“Lepasin gueee...!” ujar Luna dengan sangat geram menatap nanar ke arah Leon. Pria itu telah terpengaruh obat afrodisiak dosis tinggi yang sengaja di berikan oleh Hana tunangannya.
“Aku.... juga tidak mau melakukan hal ini. Tapi ini sangat menyakitkan, aku... mohon... bantuanmu... kamu tentunya sudah biasa melakukan ini. Aku akan bayar...uuugh... berapa pun nanti” Leon kembali membungkam bibir pink natural Luna dengan menciumnya dengan penuh hasrat.
Luna memberikan perlawanan, namun kedua tangannya di pegangi kuat dan tubuh Leon menekan kakinya membuat Luna tidak bisa bergerak banyak. Pistol di tangannya sudah di buang jauh dari jangkauan Luna oleh Leon, dia benar-benar kewalahan mendapat serangan mendadak dari Leon.
Kembali Luna melakukan perlawanan dengan melakukan upaya terakhirnya.
Apakah Luna akan berhasil mempertahankan kehormatannya? Akankah Leon berakhir di tangan Luna yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran? Ikuti terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacasakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 16
Hal ini Kiandra lakukan Untuk mengantisipasi orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dan menjebak Luna.
“apakah masih ada yang harus saya lakukan lagi nona Kia?” tanya Jason.
“hmmm... untuk saat ini kelihatannya, nggak. Kamu udah boleh istirahat sekarang” ujar Kiandra kembali duduk di depa layar monitor nya.
***
Sementara itu Alex sedang bersiap-siap, memakai setelan kemeja miliknya. Dia menatap jam yang menunjukkan pukul lima tiga puluh lima pagi, tidak lupa dia membawa file-file penting serta laptop miliknya. Saat akan membuka pintu dia terkejut melihat body guard Leon berdiri hendak mengetuk pintu.
“maaf tuan Alex.... Saya kemari ingin melaporkan tentang... Tentang...” body guard itu terlihat ragu-ragu.
Mau tidak mau body guard itu menjelaskan pada Alex tentang temuan mereka, dia memilih melaporkan terlebih dahulu ke Alex dari pada langsung ke Leon. Dia dengan para rekannya berusaha dan mengambil kopian CCTV saat Luna juga Leon bersitegang, namun saat melihat rekaman CCTV itu ternyata hanya menampilkan layar hitam saja alias rusak. Mereka berusaha untuk memulihkan kembali dengan meminta IT yang bekerja di hotel itu, tapi orang di balik rusaknya CCTV itu sangat pintar dan hebat.
“maksud kalian ada yang menyabotase CCTV hotel ini?” tanya Alex menatap body guard dari balik kaca matanya.
“ benar tuan Alex, kami terus berusaha untuk memulihkan kembali. Berharap ada beberapa rekaman tuan muda dan Perempuan itu, tapi semuanya bersih. Sepertinya orang yang menyabotase ini sangat pintar dan lihai” ujar body guard itu kembali. Alex terdiam sejenak berpikir keras bagaimana cara menyampaikan kegagalan orang-orang mereka pada Leon, dia sangat hafal bagaimana tabiat Leon yang tidak menyukai kegagalan.
Alex tampak berkeringat dingin dan menelan ludah dengan susah payah, membayangkan sosok iblis yang keluar dari Leon saat nanti mengetahui laporannya.
“ka ka... kalo begitu kamu ke resepsionis sekarang, kamu tentunya masih mengingat bagaimana wajah perempuan yang bermasalah dengan tuan muda. Perhatikan satu-persatu tamu yang check out, saat kamu melihat perempuan itu segera tahan. Kamu perlihatkan juga foto ini pada resepsionis agar mereka mengingat dan segera melaporkannya kepada ku” ujar Alex ikut gugup, dia meraih ponsel di saku jas miliknya mengirimkan foto Luna yang di ambil secara diam-diam.
Dia melangkah keluar dari kamarnya menuju lift, bodyguard itu membantu Alex menekan tombol menuju lantai kamar Leon yang berada satu lantai diatas kamar Alex.
“baik tuan Alex, perintah anda akan saya laksanakan” ujar bodyguard menatap Alex yang masuk ke dalam lift. Pintu lift menutup meninggalkan body guard yang terlihat khawatir dengan nasib Alex.
Semoga anda selamat tuan Alex.... jika anda mati penasaran, ha... hantui saja tuan muda... gumam Bodyguard berdoa dalam hati.
Alex tampak ragu-ragu keluar dari lift, pintu lift sudah sedari tadi terbuka tapi di tahannya.
Huff... aku harus menghadapi apa yang terjadi.... tapi bagaimana jika tuan muda tidak senang dengan apa yang aku laporkan... mau tidak mau aku harus tetap ke kamar tuan muda... gumam Alex dalam hati, menghirup nafas panjang lalu melepaskannya.
