NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Lahirnya Sepasang Lengan Kehancuran

Aula bawah tanah Paviliun Teratai Hitam telah berubah menjadi makam sunyi.

Ratusan kultivator yang sebelumnya memenuhi tempat itu telah melarikan diri. Yang tersisa hanyalah kursi-kursi patah, genangan darah, puing batu, dan dua mayat Tetua Inti Emas dengan dada berlubang.

Di tengah reruntuhan, Mo Xie berdiri di hadapan pecahan kotak kristal. Tatapannya yang gelap tertuju pada Tulang Lengan Kera Iblis Berwajah Hantu yang kini tergeletak bebas.

Tulang berusia seribu tahun itu sama sekali tidak tampak seperti benda mati. Permukaannya yang abu-abu kehijauan berdenyut perlahan, mengeluarkan kabut Racun Yin yang pekat.

Jika Tulang Harimau Kegelapan memancarkan aura predator yang tajam, tulang kera raksasa ini membawa aura kehancuran liar. Seolah-olah segala sesuatu di hadapannya hanya pantas dihancurkan menjadi debu.

"Tulang yang sombong."

Suara serak Mo Xie menggema di aula yang sunyi.

Xue Ling'er turun dari punggungnya dan mendarat di lantai marmer yang retak. Wajahnya kini kembali merona setelah menyerap esensi darah dua kultivator Inti Emas. Auranya juga jauh lebih kuat daripada sebelumnya.

Ia berjalan mengitari tulang kera itu dan menyentuhkan ujung jarinya pada permukaannya yang dingin.

"Kera Iblis Berwajah Hantu adalah penguasa wilayahnya," ujar Ling'er. "Ia tidak akan membiarkan sisa jiwa Iblis Harimau tinggal di tubuh yang sama tanpa melawan."

Tatapannya beralih pada Mo Xie.

"Harimau dan Ular Naga Bumi masih bisa saling menahan. Namun Kera Iblis berbeda. Jika kau memaksakan tulang ini masuk ke lengan kananmu, kedua jiwa iblis itu akan berebut kendali."

Mo Xie tetap menatap tulang tersebut.

"Aku adalah tuannya. Mereka tidak berhak bertarung tanpa izinku."

Tanpa ragu sedikit pun, ia mengangkat lengan kirinya.

Cakar obsidian yang masih berlumuran darah para Tetua Inti Emas diarahkan ke bahu kanannya.

Itulah satu-satunya bagian tubuh atasnya yang masih terbuat dari daging dan tulang manusia.

Lengan itu baru saja disatukan kembali oleh Ling'er. Tulang dan uratnya masih terasa nyeri. Namun bagi Mo Xie, tubuh fana yang lemah adalah belenggu yang harus dibuang.

Sraak!

Cakar obsidian menebas. Daging terkoyak. Tulang patah.

Dalam satu gerakan, Mo Xie memutus lengan kanannya tepat di bawah bahu.

Darah menyembur deras dan membasahi tubuh serta puing-puing di sekitarnya. Lengan yang terputus jatuh ke lantai dengan suara berat.

Rasa sakit langsung menghantam Lautan Kesadarannya.

Mo Xie menggeram. Urat di lehernya menegang dan rahangnya mengeras. Tubuhnya berguncang karena rasa sakit yang begitu hebat, sementara darah terus mengalir dari bahunya.

Namun ia tidak mundur.

"Mulai!"

Mo Xie meraih Tulang Lengan Kera Iblis Berwajah Hantu dengan cakar kirinya.

Ia langsung menancapkan ujung tulang purba itu ke luka terbuka di bahu kanannya.

Kehancuran pun dimulai.

Saat sumsum Kera Iblis menyentuh urat dan daging Mo Xie, sisa jiwa sang kera meledak dalam amarah. Lolongan liar bergema di dalam Lautan Kesadarannya, berusaha merobek kehendaknya.

Racun Yin yang ganas mengalir ke seluruh tubuhnya. Aura kehancuran merasuki setiap urat dan tulang, memaksa tubuh fananya berubah.

