Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.
Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.
Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga
Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.
Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.
Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.
Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.
Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.
Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kontrak Kerjasama Resmi
Suasana pagi masih diselimuti kabut tipis saat Alina bangun dari tidurnya yang sangat nyenyak dan tenang.
Perlahan cahaya matahari menembus kabut tipis, menyinari daun-daun muda yang kini tumbuh subur di ladang yang tampak asri.
Setelah pupuk nutrisi sistem diaplikasikan beberapa hari lalu, perubahan pada tanaman di ladang mulai terlihat jelas.
Postur tanaman tampak lebih tegak, warna hijau yang terlihat lebih pekat, dan tanah terasa lebih gembur saat dipegang.
Alina yang sudah siap dengan perlengkapan kerjanya, ia berdiri di tengah ladang, menatap hasil kerjanya dengan perasaan senang dan puas.
“Syukur aku tidak salah langkah dalam mengelola ladang ini,” gumamnya.
Ia berjongkok, bersembunyi diantara tanaman, lalu membuka layar hologram Sistem, dimana itu sudah menjadi rutinitasnya di pagi hari
[Ding!]
[Pemberitahuan Kontrak Dunia Pararel]
Dunia Tujuan: Sylva-03
Jenis Kontrak: Pasokan Benih Tumbuhan Alami
Durasi Kontrak: 6 Bulan Dunia Asal Pemilik Sistem
Jumlah Barang Dagangan: 1 Paket / 2 hari
Imbalan:
• 35 Poin Sistem / paket
• Reputasi Pasar +10 per siklus
• Akses informasi lanjutan flora dunia Sylva-03
Alina membaca dengan saksama isi kontrak juga imbalan yang akan didapatkannya.
Tidak ada yang salah dari isi kontrak, dan sama sekali tidak ditemukan syarat apapun yang bisa membuatnya merugi.
Kontrak kali ini dirancang untuk jangka panjang, walau itu hanya berlaku untuk enam bulan ke depan.
Tak lama berpikir, Alina langsung saja menerima kontrak dengan cara menyetujuinya.
[Ding!] [Kontrak telah disahkan.]
Udara di sekitarnya bergetar lembut, membuat tanaman bergoyang ringan, tapi suasana barusan hanya dirasakan oleh Alina.
Saat itu juga Alina menghela napas panjang.
“Mulai sekarang aku bukan lagi pedagang kecil biasa di perdagangan Dunia Pararel.”
Namun perubahan sekecil ini tidak alam langsung membuat kualitas hidupnya melonjak secara drastis.
Justru sebaliknya, semuanya menjadi lebih sulit karena tanggungjawabnya kini jauh lebih besar dari sebelumnya.
Setiap dua hari, ia harus mengirim satu paket kecil bibit yang masih alami.
Memang bukan jumlah yang banyak dan juga tidak berlebihan.
Sistem sendiri otomatis membantu menghitung batas aman agar persediaan benih alami selalu terjaga.
Sebagai imbalan dari kerja kerasnya, poin sistem milik Alina terus bertambah secara konsisten.
Hari keempat kontrak berjalan, saldo Poin Sistem-nya telah melewati angka seratus dua puluh poin.
Namun yang lebih penting dari itu, reputasinya di pasar Dunia Pararel meningkat dengan cepat.
[Status Reputasi: Pasar Dunia]
Julukan: Pedagang Dunia Biru
Reputasi: Dipercaya [+45]
“Meningkat ke tahapan Dipercaya!” ucap Alina lirih sembari tersenyum kecil.
Ia sangat tahu, di pasar mana pun bahkan jika itu di pasar lintas dunia, kepercayaan konsumen jauh lebih mahal daripada keuntungan sesaat.
Perlahan dampak kontrak itu juga mulai terasa di dunia asalnya.
Dengan uang hasil konversi poin, Alina memperbaiki atap rumah secara menyeluruh.
Tidak ada perbaikan yang membuat rumahnya menjadi jauh lebih mewah, hanya saja cukup membuat rumahnya tidak lagi bocor jika terjadi hujan.
Tak ketinggalan ia juga memasang pompa air listrik, membuatnya tak lagi perlu menimba air seperti hari-hari sebelumnya.
Di waktu yang sama seiring dengan meningkatnya kualitas hidup yang dijalani Alina, beberapa warga desa mulai memperhatikannya, baik itu secara diam-diam ataupun secara terang-terangan.
