NovelToon NovelToon
Obsesi Raviel

Obsesi Raviel

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Ibu Mertua Kejam / Pernikahan Kilat / Hamil di luar nikah / Mafia / Iblis
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: his wife jay

....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon his wife jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kecewa

...SELAMAT MEMBACA ...

Bacanya pelan-pelan ya, soalnya bab ini agak sedikit

Udara pagi itu terasa begitu mencekam. Kicau burung yang biasanya menenangkan justru terdengar seperti gangguan, sementara angin tanpa izin menyelinap masuk ke dalam rumah Nara, membawa dingin yang merayap sampai ke tulang.

Di ruang keluarga rumah itu, tatapan-tatapan dingin saling beradu.

Nara duduk dengan kepala tertunduk, jemarinya memilin ujung bajunya tanpa sadar. Dadanya sesak.

Harusnya aku nggak ada di posisi ini, batinnya getir.

Harusnya aku hidup seperti gadis-gadis lain di luar sana. Bebas. Bahagia.

Bunda Amara masih belum bisa menerima kenyataan bahwa pria yang menghamili anaknya adalah seseorang yang terpandang—seorang pria dengan kekayaan dan status yang mudah menarik perhatian publik. Di dalam kamar Nara tadi, Bunda Amara meluapkan amarahnya. Alasannya klasik, tapi menusuk.

Bagaimana jika kabar ini menyebar?

Bagaimana jika orang-orang menuduh mereka sengaja memanfaatkan kekayaan keluarga Raviel?

Bagaimana jika nama baik mereka hancur?

Semua ketakutan itu berputar di kepala Bunda Amara tanpa henti.

“Bagaimana, apakah Anda setuju dengan pernikahan Nara dan Raviel yang akan diselenggarakan satu minggu lagi?” tanya Daddy Victor, suaranya tenang namun tegas.

“Satu minggu?” Bunda Amara mengerutkan dahi. “Bukankah itu terlalu cepat?”

“Lebih cepat lebih baik,” jawab Daddy Victor. “Ini bisa menghindari omongan tetangga.”

“Ya,” Raviel ikut bersuara, nada suaranya terdengar seolah penuh kepedulian. “Kalau ditunda, Nara bisa jadi bahan cemoohan warga sekitar kalau ketahuan hamil.”

Sok peduli, batin Nara.

Dia juga yang bikin aku seperti ini.

Amarah perlahan naik ke tenggorokannya, tapi Nara menahannya.

Bunda Amara akhirnya mengangguk pelan.

“Jika itu memang yang terbaik, silakan.”

Namun setelah itu, kalimat berikutnya membuat jantung Nara serasa berhenti.

“Tapi saya minta uang dua miliar. Untuk saya bertahan hidup sendiri,” ucap Bunda Amara tanpa ragu.

“BUN!” pekik Nara spontan. Wajahnya memucat, matanya membesar tak percaya.

“Baik,” jawab Daddy Victor singkat. “Kami akan segera mentransfernya.”

“Tidak perlu, Om!” Nara melangkah maju, suaranya bergetar. “Saya bisa memberi uang ke Bunda dari hasil jualan kue. Saya—”

Dadanya terasa perih.

Ia benar-benar berpikir Bundanya akan merasa kehilangan dirinya.

Nyatanya, tidak.

“Tidak apa-apa, Nara,” potong Daddy Victor. “Ini juga bentuk permintaan maaf saya sebagai orang tua Raviel. Saya gagal mengawasi anak saya, dan kamu yang jadi korbannya.”

“Itu terlalu besar,” Nara menggeleng lemah.

“Sudahlah, Nara,” ujar Bunda Amara dingin. “Mereka tidak keberatan. Dan kalau kamu pergi dari sini, Bunda tidak akan menerima uang darimu lagi. Jadi Bunda memilih begini.”

Kata-kata itu seperti pisau.

Nara menatap Bundanya lama, matanya berkaca-kaca.

Tak ada kehangatan. Tak ada keraguan.

Sementara itu, Raviel justru tersenyum sinis—tatapannya sekilas mengarah pada Bunda Amara. Senyum itu muncul karena satu hal yang sangat ia pahami: perempuan itu bukan marah karena kehormatan, melainkan karena uang.

Namun dari sudut pandang Nara, semuanya terlihat berbeda.

Ia melihat senyum sinis itu seolah ditujukan padanya.

Darah Nara langsung mendidih. Dadanya terasa panas, amarah bercampur perih memenuhi benaknya.

Bahkan di saat seperti ini pun, dia masih meremehkanku, pikirnya.

“Cukup,” suara Nara akhirnya terdengar. Ia mengangkat wajahnya, menatap semua orang di ruangan itu. “Aku memang salah. Tapi jangan perlakukan aku seperti barang yang bisa ditukar dengan uang.”

Ruangan mendadak hening.

Nara menoleh ke Raviel, tatapannya tajam meski matanya basah.

“Dan kamu… jangan pura-pura peduli. Aku tahu siapa kamu.”

Raviel terdiam. Senyumnya menghilang.

“Saya rasa pertemuan ini bisa kita akhiri,” ujar Daddy Victor akhirnya. “Keputusan sudah final. Pernikahan akan dilakukan dalam waktu dekat. Nara, nanti kamu harus fitting baju pengantin bersama Raviel.”

Daddy Victor berdiri, menggenggam lengan Raviel dan membawanya pergi. Raviel sempat menoleh ke arah Nara—ingin berbicara—namun sepanjang pertemuan tadi, Nara selalu menghindari tatapannya. Bahkan sekarang pun, Nara memalingkan wajahnya.

Begitu pintu tertutup, Nara berdiri kaku di tempatnya.

Hancur.

Dan untuk pertama kalinya, ia sadar—tidak ada satu pun yang benar-benar berdiri di sisinya.

...☆゚⁠.⁠*⁠・⁠BABAY。゚。⁠.゚⁠+⁠ ...

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel trs
tiaahyeon: thanks youuuu
total 1 replies
Nurmalia Lia
ditunggu up ny Thor semangat 💪 suka dgn karya mu😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!