NovelToon NovelToon
Aku Buat Suamiku Menyesal

Aku Buat Suamiku Menyesal

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:424.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Kalau bukan karena gajiku, kamu nggak akan bisa makan enak, Ningsih!”

Tujuh tahun menikah, Ningsih rela meninggalkan dunia bisnis demi mendukung karier suaminya. Ia mengurus rumah, membantu pekerjaan Hendra dari belakang layar, bahkan diam-diam menjadi otak di balik kesuksesan pria itu tanpa sepengetahuannya.

Namun semakin Hendra berada di puncak, semakin besar pula egonya.
Tak ada yang tahu, pria yang dipuji semua orang itu sebenarnya tidak akan menjadi siapa-siapa tanpa Ningsih.

Sayangnya, pengorbanan tulus itu justru dibalas dengan hinaan, pengkhianatan, dan wanita lain.

Sampai akhirnya Ningsih lelah.
Ia berhenti membantu. Dan sejak saat itu, kehidupan Hendra mulai runtuh perlahan.

Barulah Hendra sadar, perempuan yang selama ini ia rendahkan ternyata adalah alasan dirinya bisa berdiri di puncak.

Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Saat Hendra ingin kembali, Ningsih justru memilih pergi dan membalas sakit hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 25

Setelah ketegangan di kamar utama mereda, Ningsih memutuskan untuk membawa Luna turun ke lantai bawah. Kamar Yudha terlalu menyesakkan karena keberadaan Yeni, dan perut Luna pun sudah mulai berbunyi minta diisi.

Mereka kini berada di ruang makan. Ningsih mendudukkan Luna di salah satu kursi. Lalu, ia mengusap pipi putrinya dengan lembut. "Luna sayang, malam-malam begini perutnya lapar, ya? Luna mau makan apa? Biar Mama buatkan."

"Luna mau ayam goreng, Ma! Yang krispi, yang bumbunya banyak seperti buatan Mama di rumah," seru Luna dengan mata berbinar-binar penuh semangat.

Ningsih tersenyum, lalu menoleh ke arah salah satu pelayan yang sejak tadi berdiri siaga di dekat pintu.

"Bi, tolong siapkan bahan-bahannya di dapur. Daging ayam fillet, tepung bumbu, telur, dan minyak goreng. Saya yang akan memasaknya sendiri untuk anak saya."

Pelayan itu sempat tertegun, lalu buru-buru mengangguk

"Baik, Nona Ningsih. Segera saya siapkan di dapur utama."

Ningsih segera melangkah ke dapur, diikuti oleh Luna yang mengekor di belakangnya sambil memegangi ujung pakaian sang mama. Di dapur rumah utama yang sangat luas dan berfasilitas lengkap layaknya restoran bintang lima, Ningsih mulai bergerak dengan cekatan. Ia menyingsingkan lengan kemeja putihnya, lalu mulai membumbui ayam. Luna duduk di atas kursi bar dapur, memperhatikan mamanya dengan dagu yang ditopang kedua tangan mungilnya.

"Wah, Mama keren sekali. Di kantor bisa jadi bos besar, di dapur bisa jadi koki hebat!" puji Luna polos, membuat Ningsih tertawa renyah.

"Tentu dong, sayang. Perempuan itu harus bisa segala hal, supaya tidak gampang disepelekan orang lain," sahut Ningsih sembari memasukkan potongan ayam ke dalam minyak panas yang langsung berdesis mengeluarkan aroma gurih yang menggugah selera.

Namun, momen kehangatan ibu dan anak itu mendadak terusik. Suara ketukan sepatu hak tinggi yang nyaring terdengar bergema memasuki area dapur.

Yeni berjalan masuk dengan dagu terangkat, melipat kedua tangannya di depan dada sambil memandang Ningsih dengan tatapan yang sangat meremehkan.

"Duh, Ningsih... Ningsih. Ternyata mental pembantu memang tidak bisa hilang dari dirimu, ya?" sindir Yeni dengan nada suara yang sengaja dikeraskan. "Sudah pulang ke rumah mewah begini, pelayan bertebaran di mana-mana, kamu malah memilih repot-repot mengotori tangan di dapur. Apa kamu sengaja mau pamer dan cari perhatian pada papamu, seolah-olah aku di sini tidak pernah mengurus rumah dengan benar?"

Ningsih sama sekali tidak menoleh. Ia tetap fokus membalik ayam gorengnya di dalam wajan dengan ekspresi wajah yang teramat tenang.

