"Dad, biarkan aku melihat dunia luar. Aku sangat ingin menikmati masa remaja seperti gadis-gadis seusiaku" ucap Aurel.
"Enggak, Daddy tidak akan pernah mengizinkanmu keluar. Diluar sana banyak bahaya princess" ucap sang Daddy.
Aurellia Louisa Xavier, gadis manis berusia 16 tahun yang selalu di jaga dengan ketat oleh keluarganya.Sejak kecil, Aurel tidak pernah berada jauh dari keluarganya terutama kedua orang tuanya. Aurel selalu diperlakukan bak princess oleh keluarganya.Selain kedua orang tuanya, Aurel juga memiliki 4 kakak yang sangat sayang dan posesif padanya.
Bagaimana cara Aurel menghadapi sikap keluarganya yang sangat posesif padanya?.
ikuti terus kelanjutan cerita Aurel dan keluarga posesifnya ya 🤗 🙏 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bungabunga2929, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Daddy Dion dan yang lainnya sudah sampai dimana tempat Excel di tahan. Didalam, Excel terus berteriak meminta untuk di lepaskan.
"Kalian, cepat lepasin gue" teriak Excel.
"Diam kamu!".
"Asal kamu tahu, kamu itu udah melakukan kesalahan fatal dengan menculik nona Aurel".
"Sekarang lebih baik kamu berdoa agar keluarga non Aurel memberikan kematian yang tidak terlalu menyakitkan buat kamu" ucap anak buah Daren.
"Astaga, harus berapa kali gue bilang si. Gue itu bukan penculik. Asal kalian tahu, gue ini Excel Anderson. Satu-satunya pewaris keluarga Anderson".
"Lagipula apa menurut kalian wajah gue terlihat kaya penculik apa" ucap Excel.
"Udah diam gak usah bohong deh. Kita gak akan percaya dengan ucapan kamu itu" ucap anak buah Daren.
"Sial, kenapa mereka bisa gak percaya sama gue. Kalau aja mereka gak main keroyokan, gue pasti bisa kalah-in mereka" gumam Excel.
"Eh, tapi kalau dilihat-lihat lagi dia memang gak kelihatan seperti orang jahat. Apa mungkin yang dia katakan tadi itu benar".
"Jangan-jangan pemuda ini memang benar-benar pewaris keluarga Anderson" bisik salah satu anak buah Daren.
"Udah deh sebaiknya kita jangan mudah percaya. Masa dia bilang kalau dia itu pewaris keluarga Anderson kita langsung percaya gitu aja".
"Palingan dia juga cuma ngaku-ngaku. Udah deh sebaiknya kita gak usah dengerin ucapan dia" ucap temannya.
"Em yaudah deh, sebaiknya kita tunggu tuan Daren aja".
"Nah itu lebih baik, jangan sampai kita tertipu olehnya. Nanti yang ada nyawa kita bisa dalam bahaya".
"Woy kalian, ngapain bisik-bisik. Gue bilang lepasin!" teriak Excel yang sudah merasa sangat kesal.
Di luar, Daddy Dion dan yang lainnya baru saja sampai. Diego yang mendengar suara teriakan seseorang merasa sedikit familiar.
"Kok gue kaya kenal suara itu ya" batin Diego.
Anak buah Daren langsung membungkukan badannya melihat kedatangan tuan mereka.
"Selamat datang tuan" ucap salah satu anak buah Daren.
"Hem" ucap Daren.
Daren dan yang lainnya langsung masuk kedalam. Mereka semua sudah tidak sabar ingin memberi pelajaran pada orang yang sudah berani menculik kesayangan mereka.
"Brak!".
Dengan wajah dingin, mereka berjalan menghampiri Excel.
"Itu dia orangnya dad" ucap Daren.
Diego yang melihat siapa yang ada di ruangan tersebut langsung terkejut. Bagitu juga dengan Excel yang ikut terkejut saat melihat Diego.
"Excel/ Diego" ucap keduanya dengan kompak.
"Kamu kenal sama dia?" tanya Daddy Dion pada Diego.
"Gak kenal lagi dad, dia itu sahabatku" ucap Diego.
"Apa?" kaget Daddy Dion dan yang lainnya.
"Tunggu, dia beneran sahabat kamu Diego?" tanya Daren memastikan.
"Iya kak, dia itu Excel Anderson. Masa kakak gak kenal si" ucap Diego.
"Astaga, jangan-jangan ini hanya salah paham. Kalian, cepat lepaskan ikatannya" perintah Daddy Dion.
Anak buah Daren langsung melepaskan ikatan Excel sesuai dengan perintah. Melihat itu, dengan cepat Diego ikut membantu melepaskan ikatan pada tubuh Excel.
"Ada apa ini sebenarnya?".
"Kenapa Lo bisa ada disini si?" tanya Diego.
"Gara-gara dia tuh gue ada disini" ucap Excel menunjuk Daren.
"Gara-gara kakak gue?" ucap Diego.
"Iya lah. Udah cepetan sekarang bantu lepasin dulu ikatan sialan ini" ucap Excel.
"Oh iya, oke oke" ucap Diego yang langsung melepaskan tali yang mengikat Excel.
Keluarga Diego memang tidak mengenal siapa saja yang menjadi teman Diego. Selain itu Diego juga tidak pernah membawa teman-temannya datang ke mansion.
