seorang gadis berparas cantik yang mempunyai sahabat lelaki dari kecil. gadis itu memiliki perasaan kepada sahabatnya itu. tetapi ia tak berani mengungkapkan perasaannya karna ia takut akan kehilangan sahabatnya itu.
dibalik itu gadis itu juga menyimpan luka yang amat dalam karna kehilangan setengah bagian dari dirinya yaitu kembarannya.
Kehidupannya benar benar di uji ketika calon suaminya yang bernotabe sahabatnya meninggalkan nya untuk selama lamanya.
Dan ia berusaha bangkit untuk masa depannya dan ia memutuskan menjadi seorang dokter.
Bisakah ia bangkit dan menggapai impiannya? Dan bisakah ia membuka hatinya untuk pria lain?
yukkkk kepoin. silahkan mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Natesya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencintai dalam diam
Setelah ujian kenaikan kelas yang dilaksanakan oleh setiap sekolah, maka berakhirlah proses pembelajaran untuk satu tahun ini dan akan memasuki tahun ajaran baru.
seperti tahun tahun sebelumnya, SMA ku pasti mengadakan touring keberbagai daerah dalam kota maupun luar kota. dan kali ini SMAku akan tour keSumatra barat.
disana kami akan melakukan penjelajahan selama kurang lebih 3 atau 4 hari untuk menenangkan pikiran karna telah menjalani proses pelajaran selama setahun ini.
"yessss gue suka banget nih tour kayak beginian" ujar mona setelah mendapat pengumuman dari pak bambang selaku wali kelas kami.
aku hanya mengangguk dan tersenyum melihat mona yang sangat bahagia.
"jadi kita harus siap siap nih dari sekarang. al gue mau beli persiapan buat besok. lu ikut ga? " ujar mona padaku.
"iya gue ikutlah. lagian kan gue juga mau beli perlengkapan nya" jawabku setuju
"yeyyy, lu ikut ga rak" tanya mona beralih kepada raka. raka mengangguk dan sambil menatapku.
"ali lu ikut juga ga? " tanya mona lagi
"hmm iya gue ikut" jawabnya sambil tersenyum.
berjalannya waktu, aku tak membenci Ali lagi dan begitu juga raka. raka saat ini tak bersikap sinis lagi pada ali. walaupun begitu, aku tetap menjaga jarak pada ali.
***
hari yang dinanti pun tiba. perjalanan kami dimulai pada sore ini.
setelah mendengar pengumuman dari panitia, kami pun segera menaiki bus yang telah disiapkan.
aku pun mencari nomor bangku yang ku dapat dari undian yang diberikan raka, setelah menemukan nya aku pun meletakkan tasku ke tempat yang telah disediakan bus ini. merasa kesusahan akhirnya ali datang membantuku. aku hanya terdiam dan begitu juga dengannya.
semenjak kejadian ditaman itu, ali sama sekali tak menggangu ku lagi. ia terlihat lebih cuek dan dingin. setelah membantuku, ia berjalan kearah belakangku dan segera duduk. aku hanya diam memperhatikannya sekilas dan segera duduk dibangku ku. aku masih penasaran mona duduk dimana dan raka duduk dimana.
tak beberapa lama mona menghampiriku, aku tersenyum " mon kita berdua kan yang duduk disini? " tanyaku berharap mona yang akan duduk disampingku.
ia menggeleng " maaf al gue dapat nomor urut 17 dan gue udah nemuin kursinya" jawabnya tak bersemangat
"terus lu satu bangku sama siapa? "
"tuh sama Ali, sorry ya kita pisah" jawabnya lagi sambil berdiri meninggalkan ku. aku hanya mengangguk.
setelah mona duduk dikursinya, pak bambang dan raka pun masuk kedalam bis. mereka memastikan berapa orang yang ikut dalam tour kali ini. setelah itu raka berjalan kearahku "woi ngelamun aja lu" ujar raka sambil duduk disampingku.
"lu duduk disini rak? " ucapku tanpa menghiraukan ucapannya
"lah terus dimana lagi"
"gue kirain lu dibus yang lain" ujarku memanyunkan bibir tipis ku
ia tersenyum " ga lah gue mau jagain lu" ujar raka sambil memberikan antimo padaku.
"nih minum antimonya, gue tau lu pasti belum minum tuh obat. gue ga mau ya kenak muntah lu ntar" sambungnya
aku pun tersenyum dan mengambil obat itu tanpa pikir panjang aku langsung meminumnya.
setelah setengah jam, obat itu pun bereaksi dan rasa ngantuk pun datang "kalau lu ngantuk, tidur aja al" ujar raka. aku hanya mengangguk dan mempererat jaket yang ku kenakan karna udara tampak mendung dan sepertinya akan turun hujan.
Raka yang melihatku kedinginan segera melepas jaketnya dan menyelimutiku. aku kembali tersenyum dan segera memasuki alam pimpiku.
Raka POV
aku melihat jam yang menggantung dipergelangan tanganku waktu sudah menunjukan pukul 12 lewat 10 menit namun mata ku enggan untuk tertutup. aku melirik teman temanku, mereka sudah berada dialam mimpinya masing masing begitu jugak dengan Alena disampingku. ia menyandarkan kepalanya kepundak ku dan mengepitkan tanganku erat seakan tanganku itu gulingnya. kaki ia naikkan keatas kursi dan badannya menghimpit kaki nya. tampak begitu nyaman dan tentram diwajah polosnya. aku pun menyunggingkan senyum dan cukup menikmati pemandangan yang kulihat.
ku buka gorden bus disamping alena dan aku melihat hujan rintik rintik yang jatuh menimpa kaca bus dan menambah rasa dingin cuaca dimalam hari ini. segera ku tutup gorden itu dan kembali memperhatikan wajah cantik alena.
"kenapa semakin hari kamu tambah cantik al" batinku
"maaf al, aku mempunyai perasaan lebih dari sahabat kepadamu. aku ga berani untuk mengungkapkannya, aku takut jika kamu tak bisa menerimaku dan kamu akan menjauh dari sisiku. maaf al maaf kan aku" sambungku lagi.
tak terasa tanganku mengelus pucuk kepalanya alena, ia hanya mengeliat kecil dan sedikit terganggu akibat ulahku. aku pun tersenyum tanpa sadar mengecup pucuk kepalanya pelan.
"maaf al, aku mencium kepalamu. aku terlalu pengecut untuk mengungkapinnya dan aku sangat takut kehilangan kamu. percayalah aku sangat mencintaimu dan biarkan aku mencintaimu dalam diam" batinku
menyandarkan kepalaku dipucuk kepala alena dan segera memasuki alam mimpi.
***
mohon bantu vote dan comentnya ya gaes jika kalian suka sama cerita autor ini dan biar author makin semangat up ceritanya.
please jika kalian tidak suka mohon tidak meninggalkan coment yang negatif. itu sangat menganggu author.
thankss gaes
love u more