Alex Mengumpulkan keberanian untuk melangkah menuju kamar Leon, di depan kamar Leon ada beberapa body guard yang menjaga pintu masuk.
Mereka saling bertatapan saat melihat Alex yang ragu-ragu keluar dari Lift.
“tuan Alex kenapa?” tanya salah satu body guad itu pada temannya.
“mungkin tuan Alex sakit perut karena salah makan?” ujar body guard lainnya menjawab asal-asalan pertanyaan itu.
“ngasal aja kamu, nggak lihat apa tuh tuan Alex kliatan ragu-ragu dan takut. Apa mungkin dia melakukan kesalahan?” Body guard itu memperhatikan raut wajah Alex yang tertekan.
“sepertinya... mungkin hari ini menjadi hari yang panjang buat kita”
Para body guard itu memasang wajah datar menatap ke arah Alex yang sudah di depan pintu kamar Leon.
“tu...tu...tuan muda sudah bangun?” Alex semakin gugup.
“sepertinya...” belum selesai body guard itu berbicara pintu kamar itu terbuka.
Ceklek....
Leon berdiri dengan setelan rapi, dia terlihat sangat tampan dan berkarisma. Alex dan para body guard termenung menatap maha karya yang sempurna di depan mereka, seakan terkena radiasi ketampanan Leon mereka berdiri seperti patung di depan pintu kamar menghalangi Leon untuk keluar kamar.
“ apa aku menggaji kalian hanya untuk menatapi ku?” Leon terlihat sangat tidak senang, aura dingin mencekam keluar mengintimidasi mereka.
Alex dan para body guard tersadar segera menyingkir dari depan pintu, Hana tersenyum seolah menertawakan mereka mengikuti Leon. Hana berusaha mengiringi langkah Leon yang lebar menuju lift.
“sayaang... kita akan sarapan di mana hari ini?” Hana kembali melancarkan usahanya bersikap manja dan memasang wajah yang menurutnya cute.
Leon berhenti sejenak menatap ke arah Hana, tatapan itu sangat tajam dan menusuk. Dia lalu melihat ke arah body guard dan Alex yang berjalan di belakang mereka.
“kamu...(menunjuk ke arah salah satu body guard tepat di samping Alex) temani nona Hana untuk sarapan pagi di restoran bawah” ujar Leon berjalan lebih dulu di ikuti segera oleh Alex.
“baik tuan muda” Body guard yang di tunjuk Leon segera berdiri di belakang Hana, dia menunggu perintah selanjutnya dari Hana.
Mulut Hana terbuka lebar tidak percaya dengan apa yang di katakan Leon, dia sudah berdandan dan memakai pakaian elegan tampilan sangat sempurna menurutnya. Masih tetap tidak bisa menarik perhatian Leon, dia melihat Leon yang masuk ke dalam lift bersama dengan Alex dan body guard satunya lagi. Pintu lift tertutup, Hana sempat melihat wajah datar Leon yang tidak memperlihatkan ekspresi apa pun.
Breng**k... bisa-bisanya dia merendahkan aku seperti ini. Dia bahkan menyuruh kacungnya menemaniku sarapan sendirian, lihat saja Leon Alden suatu saat kamu akan berada di kaki dan menyembah ku gumam Hana dalam hati, dia menatap kesal ke arah body guard yang berdiri di belakangnya.
Alex tampak kebingungan harus mengatakan laporan yang di dapatnya atau tidak. Kebingungan Alex langsung di ketahui oleh Leon yang melihat pantulan bayangan Alex di pintu lift yang tertutup.
“bagaimana dengan perempuan itu?” Leon mengeluarkan ponselnya, menatap layar itu sambil menanti penjelasan dari asisten pribadinya.
“ itu... tuan muda...ma ma maafkan saya tuan muda.... rekaman CCTV saat anda bersitegang dengan gadis itu sama sekali tidak kami dapatkan” ujar Alex ragu-ragu.
“Tidak dapat? Apa ada yang berani menghalangi kalian untuk memeriksa CCTV?” Leon masih menatap ponselnya.
“tidak tuan, maksud saya rekaman CCTV sepertinya ada yang menyabotase sehingga rekaman seharusnya di dapatkan dalam keadaan rusak. Mereka sudah berusaha untuk memperbaiki, tapi orang di baliknya sangat pintar dan lihai. Selain merusak dia juga menanam virus yang rumit” jelas Alex, dingin dan mencekam.
Aura dalam lift itu berubah drastis menjadi sangat dingin, sedingin dengan reaksi Leon saat ini. Mata tajam itu semula menatap layar ponsel kini menatap ke arah pintu lift yang mengkilat memantulkan bayangan Alex.
“jadi kamar dimana perempuan itu menginap sama sekali tidak kalian ketahui?” Leon tampak tidak senang dengan laporan Alex.
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
tetap sehat
dan terus berkarya tor
lanjut up lagiiii....🙏♥️
tangguh