Sikap acuh tak acuh Ningsih itu justru membuat Yeni semakin meradang.

"Heh! Kamu punya kuping tidak, sih? Aku ini sedang bicara denganmu!" bentak Yeni, melangkah lebih dekat ke arah konter dapur.

Luna yang melihat ekspresi galak Yeni langsung mengkerut, namun anak cerdas itu tidak tinggal diam.

"Kata Mama, kalau ada orang sedang memasak, tidak boleh diganggu. Nanti makanannya bisa kemasukan jin yang suka marah-marah seperti Nenek."

"Apa kamu bilang?! Bocah kurang ajar ya, persis seperti ibunya!" pekik Yeni, matanya melotot tajam ke arah Luna.

Mendengar putri kecilnya dibentak, barulah Ningsih mematikan kompornya. Ia membalikkan tubuhnya perlahan, menatap Yeni dengan pandangan mata yang dingin dan menusuk.

"Tante Yeni, mulut anda tolong dijaga, ya. Jangan sampai aku lupa kalau anda ini sekarang sedang menumpang hidup di atas harta ayahku."

"Menumpang hidup kamu bilang?! Aku ini istri sah papamu!" bela Yeni dengan suara melengking.

Ningsih tidak meladeni adu mulut itu lebih jauh. Ia menuangkan ayam goreng yang sudah matang ke atas piring, lalu menyodorkannya pada Luna.

"Luna sayang, ini ayam gorengnya sudah siap. Luna bawa ke meja makan duluan, ya? Biar Mama yang bereskan dapur."

"Siap, Mama!" jawab Luna riang, segera membawa piringnya menjauh dari dapur, menjauhi aura beracun Yeni.

Setelah Luna keluar, Ningsih mengambil segelas besar es sirup merah yang tadi sempat dibuatkan oleh pelayan untuknya. Ia memegang gelas itu, lalu berjalan mendekati Yeni yang masih berdiri dengan wajah cemberut menahan amarah.

"Ningsih, asal kamu tahu ya, kedatanganmu ke sini tidak akan mengubah apa pun! Hak waris rumah ini dan perusahaan papamu akan tetap jatuh ke tangan putriku!" ketus Yeni dengan penuh keserakahan.

Ningsih tersenyum sangat manis, senyuman yang sangat mematikan. "Oh, ya? Silakan bermimpi, Tante."

Byuurrr!

Tanpa ada aba-aba atau peringatan sedikit pun, Ningsih dengan sengaja memiringkan gelas di tangannya, menumpahkan seluruh isi es sirup merah yang kental dan dingin itu tepat ke atas gaun sutra mahal berwarna krem yang sedang dikenakan oleh Yeni.

Cairan merah itu mengalir deras dari dada hingga ke bagian bawah gaunnya, membuat penampilan Yeni seketika hancur berantakan seperti badut.

"Ahh! Astaga! Gaun mahalku!" jerit Yeni histeris. Ia melompat-lompat panik, mencoba mengusap noda merah di bajunya yang justru semakin melebar ke mana-mana. "Ningsih! Kamu gila, ya?! Kamu sengaja, kan?! Kurang ajar kamu!"

Ningsih meletakkan gelas kosongnya ke atas meja dengan ketukan yang pelan namun tegas. Ia menatap Yeni yang sedang kelabakan dengan pandangan yang teramat puas.

"Aduh, maaf sekali, Tante Yeni. Tanganku mendadak licin karena terkena minyak ayam tadi," ucap Ningsih dengan nada suara datar tanpa dosa, sama sekali tidak mencerminkan rasa bersalah.

Ningsih kemudian melangkah satu kali lagi ke depan, mencondongkan tubuhnya dan menatap Yeni dengan senyuman dingin yang membuat bulu kuduk wanita paruh baya itu berdiri.

"Anggap saja sirup merah ini sebagai peringatan awal dariku. Mulutmu itu terlalu berisik. Kalau sampai sekali lagi aku mendengar kamu membentak atau menyindir putriku, yang aku tumpahkan ke wajahmu bukan lagi es sirup dingin, tapi minyak penggorengan yang masih panas di atas kompor itu. Mengerti?"

Yeni seketika membeku.

Ancaman Ningsih tidak terdengar seperti gertakan sambal. Aura dominan dan mata baja Ningsih benar-benar mengunci lidah Yeni hingga wanita itu tidak berani mengeluarkan satu patah kata pun lagi. Tubuhnya gemetar hebat antara perpaduan rasa dingin karena es dan rasa takut yang amat sangat.

