Nasib Chloe Aubert bagaikan sebuah neraka yang tidak berujung. Segala penderitaan harus dia rasakan semenjak perceraian ke dua orang tuanya.
Dan ketika dia dewasa di di paksa menerima pernikahaan dengan seorang pria bernama Gazel Dwargo seorang bos Mafia sindikat perdagangan wanita, organ Tubuh manusia, Narkoba, senjata uranium dan lain-lain.
Bahkan pria ini memiliki sebuah hobby yang sangat menakutkan yaitu mendengar suara rintihan kesakitan yang terdengar seperti melodi di telinganya.
Semua karena keserahakan ibu tirinya, yang tega menjualnya pada Pria Psychopat ini. Sedangkan ayah kandungnya, hanya diam dan bahkan mendukung apa yang sedang di lakukkan oleh istrinya.
Membuat rasa percaya pada orang lain dalam dirinya menguap begitu saja.
Dan ketika dia sudah lelah menjalani hidupnya, Chloe berpikir untuk nekad melakukkan bunuh diri, tetapi ketika Gazel mengetahui niatnya itu, pria itu malah ingin membantu Chloe untuk melakukan hal gila itu.
“Aku adalah Kematian, kalau aku belum menentukan kapan kematianmu, maka itu bukanlah akhirmu! Meskipun kamu berteriak ingin mati, aku tidak akan membiarkanmu mati, sebelum aku bosan mendengar rintihanmu.” Gazel Dwargo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Gazel terlihat sangat bahagia sekali, ketika melihat satu orang pria sudah mampu melepaskan dirinya dari rantai itu, dan bahkan cara melepaskan dirinya juga sangat menarik, membuatnya langsung tersenyum dan merasa jika pria ini sudah membuatnya bahagia.
Tinggal melihat apa yang akan Adam lakukkan untuk melepaskan diri.
Sedangkan Chloe, sejak tadi dia sudah tidak bisa bernafas dengan legah, dia memang sudah biasa menonton film thriller, Namun ketika melihat langsung. Sungguh dia merasa sangat ingin muntah dan sepertinya dia merasa jika nanti dia tidak akan bisa tidur karena hal ini.
Ketika Geor sudah lepas dari rantai itu, terlihat dia yang menatap ke arah Adam. “Kalau kamu tidak berusaha, maka kamu tidak akan lepas!” Ucapnya, memberikan peringatan pada Adam.
Tetapi Adam sama sekali tidak mau mendengar Geor, dan memilih untuk diam saja dan mencari jalan lain untuk keluar dari pada dia harus memukul kakinya seperti apa yang di lakukkan Geor barusan.
Tidak ingin membuang waktu, Geor langsung mendekati pintu keluar yang terbuat dari besi itu untuk keluar.
“Arrrrggggh.” Teriaknya mendorong pintu itu dengan sekuat tenaga. Tetapi sepertinya tidak bisa, dan dia malah merasakan jika kulit tangan dan tubuhnya yang bersentuhan dengan pintu itu terasa panas dan nyeri.
Geor mencoba untuk melepaskan tubuhnya, tetapi tidak bisa karena kulitnya menempel di pintu itu.
Chloe sudah tidak bisa lagi melihatnya, dia menatap ke adah Gazel. “Sayang, bisakah kita pergi ke kamar? Aku benar - benar lelah hari ini.” Pintanya yang sebenarnya juga agak ragu jika Gazel akan menurutinya.
Gazel juga ikut menatap wajah Chloe dengan lekat, lalu mengelus pipi istrinya dengan lembut. “Baiklah kamu boleh ke kamar duluan, lagian kamu juga habis minum obat, aku tahu jika obat itu mengandung efek yang membuat kamu ngantuk,” balas Gazel, memberikan izin pada Chloe untuk pergi duluan ke kamar.
“Shopia.” Panggilnya pada pelayan istrinya.
“Ya Tuan.” Sahut Shopia, langsung bergegas untuk berdiri menghampiri bosnya.
“Bawa Nyonya ke kamar, dia butuh istirahat.” Perintahnya, yang langsung bangkit dan mengangkat tubuh Chloe untuk duduk di kursi roda.
Chloe tersenyum, tetapi dia masih menatap wajah suaminya. “Sayang tidak ikut?” Tanyanya sekedar basa basi, yang sebenarnya di dalam hatinya juga berharap
Jika Gazel tidak ikut.
Cuppp, Gaze mengecup singkat bibir Chole, “aku akan ke kamar jika ini sudah selesai, kamu lebih baik beristirahat di kamar, agar cepat pulih dan kita bisa memulai apa yang harusnya menjadi tugasmu.” Jawab Gazel dengan lembut.
“Baiklah, kalau gitu aku ke kamar duluan ya.” Pamit Chloe, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Gazel.
