NovelToon NovelToon
Suamiku Berwajah Cacat

Suamiku Berwajah Cacat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:42.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: popyani

Dalam imajinasiku, wajah Henri yang bagian kiri sangatlah buruk, jadi dia memakai topeng.

Rania POV

Aku tulus mencintaimu Tuanmuda, walaupun orang menganggap mu hanya seorang monster.

Cintaku tanpa syarat, itulah yang aku rasakan dengan suamiku.Disaat orang - orang menatapnya dengan tatapan takut.

Tapi aku justru,selalu ingin dekat dengannya.Karena aku sangat mencintainya, walaupun ia selalu meragukan perasaanku padanya.
Karena ia mengira perasaan cintaku, hanya rasa kasian ku padanya, akibat wajahnya yang buruk rupa.


Henri pov.

Apakah dia betul-betul mencintaiku, atau rasa kasian,karena kami menikah atas dasar paksaan dariku, sebab orang tuanya mempunyai banyak hutang padaku.

Tapi aku tidak pernah berharap dia mencintaiku, karena aku menyadari kekuranganku,dengan wajahku yang bak monsther, tidak mungkin ada wanita yang mau mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep.16.Suapan.

🏚️ Kediaman Wilson.🏚️

Setelah melepaskan pelukannya, Rania mendongakkan kepala menatap Suaminya, sembari tersenyum.

" Kau sudah makan Tuan?" Dengan tatapan, menatap lekat wajah tampan itu.

" Sedikit lagi kalau aku lapar, aku akan menyuruh Bibi Sophia untuk membawanya kesini"

" Aku juga belum makan Tuan,, aku juga sangat lapar saat ini."

" Kenapa kau belum makan?, makanlah dahulu, tidak usah menungguku" Titah Henri, dan kembali duduk di kursi kebesarannya.

" Aku akan menunggumu, aku ingin makan bersamamu." Pinta Rania, dan menduduki salah satu sofa panjang, yang terletak di ruang kerja Henri.

" Kau tidak usah menungguku Rania, kau tidak lihat apa aku sedang sibuk.Kau sekarang semakin membantah omongan ku Rania" Ucap Henri, dengan volume suara yang terdengar kesal.

Seketika Rania langsung menunduk takut, saat mendengar ucapan Henri, dengan volume suara mulai meninggi.

" Maafkan aku Tuan, maaf, tapi aku akan menunggu mu." Ucap Rania, yang tetap kekeh ingin makan bersama Suaminya.

" Kauu...." Dengan volume suara mulai meninggi, tapi kemudian dia menyetujui keinginan istrinya.

Baiklah, suruh Bibi Sophia bawa makanan kemari. Kita berdua akan makan disini." Titah Henri, pada istrinya.

Senyuman merekah diwajah cantik itu, saat mendengar ucapan Henri, dan ia terlihat begitu bahagia.

" Baiklah Tuan, aku akan pergi kedapur menyuruh Bibi Sophia membawa makanan kita berdua kemari." Seru Rania, dan berlalu keluar dari ruang kerja.

Setelah perginya Rania, dia menghembuskan nafas kasar, sembari menggeleng - gelengkan kepala.

" Rania, Raniaa." Gumamnya, dengan mengusap kasar wajahnya.

15 menit kemudian, Rania masuk keruang kerja itu, dengan mendorong troli yang berisi makanan siang mereka, wajahnya terus menyunggingkan senyuman, dan ia terlihat begitu bahagia.

" Dimana Bibi Sophia, kenapa kau yang membawanya?"

" Bibi Sophia sedang berada di dapur Tuan, aku sendiri yang ingin membawa, makan siang kita. Ayo tuan mari kita makan." Titah Rania, sembari menghidangkan makanan tersebut, di atas meja.

Henripun tak dapat menolak, jadi mau tidak mau, diapun bangun dari duduknya, saat melihat Rania sudah menghidangkan makanan diatas mejanya.

Dan saat Henri duduk di sebelahnya, seketika tangan Rania memegang topengnya, yang membuat Henri langsung memegang pergelangan tangan wanita cantik itu, dengan menatapnya tajam.

" Apa yang kau lakukan Rania..?, kau sekarang sudah sangat berani padaku, siapa yang mengijinkanmu." Seru Henri, dengan volume suara mulai meninggi.

" Ma, maafkan aku Tuan aku hanya, aku hanya ingin kau makan dengan lebih nyaman, bukankah dalam ruang kerja ini, hanya kita berdua, dan tidak ada yang melihatnya wajahmu Tuan." Seru.Rania, dengan nada pelan.

"Keluarlah dari ruang kerja ini Rania, aku sudah tidak berselerah lagi untuk makan, apa kau lupa kehadiran mu disini karena apa.., kau hanya gadis penebus hutang." Titah Henri, dengan volume suara yang terdengar kesal.

Mendengar perkataan Henri, hati Rania terasa sakit.

