NovelToon NovelToon
Menanti Kebahagiaan

Menanti Kebahagiaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:595
Nilai: 5
Nama Author: Zahira alkhansa

Sabar adalah kata yang selalu di ucapkan ibuku kepadaku, kata itu lah yang membuat ku kuat karena kesedihan tidak selamanya ada, akan ada kebahagiaan yang menanti.
Sejak kecil aku dan ibuku hidup berdua, ayah ku tidak pernah kembali setelah berpamitan dengan ibu ku pergi merantau ke luar negeri, setelah pergi tidak pernah ayah ku mengirim uang untuk kehidupan kami, ibu ku kerja menjadi buruh cuci gosok dari rumah ke rumah, aku sering ikut dengan ibuku karena tidak ada yang menjaga ku di rumah.
Ibu ku berhasil menyekolahkan ku sampai aku selesai kuliah, kehidupan ku yang berat membuatku selalu berhati hati kepada semua orang sampai suatu hari aku bertemu Yuda di tempat kerja ku. dia meluluhkan hati ku, membuat ku percaya bahwa lelaki tidak semua seperti ayah ku. sampai suatu hari dia mengenalkanku kepada keluarganya, disitulah aku bertemu ayah ku, pria yang sudah 20 tahun tidak pernah aku temui yang hanya aku lihat dari fotonya di kamar ibuku. ternyata ayah Yuda adalah ayahku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahira alkhansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahasiswi

Pagi itu mas Andra, sudah berada di rumah. Hari ini adalah hari pertamaku kuliah. Bu indah menyuruh mas Andra mengantarku ke kampus. Baju dan sepatu baru yang di belikan Bu indah aku pakai hari ini. Memang beda dengan pakaian pakaian ku yang dulu, pakaian yang di belikan Bu indah sangat lembut dan halus. Kemeja dengan warna putih, dan rok hitam. Karena ini hari pertama aku kuliah, kami di wajibkan memakai pakaian hitam putih. mungkin Bu indah sudah memprediksi nya sehingga membelikan aku pakaian dengan warna itu.

" Bu, cahaya pergi dulu ya. Cahaya takut terlambat." ujar ku kepada ibu.

" ini, kamu bawa bekal nya. Biar siang nanti kamu gaknperlu bingung cari makan dimana " kata ibu.

" iya Bu., cahaya sayang ibu" jawabku sambil mencium tangan ibu.

Lalu aku liat mas Andra sedang memainkan handphone nya di teras.

" Mas Andra, cahaya udah siap" ujarku

" oke yuk berangkat tapi mas Andra bawa motor, karena pasti macet jadi mas Andra males bawa mobil"

" iya mas, gak apa apa. Lagian cahaya udah berterimakasih sekali mas Andra mau mengantar cahaya." ucapku

Selama perjalanan tidak banyak yang kami bicarakan, mas Andra hanya memberitahu kalau di ospek jangan diam aja, kita harus melawan juga jadi tidak di perlakukan semena mena. Begitu tiba di kampus, banyak mata memperhatikan kami, karena mas Andra mengendarai sepeda motor gede dan mas Andra juga sangat tampan, mungkin banyak perempuan lain yang iri padaku.

" Mas, cahaya pergi dulu ya. Terimakasih banyak mas" ucapku ke mas Andra.

" oke, aman Ya, nanti kalau kamu udah selesai telepon mas aja biar mas jemput." ucapnya

" gak usah mas, cahaya nanti naik angkot aja biar cahaya tau, angkot apa yang lewat ke rumah. Nanti kalo ngerepotin mas Andra terus, cahaya gak tau apa apa. Terus kalau mas Andra udah balik ke jakarta, cahaya yang kelabakan mas " jawabku.

" Hahhaha iya juga ya" ucap mas Andra.

" cahaya masuk dulu ya mas, sekali lagi terimakasih mas" ku lambai kan tangan ku ke mas Andra sambil berjalan menuju koridor kampus.

