NovelToon NovelToon
Jenderal, Menikahi Putri Duke Itu Bukan Hadiah Perang!

Jenderal, Menikahi Putri Duke Itu Bukan Hadiah Perang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Komedi / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: jingrd24

"Aku hanya ingin Putri Katherine Raventhal menjadi istriku." -Salvatore Ardan.
"Kau pikir aku hadiah lotre?" -Katherine Raventhal.

Menjadi hadiah perang untuk Jenderal Agung yang dingin dan berhati batu adalah hal terakhir yang diinginkan Putri Katherine. Salvatore Ardan mungkin dipuja sebagai pahlawan perang, tapi di mata Kate, pria itu adalah monster arogan!

Demi mendapatkan kebebasannya kembali, Kate menyiapkan berbagai cara gila untuk mempermalukan dan menyingkirkan suaminya dari rumah. Namun, sekeras apa pun usaha Kate( mulai dari jebakan ulat bulu, sabotase dokumen militer, hingga perang dingin di kamar tidur) Salvatore selalu punya cara overpower untuk mengatasinya.
Bagaimana cara menundukkan seorang istri galak yang memusuhi seluruh keberadaanmu? Salvatore punya caranya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jingrd24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Operasi Gagal Total

Setelah menghabiskan waktu bersama anak-anak yang lumayan menguras energi, Kate jujur saja merasa hatinya menghangat. Anak-anak itu begitu polos dan selalu bersemangat dengan kehadirannya. Momen itu sejenak membangkitkan kehangatan yang selama ini ia pendam karena selalu dijauhi orang-orang yang menganggapnya angkuh.

Di mata anak-anak itu, ia hanyalah seorang peri bergaun oranye yang baik hati. Hal itu membuat Kate terdiam dan merasa sangat bersyukur.

Hari ini adalah hari yang membanggakan.

Meski begitu, bukan berarti Kate menyerah. Besok sudah hari pernikahannya dengan Salvatore. Walau Salvatore berhasil membuat perasaannya membaik lewat momen bersama anak-anak tadi, Kate tetaplah seorang putri yang menolak rencana pernikahan dengan sang Jenderal batu itu.

"Jika dia pikir aku sudah menyerah hanya karena waktu pernikahan tinggal sebentar lagi, maka dia salah total," gumam Kate sambil tersenyum misterius. Untung saja Rhea sedang tidak ada di kamar untuk menyaksikan kegilaan nonanya.

Kate turun dari ranjangnya tanpa alas kaki. Masih mengenakan gaun tidur yang ringan, langkah kakinya yang sengaja diatur tanpa alas sukses membuat tiap gerakannya minim suara.

"Bagus, dengan begini tidak akan ada yang curiga."

Sebenarnya, apa yang akan Kate lakukan?

Tentu saja ia tidak akan menyerah untuk melarikan diri dari pernikahan konyol ini. Bahkan di detik-detik terakhir, di malam sebelum hari H, Kate merasa ia harus tetap berjuang sampai titik darah penghabisan

Tangannya bergerak cepat mengambil beberapa koin emas dan memasukkannya ke dalam kantong kain. "Ini seharusnya cukup untuk biaya makan setelah aku berhasil kabur," gumamnya pada diri sendiri.

Setelah merasa persiapannya sudah sangat cukup, Kate bergerak menuju jendela balkon kamarnya untuk memeriksa kondisi luar. Ia mendongak, menatap langit malam yang memancarkan cahaya bulan nan indah. "Cuaca malam ini juga sangat mendukung untuk kabur."

Kate kembali masuk ke dalam kamar. Keputusannya sudah bulat. Ia mengambil selimutnya dengan susah payah lalu membawanya ke balkon. Selimut itu diikatnya kencang-kencang ke pagar pembatas, membiarkan sisanya menjuntai ke bawah sebagai alat bantu untuk turun.

"Bagus. Dengan begini aku bisa turun dengan mudah."

Kate tidak membohongi dirinya sendiri. Gadis itu berpegangan erat pada tali selimut lalu mulai menuruni dinding dengan susah payah.

Kaki telanjang Kate akhirnya menyentuh rumput dingin di taman bawah balkon kamarnya. Ia menghela napas lega, merapikan gaun tidurnya yang sedikit kusut sembari menyapu pandangan ke sekeliling. Suasana kediaman sementara itu sangat hening. Tidak ada prajurit yang melintas, hanya gesekan dedaunan yang tertiup angin malam.

"Ha! Lihat, kan? Aku memang punya bakat menjadi penyusup kelas atas!" bisik Kate pada dirinya sendiri dengan senyum kemenangan yang terkembang lebar. "Selamat tinggal pertunangan konyol! Selamat tinggal Jenderal Tembok! Aku akan hidup bebas di kota seberang!"

Ia menepuk-nepuk gaun tidurnya, lalu memiringkan kepala. Tangannya refleks meraba bagian pinggang.

Kosong.

Kate mengerjapkan mata. Ia meraba lagi dengan lebih teliti, menyisir lipatan gaun tidurnya dari atas sampai bawah. Tidak ada kantong koin emas yang tadi susah payah ia kumpulkan.

