Lima tahun aku menikah dengan mas pramudia dan di karuniai anak satu laki laki yang sekarang berusia empat tahun, mas Pram adalah kakak angkatku lulusan teknik sipil, aku rela menjadi ibu rumah tangga setelah lulus kuliah demi menemani beliau mulai dari nol, aku meminta teman ku yang anak pengusaha untuk investasi ke perusahaan suamiku sehingga perusahaan properti mas Pram maju dan berkembang tapi setelah pamit kerja keluar kota, tiba tiba dia bawa madu untukku, kemudian dia pura pura bangkrut untuk mengurangi jatah nafkah ku dan tidak dapat harta gono gini bila menuntut cerai, dikira aku sangat mencintai dan bertahan, Karena aku tidak berpenghasilan, mereka meremehkan aku. ku bikin bangkrut beneran biar tahu rasa, laki laki seperti itu yang tidak tahu terima kasih yuk ikuti ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 03 Menyangkal Pendapat Mas Pram
" Bagus pendapat bapak sebagai RT ibu setuju" kata Bu RT tersenyum
" Saya janji kepada kedua istri saya, saya akan berlaku se adil adilnya dan saya mampu menafkahi dua istri saya kalau tidak adil saya akan berjalan miring di akhirat " janji mas pram
" Iya mbak saya nurut kok, apa yang menjadi putusan kalian, mbak empat hari dan aku tiga hari tidur sama mas Pram dalam seminggu, dan jangan salahkan mas pram, dia mencintai kita berdua dan aku mau kok berbagi suami" kata dia dengan bibir menye menye sebenarnya ingin tinju bibirnya biar mencong, tapi aku tetap diam dan sabar.
" Aku nggak menentang poligami, tapi aku nggak mau di madu jadi aku pilih pisah saja" jawabku kekeh.
" Kalau kamu nggak mau di madu emang kamu bisa cari uang sendiri, selama ini kan kamu hanya mengandalkan nafkah dari aku dan kamu nggak pernah bekerja" kata mas Pram agak sengak
" Itu urusan aku, bisa cari nafkah sendiri atau tidak kita lihat saja nanti" jawabku
" Kamu itu terlalu keras kepala, hukum islam boleh punya istri lebih satu,dan aku akan adil, itu hukum lho dek yang bicara, kalau nggak pakai hukum Islam kita di akhirat pakai hukum apa, negara?" kata dia sambil melotot.
" Iya mbak nurut saja ya, kita berbagi suami, jangan salahkan mas pram kita saling jatuh cinta ya mbak aku ngalah kok nggak apa apa aku jadi yang kedua" kata Dewi.
" Ok kalau itu mau kalian,tapi aku minta jawabnya jujur sama kalian, kapan kalian saling jatuh cinta, dan berhubungan, dan kelihatannya kamu sudah hamil, berapa bulan itu?" tanya ku sambil tertawa mengejek.
" Iya mbak maaf, aku khilaf karena aku sering kerja sama dengan mas Pram, jadi kami melakukan hubungan, dan memang itu di luar kendali kami, sebagai laki laki yang kerja jauh dari istrinya, dan butuh melampiaskan hasratnya nya sebagai lelaki" kata Dewi.
" Maaf dek, Dewi selalu mengoda aku terus menerus jadi mas khilaf dan nggak bisa nahan hasrat mas, sehingga terjadilah hubungan yang tidak seharusnya, dan mas rasa sekarang mas juga mencintai Dewi, jadi mas janji mau adil sama kalian dan sekarang Dewi hamil anak mas, ya adiknya Zidan, tolong izinkan mas tanggung jawab kepada Dewi, dengan menikahi Dewi secara negara ya" kata mas Pram.
" ok berarti hubungan kalian di awali zina terus hamil, nikah siri,dan sekarang minta aku tanda tangan, biar kalian nikah secara negara, dan aku di poligami sesuai dengan hukum Islam, karena di akhirat nanti kita pakai hukum Islam, tolong pak ustadz jelaskan hukuman apa,bagi orang zina menurut hukum Islam" kata ku dengan tersenyum sinis.
Semua diam dan mas pram melotot, tidak percaya kalau aku berpendapat seperti itu.
