Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.
Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?
Penasaran ?, ikuti terus kisah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 15. Kedatangan Tamu
**Hai Readers, maaf kalau sampai part ini Yasmin dan Yudha belum kenal, sabar ya beberapa part lagi mereka kenalan kok.
Selamat Membaca** 🥰🥰🥰
Di kediaman Dimas Aji Dewantara, seorang wanita paruh baya sedang sibuk mematut dirinya di depan cermin, saking fokus dengan penampilannya ia sampai tidak menyadari kehadiran sang suami dalam kamarnya.
"Cantik," satu kata terlontar dari mulut sang suami.
Mendengar suara yang sangat ia kenal, mama Dewi pun langsung menoleh ke asal suara.
"Papa ! sejak kapan Papa di situ? tanya mama Dewi.
"Hehehe, sejak Mama ganti baju," ucap Pak Dimas menggoda istrinya.
"Lagian Mama dandan lama bener, kita kan cuma bersilaturahmi dengan keluarga Danu, bukan mau ke kondangan. Mama pakai baju apa aja cantik kok"
"Tapi penampilan itu penting, Pa, apa kata orang istri seorang Dimas Aji Dewantara penampilannya biasa - biasa saja," ucap bu Dewi membela diri.
"Iya, iya, Nyonya Dimas Aji Dewantara yang paling Cantik, paling oke. Sudah yuk berangkat nanti kesorean lagi," ajak pak Dimas pada istrinya untuk berkunjung ke rumah Danu.
"Oke, Papa let's go, I am ready!, balas Bu Dewi dengan nada centilnya. Meskipun sudah berusia lima puluh lebih gaya ibu dua anak ini tetap trendy ditunjang dengan bentuk tubuh yang proporsional dan wajah yang masih terlihat muda dari umur yang sebenarnya. Selalu bersikap ramah dan ceria.
Setelah kurang lebih menempuh satu jam perjalanan, pasangan suami istri paruh baya itu sudah sampai di rumah pak Danu, mereka memang tidak memberi tahu sebelumnya karena pak Dimas ingin memberi kejutan pada sahabatnya.
"Assalamualaikum,"
"Waalakumsalam," terdengar sahutan dari si tuan rumah.
"Cari siapa ya, Pak?" tanya Andre yang ternyata yang membukakan pintu.
"Oh, maaf, Nak. Apa benar ini rumah pak Danuarta Wibisana ?" tanya pak Dimas memastikan.
"Benar, Bapak siapa cari ayah saya?" tanya Andre.
"Saya Dimas teman lama ayah kamu, kemarin kebetulan kami bertemu di rumah sakit pas ibu kamu operasi," jelas pak Dimas.
Mendengar penjelasan Pak Dimas, Andre mempersilahkan tamunya masuk dengan sopan. Andre juga sedikit tertegun dengan penampilan Pak Dimas dan Istrinya. Busana yang mereka kenakan seperti dari brand ternama yang pasti harganya wow. *P*enampilan teman ayah sepertinya orang kaya dan aura kewibawaannya kentara sekali, siapa sebenarnya mereka?, dan dari mana ayah bisa punya teman se-kece ini". batin Andre mengagumi penampilan Pak Dimas dan Ibu Dewi.
"Oh, ya Pak, Bu silahkan duduk dulu!. Saya panggil ayah dulu," ucap Andre sopan.
Tak lama kemudian munculah pak Danu ruang tengah
"Dimas!, seru Pak Danu kaget melihat kedatangan teman lamanya yang tiba-tiba.
"Kok, nggak kasih kabar sih Dim kalau mau ke sini?, untung aku nggak lagi pergi," tanya pak Danu dengan tersenyum.
"Kalau kasih tahu dulu nggak surprise dong," jawab pak Dimas.
"Aku cuma nggak ingin kamu kecewa, sudah datang jauh - jauh aku malah nggak ada di rumah. Ngomong-ngomong ada perlu apa tiba tiba ke sini?"tanya pak Danu menyelidik.
"Ah, cuma silaturahmi saja sekalian mau jenguk istrimu, sudah pulih apa belum. Sekalian juga melanjutkan obrolan kita dirumah sakit dulu," jawab pak Dimas.
