NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikahi Pria Dingin

Dipaksa Menikahi Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Athira Ardillah

Sebuah cerita hidup perjuangan Nadia, Seorang wanita berusia 18 tahun yang rela mengikat dirinya dengan menikahi laki-laki kaya raya demi keluarganya di panti asuhan sejahtera. Dia menikah tanpa dicintai dan diinginkan.

Merasa menjadi orang ketiga, apakah Nadia mampu bertahan di sangkar indah yang dibuat suaminya ataukah berhasil melepaskan diri dan memulai kehidupan yang dia inginkan dari awal lagi ?

Kisah hidup Nadia akan kita mulai sebentar lagi, dibumbui dengan cerita manis, mengharukan dan penuh air mata yang membuat hati sesak. Karena satu persatu rahasia dan orang masa lalu kembali menghantui kehidupan mereka. Mampukah mereka bertahan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athira Ardillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gacil

"Om yang meledakkan mobil mereka kan?" tanya Nadia serius.

Nadia masih terus menatap Ibra menunggu jawaban, "Om liat dan jawab Nadia ?" tanya Nadia lagi sambil menarik lengan Ibra untuk menghadap kearahnya.

"Apasih cil ?" tanya Ibra sedikit malas menanggapi Nadia.

"Cil ? kok cil om ?" tanya Nadia dengan dahi berkerut.

"Dari pada nama kamu Nadia kayaknya lebih bagus ganti dengan Gacil, itu lebih cocok," ucap Ibra dengan datar pertanda serius.

"Hahh Gacil itu Nadia om ?" tanya Nadia lagi dengan mata terbelalak.

"Yups Gacil gadis cilik, itu kamu," ucap Ibra mantap sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Nadia.

Sakti hanya menahan tawa mendengar ucapan Ibra, bagaimana mungkin tuan mengganti nama nona muda menjadi Gacil haha tuan muda memang istimewa, ucap Sakti dalam hati dengan mata melihat kedua majikannya dari kaca depan.

Sedangkan Nadia, gadis itu hanya melongo mendengar perkataan Ibra yang dengan seenaknya mengganti namanya begitu saja, Gacil apaan jelek banget, dasar om om gak kreatif suka menang sendiri.

"A...." belum sempat Nadia menyanggah, Ibra sudah lebih dulu memotong pembicaraan gadis itu.

"Jangan bicara dan mengumpatku dalam hati, kamu harus ingat ini dalam kepalamu yang agak lancip ini, Ibrahim Muhammad Attar tidak akan pernah mengotori tangannya hanya untuk menghabisi tikus kecil seperti mereka." ucap Ibra tegas dengan sorot mata tajam dan mengetuk kepala Nadia tiga kali.

Nadia yang pertama kali mendapat tatapan tajam Ibra sedikit menciut, namun ia tetap kokoh mengutarakan ganjalan-ganjalan dalam hatinya.

"Ya.. Yakin bukan om, ehmm lalu tadi suara ledakan apa dong ?" tanya Nadia lagi dengan tatapan semakin penuh selidik. Ibra hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.

"Aku ada disini bersamamu, bagaimana mungkin aku tau apa yang terjadi di sana, kau ini aneh-aneh saja," ucap Ibra lagi.

"Nona muda sangat pemberani berbicara seperti itu kepada tuan muda," batin Sakti sedikit kagum.

"Mungkin ada truk yang ban nya meletus nona, mohon untuk tidak berfikir buruk terlebih dulu dengan tuan muda," ucap Sakti ramah, Ibra hanya menatap lurus ke depan tanpa menghiraukan Nadia.

"Ya sudahlah," ucap Nadia singkat dan memutar tubuhnya ke arah jendela. Nadia sudah tidak ingin berdebat lebih jauh, dia yang hanya akan kalah, apalagi di tambah asisten pintar itu selalu membela tuannya.

"Nona, apa anda sudah menentukan melanjutkan ke perguruan tinggi mana ?" tanya Sakti

Nadia menoleh ke arah Ibra dan Sakti secara bergantian, ada sedikit kebimbangan di hatinya, "Ehm om, Nadia boleh nggak kalo ikut pelatihan aja," tanya Nadia.

Ibra melirik istri kecilnya itu, Apa yang dia inginkan sekarang, apa aku terlihat tidak mampu membiayai kualiahnya ? atau dia tidak ingin membebani aku terlalu banyak, aku bahkan bisa membeli kampus manapun untuknya, kenapa hanya ikut pelatihan saja, tanya Ibra dalam hati.

Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan di kepala Ibra, tapi sungguh mulutnya tidak sejalan dengan apa yang kini ada di pikirannya, "terserah kaulah, bukan aku yang menjalani juga," ucapa Ibra ketus.

Nadia yang mendengar itu pun langsung tanpa sengaja memeluk Ibra saking bahagianya.awalnya dia sangat takut Ibra tidak menyetujui keinginan nya itu, takut Ibra akan tersinggung juga, bagaimanapun Ibra kini suaminya apa yang ia lakukan sudah sepantasnya memberi tahunya terlebih dahulu.

Ibra menegang seketika ketika gadis kecil itu spontan memeluknya, "Haisss dasar Gacil mesum, kau sudah berani memelukku di usia delapan belas tahunmu ini ? mau jadi apa kau nanti dengan sifat mesummu itu, jangan memeluk orang sembarangan seperti itu lagi !!!" ucap Ibra kasar sambil mendorong tubuh Nadia untuk mengurangi rasa gugupnya.

"Apaan sih om, kan Nadia cuma seneng aja jadi reflek meluk, dasar alay meluk aja dibilang mesum, om kelamaan jomblo sih," ucap Nadia ketus.

