NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Alex pun menghentikan motornya lalu berbicara kepada Hana. Saat motornya terhenti, Alex pun menuruni motornya bersama Lexy.

"Hana," panggil Alex.

"Ehh, Alex, temannya Aldo," ucap Hana.

"Kamu baru pulang, kah?" tanya Alex.

"Enggak, sih. Baru selesai bersih-bersih," ucap Hana.

"Jadi begini, sebelumnya, Hana..." ucap Lexy.

"Kenapa? Sepertinya penting banget," ucap Hana.

"Aldo masuk penjara," ucap Alex.

Sontak Hana terkejut mendengar ucapan yang dikeluarkan oleh Alex. Dia tidak langsung menjawab, melainkan berdiam dan menatap ke arah Alex. Hana pun berbicara kepada Alex sambil menatap tidak percaya.

"Kok bisa Aldo masuk penjara? Apa yang dia lakukan?" tanya Hana.

"Tadi siang kita berantem sama anak sekolah lain. Aldo memimpinnya... tapi dia sudah kubilangin, tapi tidak mendengarku," ucap Lexy.

"Kalian kenapa meninggalkannya?" ucap Hana.

"Maafkan... aku tidak bisa mengajaknya lari," ucap Alex.

"Ya sudahlah, sudah terjadi. Sekarang kasih tahu dia dibawa ke kantor mana," tanya Hana.

"Dia dibawa ke kantor kota," ucap Lexy.

"Terima kasih," ucap Hana.

"Kami mohon pamit, ya, Hana," ucap Alex.

"Silakan," jawab Hana.

Alex pun pergi bersama Lexy meninggalkannya. Kini hanya Hana sendirian sedang menunggu kendaraan umum untuk dinaikinya. Selang beberapa saat, kendaraan pun terhenti, Hana langsung menaiki kendaraan umum itu untuk menuju ke kantor polisi. Kendaraan pun melaju. Hana begitu merasakan ketakutan yang teramat dalam, selain itu rasa sedih juga mulai timbul karena dia tidak tahu kabar Aldo saat ini.

Hingga di depan kantor polisi, Hana pun meminta memberhentikan kendaraan umum. Hana lalu menuruni kendaraannya dan membayar ongkos. Setelah membayar, dia melangkahkan kakinya menuju ke kantor polisi. Saat masuk ke dalam kantor, tiba-tiba dia bertemu dengan kedua orang tua Aldo. Hana pun berbicara sambil bertanya kepada kedua orang tua Aldo itu.

"Om, Tante..." panggil Hana.

"Hana... Kamu ke sini juga?" ucap ibu Aldo.

"Iya, Tante. Aku ingin melihat Aldo. Kenapa sampai masuk sini?" ucap Hana.

Mereka pun mencoba untuk menjelaskan masalahnya. Lalu, mereka dibawa ke ruangan Aldo yang sedang dirawat. Tempatnya berada tidak jauh dari kantor polisi. Mereka pun bersama-sama diantar oleh salah satu polisi untuk menuju ke rumah sakit kepolisian. Hingga masuk ke dalam rumah sakit, mereka pun diantar ke tempat dirawatnya Aldo. Saat akan masuk ke ruangan dirawat, dokter pun kebetulan keluar dari ruangan itu. Hana lalu bertanya kepada dokter dengan tatapan sayu.

"Dok, ini pasien atas nama Aldo?" tanya Hana.

"Iya, betul," jawab dokter.

"Bagaimana, Dok, keadaannya saat ini?" tanya ibu Aldo.

"Keadaan pasien baik-baik saja. Kalian bisa masuk untuk melihat keadaannya," ucap dokter lalu pergi untuk ke tempat pasien berikutnya.

Kini Hana, ibu Aldo, dan ayah Aldo pun lalu bersama-sama masuk ke ruangan dirawatnya Aldo. Sampai di dalam, Aldo terlihat sedang berbaring di ranjang. Mereka pun mendekat sampai bertatapan. Ibu Aldo pun berbicara sambil menahan tangis.

"Kenapa kamu bisa seperti itu, sayang?" ucap ibu Aldo.

"Bunda, Ayah, sayang..." ucap Aldo sambil menatap sekelilingnya.

"Kamu kenapa, sayang, bisa begini?" tanya Hana.

