NovelToon NovelToon
The Secret Of My Secretary

The Secret Of My Secretary

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Kenapa?

"Cintalah" Jawab nindi.

"Terus kenapa sikap kamu buat aku bertanya Tanya gini sih?"

"Emang aku salah kalo aku bilang gak siap nikah?" Tanya nindi.

"Ya enggak, tapi aku ngerasa kita gak imbang, aku udah sangat yakin sama kamu, sama hubungan kita, tapi aku ngerasa kamu enggak, atau aku kurang di mata kamu?"

"Enggak Dave"

"Terus apa sayang?"

Nindi menghela napasnya ringan, percakapan ini terlalu sensitif, David pasti akan tersinggung jika ia terus menolaknya.

"Oke, aku mau nikah sama kamu" Jawab nindi.

David menggeleng, ia tak Terima dengan jawaban yang nindi berikan.

"Kenapa? apa yang kurang dari aku nin?"

"Gak ada sama sekali, aku bilang aku mau nikah sama kamu" Ucapnya meyakinkan.

"Kamu terpaksa?"

"Enggak, jangan di terusin ya? aku tau kamu capek, kita bahas ini besok lagi"

"Kamu cinta kan sama aku?"

Nindi mengangguk, entah apa yang David rasakan , namun jawaban nindi tak cukup membuatnya merasa tenang, ia selalu terbayang bagaimana wanita ini meninggalkannya dulu.

"Kamu gausah pulang ya?" Pinta David.

"Terus?"

"Malam ini kita nginep di hotel" Kata David.

"Kalo ayah aku Tanya gimana? lagian ayah masih belum sepenuhnya sembuh Dave, dia masih butuh di jaga" Tolak nindi.

David melepas sabuk pengaman nya, ia mendekatkan dirinya pada nindi dan mencoba mencium wanita itu.

Nindi reflek menolehkan wajahnya ke arah lain saat David mencoba mencium bibirnya.

David tertegun di tempatnya, apakah nindi berusaha menghindari nya? apakah nindi menolaknya?

"Dave? ayah aku pasti udah nunggu" Katanya pelan.

"Aku mau kamu nin" David meraih tangan nindi, tatapan nya sayu dan penuh harap.

"Aku mau pulang" Pinta nindi lirih.

David menyerah, ia kembali ke tempat duduknya, kembali memasang sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobilnya, pria itu memacu mobil dengan kecepatan tinggi tanpa sebuah percakapan lagi.

...****************...

Pagi ini berjalan tak seperti biasanya, jika david selalu menyapanya penuh ceria dan menyenangkan kali ini pria itu terlihat lebih diam daripada hari sebelumnya.

"Kamu marah sama aku?" Tanya nindi.

"Marah kenapa?"

"Ya mungkin gara gara masalah tadi malam" Cicit nindi.

"Aku ngerti kok, aku aja yang terlalu egois, aku gak bisa terus terusan maksa kamu kan?"

"Aku gak ngerasa kamu maksa aku kok, aku setuju kita nikah"

David mengangguk sekilas dan mulai menjalankan mobilnya.

20 menit kemudian...

"Kamu udah sarapan?" Tanya nindi.

"Iya"

"Kalo gitu aku pergi ke Kantin bentar ya? aku belum makan kamu ke ruangan aja langsung nanti aku nyusul" Kata nindi

"Iya udah" Balas david singkat.

David keluar dari mobil tanpa membuka kan pintu untuknya seperti biasa, sudah bisa ia duga bahwa pria itu tengah marah padanya.

"Kayanya aku keterlaluan deh" Gumam nindi.

Nindi memutuskan untuk keluar dan memikirkan cara untuk meminta maaf pada david nantinya.

Saat berada di kantin....

"Nin?" Panggil Raka pelan.

Nindi yang tadinya tengah menikmati semangkuk bubur menoleh mendapati raka yang berdiri di samping nya

"Selamat pagi pak" Sapanya ramah.

"Pagi? gausah terlalu formal, lagian kamu bentar lagi jadi atasan saya" Candanya.

Nindi tersenyum malu, berita tentang dirinya dan david sudah menyebar satu kantor rupanya.

"Jujur kalian keliatan cocok sih" Pujinya.

"Makasih ya?"

"Saya boleh duduk sini?" tanya raka.

"Duduk aja" Nindi mempersilahkan.

"Kok tumben gak sama pak david?"

"Dia udah sarapan sih" Balasnya.

