NovelToon NovelToon
Pengasuh Yang Dibenci Tuan Muda

Pengasuh Yang Dibenci Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

Keira Azzalea datang ke Jakarta hanya demi satu hal: melunasi utang keluarga.

Menjadi pengasuh Mika di kediaman mewah keluarga Mahardika terasa bagai angin segar selain gajinya besar, tempatnya juga nyaman.

Masalahnya, rumah itu juga dihuni oleh Ian Xavier Mahardika.

Ian, putra sulung Nathaniel yang dingin dan skeptis, terang-terangan membenci Keira.

Bagi Ian, Keira hanyalah wanita parasit pemburu harta yang memanfaatkan kebaikan ayahnya. Hinaan pedas dan tatapan sinis jadi makanan Keira sehari-hari.

Namun, tinggal di bawah satu atap membuat benturan tak terelakkan.

Seiring berjalannya waktu, benci yang membakar perlahan berubah menjadi perhatian yang membingungkan.

Akankah permusuhan mereka luluh, atau justru tumbuh menjadi obsesi yang berbahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Pertemuan Sore dengan Si Beruang

Namun, sebelum Keira sempat mengatakan apa-apa, Mika lebih dulu menarik tangannya.

"Mas Ian! Mas Ian pulang jam segini?!" seru Mika gembira.

Anak kecil itu langsung bangkit dan berlari menghampiri Ian dengan kaki yang masih basah.

Ian segera berlutut di tepi teras, merentangkan kedua tangannya untuk menyambut adiknya. Begitu Mika sampai, ia langsung mengangkat tubuh itu ke dalam pelukannya.

"Adek kok main air sampai basah begini, sih?" tanyanya lembut sambil mengusap pipi tembam Mika. "Nanti kalau demam gimana?"

"Gak basah banyak, kok! Tadi Mbak Keira yang kena semprot banyak!" jawab Mika polos sambil menunjuk ke arah Keira.

Ian mendongak. Tatapannya langsung tertuju pada perempuan yang sedang berusaha bangkit dari rumput.

Penampilan Keira benar-benar berantakan. Bagian depan kaosnya basah, lutut celananya belepotan tanah, dan sehelai rumput hijau tersangkut di kunciran rambutnya. Belum lagi satu sandal jepitnya yang terlepas dan tergeletak cukup jauh dari tempatnya berdiri.

Keira berjalan sedikit pincang untuk mengambil sandal tersebut. Setelah memakainya kembali, ia menghampiri teras dengan senyum canggung.

"Selamat sore, Mas Ian. Pulang cepat, ya, hari ini?"

Pertanyaan itu keluar begitu saja. Keira berusaha bersikap santai meski sebenarnya agak malu karena baru saja tertangkap basah berguling-guling di rumput bersama Mika.

Ian berdiri sambil menggendong adiknya di pinggul. Tatapannya menyapu penampilan Keira dari ujung kepala sampai kaki.

"Aku pemilik rumah ini. Bebas mau pulang jam berapa aja," jawabnya dingin. "Dan kamu, ini cara kamu kerja? Ngajarin anak kecil main air sampai basah kuyup begini? Kalau Mika sakit demam nanti malam, kamu mau tanggung jawab?"

Keira menghela napas pendek. Ia mengusap bekas tanah yang menempel di pipinya sebelum menjawab.

"Mas Ian, anak kecil itu butuh bergerak dan main di luar. Bukan cuma dikurung di kamar ber-AC sambil main iPad. Udara sore lagi bagus, dan ini cuma air biasa dari keran, bukan air got."

"Tapi baju kamu basah dan kotor."

Ian menunjuk kaos dan celana Keira.

"Kelihatan gak rapi dan gak profesional sama sekali."

Keira melirik pakaiannya sendiri, lalu kembali menatap Ian dengan santai.

"Lho, justru ini namanya totalitas kerja, Mas. Pengasuh profesional itu harus berani kotor demi bikin anak asuhnya senang. Kalau mau selalu kinclong dan gak mau tersentuh air, itu namanya model catwalk, bukan pengasuh anak."

