NovelToon NovelToon
Only You

Only You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Single elit

Pertemuannya dengan seorang gadis bernama Kanaya, membuat Ray bersumpah akan membuat gadis itu menyesal karena telah mengganggunya.

Namun ternyata sumpah itu berbalik padanya, dan membuat dunianya berubah. Bagaimana kisah mereka berlanjut?

Kisah ini bukan hanya sekedar tentang cinta, kalian akan menemukan badai yang besar di setiap kisahnya.

Maka siapkan hati untuk menerima setiap sentuhan yang Ray berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Single elit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 16

Raka melajukan mobil silvernya membelah jalanan kota, Menuju kantor utama setelah Martin menghubunginya. Martin meminta Raka untuk menggantikannya menghadiri rapat penting dengan kliennya dari Jepang. Raka terlalu sibuk menjalankan bisnis sang ayah hingga tidak ada waktu untuk memiliki teman wanita atau bahkan untuk dirinya sendiri. Karena pekerjaan yang Martin bebankan padanya benar-benar menyita waktunya. Hingga di usianya yang terbilang matang Raka belum memiliki kekasih.

Setibanya di gedung kantor utama, Raka di sambut beberapa pria berpakaian serba hitam yang sudah menunggunya di depan pintu. Salah seorang pria itu mengahampiri mobil Raka ketika Raka membuka pintu mobilnya.

" Selamat pagi pak Raka "

Sapa salah satu pria berkepala plontos seraya membungkukkan badannya.

Raka hanya mengangguk pelan lalu berjalan memasuk setelah Ryan sang sekertaris membukakan pintu kaca itu. Semua karyawan menundukkan kepala ketika Raka lewat di hadapannya. Siapa yang tidak mengenal Raka?, anak pertama dari pemilik perusahaan besar yang memiliki banyak cabang. karismanya yang begitu kuat membuat Raka di segani banyak orang.  Belum lagi wajah tampannya dengan tubuh proporsional dan harta yang tak akan habis tujuh turunan. CK! Tuhan begitu tidak adil menciptakan pria sesempurna itu. wanita mana yang sanggup menolak pesona seorang Raka febriano.

Pria tampan itu melangkahkan kakinya menuju lift dengan wajah datarnya, hingga membuat siapapun yang melihatnya merinding. Raka menaiki Lift khusus untuk menuju ruangan direktur di lantai atas. Ruangan yang di dominasi warna cream itu telihat indah dengan interior mewahnya serta terdapat ruangan khusus menyerupai Kamar untuk beristirahat yang menyerupai kamar hotel bintang lima.

Mata tajam itu terfokus pada sebuah bingkai kecil di dekat tumpukan berkas yang tertata rapih di atas meja, bingkai tersebut adalah foto dirinya dan Ray. Tangannya menyambar bingkai kecil itu dan mengusapnya pelan. Dalam foto itu ia masih sekolah menengah, sedangkan Ray berumur 15 tahun pada saat itu, dimana sang ibu meninggalkan mereka secara tiba-tiba.

Raka beranjak dari kursinya setelah meletakan bingkai kecil itu kembali ke tempat semula. Tubuh tingginya berdiri di balik dinding kaca besar yang memperlihatkan keramaian di bawah sana, dengan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

🍁🍁🍁

* Di Apartemen Edo

Ray menahan emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya setelah Naya menceritakan semuanya. Tidak pernah terfikir olehnya bagaimana bisa gadis yang ada di depannya ini mengalami nasib yang begitu menyedihkan. Harusnya ia bersyukur masih memiliki orang tua dan tentunya harta yang melimpah. Meskipun uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang bukan!.

Belum lagi Raka, Kaka kandungnya yang selalu ada di saat ia membutuhkannya. Ray menatap gadis itu lalu mengangkat tangannya menyentuh pipi mulus itu untuk mengusap bulir bening dari wajahnya. " Ga usah nangis, gue ada disini ! "

Ray memalingkan wajahnya agar tidak melihat wajah sendu Kanaya. Jujur saja ia membenci air mata sialan itu, Ray akan menghabisi siapapun yang berani membuat gadis di sampingnya ini menangis bahkan jika itu dirinya sendiri.

Naya hanya mengangguk lemah seraya menghapus sisa air mata di pipinya. Mendapat perlakuan manis dari Ray membuat Naya merasa aman berada di samping pria itu, sosok arogan dan sifat iblis yang dulu Naya sematkan untuk Ray perlahan luntur. " Makasih " ucapnya lirih.

" Hn "

Ray menoleh mendengar ucapan gadis di sampingnya. Tapi, Suara benda jatuh dari pantry mengalihkan perhatian Ray. Hingga Naya dan Ray menoleh bersamaan, merasa penasaran siapa yang menjatuhkan benda di pantry membuat mereka berdua mendekat ke arah sumber suara.

" Sorry, bro! " Edo tertawa kecil melihat Ray memergoki dirinya sedang berdiri di depan lemari pendingin sembari memungut kaleng minuman yang jatuh ke lantai.

Ray menyambar apel yang ada di atas meja bar dan melemparnya ke arah Edo. " Setan! "

Tangan Edo dengan cekatan menangkap apel itu dengan tergelak kencang melihat ekspresi Ray yang kesal kerena dirinya hadir di saat yang tidak tepat. " Gue takut Lo hilap ny*t! " hahahh

Mendapat tuduhan yang tidak benar dari Edo lantas kemudian Ray mendekat dan melingkarkan lengannya di leher Edo. " Anj*ng! Lo pikir gue gak punya akhlak, gue bukan Lo! " sanggahnya dengan ekspresi kesal yang di buat buat.

