NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Perceraian

Cinta Dibalik Perceraian

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Menjadi istri pengganti tidaklah mudah, apalagi ketika kamu hanyalah wanita yang menggantikan posisi kakakmu sendiri.

Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan cinta dari suaminya, Kinanti justru harus menerima perlakuan kasar yang terus-menerus menyakitinya.

Kinanti tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menggantikan posisi sang kakak yang kabur bersama kekasihnya sehari sebelum akad nikah dengan pria bernama Yudha.

Demi keselamatan ayahnya dan masa depan kedua adik kembarnya, Kinanti terpaksa mengikhlaskan dan merelakan impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Pernikahan yang telah berlangsung selama delapan tahun tidak pernah memberinya kebahagiaan. Namun, Kinanti memilih untuk tetap bertahan, bersabar, dan ikhlas menjalani kehidupan rumah tangganya.

Hingga sebuah kecelakaan tak terduga menimpa suaminya, Yudha Manggala.

Sejak saat itu, kehidupan pernikahan mereka berubah seratus delapan puluh derajat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15. Kesedihan vs Kebahagiaan

Tak lama kemudian, Omar berjalan tergesa-gesa karena hendak pergi ke kamar mandi.

Karena terlalu terburu-buru dan tidak memperhatikan jalan di depannya, dia tanpa sengaja menabrak seseorang.

Bruk!!

Suara benda jatuh itu membuat beberapa orang yang masih berlalu lalang membersihkan sisa pesta anniversary pernikahan Kinanti Azizah dan Yudha Manggala Pratama.

“Auhh sakit,” suara ringisan orang itu sambil memegangi bokongnya yang sedikit ngilu.

Omar hendak meminta maaf karena terlalu tergesa-gesa menuju toilet hingga tanpa sengaja menabrak seorang perempuan.

Namun, begitu melihat wajah perempuan yang ditabraknya, langkah Omar seolah terhenti.

“Masya Allah, Alhamdulillah makasih banyak ya Allah,” cicitnya yang mematung memandang paras cantik rupawan orang yang terjatuh.

Perempuan itu ternyata adalah sosok yang beberapa bulan lalu pernah ditemuinya. Perempuan yang sejak pertemuan pertama berhasil membuat jantungnya berdebar dan diam-diam membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

“Aduh! Sakit!” keluhnya seseorang.

Tubuh perempuan itu terhuyung sebelum akhirnya jatuh terduduk di lantai.

Omar sontak menghentikan langkahnya.

“Ya ampun!”

Namun, bukannya langsung mengulurkan tangan untuk membantu perempuan tersebut berdiri, Omar justru terpaku.

Matanya membulat sempurna dan raut wajahnya berubah menjadi bengong. Bibirnya sedikit terbuka, seakan kehilangan kata-kata.

Perempuan di hadapannya mengangkat wajah. Rambutnya sedikit berantakan akibat benturan. Alisnya mengernyit, sementara bibirnya mengerucut menahan rasa sakit dan kesal.

Omar masih terdiam. Jantungnya berdetak lebih cepat ketika pandangan mereka bertemu.

“Masya Allah... cantiknya,” ceplos Omar tanpa sadar.

Perempuan itu langsung mengangkat sebelah alisnya.

“Mas... saya jatuh, malah dilihatin,” protesnya dengan wajah kesal.

Omar tersadar. Wajahnya seketika memerah karena malu.

“Eh... maaf, maaf! Saya nggak sengaja. Sini, saya bantu berdiri.”

Omar buru-buru mengulurkan tangannya.

Sementara itu, beberapa tamu yang melihat kejadian tersebut mulai saling pandang.

Ada yang menahan tawa, ada pula yang tersenyum geli melihat ekspresi Omar yang mendadak salah tingkah.

Bahkan Mang Dede sampai menutup mulutnya menahan tawa.

“Waduh... baru kali ini saya lihat Bang Omar sampai bengong begitu,” gumamnya.

“Kayaknya terpesona pada pandangan pertama,” celetuk yang lainnya yang membuat suasana semakin heboh.

Sedangkan perempuan yang jatuh masih kebingungan melihat reaksinya Omar.

“Orang ini delusi nggak atau jangan-jangan kesambet hantu,” gerutunya sambil menepuk-nepuk pelan gaun pestanya yang sedikit kusut karena terjatuh.

“Apa jangan-jangan aku hanya sedang bermimpi ataukah karena aku terlalu pengen bertemu dengannya sehingga aku sampai mengkhayalkannya,” Omar membatin.

Omar benar-benar tidak menyangka akan dipertemukan kembali dengannya dalam keadaan seperti ini.

