"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Sudah curiga
"Ada yang tidak beres dengan sikap bocah itu." kepala desa menatap Mang Ujang.
"Kalau menurut saya saat ini Ardian seperti sedang menyimpan sesuatu." Mang Ujang juga merasa curiga.
"Jangan sampai bocah itu sampai membuat masalah, aku masih harus mencalonkan diri satu periode lagi.'' pesan kepala desa kepada antek dia ini.
Mang Ujang mengangguk dengan pasti karena dia pasti akan mengurus soal masalah Ardian dan sebisa mungkin menutupi segala borok yang telah dilakukan oleh pemuda itu, sebab Pak Badrun masih harus mencalonkan diri sekali lagi sebagai kepala desa dan dia tidak boleh memiliki nama cacat agar para warga tetap memilih dia.
Ardian memang harus di awasi secara ketat karena dia suka sekali mencari masalah sejak dulu hingga sampai sekarang, ini masih agak mending Karena sekarang ini dia telah disibukkan dengan pekerjaan menjaga gudang minyak sehingga Ardian agak lupa dengan cara bermabuk-mabukan yang selalu dia lakukan ketika nongkrong di warung tuak.
Pak Badrun tidak mau kalau nanti ada warga yang mengetahui bahwa Ardian telah membuat masalah dan dia gagal naik Kembali jadi kepala desa, Sebab Dia juga tahu bahwa saat ini Pak Rangga sangat berambisi untuk menjadi kepala desa juga dan dia adalah saingan yang begitu berat bila dibanding dengan kandidat yang lain.
"Kalau Menurutmu apa yang telah dia lakukan sehingga mereka Semua terlihat begitu takut?" Pak Badrun bertanya kepada Mang Ujang.
"Saya belum bisa memastikan sekarang, namun saya yakin kalau masalah ini tidak simpel.'' jawab Mang Ujang.
"Kau harus mencari tahu dengan jelas dan segera tutup Bila ada sesuatu yang sangat mengerikan.'' perintah Pak Badrun.
"Bila ini ada sangkut paut dengan kematian Yayuk dan juga Doni, Apa yang harus saya lakukan?" Mang Ujang untuk bersiap bertanya terlebih dahulu.
"Kau sudah berpikir ke arah sana ternyata.'' Pak Badrun menatap bawahan dia yang sudah mengabdi selama puluhan tahun ini terhadap dia.
Mang Ujang segera mengganggu karena sebenarnya dia sudah memikirkan kalau ternyata Ardian ada sangkut paut dengan kematian Yayuk dan juga Doni, tapi untuk membuktikan semua itu maka Mang Ujang perlu bekerja keras terlebih dahulu agar Jangan asal menuduh saja dan Ardian tidak dapat mengelak lagi ketika barang bukti sudah ada di depan mata.
Ini sudah menjadi tugas dia sendiri untuk mencari tahu sampai dapat dan tidak boleh bila sampai gagal, Pak Badrun tidak akan pernah menerima atau bahkan mentoleransi kegagalan yang dilakukan oleh anak buah dia sendiri seperti itu sehingga Menghujam tahu diri dan dia akan berusaha keras untuk mencari barang bukti tersebut.
"Aku sejak awal sudah merasa curiga ketika melihat mayat Yayuk yang sangat mengerikan itu." Pak Badrun Berkata sambil menghisap rokok.
"Tapi bila ini bersangkutan dengan arwah yang memiliki dendam maka kita harus mencari orang tua." ujar Mang Ujang.
"Soal itu kau tidak usah cemas Karena aku tahu orang yang bisa membantu kita, yang penting kau pastikan saja dulu soal perbuatan Ardian." jawab Pak Badrun.
"Baik, secepatnya saya akan mencari tahu tentang masalah Ardian." Mang Ujang mengangguk tanda dia memahami.
"Di suruh kerja Yang benar saja selalu ada masalah yang dia buat." keluh Pak Badrun dengan hati lesu.
"Mungkin karena jiwa muda sehingga tidak memberi bukan Apa langkah yang akan diambil." Mang Ujang berusaha untuk memahami.
"Itu sudah menjadi tabiat dan begitu sulit aku memberi nasihat, Kalau sudah seperti ini maka nanti aku juga yang akan kesulitan!" geram Pak Badrun dengan emosi yang sangat tinggi sekali.
