NovelToon NovelToon
ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Sejak ibunya meninggal, hidup Bima berubah menjadi neraka setelah ayahnya membawa istri baru dan anak tirinya yang egois, membuatnya diperlakukan seperti pesuruh dan orang asing di rumahnya sendiri.
Puncaknya, ia difitnah mencuri barang berharga dan diusir begitu saja tanpa ampun, membawa luka hati yang mendalam serta sebuah kotak peninggalan misterius dari mendiang ibunya.
Tak disangka, kotak rahasia itu menjadi kunci bagi Bima untuk bangkit dari titik terendah, bermetamorfosis menjadi sosok sukses dan berpengaruh besar yang siap membuat keluarga pembuangnya bertekuk lutut memohon pengampunan.

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Matahari pagi bersinar terang menyinari gedung-gedung pencakar langit di pusat kota.

Bima duduk di kursi kerjanya dengan tenang sambil membaca laporan keuangan terbaru.

Ketok, ketok, ketok.

Suara ketukan pintu ruang kerja terdengar pelan dan sopan.

"Masuk," seru Bima dengan suara datar.

Rian melangkah masuk membawa sebuah dokumen merah tebal di tangannya.

"Selamat pagi, Tuan Bima, ada informasi penting yang harus Anda ketahui hari ini," sapa Rian.

"Informasi apa lagi, Rian? Duduklah dulu," jawab Bima mempersilakan.

Rian duduk di kursi sofa seberang meja kerja Bima dengan wajah serius.

"Grup Rajawali dari ibu kota mulai mengincar proyek logistik kita di kawasan pesisir," lapor Rian.

Bima menghentikan gerakan tangannya yang sedang memegang pulpen.

"Grup Rajawali? Perusahaan milik keluarga Kusuma itu?" tanya Bima menyelidik.

"Benar, Tuan, mereka dikabarkan mengirim direktur muda bernama Reynard untuk berekspansi ke sini," jelas Rian.

Bima tersenyum tipis mendengar nama pesaing baru yang mulai mencari masalah.

"Sepertinya kota ini kedatangan tamu arogan lagi setelah kepergian keluarga Hendra," batin Bima sinis.

"Apa langkah yang harus kita ambil, Tuan Bima?" tanya Rian meminta instruksi.

"Biarkan mereka melangkah lebih dulu, kita amati dari jauh gerakan mereka," perintah Bima tenang.

"Baik, Tuan, saya akan tugaskan tim intelijen bisnis untuk memantau pergerakan Reynard," jawab Rian profesional.

Pip...

Ponsel Rian berdering pelan di atas meja kerjanya.

Rian melirik layar ponselnya sebentar lalu menatap Bima dengan ekspresi terkejut.

"Ada apa, Rian? Kenapa wajahmu panik begitu?" selidik Bima.

"Pihak Grup Rajawali baru saja mengirim undangan rapat terbuka untuk seluruh pemegang saham utama," lapor Rian.

Bima mengangkat sebelah alisnya mendengar tantangan terbuka dari perusahaan pesaing itu.

"Undangan rapat terbuka? Mereka bahkan belum punya saham di perusahaan kita," kata Bima heran.

"Mereka rupanya diam-diam sudah membeli sebagian kecil saham publik kita di bursa kemarin," jelas Rian cemas.

Bima mendengus kecil mendengar taktik murahan yang mirip dengan apa yang ia lakukan dulu.

"Meniru caraku untuk merebut perusahaan, ya," batin Bima tersenyum dingin.

"Kapan rapat itu akan dilaksanakan, Rian?" tanya Bima santai.

"Besok siang pukul dua di gedung konvensi utama kota," jawab Rian cepat.

"Bagus, siapkan dirimu, kita akan sambut tamu arogan itu dengan senyuman terbaik kita," perintah Bima mutlak.

Rian mengangguk patuh lalu beranjak berdiri dari kursinya.

"Saya akan urus semua persiapannya sekarang juga, Tuan Bima," kata Rian berpamitan.

Krek...