Mika yang berada dalam gendongan Ian langsung tertawa kecil.

"Iya! Mbak Keira ini baik!"

Ian menoleh kepada adiknya dengan ekspresi tidak percaya. Baru saja ia hendak menegur Keira, Mika sudah lebih dulu membela perempuan itu.

Rahang Ian mengeras.

Cewek ini benar-benar gak ada matinya kalau membalas omongan, batinnya kesal.

"Terserah kamu mau ngomong apa," cetus Ian akhirnya. "Sekarang bawa Mika masuk. Mandiin pakai air hangat, terus ganti bajunya dengan yang bersih. Kamu juga ganti baju yang cemong itu. Bikin mata sakit lihatnya."

"Siap, Pak Direktur! Perintah dilaksanakan!"

Keira menjawab dengan nada kelewat antusias, lengkap dengan gerakan hormat konyol.

Ian memutar bola matanya. Ia kemudian menyerahkan Mika kepada Keira.

Saat tubuh Mika berpindah ke dalam gendongan Keira, jari-jari Ian tanpa sengaja bersentuhan dengan lengan bawah perempuan itu. Kulit Keira terasa sedikit basah dan hangat.

Sret.

Ada sensasi seperti tersetrum halus yang tiba-tiba menjalar di telapak tangannya.

Ian refleks menarik tangannya dengan cepat.

Keira sempat mengedipkan mata, heran melihat reaksi aneh tersebut. Namun, ia memilih tidak bertanya. Perempuan itu segera menggendong Mika dengan posisi yang lebih nyaman di pinggulnya.

"Ayo, Bos Kecil! Kita mandi busa! Siapa yang paling cepat sampai kamar mandi, dia dapat kodok warna pink!"

"Mika! Mika mau kodok pink!" teriak Mika bersemangat.

Keira langsung berlari kecil membawa Mika masuk ke dalam rumah. Suara tawa anak itu masih terdengar sampai mereka menghilang di balik pintu.

Ian tertinggal sendirian di teras belakang.

Matahari sore mulai berubah jingga. Angin bertiup pelan melewati halaman, tetapi perhatian Ian justru tertuju pada tangan kanannya.

Ia mengangkat tangan tersebut, lalu menatap telapak tangannya dengan dahi berkerut.

Aneh.

Sensasi hangat dari kulit Keira seolah masih tertinggal di sana.

Ian mengepalkan tangannya, kemudian membuka kembali jemarinya. Ia mencoba mengabaikan perasaan asing yang tiba-tiba muncul, tetapi semakin dipikirkan, semakin sulit pula ia mengerti reaksinya sendiri.

Padahal tadi hanya sentuhan biasa.

Tidak ada yang istimewa.

Lantas, kenapa dirinya malah bereaksi seperti itu?

"Gila," gumam Ian pelan.

Ia mengusap wajahnya, lalu mengembuskan napas panjang.

"Gua bener-bener udah gila."

Ian membalikkan badan dan melangkah masuk ke dalam rumah.

1
Ael
Ian Ian😄
Ael
udah salting gengsi an lagi
Ael
Ian gampang salting yaa🤣
Ael
😄😄😄
Skyline Scribe
semangat Keira 💪
Fazira
baru aja ketemu Ian, kok kata-katanya kaya gitu 😄
Ael
👍👍
Inaa LA Aeylul Nazha
bagus tapi tidak ada kelanjutanya
Skyline Scribe: Makasih Kak bintang limanya 🤗🤗
novel ini update setiap hari 1 bab yaa, tunggu besok buat kelanjutannya 😄
total 1 replies
Inaa LA Aeylul Nazha
mana untuk kelanjutannya
Ael
semangat kak 💪💪
Ael
uang lima puluh ribu jaman sekarang keliatan dikit yaa
Fazira
Karya baru lagi 😍😍😍
semangat Kak 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!