Proses pengospekan di mulai hari ini, semua mahasiswi baru di dandani seperti badut ada yang memakai keranjang arang di kepalanya , ada yang mukanya di coreng pakai arang. Walaupun sangat melelahkan tapi aku menikmati masa masa ini. Ada rasa tidak percaya di diriku, seorang cahaya bisa menjadi mahasiswi, kehidupan yang susah, bahkan untuk makan aja aku dan ibu harus berjuang. Bahkan pernah aku dan ibu melakukan puasa daud karena pasokan beras sangat sedikit. Syukurnya sampai sekarang kami masih hidup ( hehehhe) dan kami juga di pertemukan dengan orang orang baik. Mungkin karena ibu selalu baik kepada orang orang, jadi ibu juga di kelilingi dengan orang orang baik. Terkadang balasan perbuatan baik kita tidak di balas dengan orang itu kembali tetapi tuhan memberikan balasan perbuatan baik kita melalui orang lain dengan beribu ribu kali lipat.

Hari ini aku mendapatkan tiga teman, kami sama sama berasal dari desa yang jauh dari kota Medan. Hanya saja mereka tidak di temani orang tua mereka. Rani, Widya dan Rasmi. mereka satu jurusan denganku yaitu ekonomi. Tidak perlu waktu lama kami sudah menjadi dekat.

Rani, yang paling cerewet diantara kami. dia memiliki kulit putih, berbadan kecil dan memakai hijab. Kalau sudah bicara susah berhenti. Apa aja bisa di jadikan nya bahan cerita.

Widya, memakai kacamata dan bertubuh gempal. Widya sangat pintar, semua topik Widya tau wawasan Widya juga sangat luas. dengan badan nya yang gemoy Widya sering di ledek anak anak lain. Tapi kami selalu membelanya. Kami gak ingin sahabat kami di buku karena body nya.

Kalau Rasmi. Dia yang paling cantik di antara kami. Tetapi Rasmi sangat pendiam. Rasmi tidak pernah memulai pembicaraan, tetapi akan nyambung jika di ajak berbicara duluan. Rasmi beragama Kristiani. Rambut hitam lurus sebahu, mata nya yang bulat, kulit kuning Langsat dan body yang menurutku seperti gitar spanyol. Hanya kata Perfect yang bisa ku tujukan untuk Rasmi. Kakak kakak senior juga banyak yang mulai mendekati Rasmi.

Kami berangkat empat mengikuti masa orientasi ini dengan semangat. Selama 3 hari berturut turut kami mengikuti masa orientasi ini. Setiap pagi mas Andra mengantar ku ke kampus. Teman temanku menyangka kalau mas Andra adalah pacarku.

" Ya, cowok yang tiap pagi ngantar kamu itu pacar kamu ya?? Tanya Rasmi

"ahh... Bukan.. Bukan" aku gelagapan menjawab pertanyaan Rasmi. " dia itu anak nya teman ibuku, jadi keluarga mereka yang menolong kami selama kami disini, kami bahkan di kasih tempat tinggal oleh ibunya"

" beneran bukan pacarmu?? Kamu bisa kenalin ke aku gak??" Jawab Rasmi

" hmmm, besok aku kenalin ya mi, besok kamu harus udah di parkiran di jam segini biar aku kenalin. Dia itu namanya Andra anak kuliah kedokteran di UI, jadi karena ini masih libur kuliah makanya mereka di sini" jawabku.

" mereka?? " tanya Rasmi

" iya, mas Andra dan mas Ryan. Adeknya namanya Ryan" tapi mas Ryan anaknya agak pendiam. Aku juga belum pernah bercerita cerita dengan mas Ryan. Jawabku.

" ooohhh, aku besok tunggu disini ya. Jangan lupa kamu kenalin aku" ujar Rasmi.

" oke, siiip" jawabku

Menurutku mas Andra dan Rasmi serasi sih, sama sama cantik dan ganteng. Rasmi juga dari keluarga berada. ayah nya dokter, dan ibunya PNS bidan di daerahnya. Banyak anak anak yang naksir Rasmi tapi tidak ada yang di respon nya. Rasmi malah naksir mas Andra. mungkin ini jodoh ya, bisikku dalam hati.

"Cahaya, Rasmi" teriak Rani dari belakang

Ternyata Rani dan Widya baru sampai dan sedang memarkirkan motornya. Rani dan Widya jarak kosan nya berdekatan sehingga mereka sering datang bersama. Kalau Rasmi membawa mobil sendiri ke kampus. Kalau aku jangan di tanya, pasti naik angkot.