Ningsih kembali menegakkan tubuhnya, merapikan lengan kemejanya dengan anggun. "Sekarang, silakan bersihkan dirimu. Bau sirup itu sangat tidak enak."

Tanpa menunggu jawaban dari Yeni yang masih mematung syok, Ningsih membalikkan badannya dengan santai dan melangkah keluar dari dapur menuju ruang makan untuk menemani Luna yang sedang asyik menikmati ayam gorengnya.

"Awas saja kamu Ningsih! Aku pasti akan membalas semua perbuatan kamu ini!" geram Yeni tak terima diperlakukan begini oleh putri tirinya. Ia menatap kepergian Ningsih dengan penuh dendam.

1
Kembarr Kembaarr
apem bosok di tawak2ne. ngono ko yoo enek seng gelem . tp seng gelem biasane podo bosok'e
Kembarr Kembaarr
lanangan nek wes diwei apem bosok lali anak bojo.
Kembarr Kembaarr
jngn terlalu bodoh ningsih. dn jngn terlalu banyak bicara buktikn kemampuanmu dn tunjukn pd laki2 gak guna itu
Kembarr Kembaarr
lepas saja ningsih laki macam itu. gak guna. dari pd stres sendiri punya suami tak tau diri
merry
ko ning msh ksh krjaan le selingkuhan mntn laki ya 🤔🤔🤔pdhl Hendra rela keluarin uang bnyk demi arumi bli tas mewah
arniya
luar biasa kak
Elina thea
semakin lama semakin menjengkelkan sich iklan2 ini...datang gak di jemput tapi pulang harus di antar....ngeselin bangettt,lagi enak2 baca juga....
Senja: Banyk iklan skrg ya kak? kok tumben yah ntoon iklan bejibun, coba di pengaturan hapenya
total 1 replies
Lesmana
makan noh yeni kelakuan lu tuh.. elu nolak cucu dr hendra , diksh dobel ama Tuhan..skalian keturunan elu putus sampai di nawang aja..😄😄😄
Lesmana
sadis gila nih nenek lampir😡😡 hendra cacat jg gara2 nolongin nawang anak elu sndr.. astagaa nyawa gak berharga amat yah dimata nih nenek lampir😭😭
Setiawan
loh td kan udah liat2an sama ningsih & satria..kog skrng nanya mana ningsih ??🙄🙄
Dewa Nara
baru mampir Thor
Lesmana
kirain rmh mamanya pun pny satria , secara satria kan prnh ngaku sama ningsih kalo dulu msh jaman sekolah , satria msh susah ekonominya..
Lesmana
mending janda ketauan gak perawan skalian , hilang perawan nya jg jelas.. drpd gadis tp gak perawan , gak jelas siapa yg merawanin😄😄😄
Setiawan
hendra keliatan nya sdh insyaf.. tp kog aneh yah , wkt mertua nya yudha serangan jantung , katanya krn dgr alasan hendra yg ribut dgn yeni , mamanya nawang.. hendra suruh yeni jualan rmh warisan kakek nawang utk nutupin hutang hendra.. kog gak dibahas lg yah wkt yudha sembuh ?? bukannya hendra cm korupsi 10M di ktr yudha doang yah ?? masa sih hendra ada hutang juga diluaran ?? 🙄🙄🙄
Setiawan
nih si nawang yah.. dulu hendra msh calon suami aja , dia cemburu sama ningsih , gak mau lelaki miliknya diganggu cwe lain.. eh eh eh skrng dia sndr yg gangguin lelaki org.. emang wataknya ulet bulu nih cwe.. emak nya aja yg mantan ulet bulu jd ikut malu liat kelakuan anaknya😄😄😄😄
Lesmana
author sadis🤣🤣🤣 udah ky ditampol bulak balik , pake sendal jepit pula🤣🤣🤣
Lesmana
kan kan si bloon🤣🤣 jelas2 lg hamil , jatuh pula😄😄😄
Lesmana
krn ningsih mau terima satria walopun dlm keadaan lumpuh.. nah elu ?? yg ada menghina satria cacat.. ente sombong pisan euyy 🤣🤣
Lesmana
elu emang sial , hendra...dimata elu , mantan slalu dah lbh indah.. pdhl arumi cm OB , msh aja di blng lbh modis , konslet emang otak si hendra kynya nih🤣🤣🤣
Lesmana
perasaan td satria ksh nya bunga matahari , gak sebut ada bunga mawar nya🙄🙄
Senja: blm kurevisi 🤣🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!