NovelToon NovelToon
Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sukma Firmansyah

Di tengah kemiskinan setelah menjual segalanya demi membantu ibu mendiang sahabatnya, takdir membawanya pada sebuah keajaiban.
Sebuah gulungan lukisan leluhur yang tak sengaja terkena tetesan darahnya membuka gerbang menuju dimensi lain—sebuah "Ruang Peta Spiritual".
Di sana, waktu berjalan sepuluh kali lebih cepat. Mata airnya mampu menyembuhkan penyakit mematikan, dan tanahnya dapat mengubah tanaman layu menjadi harta karun bernilai miliaran!
Dari seorang gelandangan di kawasan kumuh menjadi taipan pertanian yang disegani. Xia Ruofei memulai hidup barunya: menanam sayuran kualitas dewa, memulihkan tubuhnya, dan menghajar mereka yang berani meremehkannya.
Inilah kisah sang Raja Tentara yang beralih profesi menjadi Petani Legendaris!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Pahlawan di Gang Sempit

Xia Ruofei membatin dalam hati. Kenapa gadis secantik ini keluyuran sendirian di tempat sepi begini? Apa dia sedang cari masalah?

"Tolong! Kakak... tolong aku!" Gadis itu melihat Xia Ruofei dan langsung memohon, seolah baru saja menemukan dahan untuk berpegangan di tengah badai.

Tempat ini sangat terpencil dan jarang dilewati orang. Itulah alasan mengapa ketiga preman itu berani bertindak kurang ajar di bawah pengaruh alkohol.

Mereka jelas tidak menyangka akan ada orang yang lewat. Ketiganya menatap Xia Ruofei yang berdiri di mulut gang dengan ekspresi melongo.

Si pemimpin, seorang preman berambut pirang, mengamati Xia Ruofei dari atas ke bawah lalu tertawa mengejek.

"Oalah! Ternyata Pak Tentara! Apa kau mau jadi pahlawan kesiangan menyelamatkan putri cantik, hah? Suasana hatiku lagi bagus hari ini, jadi aku tidak akan cari gara-gara denganmu. Kalau kau pintar, mending angkat kaki dari sini!"

Xia Ruofei menatap preman berambut pirang itu dengan tenang.

"Aku beri kalian waktu tiga detik untuk melepaskan gadis itu. Aku bisa anggap kejadian ini tidak pernah ada."

Si Pirang tertegun sejenak. Dia saling lirik dengan kedua temannya, lalu mereka bertiga tertawa terbahak-bahak.

Si Pirang menunjuk hidung Xia Ruofei dan memaki, "Bangsat! Apa otakmu sudah miring gara-gara kelamaan jadi tentara? Berani-beraninya kau bicara begitu padaku..."

"Waktu habis," ucap Xia Ruofei pelan.

Begitu kalimat itu selesai, pandangan Si Pirang tiba-tiba kabur. Xia Ruofei yang tadinya berjarak dua meter, sudah muncul di depannya dalam sekejap mata.

Detik berikutnya, Si Pirang merasakan hantaman kuat di dada dan perutnya. Tubuhnya terlempar tanpa bisa ditahan dan mendarat telak di sebuah kubangan air dengan posisi duduk. Air selokan yang hitam dan busuk langsung membasahi sekujur tubuhnya.

Gerakan Xia Ruofei begitu cepat hingga ketiga preman itu bahkan tidak sempat bereaksi.

Serangan Xia Ruofei yang begitu bertenaga membuat mereka kaget setengah mati. Rasa takut mulai terpancar dari mata mereka.

Namun, Xia Ruofei justru mengerutkan kening dan membatin.

"Penyakit sialan ini makin parah saja..."

Saat menyerang tadi, dia merasakan kelemahan di anggota tubuhnya semakin nyata. Seharusnya tendangan tadi sudah cukup untuk membuat Si Pirang lumpuh total. Tapi meski berlumuran air kotor, preman itu masih bisa bangkit berdiri dengan cepat.

Di sisi lain, alkohol membuat nyali Si Pirang membesar. Dia meraba pinggangnya. Begitu merasakan senjata yang bisa memberinya keunggulan, rasa takut di matanya lenyap. Dia melotot tajam ke arah Xia Ruofei dan mencabut belati dari pinggangnya.