"Oalah aku kira ada hal yang sangat penting. Ini istrimu Dim kok nggak dikenalkan?" tanya pak Danu.
"Oh, iya aku sampai lupa kalau bawa Istri ke sini, ha...ha...," jawab pak Dimas sambil tertawa.
"Iya nih, Papa, keasyikan ngobrol sama teman lama istrinya di cuekin. Tahu begini tadi Mama nggak usah ikut aja," sahut bu Dewi cemberut.
"Mama jangan ngambek dong, kalau Mama nggak ikut ke sini nggak bisa ketemu calon mantu kita dong," canda pak Dimas.
Mendengar candaan pak Dimas, pak Danu sedikit kaget, "calon mantu, apa maksud perkataan Dimas?" batin Pak Danu.
Di sela-sela obrolan mereka terdengar suara sapaan seseorang berjalan menuju ruang tamu.
"Eh, ada tamu agung, kok Ayah nggak kasih tahu Bunda sih?" tegur bu Ratna.
"Baru mau Ayah panggil Bunda sudah kesini," balas pak Danu.
"Mas Dimas, apa kabar?" sapa bu Ratna ramah.
"Baik, Mbak, Mbak sendiri gimana keadaannya?" tanya balik pak Dimas kepada Bu Ratna.
"Ya, Alhamdulillah, Mas sudah mendingan cuma kadang masih ngilu," jawab bu Ratna.
"Oh, kenalkan ini, Istriku Dewi," ucap pak Dimas mengenalkan istrinya.
Bu Ratna mengulurkan tangannya menyalami bu Dewi sambil menyebut nama masing-masing.
"Dewi"
"Ratna"
"Kenapa dianggurin sih, Bund?, dimana Yasmin, suruh dia buat minuman!"suruh pak Danu.
"Iya, Yah, Yasmin tadi habis cuci piring di dapur kelihatannya. Sebentar Bunda panggilkan," ucap Bu Ratna yang langsung berdiri mencari putrinya.
Tak lama kemudian Bu Ratna kembali bergabung di ruang tamu. Di susul Yasmin mengekori di belakang sambil membawa minuman dan beberapa makanan kecil untuk di suguhkan.
Setelah meletakkan minuman dan makanan kecil, Yasmin menyapa kedua tamu orang tuanya itu.
"Mari silahkan, Om, Tante, silahkan diminum, maaf hanya seadanya!" ucap Yasmin sopan.
"Tidak apa-apa, Nak. Om dan Tante jadi ngerepotin nih," balas pak Dimas lembut.
"Oh, jadi ini yang namanya, Yasmin," sahut Bu Dewi sambil tersenyum.
"Duduk lah, Nak Yasmin, Om juga ingin ngobrol denganmu," pinta pak Dimas.
"Ya, Om."
Yasmin pun ikut duduk di sebelah Bundanya dengan malu-malu.
"Nak Yasmin, sudah kerja apa kuliah?" tanya Bu Dewi ramah.
"Saya sudah kerja, Tante. Jadi guru SMP, tapi saya juga masih meneruskan kuliah, Tante," jawab Yasmin.
"Jadi guru di SMP mana?" tanya Bu Dewi lagi.
"Jadi guru di SMP Gemilang Tante," jawab Yasmin.
"Lalu nerusin kuliah dimana?" tanya Bu Dewi.
"Saya meneruskan kuliah di Universitas Nusa, Tante," jawab Yasmin.
"Universitas Nusa !" seru Bu Dewi.
"Memang kenapa, Tante ?" tanya Yasmin penasaran karena ekspresi terkejut yang ditunjukkan Bu Dewi.
"Tidak apa-apa, kebetulanTante dosen di sana juga, tapi nggak pernah lihat kamu," jawab Bu Dewi.
"Tante, mengajar fakultas apa?", tanya Yasmin.
"Tante mengajar di fakultas hukum," jawab Bu Dewi.
"Kalau saya fakultas ilmu pendidikan jurusan geografi, Tante. Saya masuk kelas non-reg," jelas Yasmin
"Oh, pantes nggak pernah ketemu wong fakultasnya beda. Mama ini ada-ada saja," potong pak Dimas sambil tertawa.
