SEASON 1
Arwah bunuh diri menceritakan tentang seorang perempuan cantik jelita bernama NABILA yang menempuh pendidikan sekolah menengah atas dia meninggal bunuh diri. Tetapi Arwah Nabila terus meneror semua orang? Ada apa dengan Arwah Nabila?
LIKE
LIKE
LIKE
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PULANG KERUMAH
Siang hari pukul 11 siang, cuaca yang lumayan mendung Yulia lebih dulu sampai ke rumah dengan selamat, Ibu dan adikku menyambut ku dengan sangat sangat baik di halaman rumah.
"Mbak Yul" ceria adik bungsuku, aku segera menggendong adik kesayangan ku.
Ibuku sudah menyiapkan makanan kesukaanku ayam krispi, sayur lodeh dan tempe goreng. Aku mengambil tas ku membawa oleh oleh untuk adikku tercinta, Kami pun pergi ke ruang makan aku berjalan terletih letih lalu duduk di bangku kesayanganku, aku mengambil piring dan secangkir air dingin di lemari es lalu aku duduk makan lahap di ruangan makan. Ibuku sempat bertanya kepadaku.
"Kamu dari mana aja nak?" ucap ibuku sedang membalikan piring di atas meja.
"Ke kampung sawah ma" ujar ku sambil makan dengan lahap.
"Pasti banyak dong sawahnya, aku mau kesana mah!" ucap adik perempuanku yang berusia 7 tahun merengek.
"Sudah, sudah makan dulu" ujar ibu ku.
Tiba-tiba papaku pulang dari mancing, papa pulang membawa hasil pancingnya empat ekor ikan gabus, adikku sangat bahagia sambil bertepuk tangan melihatnya. Papaku buru-buru ke dapur untuk mencuci tangan dan menaruh ikannya di dalam ember. Nanti malam kita makan ikan gabus ujar ibu ku sambil tersenyum, selesai papaku menaruh ikan papa datang juga ikut makan bersama sama. Papaku bertanya padaku
"Dari mana aja dek baru pulang?" papa
"Dari kampung sawah pah, melayat!" Yulia
"Jauh juga ya nak temanmu" papa sambil membalikan piring dan mengambil makan.
Selesai makan aku duluan pamit ke orang tuaku, ma pa dek aku duluan ya! Aku segera kembali ke kamar kesayangan ku berdinding berwarna merah muda, rasanya badanku mulai remuk saat di perjalanan. Aku istirahat sejenak menahan lelah dan membaringkan badanku di atas kasur. Aku yang tidak bisa menahan kantuk akhirnya tidur dengan pulas, tiba-tiba terdengar suara dering ponselku berbunyi sangat kencang.
Kring... Kring.. Kring
Aku mengabaikan ponselku sambil mematikan telfonnya dan tertidur kembali sambil menutup telingaku dengan bantal, suara dering berbunyi kembali aku pun mengangkat telfon yang masih tertutup.
"Yul gw Kia!" Teriak Zakia menelfon.
"Gw masih ngantuk huff.." jawab Yulia
"Aldo kecelakaan, sekarang dia di rumah sakit" ujar Zakia, lalu membuka matanya.
Mendapat kabar kalau Aldo kecelakaan saat pulang ke rumah, Yulia yang shok buru-buru ingin ke rumah sakit tapi ibukku melarang ku karena di luar hujan deras. Aku disuruh menunggu sejenak menunggu hujan deras sampai redah.
Akhirnya, Ibuku yang sedang di dapur menyuruhku untuk bermain bersama adik bungsu ku yang sedang bermain boneka kesayangannya dia asik bermain seorang diri.
Aku yang melihat nya ikut bermain juga.
Papaku datang kepadaku nanti papa yang nganter kamu naik motor kalau udah redah ya nak ujar papa ku. Aku pun tersenyum, hujan mulai redah aku mengambil jaket berwarna kuning segara berangkat ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit mereka sudah berkumpul Noval dan Zakia. Aku bertanya pada mereka Aldo kenapa? Tadi Aldo kecelakaan dari motor tergelincir dari motor Yul ujar Zakia.
"Dia sih gpp tapi harus di rawat cuma tangannya aja yang luka dan lututnya yang cukup serius Yul, paling besok dia gk masuk sekolah" Ujar Noval yang menunggu Aldo.
Selesai aku melihat kondisi Aldo yang mulai membaik aku segera pulang ke rumah bersama ayah ku, aku berpamitan lebih dahulu.
*****
Keesokan harinya, sekolah digemparkan dengan ditemukannya jasad Nabila yang tergeletak dilantai dasar dengan tubuh penuh luka dan lumuran darah.
Semua menduga jika Nabila terjatuh dari lantai dua......