Seketika, otaknya memutar kembali memori saat ia mengikat selimut di balkon tadi. Kantong koin emas itu... tertinggal di atas meja rias, tepat di sebelah sisir rambutnya.

Kate memegang dadanya yang mendadak berdegup kencang karena panik. "Bisa-bisanya aku lupa membawa modal utamaku? Kalau tidak ada koin emas itu, aku mau makan apa besok pagi? Rumput?”

Dengan bibir yang merutuki kecelobohannya sendiri, Kate terpaksa berbalik. Rencana kabur yang mulus itu harus ditunda sepuluh menit demi menyelamatkan masa depan perutnya. Ia berjinjit perlahan, berniat memanjat kembali tali selimut buatan yang masih menjuntai manis dari balkon kamarnya.

Namun, baru saja jemarinya menyentuh ujung selimut itu, sebuah bayangan tegap dan tinggi mendadak berdiri tepat di bawah pilar paviliun—hanya berjarak tiga langkah dari tempatnya berdiri.

Kate membeku. Bulan purnama yang bersinar terang memantulkan siluet tegas Salvatore Ardan. Sang Jenderal berdiri santai, masih mengenakan kemeja seragam militernya tanpa jubah, dengan kedua tangan terlipat rapi di belakang punggung.

Di jemari tangannya yang kokoh, tergantung sebuah kantong kain kecil yang sangat familiar. Kantong koin emas milik Kate.

Salvatore melangkah mendekat dengan ritme kaki yang begitu tenang, hampir tanpa suara. Pria itu mengulurkan tangannya, menyodorkan kantong koin itu tepat di hadapan wajah Kate yang sudah sepucat kertas kalkir.

"Barang Anda tertinggal di meja rias, Putri," ujar Salvatore dengan suara baritonnya yang tenang, tanpa ada nada kemarahan sedikit pun.

Kate refleks menerimanya. Tangannya yang gemetar menyambut kantong koin itu dengan gerakan kaku seperti boneka kayu. "A-ah... terima kasih..."

"Sama-sama," balas Salvatore singkat.

Hening.

Kate memegang kantong koin itu rapat-rapat di dadanya. Angin malam berembus pelan, menerbangkan beberapa helai rambutnya yang terurai. Ia mengedipkan mata dua kali, mencoba mencerna situasi absurd yang baru saja terjadi.

Tunggu sebentar, batin Kate tiba-tiba. Kenapa dia bisa memegang dompetku? Kenapa dia ada di bawah balkon kamarku malam-malam begini?

Tepat saat kesadaran penuh itu menghantam otaknya, Salvatore menundukkan kepalanya sedikit. Mata elangnya menatap lurus ke arah selimut yang terikat di pagar balkon, lalu kembali menatap Kate dari ujung kepala hingga ke kaki telanjangnya yang berlumuran sedikit tanah taman.

Sudut bibir Salvatore terangkat tipis. Sangat tipis, namun terasa begitu mematikan bagi Kate.

"Omong-omong..." buka Salvatore dengan nada santai. "Dengan pakaian tidur, tanpa alas kaki, membawa dompet emas, dan selimut yang terikat di balkon... Anda mau ke mana malam-malam begini, Putri Katherine?"

Kate terlonjak kaget sampai hampir menjatuhkan kantong koinnya lagi. Wajahnya yang semula pucat langsung berubah memerah padam.

"A-aku... aku..." Kate bersilat lidah, otaknya berputar keras mencari alasan paling masuk akal di muka bumi. "Aku sedang olahraga malam! Ya! Olahraga malam! Kau tahu kan, sebagai calon istri Jenderal Agung, aku harus menjaga ketahanan fisikku!"

Salvatore mengangkat sebelah alisnya. "Olahraga malam dengan cara memanjat turun lewat selimut?"

"Tentu saja!" tangkis Kate dengan nada tinggi penuh pertahanan diri. "Ini namanya latihan ketangkasan khusus keluarga Raventhal! Dan... dan dompet ini! Aku membawanya karena... barangkali ada penjual roti yang buka jam dua pagi di tengah jalan!"

Dari balik bayangan pilar di dekat mereka, sebuah suara yang sangat dikenal Kate tiba-tiba terdengar.

"Nona," sela Rhea yang keluar dari kegelapan sambil membawa sebuah selimut tebal dan sepasang sandal rumah. "Alasan Anda tentang penjual roti jam dua pagi adalah alasan paling tidak masuk akal yang pernah saya dengar sepanjang sepuluh tahun bekerja untuk Anda."

Kate melotot tajam pada dayangnya. "Rhea! Kenapa kau ada di sini juga?"

Rhea membungkuk sopan, menyerahkan sandal ke kaki Kate tanpa beban. "Saya sedang membantu Tuan Jenderal ronda malam, Nona. Begitu kami melihat ada selimut terjuntai dari balkon Anda, Tuan Jenderal langsung tahu kalau Anda sedang melancarkan Operasi Kabur Malam Hari. Beliau bahkan yang mengambilkan dompet Anda di kamar karena tahu Anda pasti akan lupa membawanya."

