Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.
Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.
Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.
Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.
Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.
Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.
"Kita menikah!"
Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.
Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Kontrak Pernikahan
Mireya yang masih terjaga menutup kembali buku cerita itu.
Ia menatap wajah kecil di sampingnya. “Cepat sekali tidurmu,” gumamnya pelan.
Tangannya bergerak membenarkan selimut Elden yang sedikit turun.
Tanpa disadari Mireya, seseorang berdiri di balik pintu yang terbuka sedikit.
Arven.
Pria itu baru saja melewati lorong ketika mendengar suara Elden. Ia berhenti. Tatapannya kemudian tertuju ke dalam kamar.
Dari tempatnya berdiri, Arven melihat putranya tidur dengan tenang di samping Mireya.
Tak terlihat gelisah seperti biasa. Tak lagi tampak ketakutan, jika ada gangguan terdengar dari luar jendela.
Tidak ada tangan kecil yang mencengkeram selimut seperti biasanya ketika tidur di kamar sendiri.
Elden bahkan terlihat begitu nyaman menyandar di lengan Mireya.
Arven terdiam cukup lama.
Selama lima tahun, ia sudah mencoba berbagai cara agar putranya mau menerima orang lain.
Namun, tidak berhasil.
Namun perempuan yang baru datang beberapa jam lalu justru berhasil membuat Elden makan, tertawa, bahkan meminta tidur bersamanya.
Arven mengembuskan napas pelan. Ia tidak tahu apa yang dilakukan Mireya kepada Elden.
Tetapi jelas ada sesuatu yang berbeda. Akhirnya, ia memutuskan sesuatu malam ini juga. Dan ia memberanikan diri mengetuk pintu itu.
Tok
Tok
Tok
Pandangan mereka hampir bertemu di antara celah pintu.
“Mireya.”
Mireya langsung turun dari tempat tidur itu..
“Tuan Arven?”
“Turunlah ke bawah. Aku ingin bicara denganmu.”
Mireya melirik Elden yang masih tertidur.
Kemudian ia berjalan dengan pelan. “Baik.”
Ia membuka pintu. Namun Arven sudah berjalan menjauh terlebih dahulu.
Mireya menutup pintu kembali. Wajahnya mendadak tegang.
'Kenapa aku tiba-tiba dipanggil begini?'
Pikirannya langsung teringat ucapan Pak Can.
'Jangan menggoda Tuan Arven.'
'Jangan berharap dicintai Tuan Arven.'
'Jangan menanyakan pekerjaan Tuan Arven.'
Dan yang paling membuat bulu kuduknya berdiri, cerita tentang perempuan-perempuan yang pernah melamar menjadi ibu tiri Elden.
Mireya menelan ludah.
'Jangan-jangan aku juga akan bernasib sama?'
Ia menatap ke arah perkebunan yang terlihat samar dari jendela.
'Astaga. Jangan-jangan aku akan digantung di pohon tertinggi karena terlalu cepat membuat Elden menyukaiku?'
Mireya menggeleng cepat. “Tidak mungkin.”
Ia menarik napas dalam-dalam. “Tenang, Mireya. Kamu tidak melakukan kesalahan apa pun.”
Setelah memastikan Elden masih tertidur, Mireya keluar dari kamar.
Ia berjalan menyusuri lorong dengan langkah hati-hati. Setiap langkah terasa semakin berat.
Begitu sampai di ruang tengah, ia melihat Arven sudah duduk di salah satu sofa.
Pria itu tampak tenang membaca sesuatu pada sebuah kertas.
Mireya kembali teringat ucapan Pak Can.
'Kalau orang seperti ini marah, mungkin justru tidak akan terlihat.'
Mireya duduk di sofa yang berada di seberang Arven.
Tangannya diletakkan di atas pangkuan.
“Ada yang ingin Tuan bicarakan?”
Arven tidak langsung menjawab. Tatapannya justru bergerak perlahan.
Dari ujung rambut Mireya… turun ke wajah, kemudian ke pakaian yang dikenakannya ... hingga akhirnya berhenti pada kedua tangannya.
Mireya menelan ludah. 'Kenapa dia melihatku seperti itu?'
Arven akhirnya bersuara. “Sepertinya Elden sangat menyukaimu.”
Mireya mengangguk. “Sepertinya begitu.”
“Kamu memiliki anak?”
Mireya menggeleng. “Tidak.”
Arven menatapnya. “Tidak pernah?”
“Tidak.”
Mireya terdiam sejenak sebelum melanjutkan. “Aku hanya pernah berpengalaman mengasuh keponakan mantan suamiku.”
Arven mengangkat alis tipis. “Berapa lama?”
“Sejak dia masih bayi sampai usianya sekitar tiga tahun.”
“Dan setelah itu?”
Mireya menunduk. “Setelah aku bercerai, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi.”
Ruangan kembali sunyi.
Tatapan Arven turun lagi.
Kali ini berhenti pada jemari Mireya. Lebih tepatnya pada bekas luka kecil di jari manisnya. Bekas cincin.
Arven menyadarinya. “Lukamu belum sembuh.”
Mireya ikut melihat jarinya. “Oh.”
Ia menggerakkan tangannya. “Ini?”
Arven mengangguk.
“Tidak apa-apa. Kemarin agak dipaksa melepas cincin. Makin lama, cincin saat pernikahanku dulu semakin kecil.” Nada Mireya terdengar ringan.
Namun Arven tidak bertanya lebih jauh.
Ia hanya menyerahkan lembaran yang ia pegang.
Kemudian meletakkannya di hadapan Mireya. “Baca.”
Mireya menatap lembaran kertas itu. “Ini apa?”
“Perjanjian.”
Mireya meraih lembaran kertas tersebut. Matanya langsung menemukan judul yang tercetak di halaman pertama.
KONTRAK PERNIKAHAN
Mireya terdiam. “Ini…?”
“Baca sampai selesai!"
*bersambung*
kontrak oh kontrak🤔
mending jujur daripada mantan mertua yang mengacaukan semua greget sama Mire
trauma diselingkuhi itu kyk kangker dufalam tubuh,ga keliatan tapi sakitnya nyata. merasuk Ampe kedalam aliran darah dan otak kita tanpa kita sadari
selalu mempertanyakan apakah kita cukup baik
apakah ini semua karena salah kita?
apakah ada g kurang dr kita?
sampai mati pasti kebawa🥹🥹
Mau nya lupa
maunya ga dipikirin
tapi...🫣🥹🥹
Dia takut nasib pernikahannya akan sama dgn sebelumnya
bahkan sekelas artis sebelah aj yg lagi rame
ketemu yg baru,setengah mampus nyerein istrinya 🤣🤣.
katanya yg baru dipilih karena lemah lembut.
hei...kami juga awalnya kembang desa
pas lama nikah jadi kembang api🤣🤣🤣
apalagi pengalaman mireya yg paket komplit...🥹
hatinya aja ga ada gerbang nya di KK
ga ada yg jagain🤣🤣🤣
Iddah itu berlaku pas suami ngucapin talak kan?
nah...si b4ngs4t itukan nalak nya udah lama...lebih dr 3 bulan kali
di pengadilan mah tinggal ketik pali doank
wahhhh....begini orang yg ga ngerti agama sok sok an mau pake dalili agama
tapi bener Lo
kita yg terbiasa di sajikan pisau didepan mata,tetibaan dikasih bunga
pasti bingung kan ya🫣🥹🥹