Setelah terlepas, Daddy Dion langsung menghampiri Excel.
"Sebenarnya ada apa ini?".
"Kenapa bisa kamu ada disini?" tanya Daddy Dion.
"Tanyakan langsung padanya. Dia yang sudah melakukan semua ini" ucap Excel.
"Daren, sekarang jelaskan. Kenapa bisa kamu menahan dia disini?" tanya Daddy Dion.
"Maaf dad, aku kira dia penculik. Aku gak tahu kalau dia itu sahabat Diego. Tadi saat di jalan aku melihat princess naik motor sama dia".
"Karena itu aku mengira dia itu orang yang sudah menculik princess" ucap Daren.
"Astaga Daren. Sekarang minta maaf kamu" perintah Daddy Dion.
"Tapi dad....".
"Daren!".
"Laki-laki di keluarga Xavier tidak akan pernah jadi pengecut. Kalau memang terbukti salah kamu harus berani minta maaf" ucap Daddy Dion.
"Yaudah iya iya".
"Sorry" ucap Daren.
"Apa?".
"Yang keras, gue gak denger nih" ucap Excel sengaja membuat Daren kesal.
"SORRY" teriak Daren dengan kesal.
"Oh" ucap Excel.
"Nama kamu Excel kan?" tanya Daddy Dion menghampiri Excel.
"Iya om" jawab Excel.
"Jangan-jangan kamu anak dari Edgar Anderson dan Elena Anderson ya?" tanya Daddy Dion.
"Iya, kok om tahu orang tuaku" ucap Excel.
"Iya kita sempat beberapa kali bertemu dalam urusan bisnis. Oh iya, atas nama keluarga Xavier om benar-benar minta maaf ya atas kesalahpahaman ini".
"Dan iya, terima kasih juga karena kamu udah menolong putri om" ucap Dion.
"Iya sama-sama om. Gak papa, yang penting sekarang semuanya udah jelas kan. Aku terbukti bukan penculik" ucap Excel menekankan kata penculik sambil menatap Daren.
Daren sendiri langsung memalingkan wajahnya dengan malas saat tahu Excel sedang menyindirnya.
"Cih, dasar kekanak-kanakan" gumam Daren.
"Oh iya, sebaiknya kamu ikut om ke rumah sakit. Kita obati dulu luka-luka kamu ini ya" ucap Daddy Dion.
"Eh gak usah om, aku gak papa kok. Oh iya, gimana keadaan Aurel, dia baik-baik aja kan?" tanya Excel.
"Em tadi saat om datang ke sini dia masih di rumah sakit dan belum sadarkan diri" ucap Daddy Dion.
Mendengar kondisi Aurel, Excel ingin melihat keadaannya secara langsung.
"Lebih baik aku ikut mereka aja ke rumah sakit deh. Biar aku bisa lihat keadaan Aurel" batin Excel.
"Eh iya om, kayanya aku memang harus ke rumah sakit buat obatin luka-luka ini deh. Kalau gitu boleh aku ikut om ke rumah sakit" ucap Excel.
"Boleh dong. Ayo" ajak Daddy Dion.
"Iya ayo" ucap Excel yang langsung berjalan mengikuti Dion.
Daren sendiri yang melihat sikap Excel merasa sedikit curiga.
"Kenapa aku merasa dia punya tujuan lain ke rumah sakit ya. Tunggu, jangan-jangan dia mau deketin princess lagi".
"Gak bisa, aku gak akan biarkan siapapun mendekati princess. Apalagi pria menyebalkan seperti dia" batin Daren.
Saat Daren akan berjalan pergi, tiba-tiba dirinya mendengar ponselnya berbunyi.
"Siapa si yang dari tadi telepon" gumam Daren.
Saat melihat banyak sekali panggilan dari Daniel, Daren langsung menghubungi balik nomor Daniel.
"Jangan-jangan terjadi sesuatu sama princess" batin Daren.
"Hallo, ada apa?".
"Princess baik-baik aja kan?".
"Apa terjadi sesuatu sama princess?" tanya Daren beruntun.
"Eits.... Tenang, princess baik-baik aja kok" ucap Daniel.
"Terus ngapain telepon kalau princess baik-baik aja" ucap Daren.
"Oh itu, kalian udah salah paham. Pemuda itu bukan penculik, justru dia yang menyelamatkan princess".
"Tadi princess sendiri yang bilang" ucap Daniel.
"Jadi princess udah sadar?" tanya Daren.
"Iya udah" ucap Daniel.
"Syukurlah, aku akan segera ke rumah sakit. Dan iya tentang pemuda itu kita semua juga sudah tahu kebenarannya. Dia itu memang bukan penculik, dia temannya Diego" ucap Daren.
"Apa?", jadi dia kenal sama Diego. Astaga, kita benar-benar udah salah paham sama dia" ucap Daniel.
"Ya gitulah. Udahlah kita bicarakan tentang itu nanti lagi. Sekarang aku mau cepat-cepat ke rumah sakit untuk melihat keadaan princes" ucap Daren yang langsung mengakhiri panggilan.
bagus sekali alurnya sama gak sabar nunggu bagaimana reaksinya saat pertama kali masuk kelas
akhirnya bisa sekolah umum ya😄