"Hei Gacil ! siapa yang alay, orang yang kamu bilang alay itu seorang CEO perusahaan ternama," Jelas Ibra.

"Bodo amat," balas Nadia singkat.

Ibra semakin geram dan mengacak-acak rambut Nadia karena kesal, "jangan pernah bilang kelamaan jomblo, banyak perempuan yang rela merangkak ke ranjangku tanpa di minta," ucap Ibra lagi.

"Om jahil kan, berantakin rambut Nadia, nih nih rasain," balas Nadia yang langsung meneyerbu perut Ibra dengan gelitikan gelitikan dari kedua tangannya.

"Ahhh Ahh Nadia hentikan atau ha ha aku akan menurunkanmu disini......" ucap Ibra yang merasa sangat geli dengan gelitikan-gelitikan yang dibuat Nadia, mendengar ancaman suaminya itu Nadia akhirnya menurut, namun bukan Ibra namanya jika ia tidak balas dendam, laki-laki itu sekarang bergantian menggelitik tubuh Nadia, gadis itu kegelian hingga mengeluarkan air mata.

"Omm cukup om, Ahh aku tidak menggelitik selama ini ha ha ha,,," ucap Nadia yang kini sedang meronta-ronta.

"Tuan muda nona muda tolong berhenti, mobil ini bergetar karena kalian bermain di dalam mobil seperti ini, bagaimana nanti jika orang-orang menutup mobil kita dengan selimut nona ?" ucap Sakti.

Perkataan Sakti tidak membuat Ibra berhenti, laki-laki itu semakin senang ia seperti mendapat mainan baru dan tidak ingin melepasnya, rasanya ia sudah lupa bagaimana rasanya tertawa seperti ini.

"Tuan muda, mobil ini sudah seperti mobil yang bergetar karena kedinginan tolong berhenti." mohon Sakti.

"Hahhh mobil kedinginan ?" tanya Ibra yang mengendurkan tanganya.

Nadia mengambil nafas dalam-dalam, gadis yang sedang lelah tertawa itu juga merasa konyol dengan ucapan Sakti. "Pak Sakti aneh om," ucap Nadia pada Ibra dengan nafas yang masih ngos-ngosan.

"Kau aneh sekali Sakti, sepertinya kau terlalu banyak bekerja," tambah Ibra.

"Bagaimana tidak tuan, cat mobil ini sudah mengelupas semua karena gesekan dengan dinding-dinding sempit yang kita lewati sebelumnya ditambah getaran getaran yang tuan muda dan nona timbulkan, jika dilihat dari luar mobil ini sudah seperti mobil sedang kedinginan,"

Ibra melongo ketika mengetahui cat mobil kesayangan miliknya itu sudah mengelupas semua, "Mana yang ngelupas sakti ?" tanya Ibra tidak sabar.

"Silahkan melihat dari kaca spion kanan kiri tuan, mobil ini sudah tidak berbentuk," ucap Sakti lemas, pasti tuan muda akan rewel lagi masalah mobil seperti sebelum-sebelumnya, haisss nasib, nasib, batin Sakti.

Tak hanya melihat kaca spion Ibra bahkan membuka pintu jendela mobil dan langsung melihat sendiri keadaan mobilnya, laki-laki itu membelalakkan matanya ketika melihat seluruh body mobil sudah hancur parah, tak hanya catnya yang hilang namun bentukannya sudah lecet dan tepos dimana-mana.

Tubuhnya lemas, bagaimana tidak, ini salah satu mobil kesayangannya, di desain khusus sesuai permintaanya. Namun menjadi hancur karena menuruti ucapan konyol istrinya. Ahh Nadia...

"Kauuu, ini karena menuruti ucapanmu Gacil,,,,,," ucap Ibra sambil menjewer telinga Nadia.

.

.

.

Jika kalian menyukai karya author jangan lupa beri dukungan like dan vote melalui koin atau poin ya.

Jangan lupa juga untuk klik favorit agar kalian bisa tau update cerita selanjutnya.

Terimakasih atas dukungan dan komentar positif teman-teman.

1
Rusmini Mini
dah gak sabar nih /Grin//Grin/
Rusmini Mini
kenapa gak di jadikan satu di sini aja thor
Rusmini Mini
Luna...perasaan kamu sm Rafael gimana...
Rusmini Mini
kpn bahagianya para anak buah Ibra
Rusmini Mini
emang ada ya bayi cowok yg posesif pd mak nya /Grievance//Grievance/
Rusmini Mini
/Kiss//Kiss//Kiss//Heart//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
Ibra jgn kejam dong ingat skrg kamu fah punya klg
Rusmini Mini
kasihan tp ini bwt pelajaran utk 2 dokter sombong itu rasain lu..../Smug//Smug/
Rusmini Mini
/Grin//Joyful//Grin//Grin//Grin/
Rusmini Mini
kok dikit thor episodenya /Grimace//Grimace/
Rusmini Mini
ulo marani gebuk... mau panjang atau pendek karirmu dokter wiliam dan clarisa
Rusmini Mini
pacar Luna punya selingkuhan... dan dia...
Rusmini Mini
malah ikutan mulez ....
Rusmini Mini
ayo buruan ....keburu bayinya mbrojol di jln /Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
bang bayik dgn bang El aja udh gak suka alias cemburu /Smug//Smug/
Rusmini Mini
mode tuan dan nyonya lagi sayang sayangan ♥️♥️♥️
Rusmini Mini
gak ada visualnya thor
Rusmini Mini
ohmegot /Gosh//Gosh/
Rusmini Mini
salam sayang jg thor ♥️♥️♥️
Rusmini Mini
baru tenang dikit aja ada gangguan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!