Ketika dia sudah berada di luar ruangan itu, akhirnya dia bisa kembali bernafas. Dia bahkan sudah bisa membayangkan, kalau Geor memaksa melepaskan dirinya dari pintu itu, mungkin saja kulit tubuhnya akan terikut, dan itu akan membuatnya pasti langsung temuntah.
Sedari tadi dia sudah berusaha menahan rasa mualnya, dia ingin segera sampai ke kamarnya agar bisa memuntahkan semua isi perutnya.
Shopia seakan paham apa yang sedang di rasakan oleh istri bosnya, langsung bergegas masuk ke kamar Mereka dan mengantar Chloe masuk ke kamar mandi.
“Huekkkkk,,huekkkk,huekkkk.” Segera ketika dia masuk di dalam kamar mandi, Chloe langsung memuntahkan semua isi perutnya.
Sedari tadi dia sudah merasa sangat tidak nyaman dengan hal ini, meskipun itu di lihat secara tidak langsung, tetapi tetap saja dia merasa jika itu adalah nyata. Dia tidak bisa membuat otaknya berpikir jika itu hanyalah sebuah film, karena pada kenyataanya orang yang tadi sedang memeluknya adalah pelaku dari tindak kejahatan itu.
“Are you okay Nyonya?” Tanya Shopia, sedikit khawatir dengan keadaan Chloe.
Mendengat pertanyaan itu dari pelayannya, Shopia langsung menoleh dengan menajamkan tatapannya. “Apakah aku terlihat baik - baik saja?” Tanyanya balik.
“Maaf Nyonya, saya hanya khawatir dengan kondisi Anda.” Balas Shopia, yang tahu jika pertanyaan tadi yang dia berikan itu salah.
Di saat dia tahu jika Nyonyanya sedang tidak baik - baik saja, dia malah mempertanyakan hal yang sudah dia tahu jawabannya.
Melihat Chloe yang sepertinya sudah agak mendingan, Shopia kembali bergegas untuk membantu istri bosnya itu bangkit dan memapahnya sampai ke tempat tidur.
Setelah itu dia langsung menelpon pelayan yang ada dj bawah untuk membawakan segelas teh hangat untuk Chloe.
“Nyonya, apakah Anda membutuhkan sesuatu yang lain?” Tanya Shopia, ketika masih berada di panggilan telpon.
Chloe menggelengkan kepalanya pelan, saat ini dia hanya membutuhkan air hangat saja untuk menetralkan perasaanya yang terus saja membuatnya ingin muntah.
Shopia memijat punggung belakang Chloe, agar wanita itu bisa merasa sedikit enakan.
“Shopia, apakah selama kamu bekerja di sini, kamu sudah sering melihat hal seperti itu?” Chloe yang penasaraan akhirnya bertanya pada sang pelayan.
“Kenapa Anda berpikir demkian Nyonya?” Tanya Shopia balik.
“Karena kamu terlihat sudah sangat biasa saja tanpa merasa mual atau bahkan jijik dengan apa yang di lakukkan oleh Gazel.”
Jawabnya, memberikan alasan kenapa dia sebegitu penasaraannya dengan kehidupan Shopia.
“Awalnya aku merasa tidak biasa kok Nyonya, aku sama dengan Anda bahkan mungkin lebih parah.” Shopia memberikan jawaban atas apa yang di tanyakan tadi oleh Chloe.
“Lalu Sekarang? Apa yang membuat kamu bisa bertahan sampai sejauh ini?” Tanya Chloe lagi.
Shopia sempat terdiam untuk sesaat, dia tidak tahu harus menjawabnya mulai dari mana. “Aku bertahan karena orang tuaku.” Jawabnya dengan serius.
Chloe langsung menoleh menatap ke arah Shopia. “Apakah kamu juga di jual oleh orang tuamu?” Tanyanya, asal menebak berpikir jika Shopia ada di sini karena di jual oleh orang tuanya, atau bahkan karena ingin membayar hutang orang tuanya.
Shopia tersenyum dengan sinis mendengar apa yanh di tanyakan oleh Chloe. “Nasib saya tidak seberuntung Anda Nyonya, yang di beli untuk menjadi seorang istri.” Jawabnya, dengan raut wajahnya yang terkesan mulai berubah dingin dan tidak bersahabat.
“Saya terpaksa bertahan di sini, karena ke dua orang tuaku ada di tangan Tuan Gazel.” Tambahnya lagi, membuat Chloe cukup tertegun mendengarnya.
“Saya juga adalah termasuk mantan kekasih dari Tuan Gazel.” Sambungnya lagi. Membuat Chloe semakin tidak mengerti, apa maksud dari kalimat Shopia ini.
Kalau Shopia adalah mantan kekasih Gazel? Kenapa bukan Shopia yang dia nikahi? Dan kalau memang dia sudah tidak mau Shopia, kenapa dia tidak melepaskan wanita ini? Dan malah menjadikan mantan kekasihnya sebagai pelayan istrinya? Maksudnya apa? Chloe sama sekali tidak bisa memikirkan bagaimana caranya pria itu berpikir.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*