Raka Adijaya Prasetya adalah seorang pengusaha muda yang sukses terpaksa harus menikahi Rea Anastasya gadis cantik dan manja. Bukan perjodohan yang memaksa mereka harus menikah tapi kesalah pahaman diantara keduanya yang mengharuskan Raka menikahi Rea.
Hingga akhirnya hari pernikahan itu tiba, Rea dan Raka membuat satu perjanjian diawal pernikahan mereka.
Setelah satu tahun ternyata mereka menjadi saling mencintai.
Saat Rea hamil Lisa mantan kekasihnya Raka mendorong Rea ke jurang yang menyebabkan Rea keguguran dan harus kehilangan rahimnya.
Bagaimanakah kisah selanjutnya?
Apakah Raka akan meninggalkan Rea karena Rea tak bisa memberinya keturunan dan Raka akan kembali kepada sang mantan kekasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lena Laiha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Pengertian
Raka mengusap rambut Rea yang masih basah!
"Minum air hangat dulu," ucap Raka sembari menyodorkan gelas berisi air hangat ke mulut Rea!
Rea meminum air hangat itu.
"Ganti pakaianmu dulu," ucap Raka sembari memberikan pakaian Rea yang tadi ia ambilkan dari dalam lemari.
Rea masih terdiam diposisi semula.
"Kalau gitu biar Kakak yang menggantikan pakaianmu," ucap Raka lagi karena Rea tak kunjung bersuara ataupun bergerak.
Rea mengambil pakaiannya dari tangan Raka lalu meminta Raka agar keluar dari kamarnya!
"Lima menit. Setelah lima menit, Kakak akan masuk kesini lagi," ucap Raka.
Karena takut Rea melakukan hal seperti yang sudah terjadi, Raka memberi waktu untuk Rea mengganti pakaiannya.
Setelah lima menit.
"Re, udah lima menit. Kakak masuk ya!" ucap Raka dari luar kamar Rea.
Raka membuka pintu kamar Rea lalu masuk ke dalamnya!
"Ayo duduk disini!" Raka menuntun Rea untuk duduk di sofa yang ada di samping tempat tidur Rea.
"Dengar, Rea. Yang kamu lakukan tadi itu sangat berbahaya jangan sekali-sekali lagi kamu melakukan hal bodoh itu," ucap Raka sembari menatap Rea.
Rasanya Raka ingin sekali memarahi Rea karena perbuatannya yang membahayakan itu, namun Raka mencoba bersikap lebih sabar dalam menghadapi sikap Rea yang tidak dewasa dalam menghadapi masalahnya.
Rea memang belum mengerti dengan kehidupan seputar percintaan, berpacaran saja baru pertama kali dan dia harus mengalami hal yang tak menyenangkan wajar saja jika Rea mengalami kesedihan yang mendalam dan hampir frustasi.
"Aku tidak menyangka kalau Riko hanya ingin ... ." Rea tak kuasa menahan tangisnya hingga ia tidak bisa melanjutkan perkataannya.
"Jangan buang air mata hanya untuk laki-laki yang tak berguna." (Raka)
Raka kembali menyodorkan minuman hangat ke mulut Rea.
"Aku sangat mencintainya," lirih Rea.
"Jangan mencintai laki-laki brengsek seperti Riko. Lupakan saja dia, diluar sana masih banyak laki-laki yang mencintai dengan tulus tanpa meminta imbalan sebelum dihalalkan," jelas Raka sambil menggenggam tangan Rea.
Rea terdiam tanpa kata. Perkataan Raka memang benar namun siapa sangka Riko akan sebejat itu.
Dari awal Rea dan Riko pacaran, Riko tak pernah minta ini dan itu bahkan untuk mencium tangan Rea saja, Riko pasti meminta izin terlebih dahulu sebelum melakukannya.
"Sekarang kamu makan! Isi perutmu agar kamu tidak masuk angin dan tidak kedinginan lagi," ucap Raka.
Raka menyendok makanan dari piring lalu menyodorkannya ke mulut Rea!
Rea menggelengkan kepalanya! "Aku gak mau makan," ucap Rea.
"Sedikit saja," ucap Raka, "Kakak sudah berjanji pada mama Tika dan mama Santi akan menjagamu dengan baik, kalau nanti kamu sakit mereka pasti kecewa sama Kakak," sambung Raka.
"Aku makan sendiri saja," ucap Rea sembari mengambil alih sendok dari tangan sang suami.
"Baiklah, kalau gitu Kakak akan menggantikan spreimu," ucap Raka sembari beranjak dari duduknya!
Rea meraih tangan Raka!
"Jangan. Kakak disini saja dulu, temani aku makan," ucap Rea kepada Raka.
Rea tak ingin terus dilayani oleh sang suami, akhirnya ia meminta Raka untuk tetap duduk bersamanya di sofa itu.
Raka tersebut lalu kembali duduk di tempat semula!
"Kakak juga makan dong," ucap Rea karena Raka hanya duduk sembari memperhatikan ia makan.
"Kamu saja dulu, Kakak belum lapar," sahut Raka dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
Setelah beberapa suap, Rea menyudahi makannya karena merasa tak nafsu makan.
Raka tak berucap sepatah kata pun, ia mengerti dengan perasaan Rea saat ini. Rea mau makan saja sudah bagus meski hanya beberapa suap yang penting ada makanan yang mengisi perutnya.
Teman-teman mampir juga ke karya temanku ya. Dijamin pasti seru.
Judul: DUDA VS ANAK PERAWAN
Karya: Santi Suki
Blurb:
Yusuf, Duda keren yang beranak satu. Karena kebaikan akhlaknya banyak disukai oleh kaum hawa.
Zulaikha, anak perawan yang masih berseragam OSIS. Bilqis, mahasiswi magang ditempat anaknya sekolah. Sarah, CEO muda yang merupakan atasannya di kantor.
Yusuf, harus membesarkan Asiah seorang diri. Anak gadis kecil yang aktif dengan rasa ingin tahu yang kuat. Kecerdasan dan gaya bicaranya sering membuat orang-orang dibuat mati kutu.
Bagaimana kisah Yusuf dalam membesarkan Asiah. Anak perawan mana yang akan mendapatkan hati Yusuf?