Bukan memperhatikan Alina dengan menunjukkan rasa iri, melainkan mereka terus memperhatikan karena merasa ingin tau apa saja yang sedang dilakukan Alina.
“Alina, gadis itu dari hari ke hari semakin rajin,” kata seorang ibu di desa sambil tersenyum hangat.
“Iya,” sahut ibu-ibu yang lain. “Ladangnya juga mulai menunjukkan hasil yang baik.”
Alina yang melihat dari jauh dan tak sengaja mendengar obrolan mereka, ia hanya tersenyum kecil
Sebenarnya ia tak ingin terlalu menonjol, tapi dengan adanya Sistem, sangat sulit baginya untuk tidak terlalu menonjolkan diri.
***
Sore ini saat Alina sedang mencabuti rumput liar di ladang, Raka datang membawa dua karung kecil berisi pupuk kandang yang kualitasnya sangat baik.
“Ayahku bilang ini bagus buat tanaman muda,” ucapnya sambil menyerahkan karung itu pada Alina. “Anggap saja ini hadiah dari Ayahku untukmu!”
Alina terkejut dan bibirnya sempat berkedut begitu mendengar ucapan Raka. ‘Aku baru mendengar ada hadiah seperti ini!’ batinnya.
“Ehm~, ini pasti berharga, jadi aku tidak bisa jika menerima secara gratis!” ungkap Alina.
Mendengar itu, Raka menggelengkan kepala pelan. “Di desa saling membantu itu sudah merupakan hal biasa. Lagi pula saat ladangmu ini semakin bagus, penduduk Desa pasti senang karena orang sukses di Desa ini akan bertambah!”
Alina terdiam sejenak. Memikirkan Desa tempat tinggalnya memang bukan termasuk Desa miskin dan banyak petani sukses yang memilih tetap tinggal di Desa, pada akhirnya ia menerima apa yang diberikan Ayah Raka padanya.
“Terimakasih!” ucap Alina tulus.
Mendengar itu Raka tersenyum dan mengangguk, lalu setelahnya ia pamit pergi karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Begitu Raka pergi, Alina menatap lekat pupuk pemberian pria itu.
Untuk pertama kalinya ia benar-benar merasa menjadi bagian dari suatu tempat, dan itu adalah tempat yang sesungguhnya masih sangat baru untuknya.
“Lebih baik aku simpan lebih dulu pupuk ini, dan nanti baru akan aku gunakan saat benar-benar membutuhkannya!”
Ternyata dia karung pupuk itu bisa disimpan di ruang penyimpanan Sistem, membuat Alina tak perlu membangun gudang untuk menyimpan barang-barang, tapi kelak di masa depan dia pasti akan membangun gudang untuk menyimpan peralatan bekerja di ladang, sekalian digunakan sebagai tempat menyimpan hasil panen.
Selesai dengan urusan pupuk, Alina melanjutkan kembali pekerjaannya, dimana masih banyak rumput yang perlu dicabut, dan sedikitpun ia tak berpikir untuk menggunakan obat-obatan kimia untuk memastikan rumput.
Penggunaan obat-obatan seperti itu hanya akan mengurangi tingkat kesuburan tanah, dan itu bukan sesuatu yang diinginkan oleh Alina.
Dia ingin tanahnya menjadi semakin subur, bukannya membuat tanah menjadi tandus dan tak bisa ditanami apapun!
***
Begitu waktu malam tiba, sebuah pesan baru masuk ke Sistem, cepat saja Alina membuka isi pesan itu.
[Ding!]
[Permintaan Informasi Dunia Sylva-03]
“Kami mendeteksi kesamaan genetik tanah dan benih alami Dunia Biru dengan catatan lama yang kami miliki.
Kesamaan itu mencapai 95 persen, hasil yang sangat tinggi.
Apakah Pedagang Dunia Biru memiliki riwayat keluarga petani?”
Mendengar pertanyaan itu Alina seketika terdiam.
“Riwayat keluarga petani?” ucapnya sangat pelan.
Ia tidak langsung memberi membalas.
Pertanyaan itu terasa terlalu dekat dengan status keluarga kandungnya.
Ia cepat menutup layar hologram Sistem.
Dengan perasaan yang sedikit gelisah, ia terus memikirkan pertanyaan yang ditujukan padanya, tak tahu bahwa pertanyaan tersebut akan membuka pintu menuju masa lalu yang selama ini terkubur.