Namun Kera Iblis bukan satu-satunya penguasa di dalam tubuh Mo Xie.

Merasakan wilayahnya diserang, sisa jiwa Iblis Harimau Kegelapan di lengan kiri meraung.

Auman itu mengguncang Lautan Kesadaran.

Dua kekuatan Yin bertabrakan di dalam tubuh Mo Xie. Satu berasal dari lengan kiri, sementara yang lain menguasai lengan kanan.

Ledakan energi mengguncang organ dalamnya.

Darahnya mendidih. Kulitnya memancarkan cahaya ungu gelap dan abu-abu kehijauan yang saling berbenturan. Matanya berubah merah karena urat darah yang pecah.

Mo Xie memuntahkan darah hitam.

Tubuhnya hampir terbelah oleh dua kekuatan yang saling menolak.

"Jangan mati di hadapanku, Anak bodoh!"

Xue Ling'er segera bergerak.

Puluhan benang darah merah melesat dari sepuluh jarinya. Benang-benang itu menembus tubuh Mo Xie dan menjahit kembali daging serta urat yang mulai terkoyak.

Ling'er mengerahkan seluruh kekuatan Seni Penenun Darah Yin Agung.

Tiga Tulang Rusuk yang mengandung Qi Yang murni menjadi tumpuan benang darahnya. Ia mengikat energi Harimau di sebelah kiri dan energi Kera di sebelah kanan, lalu menarik keduanya menuju tulang rusuk tersebut.

Qi Yang menjadi penahan di tengah benturan dua kekuatan Yin.

Namun rasa sakit yang harus ditanggung Mo Xie justru semakin mengerikan.

Ia merasa tubuhnya ditarik dari empat penjuru oleh naga-naga raksasa. Dagingnya terkoyak lalu disatukan kembali. Uratnya putus lalu dijahit oleh benang darah Ling'er.

Mo Xie mencengkeram lantai dengan cakar kirinya.

Krak!

Marmer di bawah telapak tangannya hancur menjadi debu.

Ia menahan jeritan yang hampir lepas dari tenggorokan.

Perlahan, daging dan urat dari bahu kanannya mulai menyelimuti Tulang Lengan Kera Iblis.

Sumsum purba meresap ke dalam tubuh.

Daging baru tumbuh di sekeliling tulang tersebut. Kulit berubah menjadi lapisan keras berwarna abu-abu gelap. Tulang dan daging menyatu sedikit demi sedikit hingga tidak ada lagi batas antara tubuh manusia dan pusaka iblis.

Asap panas mengepul dari tubuh Mo Xie.

Dua jiwa iblis yang sebelumnya saling menggigit akhirnya berhenti bertarung. Di bawah tekanan kehendak Mo Xie dan ikatan benang darah Ling'er, keduanya perlahan tunduk.

Badai Yin di dalam tubuhnya akhirnya tenang.

Mo Xie bangkit perlahan.

Puing-puing di sekelilingnya bergetar.

Tubuh bagian atas kini telah memasuki wujud iblis yang sempurna.

Lengan kirinya tetap ramping dan kokoh dengan kilap obsidian gelap. Ototnya terjalin padat dan berakhir pada lima cakar tajam yang mampu merobek baja.

Namun lengan kanannya berbeda.

Lengan itu lebih besar dan jauh lebih kekar. Kulitnya menyerupai logam abu-abu gelap dengan urat hitam yang menonjol seperti akar pohon purba.

Jari-jarinya tidak berakhir pada cakar.

Tangan itu membentuk kepalan besar yang memancarkan aura kehancuran berat.

Jika lengan kiri adalah pedang pembunuh yang tajam, lengan kanan adalah palu yang mampu meremukkan tembok kota.

Mo Xie mengangkat kedua lengannya.

Ia mengepalkan tangan kanannya.

Bom!

Udara di sekitar kepalan itu bergetar.

Mo Xie menoleh pada sisa kotak kristal yang sebelumnya menyimpan tulang iblis tersebut.

Tinju kanannya melayang ke depan.

Jaraknya masih jauh dari kotak kristal ketika kekuatan pukulan meledak.

