setelah menyebrang, aku ingin berkultivasi dengan santai tetapi semua orang memubuat ku bekerja keras, saat aku berkata bahwa aku berkultivasi dengan bekerja keras, orang-orang ngin menghajar ku berkata bahwa aku orang termalas di dunia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kristanto artsx,...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cap 15 musuh abadi
Ary pergi ke arah timur namun sebelum iya bisa pergi jauh, matahari mulai terbenam sehingga iya harus segera mencari tempat berlindung.
Ary kemudian bersembunyi di dalam sebuah lubang pohon yang cukup besar, menutup mulut lubang pohon dengan dedaunan.
Iya tak tidur sepanjang malam karena merasa tempatnya kurang aman untuk beristirahat.
Keesokan harinya, saar cahaya matahari masih remang remang, ary sudah keluar dari lubang pohon dan melanjutkan perjalanan
Iya menghitung waktu, iya seharusnya memiliki 1 hari lagi sebelum anggota keluarga mu mulai melacaknya.
Meskipun iya yakin tak meninggalkan jejak, namun dunia ini adalah dunia kultivasi, segala macam teknik aneh pelacakan bisa saja di kuasai salah satu anggota keluarga mu, jika dia terlacak iya mungkin akan tamat.
Ary terus pergi ke arah timur, iya melewati tempat-tempat yang sulit di pantau dari tempat yang jauh ataupun dari ketinggian, melewati hutan yang lebat, melewati celah bebatuan dan terkadang harus memutar saat ada tempat dengan hutan yang gundul yang membuatnya mudah terlihat ataupun kalau ada hewan berbahaya yang terlihat, iya akan segera memutar.
Ada juga beberapa area yang terlihat berbahaya seperti rawa-rawa kecil ataupun semak yang terlalu lebat, iya juga akan memutarinya, iya sering memanjat ke atas pohon untuk memantau keadaan sekitar.
Karena sangat berhati-hati, kecepatannya bisa di bilang lambat namun hal itu sungguh terbayarkan, iya beberapa kali melihat anggota keluarga mu yang berpatroli di sekitar dan bahkan iya bertemu dengan anggota keluarga mu yang sedang mengejar beberapa orang.
Ary selalu menghindari mereka tepat waktu dan menjauh dengan aman.
Sepertinya radius area yang di blokir oleh keluarga mu sangat luas, entah apa yang sedang mereka lakukan di daerah tebing batu itu.
"Keluarga mu sialan ini, apa yang sebenarnya mereka lakukan, memblokir area seluas itu, Mungkinkah mereka mengali harta karun?" Ary yang harus bersembunyi setiap bertemu anggota keluarga Mu mulai sedikit kesal.
Namun, iya juga tak bisa melakukan apapun, iya saat ini masih sangat lemah, iya hanya bisa mengingat keluarga Mu saat ini
Ary terus pergi ke arah timur dan tak beristirahat sedikitpun, iya hanya berhenti ketika matahari menunjukan sore telah tiba.
Iya sudah lama tak lagi bertemu dengan anggota keluarga Mu.
"Seharusnya sudah aman, hufff Keluarga Mu sialan, Lihat saja kalian huhf akan ku balah kalian" Ucap ary yang cukup lelah, nafasnya tak beraturan, iya cukup lelah karena harus waspada dan tegang setiap saat sehari semalaman.
Ary yang lelah duduk di atas sebuah pohon dan beristirahat.
Di atas pohon yang tinggi jauh lebih aman daripada beristirahat di tanah.
Jika ada hewan yang datang he arah nya saat iya beristirahat, itu akan sangat berbahaya.
Ary beristirahat sebentar kemudian kembali mencari tempat berlindung.
Malam akan tiba jadi lebih baik melanjutan istirahat di tempat berlindung.
Ary mencari tempat berlindung yang baik namun sayangnya iya tak menemukan yang bagus, iya kemudian terpaksa kembali memasuki sebuah lubang pohon.
Pohon-pohon di hutan ini sangat besar, tentu saja banyak pohon yang berlubang.
Malam tiba dan Ary melanjutkan beristirahat di lubang pohon namun, iya kembali tak tidur malam ini, sesekali, suara kepakan sayap terdengar membuat ary sangat waspada, Entah suara kepakan sayap hewan apa itu.
Ary yang kembali tak bisa tidur malam ini menggertakan giginya.
Iya kembali menyalahkan semua kesulitannya ke keluarga mu
"Keluarga Mu aku mengingat kalian" Ucap ary yang mencap keluarga Mu sebagai musuh abadinya.