Raka mengangguk mengerti, kemudian nindi kembali melanjutkan acara makannya dengan wajah yang sedikit masam.

"Kenapa?" Tanya Raka.

"Apanya?"

"Kok saya perhatiin kamu keliatan agak muram gitu, lagi ada masalah?"

Nindi merasa bingung, apakah ia harus menjelaskannya pada Raka? bagaimanapun ia juga tak memiliki pengalaman yang baik dalam percintaan, dirinya tak tahu bagaimana cara membujuk seseorang yang sedang marah.

"Sebenernya saya lagi ada perselisihan pendapat sama david, dan sekarang dia marah sama saya, mungkin saya terlalu menyinggung nya" Ungkap nindi.

"Ohh kalo kaya gitu hal yang wajar sih dalam hubungan" Balas Raka.

"Bapak kok kaya pengalaman banget sih" Canda nindi.

"Enggak juga sih, semua orang juga udah tau tentang itu, pertengkaran dalam hubungan asmara kan hal yang wajar, kamu harus pinter pinter gimana cara minta maafnya aja, apalagi kalo kamu sempet nyinggung perasaannya, berarti kalo ngomong harus lebih hati hati" Kata Raka.

"Ya itu masalahnya" ungkap nindi.

"Masalah apa?"

"Saya itu gak pernah pacaran selama hidup saya, dan david adalah pacar pertama saya, jadi saya gak tau tuh gimana cara ngadepin nya, Saya takut kalau saya di anggap egois"

"Setau saya bujuk membujuk dalam sebuah hubungan itu memang di perlukan, ada kalanya kita harus nurunin gengsi supaya pasangan kita merasa spesial, apalagi kalo kamu ini tipe orang yang gengsian, kamu gengsian?" Tanya Raka menelisik.

"Emmm kata ayah saya sih begitu, saya tuh susah ngungkapin perasaan saya, apa mungkin karena saya gak pernah pacaran ya?"

"Itu bisa jadi salah satunya, mau saya bantu?"

Nindi semakin tertarik dengan obrolannya bersama Raka, ia berharap laki laki ini mampu menyelesaikan masalahnya.

"Beneran pak? mau mau!" Nindi tampak berantusias mendengar Raka.

"Jadi begini...."

Dari kejauhan david mengepalkan tangannya kuat kuat saat melihat nindi tengah berbicara dengan Raka, apalagi kekasihnya itu terlihat sangat bersemangat.

"Mau kamu apa sih?!"

...****************...

Tok tok tok ..

"Masuk!" Panggil david saat seseorang mengetuk pintunya.

"Eh nindi kemana?" Ivan bertanya heran saat tak menemukan keberadaan nindi di ruangan david.

"Gak tau" Jawabnya ketus.

"Loh kok gak tau sih, kan pacar lo gimana sih? oiya gue mau ngajakin lo makan siang sama devan besok lusa, tuh anak balik ke sini sama istrinya tari, lo masih inget kan?" Tanyanya.

David mengangguk, ia terlihat sama sekali tak tertarik dengan apa yang di katakan oleh ivan.

"Jadi lo ikut kan? soalnya gue juga ajak nindi, dia pastinya mau ketemu si tari sih, mereka kan deket banget dulu" Tambah ivan.

"Liat besok deh" Jawab David malas.

Ivan melihat jam tangan miliknya, jam kerja sudah masuk sekitar 10 menit yang lalu namun nindi masih tak terlihat di mejanya, apa nindi tidak datang?

"Nindi emang gak dateng ya? kenapa dia?" Tanya Ivan.

"Sibuk cari perhatian sama orang lain!" Jawab David ketus.

"Maksudnya?" Tanya Ivan tak mengerti.

"Menurut lo kenapa pacar kita gak seseneng itu pas bareng kita tapi saat bareng orang lain dia malah seneng banget?"

"Siapa sih yang lo maksud? nindi? sama siapa?"

"Sama monyet!" Jawabnya.

"Hadeh Dave! dewasa dikit lah kalo ada masalah di sampein langsung sama orangnya jangan di pendem doang, ntar jadi salah paham!" Peringat Ivan.

"Apa gue pecat aja manager satu itu" Gumam nya pelan.

"Apa? manager siapa?" Tanya Ivan saat mendengarnya.

1
Rian Moontero
lanjooot👍😍
Yourbee Lebah
Ayo baca
falea sezi
David keterlaluan sih ini
falea sezi
cinta di tolak. kok dendam. laki cemen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!