Boom!

Gelombang tekanan menghantam kotak kristal.

Pecahannya langsung berubah menjadi serpihan berkilau yang beterbangan ke seluruh aula. Dinding batu di belakangnya bahkan retak dan membentuk cekungan besar.

Hanya dengan kekuatan tubuh, Mo Xie telah menghancurkan kristal yang sebelumnya mampu menahan pusaka tingkat menengah.

Xue Ling'er tersenyum di balik cadar darahnya.

"Sepasang lengan yang buas. Kini kau tak lagi memiliki kelemahan fana di tubuh bagian atas."

Ia menatap kedua lengan Mo Xie.

"Harimau untuk menebas. Kera untuk meremukkan. Sungguh pasangan yang sempurna."

Mo Xie mengepalkan kedua tangannya.

"Ini baru permulaan, Ling'er."

Suaranya rendah, tetapi mengandung tekanan yang membuat lantai marmer bergetar.

Namun sebelum mereka sempat menikmati kekuatan baru itu, suara gemuruh terdengar dari atas.

Deru angin bercampur suara pedang terbang memenuhi langit malam.

Tekanan Hukum Surga turun dari langit dan menembus lubang besar di langit-langit aula.

Cahaya suci menyinari reruntuhan Paviliun Teratai Hitam.

Ratusan prajurit berjubah zirah perak telah mengepung paviliun. Mereka berdiri di atas formasi pedang terbang dan memancarkan niat membunuh.

Pasukan Penegak Hukum Kota Awan Jatuh.

Di antara mereka terdapat puluhan kultivator Pembangunan Fondasi dan setidaknya sepuluh kultivator Inti Emas.

Namun Xue Ling'er sama sekali tidak memperhatikan mereka.

Tatapannya justru tertuju pada bayangan emas yang perlahan turun dari balik awan.

Sebuah telapak tangan raksasa muncul di langit.

Bayangan emas itu seperti telapak Buddha yang menekan seluruh dunia.

Puing-puing di aula bawah tanah mulai retak. Tekanan spiritual yang berat mengunci seluruh kawasan dan membuat jimat pelarian kehilangan kekuatannya.

Sesosok lelaki tua berjubah putih dengan sulaman awan emas melangkah turun dari langit.

Sepasang mata emas menatap Mo Xie dengan dingin.

Aura Jiwa Baru Lahir tahap awal memenuhi langit.

Seorang penguasa sejati.

"Makhluk sesat dari jurang busuk."

Suara lelaki tua itu bergema seperti guntur.

"Berani-beraninya kau menumpahkan darah dan menyebarkan kejahatan di tanah yang berada di bawah naungan Istana Dao Surgawi."

Ia mengangkat satu tangannya.

"Menyerahlah. Aku masih bisa membiarkan jiwamu bereinkarnasi sebagai cacing tanah."

Tatapannya menjadi dingin.

"Kalau melawan, jejak keberadaanmu akan kuhapus."

Ratusan prajurit menghunuskan pedang.

Cahaya pedang menyelimuti kawah bekas tempat pelelangan.

Kematian telah mengepung mereka.

Tekanan seorang kultivator Jiwa Baru Lahir membuat para kultivator Inti Emas biasa bertekuk lutut. Namun Mo Xie justru tertawa.

Tawa parau keluar dari dadanya.

Ia mengangkat wajah dan menatap langsung lelaki tua itu.

Kedua kakinya yang terbuat dari Tulang Jenderal Iblis menjejak puing batu. Tekanan spiritual yang turun dari langit tak mampu menggoyahkan tubuhnya.

Cakar obsidiannya perlahan mengepal dan tinju Kera Iblis di tangan kanannya bergetar.

Ia haus akan darah yang lebih kuat.

"Kau menawariku reinkarnasi?" Mo Xie menyeringai. "Sayang sekali, orang tua. Aku baru saja mendapatkan lengan baru. Dan malam ini, aku ingin mengujinya pada Inti Jiwa-mu."

Suara Mo Xie menggema di tengah reruntuhan.

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!