" Maafkan aku Tuan, karena sudah sangat lancang.Tapi aku mohon makanlah, setelah ini aku janji akan keluar." Titah Rania, dengan volume suara memohon.

Ia terlihat geram, karena Rania tetap pada pendiriannya, dan saat Henri akan bangkit dari duduknya,secepatnya Rania langsung mencekal tangannya.

" Aku mohon maafkan aku, karena sudah sangat lancang.Tapi aku mohon makanlah Suamiku." Pinta Rania, dengan tatapan memohon menatap Henri.

Lelaki tampan itu akhirnya diapun luluh, dan kembali duduk di samping Rania, sambil menyantap makan siang mereka.

" Tuan kau mau yang ini, ini sangat enak" Seru Rania, dengan ingin menyuapi jamur kemulut Suaminya.

" Aku tidak mau Rania, aku tidak menyukai jamu." Seru Henri, yang memang sangat tidak menyukai jenis makanan itu.

" Ayolah ini sangat enak cobalah sedikit Tuan, Bibi Sophia, mengolahnya dengan berbagai rempah, ayo buka mulutmu." Pintanya lagi.

Karena Rania tetap memaksa, dengan terpaksa Henri membuka mulutnya.

Ia tersenyum senang, saat Henri memakan jamur, dari suapan tangannya.

" Bagaimana Tuan, rasanya enakan?"

" Lumayan." Jawabnya, dengan terus mengunyah makanan itu.

Mereka terus melanjutkan makan siang, dan tentu saja dengan ada saja alasan Rania, yang ingin menyuapi Suaminya.

Bibi Sophia yang ingin menemui Henri, seketika mengurungkan kembali niatnya, saat membuka pintu, ia mendapati pemandangan yang membuat ia tampak begitu bahagia, hingga membuatnya menutup kembali pintu itu dengan perlahan, agar pasangan Suami istri itu, semakin dekat.

🍨 Restorant🥗

Disebuah restorant mewah, tampak sosok sekretaris tampan yang tak lain adalah Jhon, yang duduk seorang diri sembari menunggu seseorang.

Tak lamapun datang seorang pria, yang tak lain adalah Mark

" Maaf Tuan Jhon aku terlambat, soalnya tadi ada kecelakaan Lalu lintas, jadi jalanan sedikit

macet" Seru Mark, memberi penjelasan.

" Tidak masalah , ayo duduklah."

Menarik sebuah kursi, dan menjatuhkan tubuhnya.

Datanglah seorang pelayan restorant yang membawa daftar menu, dan Setelah memesan minuman, Jhon langsung ke tujuannya ingin bertemu dengan Mark, orang yang selama ini ia suruh, untuk menyelidiki kecelakaan Tuan muda Henri, yang mengalami kejanggalan.

" Oh iya mana rekaman CCTVnya?, aku ingin melihatnya sekarang."

" Ini Tuan rekamannya." Seru Mark, dengan menyerahkan flashdisk lelaki tampan itu.

Sekretaris tampan itu, memasang pada laptopnya, dimana saat kejadian Henri keluar kota seorang diri.

Dan ia sangat terkejut saat melihat seseorang, yang merupakan mantan OB perusahan Wilson Group, menghampiri mobil Tuanmudanya, dan memutuskan tali remnya menggunakan pisau .

" Bukan kah ini, pa Erik?, mantan OB Wilson Group, dan dia adalah kepala untuk bagian Office Boy saat itu." Seru Jhon, dengan raut wajah yang sangat terkejut.

1
juwita
kan bnyk uang dia knpa g di oplas aj ke Korea selatan. tuh bnyk skrg artis " yg oplas ke Korea🤣🤣
juwita
mampir
yanah: Nnmn.mnjjoioojmmmmmmn ñbjjjjjnñnnnnnn
total 1 replies
Sri Hartati
Kecewa
Sri Hartati
Buruk
Sunny Kwok
Luar biasa
beruang
posesif bener bang nanti ditinggalin Rania baru tau deh
Tika Suartika
Ok
Tika Suartika
pasti lama lama bakal romantis banget
Ayu Nuraini
MK perjanjian nya melahirkan ank nya henri
Ayu Nuraini
MK nya jgn mengutamakan gengsi tuan Henri😂
Ayu Nuraini
biasa nya cwo yg nyosor😁😁😁
Ayu Nuraini
semoga saja
Ayu Nuraini
nekat jg di Rania
Haposan Parningotan
lanjutkan dengan karya menginspirasi
arfan
up
Ritamunir
untuk sesi ke dua. tolong diperbaiki kosa kata bahasa Indonesia yg baik dan benar.
sayang kan kalau cerita bagus, tapi bahasa ga enak dibaca, bikin males.
Achmad Elvino
bagus jln ceritanya aku sangat senang karna sampai tamat👍👍
indri elin
bagud suka banget
Lusiana Sinaga
Kecewa
Ananda Rezika
thor bikin riana hamil trs dua. ngidam marah marah sm henri gantian riana yg judes kan lucu itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!