Sambil membawa surat hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari menuju ruangan suaminya. Dia tidak sabar menyampaikan pada suaminya kalau dia hamil. Tapi saat akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Katanya ke dokter kandungan, mungkin Kinan hamil. Lantas bagaimana dengan Agnes?"
"Bagaimana apanya? tiga tahun ini baik-baik saja kan? tinggal 2 tahun lagi, Agnes tidak perlu lagi sembunyi di luar negeri!"
Deg
Mata Kinan memerah, wanita yang telah menabrak ibunya hingga tewas. Dan mendapatkan hukuman selama lima tahun di penjara, bagaimana bisa berada di luar negeri?
"Kamu keterlaluan, kalau sampai Kinan mengetahuinya. Dia akan sangat marah padamu! jangan bawa-bawa aku ya, Bella itu sahabat baik Kinan. Kalau dia tahu, habislah aku!"
Hati Kinan hancur mendengar suaminya malah tertawa.
"Dia tidak akan tahu, kalaupun tahu dia bisa apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa selain aku. Satu kata dariku, dia akan patuh!"
'Tega kamu mas' batin Kinan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Kinan membuka pintu ruang kerja Bima,
"Aku akan masuk, kamu tunggu di sini!" kata Kinan.
Ucapannya tegas, tatapannya juga seolah memberikan perintah pada pelayan villa itu. Hingga membuat pelayan itu hanya bisa mengangguk, dan menunggu Kinan di luar ruangan itu.
Kinan tidak menutup pintu itu dengan rapat, dia juga berusaha untuk tidak membuat pelayan itu curiga.
Yang dituju oleh Kinan, pertama kali adalah komputer milik Bima yang ada di atas meja kerjanya. Dia bahkan tidak berusaha mencari ponselnya.
Kinan menyalakan komputer itu, layarnya terkunci. Kinan tersenyum pahit, dia mencoba mengingat apapun tentang Agnes. Bukankah wanita itu yang sangat dipedulikan oleh Bima. Bukankah kemungkinan besar kata sandi di layar ponsel Bima itu juga adalah tanggal lahir Agnes. Untungnya karena dendam lama, dia tidak pernah lupa identitas wanita yang telah menabrak ibunya. Dia mengingat setiap hal, tanggal lahir Agnes, wanita itu lahir dimana, ayah dan ibunya siapa. Bahkan dia pernah sekolah dan tinggal dimana.
Kinan mencoba mengetik tanggal lahir Agnes.
'Akses ditolak, kata sandi salah'
Tanda silang merah besar di icon peringatan layar monitor besar itu cukup membuat Kinan tercengang. Butuh waktu bagi Kinan mencernanya.
'Apa aku salah?' batin Kinan.
Dia mencoba mengingat lagi, apa tadi dia memasukkan angka yang salah. Tapi dia yakin, bahkan dia sangat yakin tidak salah. Memasukkan kata sandi seperti ini hanya bisa dilakukan tiga kali, kalau dua kali lagi salah. Dia tidak akan pernah bisa membuka akses komputer Bima.
Kinan kembali berpikir, kalian bukan tanggal lahir Agnes. Mungkinkah tanggal lahir Bima sendiri? Kinan menghela nafas panjang, dia mengetik tanggal lahir Bima. Dan notifikasi kesalahan memasukkan angka sandi kembali muncul. Bahkan ada peringatan di atasnya. Kalau sekali lagi salah memasukkan kata sandi, akses akan terkunci.
Tak
Kinan memukul meja. Dia mulai emosi. Hingga ketika dia melihat bayangan dirinya sendiri di layar monitor itu. Kinan menegakkan punggungnya.
Tangannya perlahan terangkat, menuju ke keyboard lagi. Dan angka yang dia ketik sekarang adalah tanggal lahirnya.
Matanya melebar, ternyata kata sandinya memang itu. Dan akses masuk ke komputer Bima terbuka.
'Kata sandi diterima'
Kinan mengeraskan rahangnya. Tak ada pikiran positif pokoknya tentang Bima. Dia bahkan berpikir kalau Bima sengaja mengganti kata sandi komputernya. Mungkin apa yang akan dilakukan Kinan ini sudah terbaca oleh Bima.
Padahal, sejak dulu, sejak pertama kali komputer itu ada di ruang kerja Bima. Kata sandinya tidak pernah berubah. Bukan hanya komputer yang ada di villa, yang ada di ruang kerja di rumah, yang ada di perusahaan. Semuanya memang menggunakan kata sandi yang sama. Saat itu yang terpikir di kepala Bima memang adalah tanggal lahir Kinan.