Pintu ruang kerja tertutup rapat kembali setelah Rian keluar.

Bima kembali menyandarkan punggungnya di kursi kulit empuk sambil memikirkan sosok Reynard.

"Mari kita lihat seberapa hebat kemampuan pewaris Grup Rajawali itu," batin Bima penuh tantangan.

Sementara itu, di sebuah hotel mewah bintang lima di pusat kota, seorang pemuda berjas putih sedang menikmati anggur.

Pemuda itu adalah Reynard, pewaris tunggal dari Grup Rajawali yang terkenal sangat angkuh.

Ia tersenyum miring sambil menatap foto Bima di layar tablet miliknya.

"Jadi anak muda inilah yang berhasil merusak pasar logistik kita di wilayah ini," ucap Reynard meremehkan.

Seorang sekretaris wanita berbadan tinggi berdiri di sampingnya dengan sikap hormat.

"Tuan Reynard, apakah tidak terlalu berisiko langsung menantang direktur utama PT Cipta Sentosa?" tanya sekretaris itu ragu.

"Berisiko apa maksudmu? Perusahaan itu baru saja naik daun, anak ingusan itu pasti hoki saja," jawab Reynard sombong.

Reynard meneguk sisa anggur di dalam gelas kristalnya dengan gerakan elegan.

"Besok siang di hadapan semua pemegang saham, aku akan mempermalukan Bima dan merebut proyek utamanya," janji Reynard.

Sifat arogan dan haus kekuasaan terpancar jelas dari setiap gerak-gerik pemuda kaya raya tersebut.

Ia terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan sejak kecil tanpa pernah merasakan kegagalan.

"Keluarga Kusuma memang tidak pernah tahu cara sopan bertamu ke wilayah orang lain," batin Bima di kantornya.

Waktu berjalan cepat hingga keesokan harinya tiba dengan cuaca kota yang cukup cerah.

Gedung konvensi utama kota tampak dipenuhi oleh para direktur dan investor penting pagi itu.

Bima melangkah masuk ke dalam ruang rapat besar dengan setelan jas hitam yang sangat elegan.

Semua pasang mata langsung tertuju ke arah Bima begitu ia memasuki ruangan luas tersebut.

Bisik-bisik kekaguman bercampur penasaran langsung terdengar dari bangku para peserta rapat.

Di barisan depan, Reynard sudah duduk menunggu dengan senyum sombong tersungging di bibirnya.

Ia mengenakan jas putih mencolok dengan dasi merah terang yang terkesan pamer kekayaan.

Bima berjalan tenang melewati kursi Reynard tanpa menoleh sedikit pun ke arahnya.

Ia langsung mendudukkan diri di kursi kehormatan sebagai direktur utama perusahaan.

Rian berdiri sigap di samping Bima membawa map dokumen lengkap.

"Selamat pagi, Tuan Bima, sepertinya musuh kita sudah tidak sabar ingin dipermalukan," bisik Rian pelan.

"Biarkan dia menikmati panggungnya sebentar sebelum kita jatuhkan," balas Bima dingin.

Reynard berdiri dari kursinya dan berjalan maju menghampiri meja utama rapat.

"Selamat pagi, Direktur Bima yang sangat diagungkan di kota ini," sapa Reynard dengan nada menyindir.

Bima menatap tajam pemuda berjas putih di depannya itu tanpa mengubah ekspresi wajahnya.

"Selamat pagi juga, Tuan Reynard dari Grup Rajawali, selamat datang di kota kami," balas Bima datar.

"Aku langsung ke intinya saja, aku datang untuk mengambil alih proyek logistik utama kalian," ucap Reynard langsung arogan.

Suasana di dalam ruang konvensi mendadak menjadi sangat gaduh mendengar ucapan frontal tersebut.

Para investor saling berpandangan bingung menghadapi keberanian direktur muda pendatang baru itu.

Bima tetap duduk tenang di kursinya sambil melipat kedua tangan di dada.