"Aku tidak tahu, tiba-tiba aku pingsan dan berada di sini," lalu berada di sini.

"Yang benar, sayang," ucap ibu Aldo.

"Kamu berantem, kah, Aldo?" tanya ayah Aldo.

"Iya, Bun. Aku tidak apa-apa, kok. Jangan menangis, Bun," ucap Aldo sambil tersenyum.

"Sayang, kamu sedang masalahin apa sampai bisa terluka seperti ini? Jawab jujur, sayang," tanya Hana.

"Aku berantem. Maafin, ya, Bun, Ayah, Hana. Aku ingin menjaga teman-temanku dan diriku dari mereka," ucap Aldo.

"Kenapa kamu melawan mereka? Kamu kenapa ikut mereka, sayang?" ucap ibu Aldo.

"Tidak apa-apa, Mah. Aku tidak apa-apa, kok," ucap Aldo sambil tersenyum.

"Kalau kamu tidak apa-apa, kenapa kamu bisa berada di sini?" tanya Hana.

"Aku juga tidak tahu. Waktu itu tiba-tiba dari belakang ada yang memukulku ke kepalaku... kepalaku masih sakit," ucap Aldo.

"Siapa yang memukul kamu, sayang?" tanya Hana.

"Tidak tahu. Aku tiba-tiba sudah berada di sini," ucap Aldo.

Polisi pun masuk dan memberitahu untuk segera keluar dari ruangan itu. Aldo sempat terdiam dan menatap ke arah polisi. Terpaksa Hana dan kedua orang tua Aldo pun melangkah keluar ruangan. Saat berada di luar ruangan pasien, Hana pun diberi tahu oleh kepolisian agar mereka bisa menjelaskannya di kantor polisi. Saat ini Aldo masih bisa terbaring walaupun sudah sehat, tetapi dokter masih melarangnya untuk keluar.

Hingga waktu hampir menjelang sore, dokter pun kembali ke ruangan dirawatnya Aldo. Hingga beberapa saat di dalam ruangan, dokter pun keluar bersama Aldo. Di pintu keluar, Aldo dan Hana pun melangkah mendekat untuk berpelukan. Karena polisi masih berada di situ, Hana langsung ditegur oleh polisi dan membawa Aldo ke kantor.

"Kamu sekarang ikut saya untuk ke kantor," ucap Pak Polisi.

Hana bersama kedua orang tuanya tidak bisa berkata-kata. Mereka pun hanya bisa menurut pada apa yang dikatakannya. Mereka bersama-sama melangkah menuju kantor kepolisian. Saat berada di kantor kepolisian, Aldo pun mulai diinterogasi oleh kepolisian, sedangkan Hana dan kedua orang tuanya hanya bisa menunggu dan mendengarkan dari belakang Aldo.

"Jadi sudah jelas dengan yang dilihat kepolisian. Kamu sudah bersalah dan hampir membunuh nyawa orang. Kamu dimasukkan ke penjara dengan waktu satu tahun," ucap kepolisian.

"Tapi, Pak, saya..." ucap Aldo lalu dipotong.

"Sudah jelas di sini kamu terlihat bersalah, dan jika kamu tidak ingin dipenjara dalam waktu satu tahun, kamu akan didenda seratus juta," ucap polisi.

"Pa, bagaimana, Pa, nasib Aldo, Pa?" ucap ibu Aldo.

"Sabar, Bun. Ini mungkin pelajaran untuk anak kita. Semoga bisa dikoreksi untuk ke depannya," ucap ayah Aldo.

"Mohon maaf, Pak. Saya ingin membebaskan suami saya. Saya sendiri akan membayar dendanya," ucap Hana.

"Hana, jangan. Aku lebih baik di sini untuk setahun," ucap Aldo.

"Aku tidak ingin terpisah denganmu, sayang," ucap Hana sambil tersenyum.

Kedua orang tua Hana begitu terharu dengan ucapan yang dikeluarkan Hana. Bahkan Hana merelakan uang tabungannya untuk membebaskan Aldo. Sebenarnya Hana menabung uang untuk bayaran dan lainnya untuk kebutuhannya dan kebutuhan kuliahnya, dan ada beberapa yang Hana pikirkan, yaitu dia membayar bayaran di sekolah Aldo.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!