawan tampak terkejut saat melihat putrinya muncul di pintu ruang kerjanya. Dia buru-buru beranjak untuk berdiri dari kursi malas dan hendak berjalan menghampiri Maya.

"Jangan! jangan bangun Pa, tetaplah Papa di sana," pinta Maya.

"Biar May yang datang ke papa," lanjutnya lagi.

Dengan langkah pelan dan pasti Maya menghampiri papanya ada senyum mengembang di bibirnya.

Menatap putrinya yang berjalan menghampirinya dengan senyum bibirnya dan tatapan lembut penuh percaya diri. Mengingatkan sosok yang selama ini selalu hadir dalam kehidupan Darmawan walaupun sosok itu sudah tiada yaitu Elisa.

Sikap, mimik dan gestur Maya hampir mirip dengan Elisa. Darmawan ingat saat Asih hamil Maya, Elisa sering mengusap perut Asih dan mengajak bayi dalam kandungan itu ngobrol seakan - akan bayi itu mendengarkan. Apakah ikatan batin itu ada di antara mereka, walaupun bukan Elisa yang mengandung Maya.

"Syukurlah sayang keputusanku membawa putri kita pulang tepat," bisik Darmawan dalam hati.

Darmawan mengembangkan senyumnya setelah Maya dekat ia meraih kedua tangan putrinya ada keinginan untuk tersenyum dan juga ada keinginan untuk menangis hatinya benar-benar luluh dan juga bersyukur .

Di genggamannya tangan kecil putrinya dan di tatapnya, Maya bersimpuh di pangkuan Papanya di tariknya genggaman tangan Papanya dan ditempelkan pada salah satu pipinya .

"Biarkan seperti ini Pa, May mohon," pinta

Maya dengan suara lirih.

Darmawan menghela napas dalam-dalam hatinya benar-benar pilu melihat putrinya bersimpuh seperti ini, mulutnya tak bisa terucap kelu perasaan ini yang memenuhi

dadanya. Dia tidak bisa berbicara apa-apa air matanya mulai tergenang alisnya mengkerut saling bertemu.

Maya mengangkat wajahnya memandang kearah Papanya. Darmawan cepat-cepat mengusap air matanya.

"Pa, bolehkan May pergi ziarah ke makam Mama Elisa?" pinta Maya dengan tatapan memohon.

Darmawan menganggukkan kepalanya dan tersenyum senang.

"Tentu Sayang besok kita akan ziarah ke makam Mama Elisa," dielusnya rambut Maya lembut dan mereka saling tersenyum.

***

Maya duduk termenung di atas sajadahnya dia masih belum beranjak dari tempatnya shalat subuh bagi Maya berlama-lama di atas sajadah membuatnya nyaman dan dia bisa berkeluh kesah tanpa batas, hatinya akan ringan setelah semua unek - unek dan harapannya yang dia curahkan tersampaikan lewat doa.

Maya merapikan perlengkapan sholatnya dan berjalan membuka pintu balkon yang ada di kamarnya. Dia berdiri di bibir pagar. Di hirupnya udara pagi, aroma segar dari dedaunan dan wewangian bunga menyeruak Indra penciumannya.

"Subhanallah ....segarnya," decak nya

Begitu matanya terbuka pandangannya dimanjakan dengan taman indah yang mengelilingi sebuah kolam renang, seketika hatinya tergerak untuk pergi ke kolam renang di halaman belakang.

Saat menuruni tangga suasana di lantai bawah sepi tak tampak seorang pun bahkan pelayan juga tidak ada.

Hati-hati Maya berjalan kearah dapur di belakang ruang makan tampak terlihat Bi Atik sedang menyiapkan sarapan ketika Maya masuk dapur. Wajah Bi Atik tampak kelihatan sedikit terkejut .

"Non Maya, apa ada sesuatu yang nona butuhkan?" tanya Bi Atik.

Maya menggeleng kepalanya.