Kami berempat pun berjalan menuju ruang kelas. di dalam kelas anak anak sudah duduk di bangku nya masing masing, tidak lama dosen memasuki ruangan dan memperkenalkan diri. karena aku sangat suka berhitung, mata pelajaran akuntansi ini sangat aku sukai, semua yang di jelaskan oleh dosen sangat cepat aku tangkap. Begitu pun dengan Widya, dia tidak kalah cepat nya mengerjakan soal soal yang di berikan dosen. Sementara Rani yang agak lemot soal pelajaran memilih menyontek punya Widya dan Rasmi, sangat santai dia tidak menoleh ke kanan dan kiri, memilih mengerjakan soalnya sendiri walaupun sedikit lama.

Sore itu setelah pulang kuliah, Rasmi mengantarkan aku pulang ke rumah. Di dalam mobil Rasmi banyak bercerita tentang keluarganya.

" aku anak tunggal ya, makanya aku agak susah untuk memulai pembicaraan dengan orang lain, ayah ku sering ketahuan ibu berselingkuh makanya mereka sering bertengkar, aku sangat bersyukur bisa keluar dari rumah itu setidaknya dengan aku kos aku tidak mendengar pertengkaran mereka" ucapnya

" aku juga anak tunggal Mi, aku gak pernah tau sosok ayahku dari kecil ayah udah ninggalin aku dan ibuku."

" meninggal?? " tanya Rasmi

" entahlah, aku dan ibu gak tau kabarnya. Untungnya aku dan ibu selalu di kelilingi orang orang baik dan ibuku berjuang hebat ngebeaarin aku, dari buruh cuci gosokbke rumah rumah tetangga, jualan di warung, jadi buruh di ladang orang semua di kerjakan ibuku biar aku dan ibu ku bisa makan dan bisa menyekolahkan aku." jawabku.

" astaga, aku kira kehidupanku yang paling menyedihkan di dunia ini Ya. Aku kadang berpikir kenapa tuhan gak adil padaku kenapa sifat ayahku seperti itu. Ternyata beban mu lebih berat dari aku Ya" ucap Rasmi

" masih banyak mi yang lebih lebih berat beban nya dari aku, aku masih memiliki ibu. Bagaimana dengan yang lain yang hidup di dunia ini gak punya ayah dan ibu?? Perjuangan mereka pasti sangat sakit dan berat Mi" jawabku.

" iya ya Ya, selama ini aku kurang bersyukur, aku diberikan harta, kehidupan yang enak apapun yang aku inginkan diberikan oleh papa dan mama ku, tetapi aku setiap hari melihat mereka bertengkar, aku kira kehidupan orang lain sangat enak, orang tuanya saling menyayangi, tidak pernah ribut. Ternyata masih banyak yang lebih menderita dari aku " ucap Rasmi

mobil Rasmi pun melaju sampai di depan rumahku.

" ayok singgah dulu mi, ibuku jualan makanan di situ" sambil aku menunjuk warung di depan rumah dan kos kosan nya Bu indah"

" boleh, kebetulan aku juga lapar Ya" ucap Rasmi.

Lalu aku mengenalkan Rasmi ke ibu. Gak perlu waktu lama, Rasmi sangat manja ke ibu ku. Kata Rasmi, kalau mamanya tidak seperti ibu, mamanya hanya sibuk bekerja, sesekali menelepon Rasmi menanyakan dimana?? Memberi uang jajan. tidak ada hubungan seperti aku dan ibuku, tidak pernah Rasmi bermanja manja dengan mama nya.

" Makanan ibu sangat enak, kalau mama ku gak bisa masak Bu, setiap hari kami rantangan dengan orang. Karena papa dan mama juga jarang makan di rumah. Ucapnya

" kalau enak, Rasmi harus makan yang banyak. Kalau Rasmi lapar jangan sungkan sungkan kemari." jawab ibuku.

" pasti Bu" ucap Rasmi.

Karena hari sudah mulai malam, Rasmi pun permisi pulang. Sebelum pulang, Rasmi tidak lupa mengingatkan ku.

" jangan lupa ya ya besok di tempat parkir" ucapnya

"Oke" jawab ku.

Rasmi pun melajukan mobilnya menuju kosan nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!