NovelToon NovelToon
Pelakor Sang Mafia

Pelakor Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Perjodohan
Popularitas:523
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Maya cuma cewek biasa yang nggak sengaja masuk ke lingkaran kehidupan Reza, bos mafia paling ditakuti di kota. Awalnya, Maya cuma cari aman. Tapi lama-lama, pesona Reza yang dingin tapi protektif bikin Maya luluh. Masalah utamanya? Reza sudah punya istri sah, Sora—wanita berkelas dari keluarga terpandang yang rela melakukan apa saja demi mempertahankan posisinya.
​Di mata orang luar dan lingkaran mafia, Maya digelari sebagai pelakor yang merusak kedamaian. Tapi bagi Maya, ini bukan sekadar cinta terlarang. ini soal bertahan hidup di dunia gelap yang penuh pengkhianatan.
​Ketika rahasia besar Reza dan Sora terkuak, Maya harus memilih: tetap bertahan di samping pria paling berbahaya walau dicap perusak rumah tangga, atau kabur sebelum nyawanya sendiri yang melayang.
​Cinta terlarang, perebutan kekuasaan, dan intrik berdarah. akankah Maya mendapatkan hati Sang Mafia, atau justru jadi korban berikutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Suara ketukan pelan di pintu depan vila tebing itu mendadak terhenti, digantikan oleh suara hantaman keras yang mendobrak pintu hingga jebol berkeping-keping.

​BARRR!

​Lampu darurat berwarna merah langsung menyala berkedip-kedip liar, memecah kegelapan ruang tamu.

Dari balik pintu yang hancur, selusin pasukan khusus bersenjata lengkap merangsek masuk, menodongkan senjata ke segala arah.

Di barisan paling belakang, sesosok wanita berbalut mantel hitam panjang melangkah masuk dengan senyuman dingin yang mengerikan.

​Sora.

​Maya yang terbangun karena suara gaduh itu langsung berlari keluar kamar dengan mengenakan kemeja kebesaran Reza. Jantungnya nyaris copot saat melihat puluhan moncong senjata mengarah ke arahnya.

​"Reza!" teriak Maya panik, mencari sosok pria itu.

​Reza melangkah keluar dari kamar dengan rahang mengeras dan tatapan membunuh. Ia berdiri tepat di depan Maya, melindungi gadis itu sepenuhnya di belakang punggungnya.

​"Wah, wah... Romantis sekali pemandangan malam ini," sindir Sora sinis, melangkah mendekat dengan langkah anggun diiringi suara hak sepatunya yang bergemerincing di lantai.

"Menikmati malam terakhir di tempat persembunyian sebelum semuanya rata dengan tanah?"

​Reza mengepalkan tangannya erat-erat, matanya menatap tajam ke arah Sora.

"Kamu benar-benar tidak tahu malu, Sora. Datang membawa anjing-anjing suruhanmu ke sini."

​Sora tertawa kecil, melirik remeh ke arah Maya yang bersembunyi di balik tubuh Reza.

"Aku datang untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku, Reza. Dan tentu saja, menyeret perempuan pelayan ini ke tempat yang selayaknya."

​Sebelum situasi berubah menjadi baku tembak yang mematikan, sebuah suara berat dari pengeras suara luar menginterupsi.

​"Tuan Reza dan Nyonya Sora! Area ini sudah dikepung total oleh pasukan utama dewan! Letakkan senjata kalian!" teriak suara salah satu tetua dewan dari halaman luar.

​Sora tersenyum penuh kemenangan. "Kamu dengar itu, Reza? Kamu sudah kalah total. Rian sudah menyerahkan seluruh kendali sistem padaku."

​Di tengah ketegangan yang mencapai puncaknya itu, Maya yang berdiri di belakang Reza tiba-tiba menyadari sesuatu.

Matanya menangkap laci meja kerja rahasia di sudut ruang tamu yang sedikit terbuka akibat getaran dobrakan pintu tadi.

Di dalam laci yang setengah terbuka itu, terlihat setumpuk dokumen resmi berikat pita merah dengan cap lambang keluarga besar Burhan.

​Sebuah rasa penasaran yang mendesak tiba-tiba membakar dada Maya. Di tengah kepungan maut ini, ia merasa ada kebenaran besar yang selama ini disembunyikan dari matanya.

​Saat semua orang sedang tegang berdebat, Maya memanfaatkan kelengahan sesaat. Dengan gerakan sangat cepat dan senyap, ia berlutut, merogoh laci meja tersebut, dan menarik keluar map dokumen tebal itu lalu memasukkannya ke dalam saku mantelnya.

​"Reza..." bisik Maya lirih, menarik sedikit ujung kemeja Reza.

