NovelToon NovelToon
Elora: My Little Princess

Elora: My Little Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Angst / Kutukan / Romansa Fantasi
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: bwutami | studibivalvia

AKU baru saja pulang dari medan perang dengan membawa kekalahan pihak musuh di genggaman tangan mendadak dikejutkan oleh kemunculan seorang anak perempuan kecil berumur lima tahun dari dalam karung goni milik salah satu perompak yang menghalangi jalan. Rasa terkejutku bukan karena sosoknya yang tiba-tiba muncul melainkan perkataan anak itu yang memanggilku Ayah padahal aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Apakah ini salah satu trik konyol musuhku? Sebab anak itu sangat mirip denganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bwutami | studibivalvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34: the first snow [4]

“SAYA segera melesat kemari dan menyuruh anak buah saya untuk menutup mulut orang-orang setelah desas-desus tentang Anda menyebar sampai di Petunia. Lalu, ketika tiba di istana, saya mendengar bahwa Anda berada di Forsythia, tetapi syukurlah saya dapat menemukan Anda sebelum meninggalkan ibukota.”

Aku menggeleng cepat. “Tidak, bukan itu yang ingin kudengar. Apa anak itu baik-baik saja?”

“Putri baik-baik saja, Yang Mulia.”

“Syukurlah.” Sertamerta aku mengembuskan napas lega.” Jadi, siapa yang menyebarkan kalau aku mempunyai kekuatan kegelapan yang dilarang?”

“Hingga saat ini, saya belum tahu pasti. Namun, berdasarkan pengakuan dari orang-orang yang saya periksa, memang benar ada yang mulai menyebarkannya. Saya masih mencari pelakunya, tetapi tidak ada yang mengingat wajah orang itu seolah semuanya sengaja dibuat agar melupakannya.”

Aku lantas menoleh pada kepala pelayan kediaman Marquess yang masih syok dengan peristiwa pembunuhan di depannya–sedangkan sebagian pekerja yang lain sudah lari menyelamatkan diri. Di tempatnya, kepala pelayan tersebut masih membeku ketika pandangan mata kami bertemu. Dia mencoba mengatur mimik wajah dan bersikap tenang ketika melihatku hendak mendekatinya.

“Desas-desus tentang Yang Mulia tidak hanya ada di kalangan bangsawan saja, tetapi sudah mencapai kalangan masyarat biasa bahkan pengemis sekalipun.” Dia angkat bicara tanpa kusuruh. “Namun, kalau Yang Mulia ingin mengetahui informasi tentang pelakunya, yang dapat saya berikan hanyalah informasi bahwa orang tersebut memakai jubah bertudung putih.”

“Saya juga mendapat informasi yang sama,” timpal Duke of Astello.

Sementara itu, aku membiarkan pedang naga di tanganku lenyap dan kembali pada kegelapan bersaman dengan sudut bibirku yang terangkat ke atas. “Apa kau tidak merasa takut kalau seandainya aku juga membunuhmu seperti majikanmu?”

“Saya sudah tua, Yang Mulia.” Dia berkata dengan nada pelan yang terkesan damai. “Jika Yang Mulia ingin membunuh orang tua ini, saya tidak masalah karena pada akhirnya pun saya tetap akan mati.”

“Baiklah.” Aku tersenyum tipis dan berbalik, merapatkan jubah sebelum melanjutkan, “Urusan ini akan kulimpahkan kepadamu, Duke. Begitu pun dengan yang ada di Forsythia. Kau sudah mendapat laporannya, kan?”

“Sudah, Yang Mulia. Akan saya laksanakan perintah Anda.”

Dari jarak pandang yang tidak terlalu dekat, para ksatria Marquess akhirnya berkumpul di depan gerbang. Michael–kuda perangku–menghampiri sambil meringkik ketika aku telah sampai di anak tangga terakhir. Sebelum menginjak pijakan kaki, aku mengusap kepalanya–memberi tanda bahwa kediaman Marquess saat ini berubah menjadi medan perang. Komandan pasukan Marquess bergerak maju dan melancarkan serangan.

Pertarungan itu terjadi sangat cepat di halaman kediaman Marquess yang luas. Meski aku sengaja tidak turun dari kuda dan memilih menunggu Duke of Astello membuka jalan–satu per satu ksatria Marquess jatuh bersama dengan cairan merah kental yang keluar dari kulit yang robek. Sangat cepat dan presisi, Duke of Astello membasmi ksatria Marquess dengan luwes namun tajam. Tidak mengherankan memang karena dia adalah komandan pasukan yang sering ditugaskan di perbatasan.

Namun, sakit kepala sialan itu kembali datang di saat yang tidak tepat. Aku yang duduk di atas pelana merasa tersiksa dan sulit bernapas. Rasanya seperti dihujam oleh ratusan anak panah yang melesat dari depan dan belakang–lalu, memori dan suara-suara dari masa lalu kembali terngiang dan diikuti dengan dengungan yang keras.

“Yang Mulia! Anda tak apa-apa?!”

Teriakan Duke kemudian menyadarkanku kembali diikuti dengan rasa sakit  yang perlahan menghilang. Dia bertanya sembari menyerang, beberapa kali menoleh ke belakang untuk memastikan keadaanku sambil tetap mempertahankan diri dari serangan musuh.

“Fokuslah dan jangan pedulikan aku!”

Aku membalas seolah tidak ada masalah meski tubuhku masih sedikit linglung. Namun, itu tidak berlangsung lama karena celah untuk keluar akhirnya muncul. Tidak ingin membuang waktu, aku segea menghentakkan kaki ke perut kuda dan melesat di antara ksatria yang masih hidup dan yang sudah menjadi mayat–melaju dengan kecepatan penuh keluar dari kediaman Marquess.