"RHEA!" jerit Kate tertahan, merasa dikhianati oleh seluruh penghuni bumi malam ini.

Salvatore terkekeh pelan—suara kekehan tipis yang sukses membuat bulu kuduk Kate berdiri. Pria itu menyelimutkan kain tebal yang dibawakan Rhea ke bahu Kate, merapatkannya dengan gerakan yang sangat lembut namun penuh ketegasan.

"Latihan ketangkasan Anda sangat mengagumkan, Putri," puji Salvatore dengan sarkasme yang begitu halus hingga terdengar seperti pujian tulus. "Tapi alangkah baiknya jika Anda menyimpan tenaga Anda untuk besok. Berjalan menuju altar butuh ketahanan fisik yang cukup kuat."

Salvatore mengisyaratkan dengan tangannya ke arah pintu utama kediaman. "Mari, saya antarkan Anda kembali ke kamar lewat pintu depan. Lewat tangga jauh lebih aman daripada menggunakan selimut."

Kate mematung. Rencana kabur di detik-detik terakhirnya tidak hanya gagal total, tapi berakhir menjadi pertunjukan komedi yang disaksikan langsung oleh calon suami dan dayang pribadinya sendiri.

"Aku benci kalian berdua," gumam Kate pasrah, merapatkan selimut di bahunya sembari melangkah kaku mengikuti Salvatore yang berjalan di sampingnya.

"Saya tahu, Nona," sahut Rhea tenang dari belakang. "Tapi kabar baiknya, Anda tidak perlu khawatir kelaparan besok pagi karena koin emas Anda sudah selamat."

Salvatore melirik Kate dari sudut matanya, menahan senyum kemenangan yang terukir jelas di wajahnya. "Sampai besok pagi di altar, Putri Katherine."

1
Iluvmacha
ga sabar Kate notice Sonia🤭
jinggaarundari: waduh bener lagi, tungguin bab selanjutnya kaa😍😍
total 1 replies
otter_orange
btw, semangat kaka authorr💪💪 lanjut terus
jinggaarundari: 😍😍makasi banyak kaa, makin semangat disemangati kakakk
total 1 replies
otter_orange
Menunggu reaksi Kate kalau suaminya deket sama wanita lain🤣
jinggaarundari: sipp, tunggu update bab nya kaa😍😍
total 1 replies
otter_orange
apaan sii, dia yg nunggu dia jg yg gengsi😭😭
jinggaarundari: emang kadang kidding🫣
total 1 replies
otter_orange
Akhirnya yg ditunggu-tunggu Kate kena karma kan, dibilang suaminya perfect gitu😭
La Vanya
waduhh, siapa tuh Sonia🤔
jinggaarundari: siapa ya🤔🤔, tunggu bab selanjutnya besok kaa😍😍
total 1 replies
La Vanya
katanya pemandangan merusak, tp kok ditungguin🤭
jinggaarundari: kalo ga gengsi bukan Kate namany🤭
total 1 replies
La Vanya
RHEA APRESIASI SETINGGI-TINGGINYA BUAT KMU WKWKWK😭😭😭
Minta es batu seember ga tuhh! Kate lagian sok-soakn mau acuh tak acuh, dikasih roti sobek 8 petak langsung bengek kan wkwkw! Sal tolong sering-sering latihan gpake bju demi ketenangan jiwa pembaca 🤭
jinggaarundari: hahaha, bener banget ka, emang orang kaya Kate butuh dayang kaya Rhea 😭😭
total 1 replies
Mommy Inci
plis Thor lngsung kebagian menyerah and falling in love ke jendral biar ga monoton...
jinggaarundari: siap kaa, pas banget besok bab 23 memang udh masuk Kate Denial suka suaminya, makasi kaa supportnya 😍😍
total 1 replies
lynn.flow
udah mampir nihh, ternyata seru juga, ga expect kalau si putri seberani itu😭😭
Vy
Seru ceritanya thorr😍
jangan lupa mampir juga ya Thor di ceritaku🤗
jinggaarundari
baik kaa, cuma agak tsundere aja🫣
Putry Chan
nih prmepuan keras lumayan sulit sih di bikin Lulu semoga nanti bisa ya
Putry Chan
hmmm tapi jasa juga ke kejuaraan lumayan besar
Putry Chan
owh jadi nih putri trlalu tinggi derajatnya dan sulit di atur
Putry Chan
owh hadiahnya trlalu besar nya mknya sulit dia kan seorang putri
Putry Chan
beh 100 tahun coy
Putry Chan
apakah dia orang baik
La Vanya
kaa lanjuttt💪💪
otter_orange
SERU BANGET ANJIRRR!! 😭😭 Kakinya Kate ga bisa diem banget pas nyusun rencana kabur tapi malah bikin makin nempel aama suaminya wkwkw! Salvatore ganteng banget tapi lempengnya minta ampun 😭 Pokoknya wajib baca guyss, ceritanya seger, komedinya banyak, cocok buat dibac selepas kerja atau sekolah yang penat. Lanjut part 22 thorr fast update!!!💙💙💙
jinggaarundari: waa, senang kalau kakak sukaa. makasi suportnya kaa😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!