​Reza melirik sekilas ke belakang tanpa mengalihkan pandangannya dari Sora. "Tetap di belakang saya, Maya."

​"Tapi... ada sesuatu di sini..." bisik Maya dengan napas terengah-engah.

​Sora yang melihat gelagat mereka langsung mendengus jijik.

"Mau sembunyi pakai cara apa pun hasilnya tetap sama! Tangkap mereka!" perintah Sora pada pasukannya.

​"Lompat!" teriak Reza tiba-tiba.

​Sebelum pasukan Sora sempat menarik pelatuk, Reza menendang meja kaca di dekatnya hingga hancur berkeping-keping, menciptakan kepulan debu dan pecahan kaca yang mengalihkan perhatian musuh.

Reza langsung menyambar tangan Maya, menerobos pintu samping balkon yang mengarah langsung ke tebing curam pantai di bawah sana.

​DOR! DOR!

​Peluru berdesing melewati telinga mereka saat Reza dan Maya melompat keluar dari balkon vila, terjun bebas ke dalam gelapnya gulungan ombak laut di bawah tebing yang ganas.

​Dua jam kemudian. Di sebuah gua kecil tersembunyi di balik dinding karang pantai yang basah oleh air laut, suara deburan ombak terdengar menggema keras.

​Maya dan Reza terduduk di atas pasir dingin, basah kuyup, napas mereka terengah-engah. Maya menggigil kedinginan, memeluk tubuhnya sendiri. Reza segera melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Maya.

​"Kamu tidak apa-apa? Ada yang terluka?" tanya Reza cemas, memeriksa tangan Maya.

​Maya menggelengkan kepalanya pelan, bibirnya bergetar karena dingin.

"Aku tidak apa-apa, Reza... Tapi... kita harus pergi dari kota ini secepatnya. Sora dan dewan benar-benar ingin membunuh kita."

​Reza mengepalkan tangannya yang basah, menatap kosong ke arah kegelapan laut.

"Saya tidak akan lari lagi, Maya. Malam ini, saya akan selesaikan semuanya dengan Sora dan dewan."

​Mendengar itu, Maya teringat pada map dokumen yang tadi diambilnya dari laci meja vila.

Dengan tangan gemetar, ia merogoh saku mantelnya dan mengeluarkan map tebal yang sudah basah di bagian pinggirnya.

​"Reza... tunggu. Lihat ini," kata Maya, menyerahkan map tersebut kepada Reza.

​Reza mengerutkan keningnya, menerima map dokumen itu lalu membuka ikatan pitanya di bawah temaram cahaya layar ponselnya yang masih menyala.

Matanya menyusuri baris demi baris teks resmi di atas kertas perjanjian tua tersebut.

​Seketika itu juga, napas Reza tertahan. Wajahnya yang garang mendadak memucat, dan bola matanya membelalak lebar seakan melihat hantu.

​Maya memperhatikan perubahan ekspresi Reza yang drastis. "Reza? Ada apa di dalam dokumen itu? Apa isinya?"

​Reza mengangkat kepalanya perlahan, menatap Maya dengan tatapan yang dipenuhi rasa syok, kemarahan yang meluap-luap, dan penyesalan yang teramat dalam.

​"Dokumen ini..." bisik Reza dengan suara parau yang nyaris tidak terdengar di antara deburan ombak.

"Ini adalah perjanjian pernikahan politik antara keluarga Burhan dan ayah kandung saya bertahun-tahun lalu..."

​Maya berkerut keningnya bingung. "Pernikahan politik? Maksudnya... dokumen pernikahan kamu dan Sora?"

​"Bukannya pernikahan saya dengan Sora," potong Reza, suaranya bergetar hebat saat ia menunjuk sebuah pasal di halaman terakhir dokumen tersebut.

"Tapi dokumen yang membuktikan bahwa Sora... sebenarnya adalah... adik tiri saya sendiri dari istri simpanan ayah saya!"

​Maya membelalakkan matanya sempurna, menjerit kecil tertahan di dalam gua yang gelap. "Apa?!"

​Sebelum Reza sempat menjelaskan lebih jauh tentang rahasia kelam keluarga Burhan yang baru saja terungkap itu, suara derap sepatu bot berat terdengar bergema dari mulut gua.

​Cahaya senter berdaya tinggi tiba-tiba menyorot tajam tepat ke arah wajah mereka.

​"Ketemu!" teriak suara seorang pengawal dari mulut gua.

​Di hadapan mereka, sesosok bayangan berdiri menghalangi jalan keluar gua. Sora muncul dengan senyuman mengerikan, menodongkan pistol tepat ke arah kepala Reza.

​Bersambung.....

1
Naelong
makasi udah mampir.. jangan lupa tinggalin jejak, like dan komen agar autor tambah semangat.. makasi🙏🙏😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!