Mendapat serangan mendadak dari Ray tanpa aba-aba membuat Edo pasrah tanpa memberi perlawan. " Sakit beg* "

Sementara Naya memperhatikan mereka berdua dari balik meja bar dengan wajah bingung, sebenarnya mereka sedang apa?

Edo yang menyadari keberadaan Naya memukul lengan Ray agar di lepaskan dan menunjuk gadis di depannya itu dengan dagunya, hingga Ray tersadar dan melepaskan tangannya. Setelah melepaskan Edo, Ray berjalan mendekati Naya yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dalam diam.

" Ikut gue! " Ajaknya seraya menggandeng tangan Naya untuk ikut dengannya ke lantai atas, agar tidak mendengarkan ocehan sahabat gilanya itu. Dan Naya hanya diam mengikuti kemana langkah Ray membawanya.

Ray menuntun Naya untuk duduk di sofa panjang yang berada di lantai atas bersebelahan dengan kaca bening yang menghadap langsung pemandangan kota, menyuruhnya untuk menunggu disana sampai dirinya kembali, " Lo tunggu disini ! " Titahnya tanpa penolakan, kemudian Ray kembali menuju pantry.

" Iyah, aku gak kemana-mana " Naya menghela napas pelan sejak kapan dirinya bisa berkata tidak pada sosok yang baru saja meninggalkan dirinya.

Setelah sampai di pantry Ray membuka lemari pendingin itu dan mencari minuman untuk gadisnya. Tapi, sayangnya sahabatnya itu tidak menyimpan minuman yang aman untuk gadisnya.

" Lo nyari apaan? " Edo mulai bertanya setelah sedari tadi memperhatikan Ray dari balik meja bar sembari meneguk minuman kalengnya.

Ray menoleh dan menatap tajam Edo, sahabatnya yang gila ini tidak menyimpan minuman lain selain air mineral dan minuman alkohol. " Gue nyari minuman buat manusia! " Ketusnya.

" Njirrr, Lo pikir gue bukan manusia? " Sergahnya tidak terima, namun Edo tertawa karena sindiran sahabatnya itu memang benar adanya. Edo menyambar kantong plastik berisi minuman botol yang baru saja ia beli. " Nih, tadi gue beli pas gue turun " Edo menaruh 2 botol minuman itu di atas meja bar untuk Ray dan Naya.

Ray mengahampiri Edo dan menyambar minuman botol itu. " Ga Lo campurin apa apa kan?" Celetuknya seraya menilik wajah Edo, untuk memastikan ekspresi sahabat gilanya ini jika saja ia berbohong.

" T** ! Kerajinan amat gue campurin gituan buat Lo, mending gue pake sendiri ! " ucapnya dengan tergelak dan langsung mendapat tendangan di tulang keringnya. " Anj***, sakit banget, sialan Lo " umpatannya.

Ray tersenyum miring mendengar umpatan Edo karena ulahnya, ia tau sahabatnya itu baik meskipun menyerupai setan. Dengan segera Ray berjalan menaiki anak tangga menghampiri Kanaya, ia tidak ingin gadis itu menunggu terlalu lama.

Ray melangkahkan kakinya mendekati sofa dimana Naya berada " Sorry lama " ucap Ray seraya memberi 1 botol minuman yang ia pegang.

Suara bariton dari arah belakang membuyarkan lamunannya, Naya menoleh dengan mencebikan bibirnya " aku sampe ngantuk nungguin kamu tau ga " celetuknya sembari menerima botol minuman itu.

Mendengar ocehan dari gadis itu membuat Ray menarik bibirnya untuk tersenyum, gadis cerewet yang  berhasil menguasai hati dan fikiranya sejak awal bertemu, kini sudah kembali ke sifat aslinya berisik. Dan Ray lebih menyukai ocehannya meskipun membuat telinganya sedikit sakit daripada harus melihat kesedihan di wajah cantik gadis yang ada di hadapannya ini. gue janji bakal bahagian lo. Dan hari ini menjadi milik Ray, lusa dan bahkan untuk selamanya Kanaya akan menjadi miliknya.

🍁🍁🍁

kadang cewe berisik itu ngangenin. itu sih menurut gue walaupun bikin pusing hahahah.

akhirnya bisa up juga, setelah beberapa abad lamanya. jangan bosen Kaka nungguin aku.😉😂

1
Cicih Sophiana
Ray lagi pengen di manja ya... pengen di perhatiin jg 😁😆
yulie istanti
👍👍
MandaNya Boy Arbeto❤️
mulai lg de awal deh
Cicih Sophiana
hmmm dapat kecupan terasa melayang jg yah...😁
Cicih Sophiana
untuk apa aq pergi kamu ada di sini ko🤭
Cicih Sophiana
Yuni kamu ga tau aja... Rey memperlakukan nya dgn baik...
Cicih Sophiana
terserah Rey aja deh mau di apain 😁 yg terpenting jgn di sakiti...😀
Cicih Sophiana
di jalan aja ga nemu macam itu thor...di mana yah aq harus mencari apa harus ke ujung dunia?🤔😁
Cicih Sophiana
visual nya cantik dan ganteng👍🥰
Cicih Sophiana
mampir thor
Etik Widarwati Dtt Wtda
akhirnya nenikah semoga bahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
menikah dan berbahagia
Etik Widarwati Dtt Wtda
emang hukuman apa y
Etik Widarwati Dtt Wtda
nikahhh
Etik Widarwati Dtt Wtda
nikah sama ray
Etik Widarwati Dtt Wtda
lemah sekali.kanaya
Etik Widarwati Dtt Wtda
kok jahat banget y
Etik Widarwati Dtt Wtda
diperalat tantenya sendiri
Etik Widarwati Dtt Wtda
kasih pelajaran ..raka kamu hrs kuat
Etik Widarwati Dtt Wtda
jahat banget titha sama marisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!