NovelToon NovelToon
Di Jual Kepada Mafia Rusia

Di Jual Kepada Mafia Rusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

"Sepuluh tahun lalu, ayahku menjualku. Dan malam ini, sang pembeli datang menjemputku."
Alana mengira hidupnya sempurna, sampai ia diseret ke Rusia oleh Alexei Dragunov seorang Tsar mafia yang dingin dan berbahaya. Alana bukan datang sebagai pengantin, melainkan sebagai aset yang telah dibayar lunas oleh Alexei untuk menutupi hutang ayahnya.
Di tengah badai salju Saint Petersburg, Alana terjebak di antara dua pria paling berkuasa, Ayah kandung yang menjadikannya barang dagangan, dan suami mafia yang menjadikannya tawanan obsesi.
Saat rahasia darahnya mulai terungkap, Alana menyadari, Di dunia Alexei, tidak ada jalan keluar. Ia harus memilih, hancur sebagai korban, atau bangkit menjadi Ratu di samping sang iblis.

"Kau adalah milikku, Alana. Hidup atau mati, kau tetap dalam genggamanku."
-Alexei Dragunov-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. DIAGNOSA SANG PENIPU

Detak jam dinding di kamar utama vila Inari terdengar seperti vonis mati. Alana berbaring mematung, napasnya dibuat seringan mungkin agar tidak mengusik tidur lelap Alexei. Di sampingnya, pria yang menyebut dirinya pelindung itu bernapas dengan teratur, satu tangannya masih melingkar protektif di pinggang Alana, sebuah pelukan yang terasa seperti belenggu sutra.

Perlahan, dengan presisi seorang pencuri, Alana menggerakkan jemarinya menuju leher Alexei. Kulit pria itu hangat, kontras dengan dinginnya rantai perak yang melingkar di sana. Alana menahan napas saat ujung jarinya menyentuh pengait rantai. Klik. Bunyi halus itu terasa menggelegar di telinganya, namun Alexei hanya melenguh pelan dalam tidurnya, membalikkan badan ke sisi lain.

Alana berhasil. Kunci perak itu kini ada di genggamannya.

Tanpa alas kaki, Alana menyelinap keluar kamar. Lantai kayu yang dingin menusuk telapak kakinya, namun adrenalin membakar rasa takutnya. Ia menuruni tangga menuju lantai bawah tanah, melewati pintu baja yang tadi siang ia amati. Dengan tangan bergetar, ia memasukkan kunci itu ke lubang pemindai.

Pintu terbuka dengan desisan hidrolik.

Di balik pintu itu bukan sekadar gudang, melainkan sebuah laboratorium medis mini yang sangat canggih. Bau antiseptik yang tajam menyambutnya. Deretan layar monitor menampilkan data grafik biometrik, dan di sudut ruangan, terdapat lemari pendingin berlabel “Project Volskaya”.

Alana segera menuju komputer utama. Ia memasukkan nama "Dmitri Volsky" ke dalam basis data medis rahasia yang tersimpan di sana. Jantungnya berdegup kencang saat layar mulai memproses pencarian.

[HASIL PENCARIAN: DMITRI VOLSKY – DATA TIDAK DITEMUKAN]

Napas Alana tercekat. Ia mencoba lagi dengan parameter yang berbeda, Elena Volskaya – Suami/Pasangan.

Layar menampilkan sebuah dokumen lama yang dipindai dari arsip rumah sakit di Saint Petersburg dua puluh lima tahun lalu. Alana membaca baris demi baris dengan mata terbelalak. Di sana tertulis, Elena Volskaya – Status: Lajang. Catatan Medis: Melahirkan bayi perempuan (Alana) dengan donor anonim dari garis keturunan Naratama.

"Donor anonim... Wira," bisik Alana. Air mata kemarahan mulai mengaburkan pandangannya.

Dmitri tidak pernah ada. Sosok ayah Rusia yang gagah dan dikhianati itu hanyalah hantu yang diciptakan Alexei menggunakan potongan-potongan sejarah mafia yang acak. Alexei telah mengarang sebuah tragedi agar Alana merasa memiliki "darah yang sama" dengannya, agar Alana merasa terasing dari Wira.

Namun, kejutan sebenarnya menanti di laci meja kerja laboratorium itu. Alana menemukan sebuah map hitam bertanda “Church Protocol – Saint Nicholas”. Di dalamnya terdapat laporan teknis tentang sampel DNA yang Alana hancurkan di gereja tempo hari.

Laporan Laboratorium: Sampel DNA dalam botol 09-B adalah cairan glukosa dengan pewarna sintetis. Sampel asli Elena Volskaya tetap berada dalam penyimpanan aman Unit 01.

