Blurb:
Ketika seorang ibu pengganti meninggal tragis saat melahirkan putranya, Jasper Jones, sang CEO miliuner itu mencari ibu susu untuk putranya.
Di tengah seleksi, muncul Chloe Miller—yang ternyata merupakan sahabat dari sang ibu pengganti.
Chloe adalah seniman muralis dari Brooklyn, berjiwa bebas dan penuh warna, dan dengan sadar ingin menyusui putra sang sahabat meskipun dia belum pernah punya anak.
Dia menawarkan untuk menyusui anak yang bukan darah dagingnya, melalui induced lactation, untuk menyelamatkan bayi sang sahabat yang lahir prematur.
Kontrak itu akhirnya disepakati. Chloe hanya ingin membantu, Jasper hanya ingin yang terbaik untuk putranya.
Namun, setiap cairan susu yang diberikan Chloe bukan hanya berisi nutrisi, tapi juga kelembutan yang tak pernah dikenal bayi itu.
Dan setiap aturan ketat Jasper perlahan luluh oleh tawa Chloe, oleh caranya mengajarinya mengganti popok sambil menari, oleh cara dia melihat putranya bukan sebagai penerus bisnis, tetapi sebagai sinar kecil yang perlu dicintai.
Perasaan mulai terjalin, lebih kuat dari kontrak yang telah disepakati. Tetes demi tetes, Chloe tak hanya memberi kehidupan pada bayi itu, tapi juga mencairkan es di hati Jasper.
Namun, bisakah hubungan yang dibangun dari formula duka dan susu yang diinduksi, bertahan di dunia nyata yang penuh dengan perbedaan kelas dan masa lalu yang kelam?
THE MILK CONTRACT: Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terduga, ikatan yang kuat, dan cinta yang tumbuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
Hari-hari mulai mengalir pelan dalam kebahagiaan. Chloe terbangun setiap pagi dengan desahan ringan Jonas di sampingnya, bayi mungil berusia delapan bulan yang wajahnya adalah tiruan sempurna Jasper dalam versi mini.
Keseharian mereka diisi dengan tumpahan mainan, tawa cekikikan Jonas yang mengejar bola, aroma kopi pagi Jasper, dan pancake lezat yang selalu berhasil dibuat Chloe setiap akhir pekan.
Bahagia. Itu kata yang terasa pas bagi situasi mereka sekarang. Chloe, dengan rambut cokelatnya yang sering diikat sembarangan, menemukan kepuasan terdalam dalam perannya sebagai ibu.
Punggungnya pegal, matanya sering berkantung, tapi hatinya bahagia. Jasper, dengan ketenangannya dan pengendaliannya, adalah partner yang sempurna.
Pria itu selalu ada, dengan pelukan diam-diam dari belakang saat Chloe mengganti popok Jonas, dengan pijatan lembut di pundak setelah hari yang panjang ketika Jonas rewel.
Mereka adalah tim. Hari-hari berlalu debgan indah. Hingga kalender di dapur menunjukkan sebuah lingkaran merah pada tanggal itu. Ulang tahun Chloe yang ke-26.
*
Sehari sebelumnya, Jasper terlihat sibuk. “Ada meeting proyek baru mendadak di luar kota. Mungkin aku pulang agak malam, Baby,” ujarnya sambil mencium kening dan bibir Chloe yang sedang menyuapi Jonas bubur.
“Hati-hati. Kau bersama supir, kan? Jangan menyetir sendiri,” kata Chloe sedikit khawatir.
“Ya, aku akan hati-hati.” Jasper mencium kening dan pipi gembul Jonas.
“Bye, My Love,” ucapnya lagi pada Chloe hingga wanita itu terlihat tersanjung dengan sebutan baru itu.
Chloe mengangguk, senyum kecil mengembang. Dia tak banyak berharap. Ulang tahun bukanlah hal besar baginya selama ini. Kehadiran Jonas di tahun ini sudah menjadi hadiah terbesar dalam hidupnya, ditambah dengan hadirnya Jasper yang menjadi pemilik hatinya.
*
*
Malam itu, Chloe menidurkan Jonas dengan cerita tentang kelinci. Bocah kecil itu tertidur lelap, boneka beruangnya tertempel erat di dadanya.
Chloe merapikan kamar meskipun pelayan sudah melakukannya tiap hari. Pukul sebelas lebih, Jasper belum juga pulang. “Mungkin dia menginap di hotel malam ini.”
Chloe pun bersiap untuk tidur.
Tepat pukul 11.55, lampu kamar padam. Chloe terkejut, membalikkan badan. “Siapa itu? Honey? Kaukah itu?” tanyanya ketika suara pintu terdengar terbuka.
“Jangan bergerak,” suara Jasper terdengar lembut dari pintu. Kemudian, cahaya lilin kecil muncul.
Di tangannya, ada sebuah kue kecil sederhana, bulat, dilapisi buttercream putih dan dihiasi satu buah stroberi dan lilin angka 26 yang menyala.
“Selamat ulang tahun, Sayangku,” ucap Jasper, matanya berbinar-binar di depan cahaya lilin.
Chloe terduduk di tempat tidur, tangan menutupi mulut. “Kau … kau bilang ada pekerjaan ke luar kota.”
“Pekerjaanku malam ini adalah membuatmu tersenyum,” jawab Jasper, duduk di tepi tempat tidur. “Ayo, tiup lilinnya. Tepat pukul dua belas.”
Chloe meniup lilin itu tepat ketika jarum jam di dinding menunjuk angka dua belas. Detik-detik kebahagiaan sederhana yang terasa begitu sentimental. Ruangan gelap lagi, hanya cahaya lampu dari balkon.
“Thank you. I love you,” bisik Chloe tersenyum dan membuat Jasper mengecup bibirnya lagi.
“I love you too,” jawab Jasper.
“Potong kuenya,” pinta Jasper dengan suara berbisik, menyerahkan pisau kue plastik kecil.
Dengan hati bahagia, Chloe menyentuhkan pisau itu ke tengah kue yang cukup mini itu.
Tapi, ada sesuatu yang keras. Bukan aksesoris kue. Dia mengerutkan kening, mengorek sedikit kue dengan jarinya. Di balik lapisan kue dan krim, ada bungkus plastik bening kecil. Jantungnya berdetak lebih cepat.
“Apa ini?” tanyanya, suaranya hampir tak terdengar.
Jasper tak menjawab. Dia hanya menatap.
Dengan jari gemetar, Chloe mengambil bungkusan plastik itu, membukanya. Sebuah cincin jatuh ke telapaknya.
Cincin berlian. Cincin itu sederhana, dikelilingi oleh berlian-berlian mini yang seperti bintang-bintang. Batu itu tampak seperti warna mata Jonas.
Dulu aja gengsi mengakui perasaan cintanya pada Chloe😄
Dan skrg Jasper Chloe sudah punya 3 Anak lelaki😊
Tinggal menunggu kisah Jonas versi dewasa kak Zarin 🙏