Kinan mencoba mengakses apa yang dia butuhkan dan cari. Hingga dia menemukan icon gambar seperti mata di kanan atas komputer. Dia sedang di awasi, semua yang dia buka sedang di awasi dari akses komputer utama. Tentu saja Kinan tahu siapa yang sedang mengawasinya. Tapi dia tidak perduli. Kinan masih terus mencari file, tempat penyimpanan atau semacamnya yang ada hubungannya dengan Agnes.
Hingga dia melihat, ternyata memang benar-benar ada. Semua bukti transfer yang tersimpan, terkirim dari id milik Leo. 200 juta setiap bulan selama tiga tahun. Kinan meng-copy semuanya dan mengirimkannya ke email milik Bella.
Di tempatnya berada, Leo yang melihat semua aktifitas dari komputer tuannya terlihat khawatir. Dia mencoba membuka kamera depan yang bisa memperlihatkan siapa yang mengutak-atik komputer bosnya. Tapi, begitu dia melihat kalau itu adalah Kinan. Leo jadi bingung, antara memutus akses lewat komputer utama di tangannya, atau membiarkannya saja. Masalahnya bosnya saat ini sedang meeting dan tidak bisa di ganggu.
"Nyonya, kamu sedang apa sebenarnya?" gumam Leo khawatir.
Dan di tempat yang berbeda, Bella yang baru saja menerima email dari alamat id Bima. Sebenarnya cukup terkejut. Tapi melihat banyaknya email, Bella mencoba membukanya. Dan ternyata itu adalah semua bukti transfer yang dikirim oleh Bima pada Agnes di salah satu bank di Dubai.
"Ini pasti Kinan!" Gumam Bella.
Bella bahkan langsung mengirim pesan pada pamannya, tentang apa yang baru saja di kirimkan oleh Kinan, Gustaf dan Brandon.
Brandon bilang dia sudah menemukan keberadaan Kinan.
[Ketemu Bella, sebuah area villa di barat kota!]
"Baiklah paman, aku akan kesana sekarang!"
[Bella, sebaiknya pergi dengan Zayn]
"Tidak paman, aku akan pergi sendiri. Aku rasa pria brengsekkk itu tidak ada disana. Jika tidak, Kinan mana mungkin bisa mengirimkan semua email ini!"
[Baiklah, hati-hati. Telepon paman jika butuh bantuan]
"Baik paman!"
Dan Bella pun bergegas meraih tasnya, dan menuju ke tempat yang alamatnya sudah dikirimkan oleh paman Brandon-nya.
Kembali ke villa, Kinan berdecak kesal. Dia tadi baru membuka bukti transaksi pembelian rumah dan mobil. Tapi aksesnya langsung di tutup dari komputer utama.
Kinan membanting mouse yang ada di atas meja. Tapi untungnya dia sempat mengirimkan semua bukti transfer itu. Kinan ingin kembali ke menu utama, pergi saja dari tempat itu karena memang sudah tidak bisa mengakses file penting.
Tapi ada sebuah file yang nama di bawahnya itu 'My Love'
Sebenarnya dalam pikiran Kinan, dia sudah memastikan kalau itu pasti file yang isinya mungkin semua kenangan Bima dengan Agnes. Tapi entah kenapa, meski dia sudah berdiri dari kursi, tangannya malah membuka file itu.
Dan Kinan terdiam, ketika melihat foto pernikahannya dengan Bima. Bahkan ada beberapa fotonya yang dia merasa tidak pernah berfoto seperti itu. Seperti diambil diam-diam. Kinan membukanya satu persatu, ada banyak sekali. Ada lebih dari 200 foto.
Kinan mendorong mouse di tangannya menjauh.
"Benar-benar sandiwara yang sempurna!" gumam Kinan.
Bahkan Kinan berpikir, semua itu juga akal-akalan Bima. Padahal semua itu sudah ada sejak dua tahun lalu. Ada tanggalnya di sana. Hanya saja, karena rasa bencinya, membuat Kinan tidak mau lagi membiarkan dirinya percaya, bahwa Bima memang perduli padanya.
"Cih, menjijikkan!" gumamnya yang langsung keluar dari semua menu dan mematikan komputer Bima itu.
***
Bersambung...