Mencintai wanita yang juga dicintai oleh sahabatnya, membuat Rio lebih memilih mundur dan mengubur perasaannya dalam-dalam.
Melihat wanita yang dicintainya bahagia dia pun ikut bahagia. Bahkan segala usaha dia lakukan agar sang wanita bahagia. Semua usahanya untuk membahagiakan dilakukan tanpa ada yang tahu. Cukup dirinya dan Tuhan saja yang tahu. Tanpa sedikitpun ingin memiliki sang pujaan hati. Dia memilih mundur asalkan sahabat dan pujaan hatinya bahagia.
Setelah memastikan wanita pujaan hatinya bahagia, Rio pun memilih untuk mengabdikan hidupnya pada sang bunda. Setelah beberapa bulan tinggal bersama bunda, Rio hendak Dijodohkan dengan adik sahabatnya.
Apakah Rio menerima perjodohan itu nantinya ataukah memilih wanita lain? Yuk kawal Rio mencari dan menggapai cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SR 16
Pak Arya tampak terkekeh mendengar perkataan sahabatnya itu.
"Aku tidak menertawakan kamu. Aku hanya merasa lucu saja. Kenapa mesti kesal?" tanya pak Arya.
"Kalau kamu mau tahu siapa mereka yang tidak mengharap Frans memegang Surya Grup, kamu harus melihat sendiri. Kamu ikut mengurus Surya Grup. Dengan sendirinya kamu akan tahu mana yang tulus dan mana yang bermuka dua," saran pak Arya kemudian.
"Tidak usah main teka-teki! Kamu bilang saja siapa mereka, tidak mungkin satu orang bisa membuat perusahaan fiktif. Pasti mereka berkerja sama!" jawab pak Edward.
Hhh...
"Kamu sudah lama memiliki dan mengelola perusahaan ini. Seharusnya kamu lebih tahu dari pada aku. Perkebunan milikmu sudah lebar. Belajar dari pengalaman agar bisa membaca pikiran orang lain," tutur pak Arya.
"Ayah, kata Ibu makan siang dulu," ucap bocah laki-laki, adik Rahma yang baru berusia sekitar lima tahun.
"Iya, Nak. Bilang sama Ibu, sebentar lagi Ayah dan teman ayah masuk!" sahut pak Arya sembari menatap anak bungsunya dengan tatapan penuh kasih sayang.
Anak kecil itu pun mengangguk dan kembali masuk ke dalam rumah.
"Ayo, kita makan dulu! Mencari pengkhianat itu juga butuh makan buat tenaga," ajak pak Arya pada sahabat sekaligus besannya tersebut.
"Hahaha... kamu ini bisa saja! Ya, udah. Ayuk!" jawab pak Edward sembari terkekeh, berjalan mengikuti tuan rumah menuju ruang makan.
Rumah itu sudah direnovasi oleh pak Arya karena bu Sarifah tidak mau diajak pindah ke kota. Pak Arya terpaksa menjalankan bisnisnya melalui telepon seluler.
Mereka pun makan siang bersama-sama diselingi obrolan ringan.
*
*
*
"Siang, Pak Rio," sapa staf keuangan yang bernama Susi.
"Siang!" sahut Rio singkat tanpa menoleh sedikitpun.
"Sudah jam istirahat lho, Pak. Bapak tidak makan siang dulu?" tanya Susi berbasa-basi.
"Belum lapar!"
"Nanti Bapak sakit lho, kalau keseringan terlambat makan. Saya bawa makanan double nih, satu buat Bapak saja. Saya mana habis kalau dua kotak," bujuk Susi dengan kemayu.
"Terima kasih! Saya sudah bawa bekal makan siang sendiri,"
"Dih, jadi orang kok sombong amat! Diajak makan bareng aja susah. Mentang-mentang dari kota, gayanya selangit!"
Rio tetap melanjutkan pekerjaannya, dia harus segera menyelesaikan program baru untuk memudahkan accounting membuat laporan. Selain itu, dia juga harus membuat program untuk divisi timbangan, agar karyawan timbangan tidak melakukan pemalsuan data berapa buah sawit masuk dan diolah.
Susi masih berdiri mematung di tempatnya semula. Di sudut ruangan itu. Rio hanya melirik sekilas kemudian melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
"Kalau sudah tidak ada urusan lagi, silakan keluar! Jangan lupa tutup pintunya lagi setelah berada di luar!" kata Rio tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor.
Rio tidak akan berhenti bekerja jika pekerjaannya belum kelar.
"Ba-baik, Pak!"
Rio benar-benar menutup diri dan hatinya. Hanya pada orang-orang terdekat saja Rio akan ramah dan riang.
Tak lama setelah Susi pergi dari ruangannya, Dolly datang bersama adiknya Cecilia.
"Rio, ajari Cecil ya! Mulai besok dia magang di sini, di bawah pengawasan kamu!" perintah Dolly tiba-tiba.
Rio sampai salah memencet tombol saking terkejutnya. Sehingga program yang diujicobakan itu eror.
"Se Tan Lo!" gerutu Rio. Rio kembali mengutak-atik laptop di depannya. Akhirnya data yang tadi sempat menghilang dan mengakibatkan eror bisa kembali lagi
"Udah! Istirahat dulu! Nih, Gue bawa orang buat bantuin Lo kerja," kata Dolly sembari mendorong adik bungsunya ke arah Rio hingga terjatuh di pangkuan Rio.
Cecil yang saat itu sedang sibuk mengawasi ruangan Rio pun tidak memiliki keseimbangan. Hingga ambruk begitu saja di pangkuan Rio.
Karena gerakan yang tiba-tiba membuat
laptop Rio terjatuh tersenggol badan Cecil.
*
*
*
Mampir dan baca yuk karya temenku, jangan lupa tinggalkan jejak ya
Judul: Legenda Sang Dewi Alam Luxia
Author: Lidiawati06
Blurb:
Meskipun ayahnya seorang kaisar, Luxia harus tetap berhati-hati demi keselamatannya dari musuh yang siap menyerang dan mengendalikan kekuatan yang dia miliki, agar tidak berubah menjadi iblis sang penghancur dunia apa yang harus Luxia lakukan?
Akan tetapi dengan kemampuan yang dia miliki, meski banyak ancaman yang datang kapan saja apakah Luxia akan berhasil menyelamatkan dirinya dari seorang yang berniat jahat?
Berhasilkah Luxia menyelamatkan dunia dan tidak harus menjadi seorang iblis penghancur?
Apakah yang akan Luxia hadapi nanti? dan bagaimana cara Luxia menyelamatkan dunia dan menjaga dirinya agar tak menjadi iblis sang penghancur? saksikan perjalanan Luxia
DAN ANGKAT TOPI JUGA BUAT DEVAN...
DI CERITA INI DN DI CERITA MNGGAPAI MIMPI, GK NYALAHIN KLUARGA SURYA, BAIK PAK EDWARD, FRANS, ATAU PUN RAHMA, JUSTRU KSALAHAN DI LO YG TDK BRANI MMPERJUANGKN HATI LO, LO TERLALU PNGECUT DGN ALASAN PERSAHABTN & UTANG BUDI, PADAHAL LO DULUAN YG KNAL RAHMA, DN LO YG TOLONG RAHMA DARI GANGGUAN PREMAN, LO YG MMUPUK PRASAAN CINTA, ORG LAIN YG MMANEN..