"Teruskan saja pekerjaan Bibi, May cuman ingin berkeliling rumah," jawab Maya.

"Atau mau Bibi buatkan sesuatu?" tanya Bi Atik lagi.

"Tidak usah Bi, biar May bikin sendiri aja," jawab Maya dengan senyum.

"Maaf Bi, saya mau bikin teh dimana cangkirnya ya?" tanya Maya mau gak mau dia harus merepotkan Bi Atik karena dia belum tahu letak barang-barang di rumah ini.

Maya dengan seksama memperhatikan di mana barang-barang yang dia butuhkan di letakkan. Bi Atik menyiapkan semua yang Maya butuhkan untuk membuat teh.

Setelah selesai membuat teh Maya berjalan di halaman belakang seperti niatnya di awal. Dia berjalan di pinggir kolam renang dan saat tiba di depan pancuran air yang didesain seperti air terjun dia duduk.

Matanya fokus pada miniatur air terjun itu tanpa melihat ke kolam sesekali dia meneguk teh manis di tangannya yang masih panas.

Byuuur....,

Tiba-tiba seseorang muncul dari dalam kolam renang sehingga air kolam bercipratan dan mengenai tubuh Maya.

" Aaauuw........" teriak Maya spontan membuatnya kaget.

cangkir teh yang ada di tangannya terlempar dan jatuh ke dalam kolam mengenai kepala sosok yang baru muncul itu. Sementara Maya tidak bisa menjaga keseimbangannya tubuhnya dan. ..

Byuuuur .

Dia terjatuh dalam kolam yang cukup dalam.

berlanjut

...Bagi seseorang ayah Putri ibarat permata yang selalu indah walau Permata itu ada di tempat yang paling buruk sekalipun. ...

..._Darmawa_...

Terima kasih untuk semua dukungan yang like comment rate vote dan gift, mohon dukung terus kakak 🙏🙏

1
Nay Sha
ceritanya bagus
Achmad Elvino
sukses terus kk....
mulai baca..dr awal baca sudah menarik..sepertinya akan banyak mengandung bawang..sedia tisyu 🤧🤧🤧
semoga saja aldo kakak yg baik y may
pasti terkejut y maya..takdir berubah segitu cepatnya
ada perjanjian apa antara bu asih dan pak darmawan?
menbawanya? maksudnya apa ini? apa bu asih sebenarnya bukan ibu kandung maya?
pasti campur aduk ya yg di rasakan maya antara percaya dan gak..antara mimpi apa nyata
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
ceritanya bagus dan selalu bikin terharu membacanya.. good job Thor👍🏻
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
ya ampun Maya pasti mikirnya yg aneh 2 tu🤭 pasti mikirnya Aldo mau ngapa-ngapain 😅 rupanya Aldo mau masang seat belt 🤣🤣
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
adik kamu itu wanita baik kuat dan lembut Aldo, perlakukan lah Maya semestinya.
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
pasti belum terbiasa ada laki2 yg tiba 2 hadir di hidupnya mengakui bahwa iya ayahnya. pasti susah buat menyebutkan kata papa. lambat lain pasti kamu bisa menerima kenyataan kalau kamu punya ayah dan seorang kakak. dan kelihatannya kak Aldo itu baik .
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
kakak ketemu gede. apalagi kk nya ganteng, jgn sampai ada hati ya Maya. hati2 sama Tante Mila ya Maya
👏RIRI💕🏚️ᴄ͜͡ʀ7
kepo dan ingin tau rahasia apa yg di sembunyiin dari kisah masa lalu mereka
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
semoga Aldo dpt menyayangi Maya
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
oh mulai paham jadi Maya bukan anak bu Asih
🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸
Semoga Maya bisa bahagia bersama papanya bintang 5 untukmu Thor
ARIS SUSAN
semoga Maya bisa lurusin jalan aldo
ARIS SUSAN
uhuk
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
ARIS SUSAN
Alhamdulillah...
Rey datang buat nyelametin maya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!