Sambil menjilat bibir, dia berkata dengan nada kejam, "Bocah, kau benar-benar cari mati..."

Dua preman lainnya ikut mengeluarkan belati secara bersamaan dan menghempaskan gadis itu ke samping. Mereka bertiga kini mengepung Xia Ruofei.

Gadis itu menutup mulutnya karena ngeri.

Xia Ruofei dengan tenang melindungi si gadis di belakang punggungnya. Dia menggertakkan gigi dan menerjang ke arah tiga orang yang mengepungnya itu.

Gadis itu menatap punggung Xia Ruofei yang tampak agak kurus. Matanya berkaca-kaca, dan entah mengapa, sosok pria di depannya itu terasa menjadi jauh lebih tinggi dan gagah dalam sekejap.

Xia Ruofei mendaratkan tendangan indah tepat di bahu Si Pirang. Terdengar bunyi retakan yang keras, dan preman itu langsung tersungkur sambil melolong kesakitan.

Xia Ruofei tidak menahan diri sedikit pun saat menghadapi tiga belati yang mengayun ke arahnya.

Setelah melumpuhkan Si Pirang, Xia Ruofei berputar dan menghindar dari tusukan preman lainnya. Mata pisau itu berkilat lewat tepat di depan matanya. Situasinya sangat genting hingga membuat sang gadis menjerit ketakutan.

Dua preman yang tersisa saling pandang. Sambil menggertakkan gigi, mereka kembali mengayunkan belati dan menyerang maju.

Xia Ruofei melangkah maju dengan tenang, mencari celah untuk merebut senjata. Langkah kakinya yang gesit membuatnya selalu berada di posisi melindungi sang gadis dari para penjahat.

Memanfaatkan kesempatan, Xia Ruofei merangsek maju dan dengan akurat mencengkeram pergelangan tangan salah satu preman.

Jika ini di masa lalu, pergelangan tangan preman itu pasti sudah patah di detik berikutnya. Namun saat ini, Xia Ruofei kembali merasakan lemas di sekujur tubuhnya.

Dia mengumpat dalam hati. Sambil menggertakkan gigi, dia menarik kuat tangan lawan dan menghindar ke samping.

Namun, gerakannya terlambat sepersekian detik. Sebuah kilatan dingin lewat, terdengar suara desingan, dan belati preman lainnya berhasil menyayat seragam latihan Xia Ruofei. Luka panjang menganga di lengannya, dan darah segar mulai mengalir.

Meski terluka secara tak terduga, ekspresi Xia Ruofei tidak berubah. Dia menghantam wajah preman di depannya dengan sikut hingga pingsan.

Kemudian, dia mencengkeram pergelangan tangan preman terakhir dan membantingnya ke tanah dengan teknik bantingan bahu.

*Bruk!*

Preman itu membelalakkan mata dan langsung pingsan di tempat.

Gadis itu terpaku. Dia tidak menyangka pria kurus ini begitu kuat. Dalam waktu kurang dari 20 detik, dia sudah mengalahkan mereka bertiga dengan tangan kosong!

Akan tetapi, Xia Ruofei justru merengut. Jika bukan karena penyakit sialan itu, berandal jalanan yang tidak terlatih seperti ini pasti sudah tumbang dalam satu gerakan. Sekarang, dia malah sampai terluka. Ini benar-benar memalukan bagi nama Pasukan Khusus!

Dia tersenyum pahit dan menggelengkan kepala. Dia menatap tangannya yang gemetar. Apakah benar-benar tidak ada cara lain?

Sambil menekan emosinya, dia menoleh ke arah gadis itu dan berkata.

"Cepatlah pergi! Di sini tidak aman. Sebaiknya kau jangan keluar sendirian..."

"Terima kasih! Aku mengerti..." sahut gadis itu penuh rasa syukur.

Kemudian, dia berseru kaget, "Astaga! Lenganmu berdarah..."

Xia Ruofei melirik luka di lengannya dengan acuh tak acuh dan mengibaskan tangan.