Dengan tubuh yang kekurangan stamina dan kekuatan kegelapan, aku berpikir bahwa hidupku pasti tidak akan lama lagi dan akan segera mati karena sakit kepala ini. Namun, ketika bayangan Elora terlintas kembali, perasaan tersiksa dan tidak tenang itu perlahan hilang dan digantikan dengan rasa khawatir yang membunuh.

Aku mempercepat laju menuju istana, melewati pusat ibukota yang ramai, mengabaikan seluruh pandangan yang mengarah padaku–Michael melompati sekumpulan bocah yang terpaku di tengah jalan dan terus berlari.

Dua orang pengawal yang berjaga di luar istana memberi salam begitu melihatku mendekat. Tanpa turun dari kuda, aku melaju hingga ke depan istana utama. Dari kejauhan, kepala pelayan telah menunggu bersama dengan para pekerja yang berbaris di sisi kanan dan kiri. Aku melompat dan membiarkan Michael dibawa kembali ke kandang dan berjalan masuk dengan tergesa-gesa. Perasaanku menjadi tidak enak sebelum memastikan keadaan anak itu.

Sambil berjalan menemuinya dengan langkah yang panjang, kepala pelayan yang mengikutiku di belakang terlihat khawatir ketika dia menanyakan keadaanku yang nampak tidak baik. Bukannya menjawab, aku justru menyuruhnya melaporkan situasi saat ini. Sebab, yang terpenting adalah keamanan putri kecilku.

“Rumor yang mengatakan bahwa Yang Mulia telah melakukan perjanjian dengan iblis telah saya atasi bersama Tuan Duke. Kami telah berhasil membuat orang-orang yang mau membicarakan Yang Mulia dan Putri untuk berpikir dua kali.”

“Apa Elora sudah tahu?”

“Iya dan Putri juga ikut membantu.”

Aku menarik sudut bibir ke atas ketika berjalan melewati koridor istana utama. Rasa bangga lantas menghampiriku seolah telah mendengar sebuah pencapaian baru yang anak itu lakukan. “Apa dia ada di dalam kamar?”

“Jika Yang Mulia menanyakan Putri, maka beliau sedang bermain di istana.”

Ketika mendengar kalimat taman istana, dadaku seketika berdegup kencang. “Apakah dia membawa boneka kelincinya?”

“Benar, Yang Mulia.”

Aku menelan ludah dan berdiam selama beberapa detik. Mempercepat langkah kaki dan berbelok ke kanan menuju taman istana. Perasaanku menjadi tidak tenang. Meski pelayan mengatakan bahwa anak itu sedang bermain di taman istana, tetapi anehnya aku tidak dapat merasakan jejak kehadirannya di mana pun.

Lalu, ketika aku merasakan sebuah kekuatan besar yang ada di sekitar istana–membuat guncangan yang hebat seperti gempa bumi–saat itulah aku terlambat menyadari bahwa orang bersinar dan si misterius yang memakai jubah putih itu adalah orang yang sama dengan orang yang mengirim Elora kepadaku–Leocadio Xenos.[]

1
Sinchan Gabut
Yang Mulai udah g sakit kepala?🤔
Sinchan Gabut
Pria bercahaya, apa kasta tertinggi Dewa? 🤔
Panda
leocadio the avocado

Pace nya di sini agak lambat buat ku karena mungkin terlalu banyak percakapan dengan pergerakan statis 🤔

tapi kacian Eloraaaa pengen karungin bawa dari situ
Panda
typo kecil tapi bisa ganggu persepsi kak 😆

itu harusnya MULUS kan ya
Sinchan Gabut
Elora, itu sisa tebasan kegelapan dr Yang Mulia kah yg bs buat dia tiba2 drop?
studibivalvia: bener akak, pengaruh kekuatan yg saling bertabrakan tapi dipaksa melintasi waktu
total 1 replies
Sinchan Gabut
Elora, Putri Puding Coklat, baik banget sayang 😘🤗🍮
aska
cerita di awal udah menarik banget
aska
baru baca udah rebutan warisan aja 🤭🤣
Alessandro
bdn lg lemah mlh latihan ditambah 5x lipat... 😌
Alessandro
elora sukanya puding coklat
Laila Sarifah
Masa anaknya deket sm ajudan sendiri cemburu🤭
Laila Sarifah
Ayo El kamu pasti bisa merubah sifat tirani ayahmu😌
Sinchan Gabut
Masih bingung, tiba2 bgt Elora ud pernah hidup sblmnya 2x lagi. hmmm dan d bab2 awal Yang Mulia kyk baru bgt ketemu. kalau pemgulangan dan Elora utusan suci paling g kan ad yg terus d perbaiki, g tiba2 berulang meninggoy hmmm🤔📖
Sinchan Gabut
Ha? Gimana gimana? huaaa mendadak bingung 😭
Aruna02
betul kata Hamon yang mulia
Aruna02
🙄🙄kok putri di racun
Pengabdi Uji
Curiga elora itu gk mati krn dy utusan dewa dan transmigrasi 🤣 tp gpp biar bokapnya panik dikit
Pengabdi Uji
Pantes kok aga aneh ni anak trnyata punya kekuatan krn renkarnasi kah? Ah bapaknya sok jual mahal pdhl sayang jg tu hm😌
Alessandro
anaknya langsung trauma, jd gemuk spt babi dan berakhir di piring 😮‍💨
Alessandro
astga pak, anak kecil minum susu msh mau tambah anggur..
aga lain emg ya, anda 🤺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!