NovelToon NovelToon
Istri Bayaran: Pernikahan Palsu, Rahasia Kelam

Istri Bayaran: Pernikahan Palsu, Rahasia Kelam

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Trauma masa lalu / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku butuh istri untuk mendapatkan warisan Kakek, dan kamu butuh uang untuk pengobatan ibumu. Adil, kan?" — Aksara Danendra.

Bagi Aylin, pernikahan ini hanyalah transaksi pahit. Ia rela membuang harga dirinya dan menjadi 'Istri Bayaran' demi pengobatan sang ibu. Ia berjanji tidak akan melibatkan hati, apalagi pada pria dingin dan penuh rahasia seperti Aksara. Bagi Aylin, semua lelaki sama saja brengsek.

Namun, bagaimana jika di atas kertas kontrak yang dingin itu, benih cinta justru tumbuh secara perlahan? Dan bagaimana jika saat cinta itu mulai mekar, Aylin menyadari bahwa dirinya hanyalah tameng untuk rahasia gelap suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.31 -Tonic Immobility

"Mas Aksara... tolong..."

Aylin memejamkan mata rapat-rapat. Kesadarannya mulai menipis saat ia merasakan tangan-tangan kasar itu mencengkeram kaki dan tangannya. Para preman itu seolah kehilangan akal sehat, dibutakan oleh nafsu bejat saat melihat ketidakberdayaan Aylin.

"Aksara, tolong aku..." lirih Aylin untuk terakhir kalinya.

Seketika, tubuhnya terasa dingin. Ia mengalami mati rasa yang luar biasa. Tatapan matanya kosong, menatap langit-langit ruangan yang kotor dan dipenuhi sarang laba-laba. Pikirannya sudah menyerah, jiwanya seolah ditarik keluar dari raga agar ia tidak perlu merasakan kehancuran yang sedang terjadi.

"Eh, Bang! Kenapa dia? Kok diam saja?" tanya salah satu preman yang mulai ragu melihat reaksi Aylin.

"Halah! Sudah, biarkan saja! Mungkin dia sudah pasrah. Ayo cepat sebelum ketahuan!" bentak pemimpin mereka.

Tangan-tangan kotor itu terus bergerak liar, menanggalkan pakaian Aylin hingga menyisakan kain tipis yang melindungi harga dirinya. Namun, tepat saat kancing teratas kemejanya ditarik paksa hingga terlepas...

BROOOMMM!!! BRAAAK!!!

Pintu rumah lapuk itu hancur berantakan. Sebuah raungan mesin motor membelah kesunyian malam, diikuti cahaya lampu yang sangat menyilaukan hingga membutakan mata siapa pun di dalam ruangan itu.

"MENJAUH DARI ISTRI SAYA!!!"

Suara Aksara menggelegar layaknya guntur. Tanpa ragu, ia memacu motor pinjamannya itu masuk ke dalam ruangan sempit tersebut dengan kecepatan gila.

"Bos, kabur, Bos! Gawat! Dia mau menabrak kita!" teriak salah satu preman dengan suara melengking ketakutan.

Ia mencoba lari, namun terlambat. Amarah Aksara sudah mencapai puncaknya. Ia melajukan motornya secara membabi buta, menghantam salah satu preman hingga terpental menabrak dinding kayu yang rapuh. Aksara tidak peduli jika motor itu rusak atau dirinya ikut terluka; yang ada di pikirannya hanyalah menghabisi siapa pun yang telah menyentuh miliknya.

Aksara melompat dari motor yang masih menderu. Matanya merah, dipenuhi kabut amarah yang tak terkendali saat melihat kondisi Aylin yang sudah tak berdaya di sudut ruangan.

"Berani-beraninya kalian..." desis Aksara dengan suara rendah yang lebih menakutkan daripada teriakan.

Satu preman mencoba menyerang Aksara dengan balok kayu. Namun, dengan gerakan yang cepat dan terlatih, Aksara menghindar. Pukulan mentah mendarat telak di rahang preman itu, membuatnya terpelanting dan jatuh tersungkur seketika.

Bugh!

Preman kedua mencoba lari, namun Aksara menarik kerah bajunya dan melayangkan satu hantaman keras ke perutnya. Pria itu langsung ambruk, terbatuk-batuk sambil memegangi perutnya yang terasa seperti dihantam beton.