"Bukan apa-apa, cuma luka kecil."

"A... aku akan menemanimu ke rumah sakit untuk dibalut!" kata gadis itu mendesak. "Kau terluka gara-gara aku!"

"Tidak perlu. Pergilah cepat! Aku juga mau pulang," Xia Ruofei menggeleng.

"Tidak bisa begitu! Bagaimana kalau infeksi?" Gadis itu menarik lengan baju Xia Ruofei dan berkata, "Ayo ke rumah sakit! Aku akan ikut bersamamu!"

Xia Ruofei melepaskan tangan gadis itu dengan lembut dan berkata.

"Benar-benar tidak perlu. Selamat tinggal!"

Setelah berkata demikian, Xia Ruofei melangkah pergi dengan cepat. Gadis itu ingin mengejarnya, tapi pergelangan kakinya terkilir saat diseret para preman tadi. Dia berjalan pincang dan tidak sanggup mengejar Xia Ruofei yang berlari kencang. Dia hanya bisa berteriak dari belakang.

"Hei! Aku bahkan belum tahu namamu..."

Xia Ruofei tidak menjawab. Dia hanya melambaikan tangan tanpa menoleh dan segera menghilang di tikungan jalan.

Gadis itu menatap Si Pirang yang masih melolong kesakitan dan dua preman lainnya yang pingsan. Dia merasa sangat takut dan tidak berani berlama-lama di sana. Dia hanya bisa menatap dalam-dalam ke arah Xia Ruofei menghilang, sebelum akhirnya berjalan pincang meninggalkan lokasi kejadian.

***

Xia Ruofei segera kembali ke tempat tinggal barunya. Itu adalah kamar sempit yang luasnya kurang dari 10 meter persegi. Selain tempat tidur dan meja, hampir tidak ada ruang lagi untuk beristirahat.

Dia menarik sebuah koper dari bawah tempat tidur dan mulai membongkarnya.

Xia Ruofei baru saja pindah dan belum sempat membereskan barang-barangnya saat dia pergi mentransfer uang tadi.

Dia ingat bahwa dia menaruh kotak P3K di dalam koper ini saat pindahan. Luka di lengannya cukup panjang dan dalam, dia harus segera mengobatinya.

Isi koper itu agak berantakan. Ada medali militer yang dia bawa pulang dari barak dan beberapa barang kecil pemberian kawan-kawannya. Ada juga beberapa barang lama peninggalan almarhum kakeknya. Jelas sulit untuk menemukan kotak P3K kecil itu dalam sekali cari.

Xia Ruofei tidak menyadari bahwa saat dia sedang mengaduk-aduk isi koper, setetes darah jatuh dari luka di lengannya dan mendarat tepat di atas sebuah gulungan lukisan yang tampak biasa saja di dalam koper itu.

Begitu darah itu menyentuh permukaan gulungan, darah itu langsung meresap layaknya kepingan salju yang jatuh ke air mendidih. Dalam sekejap mata, noda merah itu menghilang tanpa bekas.

Setelah menyerap setetes darah Xia Ruofei, gulungan itu tiba-tiba memancarkan cahaya keemasan redup yang langsung menarik perhatian Xia Ruofei.

Xia Ruofei terpaku. Apa yang sebenarnya terjadi?

1
Kang Comen
ok
Jujun Adnin
lanjut
Samadi Kelana
Mantap
Dasef Saputra
Cukup Bagus
Luthfi Afifzaidan
lg
Dasef Saputra
Maaf Thor klau bisa alur ceritanya jangan di bikin monoton,biar yg membaca tidak merasa bosan🙏
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya💞
Pecinta Gratisan
mantap💞 jiwa
JJ opa
alur cerita yang membuat pembaca makin penasaran,👍👍lanjut thor saya pribadi menanti kelanjutan episode🙏🙏
Sukma Firmansyah: hahahaha
sama,ini juga novel yang saya rekomendasikan
tapi aneh pembaca sepi
total 1 replies
Chi Fuyu
up
Sukma Firmansyah: gasssssss
total 1 replies
azizan zizan
alur yang terlalu membosankan pantas lah tidak ramai yang membaca...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!