Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30: Membakar Rantai Kedua Ye Linglong & Tumbangnya Tetua Pertama
Waktu kita kurang dari satu menit sebelum Gu Tianheng tiba, dan Lonceng Perunggu ini menghalangi jalan keluar lembah..."
Di bawah bayangan raksasa Lonceng Perunggu Penekan Jiwa yang menekan turun dari langit dengan daya gravitasi ribuan kati, mata Lin Xuan bukannya panik, melainkan menyala dengan ketenangan yang mengerikan!
"Ye Linglong!" seru Lin Xuan di dalam lautan kesadarannya. "Di dalam cincin penyimpananku sekarang ada lima puluh ribu Batu Spiritual Tingkat Rendah, seratus Batu Spiritual Tingkat Menengah, dan seluruh esensi Qi Pembangunan Fondasi Tingkat Akhir milik Tetua Kelima dan Tetua Ketiga yang baru saja dimurnikan oleh Lentera Abu Senja! Apakah semua itu cukup untuk membakar Rantai Pengunci Langit Kedua di tubuhmu sekarang juga?!"
Di dalam ruang Lentera Abu Senja, sosok gadis berambut perak Ye Linglong membuka matanya yang indah dari balik kain sutra merah dengan senyum dingin yang memikat!
"Lebih dari cukup! Bakar rantai keduaku sekarang, Lin Xuan—dan biarkan aku meminjamkan seberkas kekuatan sejati Klan Iblis Malam ke dalam Meridian Kembar dan pedangmu!"
BOOOOOOOOM!
Di dalam ruang Lentera Abu Senja, tiga puluh ribu Batu Spiritual dan seluruh esensi Qi hasil perampokan Paviliun Harta Sekte langsung meledak terbakar secara serempak menjadi lautan Api Abu Senja!
Lidah api abu-abu yang sepuluh kali lebih pekat itu langsung menyambar Rantai Emas Berukir Aksara Surga Kedua yang mengikat pergelangan tangan kiri Ye Linglong!
KRAAAAAAK—PYAAAAAR!
Rantai Pengunci Langit Kedua hancur meleleh menjadi abu!
Pada detik rantai kedua itu hancur, umpan balik energi murni yang luar biasa dahsyat dari ikatan Kontrak Jiwa Setara dan Lentera Abu Senja langsung meledak mengalir balik ke dalam lautan Dantian kembar Lin Xuan!
DOOOOOOM! KRAK! KRAK!
Dinding penghalang di dalam tubuh Lin Xuan jebol dua lapis berturut-turut dalam satu tarikan napas!
Dari Pembangunan Fondasi Lapisan Kedua, kultivasi Lin Xuan langsung melompat menembus Lapisan Ketiga, dan terus meroket hingga menembus Ranah Pembangunan Fondasi — Lapisan Keempat (Tingkat Menengah)!
Tidak hanya itu! Di belakang punggung Lin Xuan, muncul bayangan samar sepasang sayap bulan sabit berwarna perak kehitaman milik Ye Linglong yang menyatu dengan bayangan Dewa Emas dan Iblis Hitam dari Kitab Sutra Dewa-Iblis Sembilan Putaran!
Tepat saat Lonceng Perunggu Penekan Jiwa milik Tetua Pertama Han menghantam turun hingga hanya berjarak satu tombak di atas kepala Lin Xuan—
"Apa—?! Mengapa auranya tiba-tiba melonjak gila-gilaan di tengah pertarungan?!" senyum di wajah Tetua Pertama Han langsung membeku menjadi kengerian mutlak!
Lin Xuan mendongak menatap lonceng raksasa di atasnya. Pupil mata kanannya bersinar emas menyilaukan, dan pupil mata kirinya bersinar hitam semerah darah!
"Kau bangga dengan lonceng rongsokan dan kultivasi Setengah Langkah Inti Emasmu itu? Belah untukku!"
Lin Xuan tidak menghindar, melainkan melompat vertikal ke atas menyongsong lonceng raksasa tersebut!
Tangan kanannya mengayunkan Pedang Pemutus Takdir yang kini diselimuti oleh perpaduan sempurna: Qi Cair Dewa-Iblis Tingkat Menengah + Kekuatan Bulan Iblis Ye Linglong + Niat Pedang Senja + Satu Pedang Menuju Kematian!