"Ampun, Mas! Ampun!" rintih pemimpin preman itu yang nyalinya sudah ciut melihat kawan-kawannya tumbang dalam hitungan detik.

Aksara tidak memberi ruang untuk ampun. Ia mencengkeram leher baju pria itu, mengangkatnya sedikit hingga kaki si preman berjinjit.

"Kalau aku melihat wajah kalian lagi di daerah ini, aku pastikan kalian tidak akan pernah bisa berjalan lagi," ancam Aksara dengan tatapan mematikan.

Ia melemparkan pria itu ke arah tumpukan kayu tua dengan kasar. Melihat lawannya sudah tidak berdaya dan ketakutan, Aksara tidak melanjutkan serangannya. Fokusnya kini beralih sepenuhnya pada satu titik di sudut ruangan.

Aksara berlutut di samping Aylin. Tangannya yang gemetar terulur ingin menyentuh bahu istrinya, namun ia ragu. Aylin benar-benar tidak bergerak, seolah napasnya pun telah berhenti.

"Aylin..." suara Aksara pecah. Amarahnya seketika luruh, berganti dengan rasa bersalah yang menghujam jantungnya.

"Aylin... ini aku, Aksara," bisiknya parau.

Namun, Aylin tidak berkedip. Matanya yang indah menatap kosong ke langit-langit rumah tua itu tanpa nyawa. Ia membeku layaknya patung marmer—terjebak dalam "Tonic Immobility" yang tercipta dari kengerian masa lalunya yang kini terulang. Tubuhnya ada di sana, di depan Aksara, namun jiwanya telah pergi bersembunyi di tempat yang paling jauh.

Aksara segera menyelimuti tubuh ringkih itu dengan jaketnya, membungkus Aylin dengan erat seolah ingin menyatukan kembali kepingan diri wanita itu yang telah hancur. Tak lupa, Aksara pun kembali memakaikan Aylin celananya.

"Maafkan aku... maafkan aku terlambat," rintih Aksara. Ia merengkuh tubuh kaku itu ke pelukannya, namun Aylin masih tetap membeku, tidak memberi respon, tidak juga menangis. Dingin, seolah Aksara memang sedang mendekap sebuah patung.

*

*

Aksara mendekap tubuh Aylin yang sedingin es. Ia merogoh ponselnya, menelepon resepsionis hotel dengan suara yang bergetar namun penuh otoritas.

"Kirim mobil saya ke ujung gang jalan tikus dekat kampus IPDN, SEKARANG! Jangan banyak tanya, atau saya tuntut hotel kalian!" ancam Aksara.

Sambil menunggu, Aksara tidak melepaskan pelukannya. Ia tidak peduli pada motor pinjamannya yang tergeletak begitu saja. Tak lama dia melihat lampu mobil mewahnya terlihat di ujung gang, Aksara langsung menggendong Aylin secara bridal style.

"Ke Rumah Sakit Unpad, cepat!" perintahnya pada sopir hotel yang tampak pucat melihat kondisi Aylin.

"Ba-baik, Tuan." Balas resepsionis yang membawa mobil Aksara.

Mobil mewah itu membelah heningnya malam dengan kecepatan tinggi. Di kursi belakang, Aksara terus mendekap tubuh Aylin yang kaku, membisikkan kata-kata penenang meski ia tahu istrinya mungkin tidak mendengar.

"Kamu aman sekarang, Aylin. Maafkan aku... aku ada di sini," bisik Aksara parau.

Hanya butuh waktu singkat bagi mereka untuk sampai di halaman Rumah Sakit Unpad. Aksara langsung melompat keluar dan menggendong Aylin secara bridal style menuju ruang IGD. Wajahnya pucat pasi karena Aylin sama sekali tidak merespons panggilannya, matanya hanya menatap kosong ke langit-langit ambulans tadi.

"Dokter! Tolong cepat periksa istri saya!" seru Aksara, suaranya menggelegar di selasar rumah sakit.

Petugas medis dengan cekatan langsung mengambil alih. Mereka membaringkan Aylin di brankar, memasang infus, dan melakukan pengecekan tanda vital. Seorang perawat menahan dada Aksara saat pria itu hendak ikut masuk ke dalam.

