Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3. Iblis Level 5
Hari masih malam, dan hujan sedikit lebih reda. Reyhan merawat ibunya yang terluka karena gesekan lututnya dengan beton.
"Ibu harus lebih-lebih hati-hati lagi" Reyhan menempelkan plester dengan penuh kehati-hatian.
Alisa tersenyum manis melihat perhatian Reyhan. "Reyhan kau terlalu perhatian padaku, aku baik-baik saja, cuma lecet aja kok"
Eskpresi Reyhan gelap, tangan nya mengepal. "Orang yang melakukan ini pada ibu pasti akan kubalas, berani sekali dia melukaimu"
Alisa terkejut dan mengibaskan tangannya ke depan. "Eh jangan seperti itu, aku baik-baik saja kok"
"Tapi-
Alisa menyentil dahi Reyhan yang bersikeras. "Jangan khawatirkan ibu lagi oke? Aku juga wanita dewasa dan bisa menjaga diri sendiri"
Reyhan mengangguk tak berdaya. "Setidaknya pakai uangku yang kuberi pada ibu gunakanlah untuk membeli gerobak baru"
Alisa baru ingat tentang gerobaknya yang rusak. "A-ahahaha baiklah baiklah" Alisa memijat dahinya karena itu masih cicil tapi rusak duluan.
Tok tok!, pintu di ketuk dua kali, Reyhan berdiri untuk melihat siapa yang datang.
Saat pintu terbuka, Reyhan melihat kepala desa Agus bersama istrinya yang memegang payung.
"Reyhan, apa ibumu ada di dalam?" Tanyanya cemas.
Reyhan mengangguk, ia sedikit menyingkir agar bisa melihat Alisa. Agus merasa tenang lalu menyerahkan amplop yang terlihat sedikit tebal pada Reyhan.
"Ambil ini, ini uang yang kami berikan agar bisa membantu ibumu membeli gerobak baru"
Reyhan terkejut tapi bersyukur. "Terimakasih pak"
Agus tersenyum lalu mengusap kepala Reyhan sebentar sebelum pergi bersama istrinya.
Reyhan kembali masuk dan menyerahkan amplop itu dan mengatakan jika itu dari kepala desa.
Alisa merasa senang dan bersyukur karena ada bantuan.
"Terima kasih banyak ya pak, aku sangat senang" Alisa tidak peduli dengan jumlah nya tapi iklhas nya.
Ketika Alisa membukanya, ia terbelalak melihat jumlah uang merasa dan ketika di hitung ada 3 Juta!.
....
Begitu tengah malam, Reyhan berbaring di ranjang menatap atap kostnya. Ibunya sudah tidur lebih dulu karena kelelahan atas kejadian tadi.
Reyhan menghela nafas lalu duduk. "Sistem, apa tidak ada misi khusus untuk meningkatkan kemampuan ku?"
"Ada misi untuk host, tapi kemampuan host untuk sekarang hanya mampu kekuatan 3x saja"
"Sistem sangat tidak menyarankan host untuk pergi"
Tapi Reyhan mengatupkan mulutnya. "Aku akan pergi, demi memiliki kemampuan agar bisa membalas dendam"
"Baiklah, besok karena host libur dua hari maka sistem akan berikan misi untuk di jalankan 2 hari"
Reyhan tersenyum lebar. "Terimakasih sistem! Kau yang terbaik!" Reyhan kembali tidur.
Keesokan harinya, Reyhan bersiap-siap pergi menjalani misi dari Sistem.
Alisa mengijinkan Reyhan pergi selama 2 hari karena Reyhan ijin pergi untuk kerja dan lembur.
Reyhan membawa tas berisi makanan, air 2 botol, dan pakaian kemeja serta celana panjang dan topi.
"Sistem, dimana misi yang kamu maksud?"
"Host akan pergi ke Gunung Putri yang terletak terdekat di Jakarta Timur di Bogor"
"Apa!" Reyhan berteriak karena tak percaya yang dia dengar, Reyhan menepuk wajahnya karena pasrah.
"Kalau ibuku tahu aku pergi ke gunung sendirian, dia pasti marah. Tapi tidak ada jalan kembali" Reyhan tidak ada pilihan selain maju.
Pertama-tama Reyhan akan memesan tiket bus, dan perjalanan selama 2 jam.
Ketika sampai di Bogor Reyhan akan lanjut memesan driver online ke Gunung putri selama 1 jam.
Reyhan di kaki gunung menatap gunung Putri di depannya dengan wajah berseri-seri.
"Aku tidak pernah ke gunung sebelum nya, tapi aku tidak menyangka akan sejuk seperti ini suasana nya"
Reyhan melihat ada pendaki lain yang mulai naik, karena Reyhan disini untuk mengalahkan Iblis jadi dia langsung berangkat.