" Maaf ya mas Pram dan mbak Dewi kita semua tahu hukum Alloh, untuk mereka yang berzina, hukum cambuk seratus kali bagi yang tidak terikat pernikahan dan hukum cambuk sampai mati, kalau terikat pernikahan" jawab pak ustadz
" Betul itu pah, jadi jangan sampai papah ikut melegalkan poligami yang di awali perzinaan, tak bisa di pungkiri hukum Alloh itu tegas, dan ada konsekwensinya, makanya papah jangan mau di undang di sini untuk membela poligami nya, Pram, karena itu di awali dengan melakukan dosa besar, dan dengan istilah kasarnya darahnya halal" kata Bu ustadz bersemangat.
" Tenang saja ,saya nggak nuntut kalian kok, mau pasal perzinaan atau yang lainnya, aku hanya ingin cerai saja dari kamu, dan aku nggak mau tidur bersama suami yang bau perempuan lain dan suka zina" jawabku elegan
" Kalau gitu kita permisi pulang ya mbak Erina, maaf kan suami saya, sepetinya akan membela perbuatan mas Pram, tapi nggak bisa,sekarang biar aku ajak pulang saja semoga dia nggak ikut jejak mas Pram" kata Bu ustadz.
" Bentar, tunggu Bu, ada sedikit uang lelah untuk ibu berdua" kataku dan aku masuk kamar ku ambil dua amplop ku isi masing masing lima ratus ribu kemudian aku keluar lagi
" Bu RT dan Bu ustadz, maaf aku nggak bisa kasih suguhan buat anda berdua, sebagai gantinya ini aku kasih uang, lumayan bisa beli seblak, kalau bapak berdua bukan saya yang undang, sana minta uang transport sama mas Pram, kan dia banyak uang bisa beristri dua, masak nggak bisa ngasih uang transport" kata ku
" Terima kasih mbak, kok tebal banget" kata Bu RT, dengan bangga dia membuka amplop yang ku beri dan di hitung
" Kalau ini tidak hanya dapat seblak, mbak lumayan buat beli skincare atau beli gamis" kata Bu RT.
" Ayo Bu ustadz, kita pulang biar urusan ini di selesaikan Pram sendiri, Pram kan kaya dan banyak uang" kata Bu RT.
" Bapak ikut mamah pulang,apa nggak, ayo mamah traktir bakso" kata bu ustadz
" Papah ikut mamah saja, maaf mas Pram saya nggak bisa bantu karena mas pram sudah salah dari awal" kata pak ustadz sambil ikut istrinya pulang
" Saya juga ikut pulang mah, maaf mas Pram kalau saya sih tidak ingin poligami, jadi nggak bisa membela mas Pram dan saya sudah kalah telak dari ibu ibu" kata pak RT yang tiba tiba cupu
Mereka pun pulang mengikuti istri masing masing dan sepertinya mereka takut pada istri, bagus lah jadi mereka tidak petentang petenteng seperti mas pram.
aku masuk kamar dan anakku aku suruh mandi dan ku ganti bajunya
" Mau kemana dek kok rapi,bentar lagi magrib lho" kata dia masuk kamar dan ingin memelukku
" Maaf mas aku punya wudhu, jangan sentuh aku" kata ku
" Dek kami masih istriku ya jangan mentang mentang, aku kan masih kasih nafkah buat kamu" kata dia
" Sori mas aku hanya ingin talak dari kamu, atau aku mengajukan gugatan cerai dan aku sudah punya bukti" kata ku
" Sana keluar itu di tunggu istrimu" kata ku
" Aku mau ambil bajuku di sini dan ini juga kamarku dan kamu istriku" kata dia
Aku ambil kardus yang besar, ku ambil bajunya mas Pram dan ku masukan kardus, kemudian aku berikan dan ada di Dewi di depan kamar.
" Nih ambil semua baju dan barang mu jangan masuk kesini lagi aku nggak sudi" kataku sambil memberikan semua barang mas Pram kepada Dewi.
Dewi mengambil itu dan memasukan di kamar tamu yang mereka tempati.
" Biar nanti aku tata mas aku kan juga istrimu ini tanggung jawabku sekarang kasih aku uang belanja aku mau masak, mbak mau di masakin apa" kata dia sok baik.
" Aku nggak makan, masakan pencuri, aku beli saja sama Zidan" jawabku
Bersambung.
terimakasih sudah update 😀👍
penasaran gmn nasib pram klo udah beneran bangkrut