KLAAAAAAAAANG—CRAAAAAAAASH!
Tebasan pedang berwarna abu-abu keperakan sepanjang lima puluh tombak itu menghantam tepat ke bagian bawah Lonceng Perunggu Penekan Jiwa!
Di tengah tatapan ngeri Tetua Pertama Han dan Tetua Mo Chen, senjata warisan Sekte Pedang Awan Biru yang telah bertahan selama tiga ratus tahun itu bergetar hebat, mengeluarkan suara jeritan logam yang memilukan, lalu retak dan terbelah menjadi dua bagian raksasa di udara!
Dan cahaya pedang Lin Xuan sama sekali tidak berhenti setelah membelah lonceng tersebut!
Garis cahaya senja itu terus merobek ke atas, menghancurkan kubah dinding es Formasi Seribu Rantai Es hingga hancur berkeping-keping, dan langsung menyapu dada Tetua Pertama Han!
"TIDAAAAK! KETUA SEKTE, TOLONG AKU—!"
SRAAAAK!
Teriakan minta tolong Tetua Pertama Han terputus seketika saat kepala kultivator Setengah Langkah Inti Emas nomor dua di Sekte Pedang Awan Biru itu terpenggal terbang tinggi ke udara dengan mata yang masih terbelalak penuh ketidakpercayaan!
Tepat pada detik itu, dari langit timur yang berjarak lima ratus tombak, Ketua Sekte Gu Tianheng dan Gu Changge baru saja tiba dan melihat pemandangan yang membuat darah mereka mendidih hingga ke ubun-ubun:
Gedung Paviliun Harta mereka terbakar habis di belakang, Penjara Air Hitam telah hancur, Lonceng Perunggu warisan leluhur telah terbelah dua, dan kepala Tetua Pertama Han baru saja menggelinding jatuh ke kaki Lin Xuan!
"LIN XUAN! BERANI-BERANINYA KAU—!"
Raungan kemarahan Gu Tianheng yang mengandung kekuatan Ranah Inti Emas menggetarkan seluruh lembah hingga pepohonan tumbang! Sebilah pedang terbang emas sepanjang sepuluh tombak melesat dari tangan Gu Tianheng dari jarak lima ratus tombak untuk memenggal Lin Xuan!
Namun Lin Xuan yang telah menyambar kantong penyimpanan Tetua Pertama Han hanya menoleh sambil tersenyum dingin ke arah Gu Tianheng dan Gu Changge di langit kejauhan.
"Gu Tianheng, Gu Changge! Terima kasih atas seluruh isi brankas Paviliun Harta kalian dan nyawa enam tetua kalian malam ini!" suara lantang Lin Xuan menggema ke seluruh dua belas puncak Sekte Pedang Awan Biru. "Guru sudah kujumpai! Delapan hari lagi, di panggung utama Turnamen Tujuh Sekte, aku akan kembali untuk mengambil kepala kalian berdua!"
"Langkah Bayangan Senja — Seribu Langkah dalam Sekedip Senja!"
Dengan bantuan kabut ilusi Bulan Malam milik Ye Linglong yang menghapus seluruh jejak ruang dan bau Qi, tubuh Lin Xuan yang menggendong Tetua Mo Chen melesat menembus celah ngarai barat daya dengan kecepatan luar biasa, lenyap ke dalam lautan hutan gelap menuju kawasan terlarang Makam Seribu Pedang tepat sedetik sebelum tebasan jarak jauh Gu Tianheng menghantam lembah kosong!
BOOOOOOOOOOM!
Lembah Penjara Air Hitam rata dengan tanah oleh serangan Gu Tianheng, namun Lin Xuan dan Tetua Mo Chen telah lenyap tak berbekas!
Di udara di atas lembah yang hancur, Ketua Sekte Gu Tianheng berteriak murka hingga memuntahkan seteguk darah karena menahan amarah yang membakar dadanya, sementara di belakangnya, wajah Gu Changge tampak pucat pasi menatap kawah tebasan pedang sepanjang lima puluh tombak yang ditinggalkan oleh pemuda yang dulu ia buang ke dasar jurang!
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....