Alana tertawa getir di tengah kesunyian laboratorium. Ia merasa seperti badut di panggung sandiwara Alexei. Ia telah menangis, berteriak, dan membenci ayah kandungnya demi menghancurkan sebotol air gula yang sudah disiapkan Alexei untuk "dipentaskan". Alexei ingin Alana merasa telah membuat keputusan besar untuk memilihnya, padahal Alana hanya mengikuti naskah yang sudah ditulis.

"Kau sangat pintar, Alexei," desis Alana, matanya kini berkilat dengan kebencian yang murni. "Kau membuatku membunuh karakter diriku sendiri."

Tiba-tiba, lampu laboratorium berkedip. Sebuah sensor di pintu masuk menyala merah. Alana tersentak. Ia melihat ke arah monitor CCTV kecil di sudut meja. Di sana, ia melihat siluet Alexei berdiri di atas tangga, menatap ke arah pintu laboratorium yang terbuka. Alexei tidak tampak marah, ia tampak tenang, namun ketenangannya adalah ketenangan badai yang siap melumat apa pun.

Alana segera menyambar sebuah flash drive dan menyalin semua dokumen medis itu. Ia tidak bisa lari sekarang, pintu keluar tertutup otomatis jika Alexei menguncinya dari luar.

"Alana?" suara Alexei menggema lewat pengeras suara di dalam laboratorium. Suaranya terdengar sangat kecewa, seolah-olah dia adalah pihak yang dikhianati. "Aku baru saja mulai percaya bahwa kau benar-benar mencintaiku. Kenapa kau harus merusak mimpi indah ini begitu cepat?"

Alana berdiri tegak, menggenggam flash drive itu erat-erat di sakunya. Ia menghadap ke arah kamera CCTV.

"Mimpi ini bukan milikku, Alexei! Ini adalah penjara yang kau bangun dari tumpukan mayat dan kebohongan!" teriak Alana. "Dmitri tidak ada! Wira adalah ayahku! Dan kau... kau hanyalah seorang pembeli yang takut kehilangan barang dagangannya!"

Pintu laboratorium terbuka perlahan. Alexei masuk dengan langkah santai, meskipun wajahnya pucat dan luka di bahunya tampak mulai merembeskan darah lagi karena gerakan yang tiba-tiba. Ia berhenti beberapa meter dari Alana, menatap gadis itu dengan tatapan yang sangat dalam, campuran antara obsesi, cinta yang sakit, dan kegelapan.

"Identitas adalah apa yang kita pilih untuk dipercaya, Alana," ucap Alexei dingin. "Dmitri mungkin fiktif, tapi rasa aman yang kuberikan padamu adalah nyata. Cinta yang kau rasakan saat merawat lukaku adalah nyata. Apa bedanya siapa ayahmu jika dunia luar hanya ingin membedahmu untuk harta?"

"Bedanya adalah aku punya hak untuk tahu siapa aku!" balas Alana.

Alexei tersenyum tipis, sebuah senyum yang membuat bulu kuduk Alana berdiri. "Kau adalah milikku, Alana. Itu adalah identitas satu-satunya yang tersisa untukmu sekarang. Karena di luar pagar ini, Wira telah mengumumkan kematianmu agar dia bisa mengklaim asuransi perusahaan. Kau tidak punya tempat kembali."

Alana tertegun. Wira mengumumkan kematiannya? Apakah ayahnya benar-benar menyerah padanya, atau itu adalah kebohongan baru Alexei?

"Pilih, Alana," Alexei mengulurkan tangannya, namun kali ini tangannya memegang sebuah suntikan berisi cairan penenang. "Kembali ke kamar denganku dan lupakan malam ini, atau aku akan memaksamu melupakan segalanya dengan cara yang lebih menyakitkan."

Alana mundur selangkah, tangannya meraba meja di belakangnya, mencari benda tajam apa pun. Ia tahu, sisi dari "Mawar yang Patuh" telah berakhir. Sekarang, ia harus menjadi mawar yang memiliki duri paling beracun untuk bertahan hidup.

1
Mia Camelia
haduh kok jadi rumit sih😔
My: Kalau terasa rumit, berarti kamu mulia melihat potongan puzzle- nya.. 👀
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
Mia Camelia
cerita nya menarik
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya seru banget👍👍👍
putri
Alexei.. neraka yang indah itu macam mana?? 😄
My: wahh, terimakasih kehadirannya kak-
🥰
total 1 replies
putri
aku suka ceritanya.. tetap semangat kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!