"Maaf, Pak. Mohon tunggu di luar agar kami bisa melakukan pemeriksaan dengan maksimal," ucap perawat itu tegas namun sopan.

Aksara terpaksa mundur. Ia berdiri di koridor yang dingin, menatap pintu IGD yang tertutup rapat dengan tangan yang masih gemetar. Tiba-tiba, ponsel di saku celananya bergetar hebat. Nama Arvano muncul di layar. Aksara menatap nama itu dengan tatapan datar, lalu mengabaikannya tanpa ragu.

Tak lama kemudian, ponselnya berdering lagi. Kali ini dari Mama Rosalind. Jantung Aksara seolah berhenti berdetak sesaat.

"Mama... apa yang harus aku katakan?" lirihnya menatap layar yang menyala di kegelapan koridor. Dengan sisa keberaniannya, ia menggeser tombol hijau.

"Aksara? Akhirnya kamu menjawab panggilan Mama," suara Rosalind terdengar cemas di seberang sana.

"Ma-maaf, Ma. Aku... aku tadi masih di jalan," balas Aksara terbata-bata.

"Di mana Aylin? Perasaan Mama tidak enak sejak tadi sore, Mama sangat khawatir."

Aksara memejamkan mata rapat-rapat. Rasa sesak di dadanya kian menghimpit.

"Aylin dia..." Aksara menjeda kalimatnya, ia tidak sanggup berbohong lagi.

"Aksara? Ada apa dengan Aylin?" panggil Rosalind dengan suara yang mulai bergetar.

"Ma, aku akan meminta seseorang untuk menjemput Mama dan membawa Mama ke sini sekarang. Tolong bersiaplah," putus Aksara. Ia menyadari bahwa ia tidak bisa menanggung beban ini sendirian, apalagi menyembunyikan kondisi Aylin dari ibu kandungnya.

"Baiklah... Mama tunggu," sahut Rosalind pelan sebelum memutus panggilan.

Bersambung ...

1
endang sumiati
dari pertama bc bikin jantungan
AriNovani: Makasih ya sudah baca, jangan lupa jempolnya diklik 🥰
total 1 replies
jumirah slavina
naj!s Lu
jumirah slavina
dasar bedeb4hhhhh...
ko' bisa masukkkk....
Aksara wwoooiii., selamatkan istri'muuuuuu....
AriNovani: Harap tenang /Chuckle/ masih ada Kekek 😂
total 3 replies
jumirah slavina
semua ini gegara Otor Ay... gegara Otor...

Aay : hhuuuuaaaaaaa

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
kamu baj!n9an pemerkaos Aay kan...
ngaku Kamu bedeb4hhhhh.....
AriNovani: Dan masuk penjara /Facepalm/
total 4 replies
jumirah slavina
sokorrrrrrrr....
jumirah slavina
Aksa : emang gue pikirin
Epi Widayanti
pengen nampol 😡
jumirah slavina
semua part Thor bikin sesak🤭🤣
AriNovani: /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
jumirah slavina
menyebalkan
AriNovani: Bangetttt 😌
total 1 replies
jumirah slavina
idihhhhh... naj!s
jumirah slavina
kau yang murahan...
dasar laki² bedeb4hhhhh...
jumirah slavina
tuhkannnnnnnnnn.....
astagaaaaaaaa......
hhuuaaaaaaaaaa.....
Otorrrrrrr tegaaaaa......
jumirah slavina: k e b i r i i i i i
total 2 replies
jumirah slavina
sebaik'y kamu sama Otor Ay...
terlalu banyak beban berat d'berikan...

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
gak usah iri sama duo LanSia Ay....

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina: ulat bulu LanSia

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
🌿
dihh si drama queen 😏
jumirah slavina
pasukan LanSia datang

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
ini nama'y sekali mendayung 2., 3 pulau terlewati Ay😄😄

Ayah durjana'mu akan runtuh., Paman psikopet'mu ini akan d'penjara....
jumirah slavina: bonus'y🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
anda terlalu percaya diri Nyonya Emil

Emil : Nona., Jumi !!!! N o n a

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
klo Kamu penasaran tanyakan saja ke Otor Ay....

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Chuckle//Chuckle/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!