Apa yang akan terjadi dan akan kamu lakukan jika, pria yang menikahimu selama beberapa bulan ini sama sekali tidak berniat untuk menyentuh dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang tidak ingin memberikan nafkah batin untuk istrinya itu.
"Abang Fahri Hamzah Noel apa kurangnya aku di matamu,apa aku tidak cantik tidak menarik lagi atau Abang sudah bosan denganku atau kah ada wanita lain di luar sana yang Abang cintai?" tanyanya Aida Izzatih Jasmine Aziz.
"Maaf aku tidak bisa,"
Hanya kata itu yang selalu meluncur dari mulutnya Fahri hingga setahun pernikahan keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 16
"Semoga pernikahanku esok akan lebih baik dari hari ini yah Allah… aku serahkan hidup dan matiku kedalam genggaman tanganMu ya Robbi," lirih Aida lalu segera memejamkan matanya itu.
Fahri baru saja keluar dari kamar mandi setelah Aida memalingkan tubuhnya ke arah tembok.
"Maafkan andai kamu tahu siapa aku sebenarnya mungkin kamu tidak akan mengijinkan aku bersamamu di dalam kamar ini, kedua mungkin kamu akan marah kepadaku telah memakai identitas suamimu, mana mungkin aku melakukan tanggung jawabnya Fahri Hamzah Noel sebagai suamimu sedangkan aku bukanlah suamimu itu sama saja aku melakukan tanpa status halal diantara kita berdua," Lirihnya Fatih Shafiq Akmal Himawan pemilik perusahaan besar AH Tbk.
Fahri malam itu sungguh gelisah tidak bisa tidur dengan nyenyak seperti biasanya. Sudah hampir tiga bulan ia hidup sebagai Fahri Hamzah dengan seiring berjalannya waktu,ia sudah biasa beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan kebiasaan Fahri sendiri.
"Kenapa malam ini begitu gerah dan panas yah, apa suhu pendingin ruangannya itu dimatikan atau dinaikkan oleh Aida sehingga cuacanya cukup gerah malam ini," gumamnya Fahri Hamzah Noelyang sudah membuka pakaiannya itu agar suhu tubuhnya terasa dingin.
Fahri berjalan meraih remote control acnya itu hingga tanpa sengaja melihat selimutnya Aida yang dipakainya tersingkap ke atas. Tubuhnya Fahri semakin tidak karuan saja setelah melihat bentuk tubuhnya Aida yang malam itu sungguh membuatnya meresahkan lahir batinnya.
Fariz berjalan melalui kamar kakaknya itu sambil tersenyum,"semoga saja obatnya bisa manjur dan tokcer agar Mbak Aida segera hamil, Abang Fahri sepertinya kurang apa gitu jadinya Mbak Aida kagak hamil-hamil juga, untung dosisnya hanya sedikit dari takaran yang dianjurkan sebenarnya," cicitnya Fariz Siddiq Aziz salah satu adik kembarnya Aida.
Aida yang memang jika sedang tidur itu tidak tenang sehingga gaun tidurnya yang tertarik ke atas, semakin membuat panas dingin Fahri pria normal yang sama sekali belum pernah melihat apa yang ada pada diri Aida malam hari itu.
"Saya tidak boleh seperti ini, aku harus segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mengguyur sekujur tubuhku," batinnya Fatih tapi, akal sehat, pikiran dan hatinya tidak sinkron dan sejalan dengan apa yang terjadi pada gerakan tubuhnya itu yang rencana awalnya akan ke kamar mandi tapi, malah naik ke atas ranjang dimana Aida Izzati Jasmin berada.
"Haa!! Aku tidak bisa menahannya lagi!" Kesalnya Fahri yang sudah mengungkung tubuhnya Aida.
Apa yang dilakukan oleh Fahri membuat Aida terbangun dari tidurnya yang baru beberapa menit itu. Aida tersenyum melihat reaksi dan inisiatif dari suaminya itu. Dengan senang hati, Aida akan memenuhi permintaan dari suaminya itu. Ia ingin meraih pahala yang sebesar-besarnya dalam bentuk ibadah memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri.
Fahri semakin menggila saja ketika Aidah Izzathi Jasmine memberikan sinyal lampu hijau untuk melakukan lebih dari sekedar belaian tangan hingga meee reee maaaas bagian sensitifnya Aida. Bibirnya meee luuu maaat dengan penuh kelembutan awalnya tapi, berakhir dengan teriakan-teriakan kecil yang meluncur dari bibir mungilnya Aida.
"Hemph…"
Fahri sudah lupa daratan dengan apa yang sudah diperbuatnya malam itu. Semua benang yang membungkus tubuh mereka sudah terlepas sejak tadi.
"Aahhh sakit, Abang sakit!" Teriaknya Aida sambil mencengkram kuat seprei yang ia tempati itu.
Hubungan yang tidak seharusnya dilakukan oleh Fatih mengingat ia bukanlah suami sahnya perempuan yang berada di bawah kungkungannya itu. Akhirnya belah duren terjadi juga karena, adanya campur tangan dari Fariz Shiddiq Aziz di dalamnya.
"Kamu sangat cantik sayang istriku," lirihnya Fatih ketika berhasil menyemburkan lava panas ke dalam bagian intinya Aidah.
Fatih Shafiq Akmal Himawan tumbang di sampingnya Aida perempuan yang menjadi istri dari pria yang beberapa bulan ini dia pakai identitasnya itu.
Aida memeluk tubuh pooo loos nya Fatih yang belum memakai apapun karena, tubuh keduanya sungguh kelelahan setelah aktifas dan kegiatan mereka yang cukup panjang durasi waktunya hingga pukul pukul dua dini hari barulah mereka berhenti.
"Abang aku sangat bahagia, karena sudah memberikan semuanya untuk Abang, aku juga sudah menjadi perempuan seutuhnya, karena kebahagiaan sepenuhnya seorang istri adalah bisa berbakti kepada suaminya untuk meraih pahala yang berlipat ganda,semoga saja Abang bahagia dengan apa yang sudah aku lakukan tadi, makasih banyak suamiku," terangnya Aida yang raut wajahnya memerah merona menahan rasa malunya itu.
Fatih mengecup sekilas keningnya Aida," Thanks atas semuanya kamu sudah mempersembahkan sepenuhnya untuk Abang, kau menjaga kehormatanmu untukku, semoga kau bahagia dengan apa yang barusan kita lakukan," timpalnya Fahri Hamzah Noel.
"Saya sangat bahagia Abang, karena hampir setahun lamanya aku menunggu kesempatan ini sejujurnya sejak lama aku kadang iri melihat teman aku yang bersamaan denganku menikah sudah ada yang punya anak dan ada juga yang sudah hamil, aku ia ingin seperti mereka Abang," ungkap Aida Izzathi Jasmin.
Berselang beberapa menit kemudian, Aida sudah terlelap dalam tidurnya menuju alam mimpi indahnya. Fatih mengatur anak rambutnya Aida yang menutupi sebagian wajahnya.
"Kamu sangat cantik,baik hati dan sholehah sayangnya kamu belum menyadari dan tidak mengetahui jika aku bukanlah suamimu tapi, pria lain yang memanfaatkan keadaan ini," gumamnya Fatih seraya mengecup kening Aida dengan penuh kelembutan sebelum ikut tidur mengikuti langkah jejaknya Aida yang sudah mendengkur halus.
lanjoot