"Host, sistem sarankan jangan menggubrisi provokasi iblis level 1, dan 2
Reyhan berhenti melangkah, matanya terbelalak, dia menelan ludah karena dia melihat banyak sosok iblis level 1, 2 dengan bermacam-macam bentuk.
Iblis itu mengetahui siapa sebenarnya Reyhan karena ada aura yang bocor dari tubuhnya jadi mereka sengaja berkumpul di kaki gunung.
"Host, sistem sarankan terus maju, mereka tidak ada niat buruk"
Reyhan memegang kuat tali tasnya. "Ya, kau benar sistem" Reyhan menarik nafas lalu maju terus.
Reyhan masih belum tahu siapa yang akan jadi lawannya di antara kumpulan iblis yang mengepungnya.
Namun di kaki gunung, seorang gadis dari sekolah yang sama oleh Reyhan, menatap langkah Reyhan yang perlahan-lahan di kaki gunung.
Gadis itu tersenyum seringai. "Lucky, ini keberuntungan ku" dia melangkah menuju Reyhan.
....
Hingga akhirnya Reyhan istirahat di pos 2, Reyhan meminum air botol untuk menangkan dirinya.
"Sial, kenapa mereka selalu menatap kearah ku?" Batin Reyhan dengan agak kesal.
Berbagai iblis level 1, dan 2 selalu menatap Reyhan tanpa henti bahkan mengikutinya.
"Hei Reyhan kan?" Sapa orang tiba-tiba di sebelah Reyhan.
"Wuah!" Reyhan terkejut, ia menoleh bahwa itu adalah Zahra. "Eh Zahra? Kenapa kamu bisa ada disini?"
Zahra tertawa kecil. "Kamu juga bagaimana bisa ada disini?"
Reyhan tersentak lalu menggaruk kepalanya untuk menyangkal. "Tidak, aku hanya jalan-jalan saja"
Zahra tersenyum tipis, ia menatap iblis disana dan Reyhan. "Oh jalan-jalan ya, bagaimana kalau aku ikut kamu?"
Reyhan terkejut dan langsung menolaknya. "Tidak bisa, aku ada urusan sendiri"
Zahra memegang lengan Reyhan dengan manja. "Eh ayolah aku dan kamu kan sendirian jadi kenapa tidak bersama-sama saja?"
Reyhan berkedip beberapa kali karena malu, Zahra juga cantik apalagi dia pertama kalinya di perlakukan seperti ini.
"Uh baiklah"
"Hore!" Zahra tidak melepas tangan Reyhan namun menggandeng nya.
"Nah Reyhan ayo kita lanjut ke pos 3, harusnya pos 4 terakhir dari gunung Putri. Apalagi pos 3 jalannya cukup jurang jadi kita harus hati-hati"
Reyhan menghela nafas, menepuk wajahnya tak berdaya. "Kenapa malah jadi begini?"
Akhirnya mereka berdua menuju pos 3 di jalan yang cukup men-jurang dan berbahaya.
Namun saat di tengah perjalanan, keduanya menyadari bahwa ada yang aneh.
Iblis-iblis level 1, 2 tidak lagi mengikuti namun berhenti di tengah jalan seolah takut.
Reyhan, Zahra berhenti di tengah jalan karena merasakan energi gelap, pekat, penuh dendam, dan kesedihan.
"Huaaa tolong aku" sesosok iblis paruh baya dengan badan penuh aura gelap, merangkak dengan tali di lehernya seperti anjing.
Tidak hanya dia saja, beberapa iblis juga ada yang sama sepertinya.
Total ada 5 iblis merangkak dengan tali anjing di lehernya, mereka ber-aura level 3 dan 4 yang sangat berbahaya.
Namun Reyhan dan Zahra meneguk ludah dan berkeringat dingin karena satu sosok lagi.
Yaitu iblis yang membawa semua iblis merangkak itu, tubuhnya panjang 4 meter, kepalanya di bungkus kain, dengan rantai melilit leher, darah di matanya menembus kain.
Bagi mereka berdua mereka sudah merasakan aura level 5 yang sangat berbahaya bagi mereka.
Kini mereka tahu kenapa iblis level rendah itu tidak berani lebih jauh lagi.
Itu karena adanya iblis level 5 membudak level 3 dan 4 begitu mudahnya.
Untung saja iblis itu hanya lewat dan Reyhan serta Zahra dapat menarik nafas lega.
"Itu benar-benar membuatku takut" Zahra tertawa canggung. "Tiba-tiba saja ada yang menekan punggungku dan rasanya dingin disini"
Reyhan menoleh ke Zahra jika Zahra berkeringat dingin juga.
"Sial, sistem apa jangan-jangan kau mau aku membunuh nya?"
"Ya, host"