Mang Ujang hanya bisa mengganggu dan menarik nafas panjang Karena dia juga sudah terlalu sering membereskan masalah yang Ardian buat, bahkan mungkin saja kali ini akan jauh lebih parah karena melibatkan nyawa manusia, bila sampai ada yang tahu maka sudah pasti Pak Badrun tidak akan pernah memiliki nama baik lagi di desa dia sendiri.
...****************...
"Jangan terus menangis seperti itu karena nanti malah akan menambah beban." Bu lastri menatap sang anak yang sedang duduk.
"Dalam waktu sedekat ini aku harus kehilangan mereka yang sangat aku sayangi." Sarah berkata dengan hati sedih sekali.
"Tapi Ibu juga penasaran dengan pembunuhan Yang Sedang marak di desa kita, bahkan Doni juga meninggal dalam keadaan yang sangat mengerikan." Bu lastri Tak habis pikir.
"Itu yang aku pikirkan sejak kemarin, bahkan mungkin saja pembunuh itu adalah orang yang sama." Sarah sudah memikirkan ke arah sana.
"Bisa jadi, bola mata mereka sama-sama hilang kan." Bu lastri juga kepikiran dengan hal itu.
Sarah mengangguk dengan cepat karena bola mata milik Doni memang sudah tidak ada pada rongga mata itu, sudah pasti kalau milik Doni telah dicongkel oleh seseorang ketika kematian itu datang, tapi kalau milik Yayuk mereka masih belum dapat memastikan karena Gadis itu sudah terendam lama di dalam air sehingga kemungkinan telah dimakan oleh ikan.
"Sungguh biadab orang yang tega melakukan perbuatan seperti itu!" Sarah berkata dengan sangat marah.
"Lagi pula Apa guna membunuh manusia lain dengan cara seperti itu, mungkin kalau Yayuk bisa saja dia diperkosa terlebih dahulu tapi kalau Doni." Bu lastri juga kepikiran dengan hal itu.
"Tapi Bagaimana bila ternyata yang membunuh Doni itu adalah arwah Yayuk?" Sarah mendadak saja kepikiran ke arah situ.
"Aih, Kau terlalu banyak menonton film kalau seperti itu." Bu lastri langsung tidak percaya.
"Iya juga, lagi pula tidak mungkin kalau arwah Yayuk datang dan membunuh Doni dengan cara seperti itu." Sarah menyangkal ucapan dia sendiri.
Sebab dia sama sekali tidak mengetahui bahwa yang membunuh Yayuk itu adalah kekasih dia sendiri, andai saja dia mengetahui maka mungkin saja sudah sejak lama dia tinggalkan Doni karena jelas Sarah lebih memilih Yayuk yang memiliki Perangai baik dan tidak pernah banyak tingkah, bahkan selama ini Yayuk selalu saja berbuat baik kepada dia.
''Ibu yakin kalau Yayuk itu meninggal karena diperkosa terlebih dahulu?'' Sarah menoleh kepada sang ibu.
''Kamu kan tahu sendiri kalau Yayuk itu sangat cantik dan banyak para pria yang menginginkan dia.'' jawab Bu lastri.
''Ya aku mikir juga gitu sih.'' Sarah mengangguk.
''Opo kui?!'' Bu lastri kaget ketika melihat bayangan hitam melintas dengan sangat cepat.
Sarah juga sampai berdiri karena tadi dia juga ikut melihat dan ikut mengejar ke mana bayangan hitam itu akan pergi, tapi ternyata mereka kalah cepat karena bayangan tersebut sudah tidak ada lagi di depan mata dan meninggalkan mereka berdua dengan sambaran angin.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua bercerita after Novita Jungkook ya, Terima kasih semua.
tp JK kau ingin membunuh Pak Kades tak apa ,, lakukan ja Krn aku jg setuju Krn Dia jg Jahat orang nya 🤣🤣
masaf. irya seorang ratu ular. yang di takuti seluruh iblis malah jatuh dari . atas pohon kelapa... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
awass ya Ran kamu jangan macam2
trs mo di kemanain itu jasad istri nya ❓🤔