Yang lebih membuatnya salah tingkah, perempuan yang selama berbulan-bulan ingin ditemuinya itu ternyata berada di rumah majikannya.

Omar sama sekali belum mengetahui bahwa Kanaya adalah adik kandung dari Kinanti, istri Yudha, tempat dirinya bekerja.

“Bukannya kamu yang waktu itu salah mengambil HP-ku?” tanya Kanaya setelah berdiri tegak.

Omar mengusap tengkuknya. Wajahnya terlihat canggung sekaligus malu karena untuk kedua kalinya dia melakukan kesalahan di hadapan perempuan yang sama.

“Maaf. Waktu itu aku benar-benar nggak sengaja salah mengambil ponsel Mbak. Dan sekarang, aku malah kembali melakukan kesalahan yang sama,” jawab Omar dengan senyum kikuk.

Kanaya menghela nafasnya dengan pelan. Tangannya mengusap bokong yang terasa sedikit nyeri akibat terjatuh.

“Kalau bisa, lain kali lebih hati-hati. Jangan sampai ada korban lagi,” tegurnya, meskipun nada suaranya tidak terdengar benar-benar marah.

Kanaya kemudian hendak berjalan menuju kamar kakaknya. Namun, baru beberapa langkah, suara Omar kembali menghentikannya.

“Eh... tunggu.” ucapnya Omar kemudian.

Kanaya menolehkan kepalanya ke arah pria menurutnya ganteng iya tapi aneh di matanya.

Omar tampak ragu. Dia bahkan sempat membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Untuk sesaat, keberaniannya seperti menghilang.

“Belum tentu bisa ketemu lagi,” batinnya.

Namun, kesempatan bertemu kembali dengan perempuan yang selama ini dicarinya membuatnya nekat.

“Apa boleh kita tukar nomor ponsel?” tanyanya.

Kanaya mengangkat sebelah alisnya tidak percaya kalau dalam keadaan seperti ini menyempatkan untuk meminta nomor ponsel, “Nomor ponsel?”

“Iya.” Omar tertawa kecil karena terlalu gugup.

Bagi Omar bertemu dengan Kanaya adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepadanya.

“Ngomong-ngomong, namamu siapa?” tanyanya Omar yaitu pertanyaan yang di sangat sulit dia sampaikan sebenarnya namun dia memberanikan dirinya agar kelak tidak ada penyesalan.

Kanaya sebenarnya sedikit heran dengan keberanian pria itu. Namun, karena merasa tidak ada alasan untuk menolak, dia mengulurkan tangan.

“Mana HP-mu?” pintanya Kanaya yang pandangannya terus tertuju kepada pria yang gantengnya sebelas duabelas dengan kakak iparnya Yudha.

Omar segera menyerahkan ponselnya.

Tanpa banyak berpikir, Kanaya mengetikkan nomor ponselnya sekaligus menyimpan namanya di kontak Omar.

“Sudah.” ucapnya kemudian mengembalikan hpnya Omar pria keturunan Timur Tengah itu.

Omar menerima kembali ponselnya. Matanya langsung tertuju pada nama yang baru saja tersimpan di layar.

“Kanaya.” gumamnya.

Hanya sebuah nama sederhana, tetapi bagi Omar, nama itu terasa seperti sesuatu yang sangat berharga.

“Maaf, aku buru-buru,” ucap Kanaya.

Setelah itu, Kanaya menaiki tangga menuju kamar kakaknya. Omar masih berdiri di tempatnya. Senyum lebar perlahan menghiasi wajahnya.

Dia bahkan sampai lupa dengan tujuan awalnya yaitu menuju toilet.

“Ya ampun...” gumamnya sambil menatap layar ponsel.

Jantungnya berdebar tidak karuan berdetak tak seirama.

“Yes! Akhirnya dapat juga!” serunya pelan.

“Setelah sekian purnama mencarinya!”

Omar mengepalkan tangannya dengan wajah bahagia. Rasanya ingin sekali melompat kegirangan, tetapi dia masih sadar bahwa dirinya berada di rumah majikannya.

Akan tetapi apa yang diperbuatnya dilihat langsung oleh mamang Dede.

“Anak muda jaman now benar-benar terang-terang nggak ada jaim-jaimnya,” ucapnya.

“Nomor pribadinya lagi. Ini bukan mimpi, kan?”

Tanpa disadari, Omar tersenyum sendiri seperti orang yang baru mendapatkan hadiah terbesar dalam hidupnya.

Sementara itu, Kanaya yang sudah menaiki beberapa anak tangga sempat melirik ke bawah.

Dia melihat tingkah Omar yang aneh.

Kanaya mengernyitkan dahi.

“Orang itu kenapa, sih?” gumamnya.