"Mengambil alih proyek kami? Atas dasar apa perusahaanmu berani bicara begitu?" tanya Bima santai.

Reynard mengeluarkan selembar kertas sertifikat pembelian saham dari saku jasnya.

"Karena perusahaan kami sudah membeli sepuluh persen saham minoritas di perusahaanmu kemarin!" jawab Reynard bangga.

Beberapa orang direktur lama tampak terkejut mendengar fakta pembelian saham dalam jumlah besar tersebut.

Namun Bima justru tertawa kecil mendengar pengakuan sombong dari pemuda di hadapannya itu.

"Tertawa? Kamu pikir ini lelucon, Bima?!" bentak Reynard mulai merasa tersinggung.

"Sepuluh persen saham yang kamu beli itu ternyata adalah saham kosong tanpa hak suara," jawab Bima tenang.

Wajah Reynard langsung memerah padam mendengar penjelasan telak dari Bima.

"Saham kosong apa maksudmu?! Jangan coba-coba membohongiku!" teriak Reynard histeris.

Bima memberi isyarat kepada Rian untuk membuka dokumen digital di layar proyektor besar.

"Silakan lihat sendiri klausul perjanjian pembelian saham publik yang kamu tandatangani kemarin, Tuan Reynard," perintah Bima.

Layar proyektor menampilkan isi kontrak secara detail di hadapan seluruh peserta rapat.

Ternyata benar, saham yang dibeli Reynard adalah saham khusus tanpa hak suara dalam rapat umum.

Para tamu undangan langsung berbisik-bisik mengejek kebodohan direktur muda Grup Rajawali tersebut.

"Sialan! Kalian sengaja menjebakku?!" maki Reynard kalap menunjuk meja Bima.

"Kami tidak menjebakmu, kamunya saja yang terlalu bodoh tidak membaca syarat pembelian sebelum bertransaksi," balas Bima tajam.

Kemarahan Reynard mencapai puncaknya di hadapan puluhan investor penting kota ini.

"Kamu benar-benar mencari mati denganku, Bima!" ancam Reynard dengan suara bergetar emosi.

"Silakan coba kalau kamu punya nyali, tapi ingat, wilayah ini bukan tempat bermain anak manja," balas Bima dingin.

Reynard mengepalkan kedua tangannya sangat erat hingga kuku jarinya menancap ke telapak tangan.

Ia berbalik badan dan membanting pintu keluar ruang rapat dengan penuh amarah.

Brak! Suara hantaman pintu itu menggema keras di seluruh ruangan konvensi yang sunyi.

Bima kembali tersenyum tipis melihat kebodohan musuh barunya yang langsung jatuh dalam perangkap.

1
Aman Wijaya
lanjut terus Thor di tunggu updatenya 💪💪💪
Cherlly: iya kak ku😘😘
total 1 replies
Cherlly
makasih kaka suport nya😘😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk pooolll Thor lanjut terus semangat semangat semangat dalam berkarya
Cherlly: makasih kaka udah membaca sejauh ini😘😘😘
total 1 replies
Aman Wijaya
top markotop top lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll mantab Thor lanjut terus
Cherlly: trimakasih sudah baca sejauh ini kaka😍😍😍
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus
Cherlly: iya kaka kami akan lanjyutin cerita nya sampai tuntas😊😊😊😘
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus
Cherlly: siap kaka semangat kaka adalah motivasi saya untuk berkarya😍
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Bima lanjut
Cherlly: siap kaka ikutin ya keseruan nya😊😊😊

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
rahasia Bima mulai terkuak sedikit demi sedikit
Cherlly: iya kaka lanjutin biat nambah seru😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Bima
Cherlly: makasih kaka

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Tatiek Faruq
aku mampir thor, lama² dibaca seru juga
Cherlly: ttimakasih kaka sudah mampir ikutin keseruan cerita nya ya kaka biar saya nambah semangat untuk berkarya😍😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
kak mampir novelku "Vampir vs Serigala versi novel" makasih
Cherlly: makasih kaka nanti sama2 baca kita
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!