Mendengar omongan Pak Dimas semua orang di ruang tamu itu tertawa.
"Nak Yasmin!" panggil Pak Dimas
"Ya Om," jawab Yasmin.
" Om, mau tanya apa kamu sudah punya pacar belum?" tanya pak Dimas dengan nada serius.
"Belum, Om," jawab Yasmin jujur.
"Memang kenapa, Om kalau saya belum punya pacar?, tanya Yasmin.
"Begini, Nak, sebelumnya Om mau minta ijin orang tuamu dan juga persetujuan mu. Om ingin mengenalkan mu sama putra Om siapa tahu kamu berjodoh," ucap pak Dimas yang begitu mengagetkan keluarga Pak Danu. Sekarang Pak Danu mengerti dengan ucapan Pak Dimas, "bertemu calon mantu."
"Apa, Om!, dikenalkan?, di jodohkan begitu maksudnya?" ucap Yasmin kaget bercampur bingung.
"Bukan di Jodohkan, Nak, dikenalkan!" jawab Pak Dimas menekankan kata dikenalkan.
Kini Bu Dewi yang mengambil alih pembicaraan.
"Nak Yasmin, kita berencana mengenalkanmu pada putra Tante. Kalian coba bertemu dulu, berteman dan saling mengenal. Kalau kalian cocok ya lanjut kalau tidak ya tidak apa-apa. Kalian masih bisa berteman meski tak berjodoh menjadi suami istri," ujar Bu Dewi memberi pengertian pada Yasmin.
"Bagaimana, Nak Yasmin, kamu setuju!" tanya Pak Dimas dengan mimik penuh pengaharapan.
Yasmin memandang kedua orang tuanya, seolah minta persetujuan dan orang tua Yasmin hanya menganggukan kepala tanda menyetujui rencana pak Dimas dan istrinya.
"Baiklah, Om, saya setuju, tapi hanya kenalan saja 'kan, Om nggak di jodohkan?" tanya Yasmin sambil takut-takut.
Pak Dimas yang mendengar jawaban Yasmin dan melihat mimik wajahYasmin bernafas lega. Kemudian Pak Dimas tertawa.
"Kenapa, Om tertawa apanya yang lucu?" tanya Yasmin heran.
"Nak Yasmin, Om tahu apa yang kamu pikirkan, pasti kamu berfikir seperti apa putraku sampai aku mencarikan jodoh untuknya"
" Hadeww kok, Om Dimas tahu apa yang aku pikirkan sih kayak paranormal saja", batin Yasmin.
"Tenang saja, putraku tidak jelek dia sangat tampan dan pekerjaannya sudah sangat mapan. Dia pria idaman wanita, seperti Om ini. Haa...haa...," jelas Pak Dimas ditambah dengan kalimat candaan yang membuat sang istri mendaratkan cubitan di pinggangnya.
"Ih, Papa, apaan sih narsis banget, malu tau!" ucap bu Dewi kesal.
"Auwww sakit, Ma," Pak Diamas meringis mendapat cubitan ganas dari istrinya.
Pak Danu, Bu Ratna dan Yasmin tertawa melihat tingkah dua tamunya itu. Mereka tidak menyangka di balik wajah tegas Pak Dimas dia adalah sosok yang menyenangkan dan humoris.
"Bagaimana, Danu kita deal ya mengenalkan putra putri kit" tanya pak Dimas memastikan.
"Kalau, Yasmin setuju kami juga setuju. Semoga pertemuan mereka nanti berjalan baik. Apapun akhirnya bisavmenjadi sebuah kebaikan," ucap pak Danu bijaksana dan ucapannya itu di amini semua orang di ruangan itu.
" Aamiin," ucap semua orang di ruangan itu.
_____________________________________________
Hai Readers, makin dekat ya kisah cinta Yasmin dan Yudha, penasaran yuk kepoin terus di episode selanjutnya.
Minta Like, vote and coment nya ya , biar Author tetap semangat nih nulisnya.
Thank You 🙏🙏🙏
I LOVE YOU ALL 🥰🥰🥰
Bersambung ....