Dia menggeleng kecil, lalu kembali melanjutkan langkah.

Namun, baru beberapa langkah mendekati kamar kakaknya, langkah Kanaya mendadak terhenti. Suara Yudha terdengar dari dalam kamar.

“Kinanti, apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu untuk meninggalkanku?”

Kanaya terdiam. Tangannya yang semula hendak mengetuk pintu perlahan turun.

Dari celah pintu yang tidak tertutup sempurna, Kanaya bisa melihat kakaknya sedang menarik sebuah koper menuju pintu keluar kamar.

Kinanti tidak terlihat seperti biasanya.

Tidak ada air mata yang mengalir deras di wajahnya.

Tidak ada suara tangisan dan tidak ada pula keraguan. Wajahnya justru terlihat tenang, meskipun jelas sekali ada luka yang tersimpan begitu dalam di balik tatapannya.

Kinanti menatap Yudha untuk terakhir kalinya. “Maafkan aku, Mas. Ini yang terbaik untuk hubungan kita berdua. Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kita karena aku sudah menyerah.”

Yudha yang mendengar kalimat itu seketika terlihat terpukul. Pria itu melangkah mendekati Kinanti, tetapi kemudian justru bersimpuh di hadapan istrinya.

Kinanti terkejut melihatnya karena Yudha seolah merendahkan dirinya memohon kepadanya padahal selama ini Yudha tak pernah bersikap seperti itu.

“Mas, jangan seperti ini.”

Yudha menggeleng sambil menahan tangis.

“Kinanti, aku akui aku salah besar selama ini. Bahkan aku sudah nggak sanggup menghitung berapa banyak kesalahan yang sudah aku lakukan kepadamu.”

Suaranya bergetar. “Aku tahu aku sudah menyakitimu berkali-kali. Aku tahu aku terlalu terlambat menyadari semuanya. Tapi, tolong... kasih aku kesempatan sekali lagi.”

Tanpa keduanya sadari ternyata ada orang lain selain Kanaya yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan suami istri itu dan tersenyum sumringah kegirangan.

“Baguslah, akhirnya apa yang aku harapkan dan impikan akan segera menjadi kenyataan,” cicitnya.

1
Eva Karmita
Kinanti aku tau sakitmu sudah terlalu dalam ..tapi tidak seperti itu juga Kinanti lihatlah kedua anakmu yg begitu ingin melihat kedua orang tua nya bersatu kembali.... teruntuk Yudha tetap semangat benar kata anakmu jgn mudah menyerah tunjukkan bahwa kamu bisa berubah jgn buat anak"mu kecewa , perlahan namun pasti rebut kembali hari Kinanti selalu berusaha dan tidak lupa dengan doa" di sepertiga malam mu rayulah tuhanmu untuk membuka kan pintu hati Kinanti
Eva Karmita: betul sih pemikiran orang beda beda ..ada yg ingin bertahan karena anak"nya dan ada juga yg memilih pergi demi ketenangan dan mencari kebahagiaan ...
total 2 replies
araaself
lanjutt kakk
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insha Allah besok lagi kak
total 1 replies
Eva Karmita
semoga masih bisa rujuk lagi ...
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: kayaknya hehehe
total 1 replies
Eva Karmita
semangat Yudha semoga Mak otor merestuimu
Eva Karmita
Kinan kasih kesempatan untuk Yudha untuk membuktikan Yudha sudah berubah dan ingin memulai dgn lembaran baru
Eva Karmita
ayo jujur Yudha katakan kalau kamu sudah ingat semuanya dan kamu ingin berubah
Eva Karmita
si pelakor sudah datang....
Eva Karmita
semoga masih bisa di perbaiki.... semangat Yudha perjuangkan rumah tangga mu
Eva Karmita
membaca kisah mereka membuat perasaan mengharu biru sedih dan bahagia nano" 🔥😭💔❤️
Eva Karmita
semoga saja Kinan masih bisa mempercayai mu
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: semoga yah karena kayaknya....😄🤭
total 1 replies
Eva Karmita
❤️❤️❤️
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak 😍
total 1 replies
Eva Karmita
peluk Kinan 🤗😭
GeGe @!🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: Alhamdulillah makasih banyak sudah mampir kakak 😍🙏
total 1 replies
Inha Khaerunnisa
wajarlah
Inha Khaerunnisa
terlambat pak wkwk
Inha Khaerunnisa
apa Yudha hilang ingatan??
Inha Khaerunnisa
knp anaknya jadi ditukar dengan hutang??
Inha Khaerunnisa
tega mulutnya ember
Naila
knp harus minta cerai klo masih cinta
Naila
kayaknya
F3 Tehnik
apa yang terjadi???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!