"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."
Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.
Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.
Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.
Varian menyeringai gelap, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gairah Yang Meledak
Setelah mengucapkan kalimat putusan yang mutlak itu, Varian melepaskan cengkeraman rambut Calista dengan sebuah sentakan kasar ke bawah.
Duk!
Kepala Calista terbentur lantai marmer dengan cukup keras. Calista menangis histeris, melolong meratapi nasibnya yang berubah drastis dalam sekejap. Seluruh tubuhnya lemas, kehilangan sisa energi. Sifat jahat dan watak antagonis aslinya dalam drama domestik ini telah dihancurkan dalam sekali hantaman oleh dominasi posesif ekstrem sang suami yang kini menjelma menjadi monster penguasa.
Varian sama sekali tidak memedulikan raungan dan tangisan histeris Calista yang mulai diseret paksa oleh para pengawal berbadan besar menuju paviliun belakang yang gelap. Bagi Varian, wanita itu kini tidak lebih dari sekadar angin lalu yang tidak penting. Ia membalikkan tubuh besarnya yang tegap, mengalihkan seluruh atensinya pada Arumi.
Di sana, Arumi justru sedang berdiri dengan santai. Wanita itu tengah meminta selembar tisu pada pelayan untuk membersihkan ujung sepatu bot kulitnya yang sedikit kotor akibat debu proyek. Wajahnya luar biasa tenang. Tidak ada sedikit pun rasa takut atau gentar terpancar dari wajah cantik Arumi saat menatap wujud alter ego iblis suaminya yang ditakuti oleh seluruh dunia bawah. Keberanian Arumi yang bar-bar dan terkesan tidak tahu takut ini justru menjadi daya tarik yang tak terbantahkan bagi Varian.
Varian melangkah mendekat, memangkas jarak di antara mereka dalam hitungan detik. Tanpa peringatan apa pun, ia melingkarkan lengan kanannya yang kokoh, besar, dan berurat di sekeliling pinggang ramping Arumi. Dengan satu sentakan posesif, ia menarik tubuh wanita itu dengan paksa, merapatkan dada mereka hingga masuk ke dalam dekapannya yang membara oleh hawa panas nafsu purba yang bergejolak di dalam darahnya.
"Urusan hama rumah tangga ini sudah selesai, Istri Pertama," bisik Varian. Suaranya terdengar parau, dipenuhi oleh getaran gairah yang ekstrem tepat di balik rungu Arumi. Napasnya yang hangat berembus di ceruk leher wanita itu, membakar kulitnya.
Sementara itu, sepasang matanya yang hitam pekat mengunci sepenuhnya pada noda rembesan samar aroma manis murni yang menguar dari balik jaket kulit yang dikenakan Arumi. Aroma alami tubuh Arumi bergejolak kembali akibat ketegangan hormon pasca-bertarung dan ketegangan situasi tadi, bertindak sebagai stimulan paling mematikan bagi kewarasan Varian. "Sekarang... waktunya kau membayar jasaku dengan membiarkanku menghabiskan seluruh candu manis di tubuh indahmu malam ini tanpa sisa di kamar utama. Kau tidak bisa menolaknya, Arumi." Bisik Varian yang mutlak dan tidak suka penolakan.
Arumi mendongak, menatap langsung ke dalam manik mata hitam kelam milik Varian. Sebuah senyuman bar-bar yang menantang dan penuh provokasi terukir di wajahnya yang cantik, meskipun di dalam dada, jantungnya berdetak kencang dengan irama yang tak beraturan. Ada sensasi nikmat yang asing dan mendebarkan mulai menjalar kembali di perut bagian bawahnya, merespons kedekatan fisik mereka yang begitu intim dan intens.
"Gaya lu selangit, monster kaku," balas Arumi dengan nada suara yang meremehkan namun penuh godaan tersembunyi. "Ayo ke kamar utama! Kita lihat saja nanti, seberapa lama lu bisa bertahan ngadepin kuncian fisik dan teknik silat gue di atas ranjang malam ini! Jangan sampai lu yang nangis duluan karena kecapekan!"
Mendengar tantangan yang begitu berani dari mulut istrinya, seringai gelap muncul di bibir Varian. Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Varian langsung mengangkat tubuh Arumi, menggendong wanita itu bagaikan mengangkat sekarung beras di atas pundak kokohnya, lalu melangkah lebar dengan langkah-langkah tegap menuju kamar utama mereka yang terletak di ujung koridor lantai dua.
Di dalam hati, Arumi sebenarnya merasa sangat penasaran. Selama ini, sejak terbangun di dunia novel ini, ia sering mendengar tentang kekuatan mengerikan dari sosok Varian, alter ego Zaviar yang sangat ditakuti oleh para pemimpin mafia kelas kakap dan seluruh manusia di dunia hitam. Walaupun Arumi pernah merasakan sedikit dari kekuatan itu sebelumnya, di dalam lubuk hatinya yang terdalam, insting petarungnya bergejolak tinggi. Ia ingin mencobanya kembali, menguji batas kemampuan sang penguasa kegelapan. Hitung-hitung, pikir Arumi dengan kelicikan khasnya, jika ia berhasil mengalahkan atau setidaknya melumpuhkan Varian malam ini dengan teknik bela diri silatnya, ia akan mendapatkan kebebasan mutlak dan tidak perlu lagi terkunci dalam hubungan yang posesif ini.
Begitu pintu kamar utama yang tebal tertutup rapat dan sistem keamanan terkunci otomatis, Varian menurunkan Arumi ke atas ranjang berukuran king size yang empuk. Dengan gerakan yang lambat namun penuh intimidasi psikologis, Varian mulai melepaskan jas hitamnya, melemparkannya begitu saja ke atas lantai marmer. Jarinya yang panjang kemudian bergerak turun menuju kancing kemejanya.
Ketika jemari Varian baru saja hendak membuka kancing kemeja pada deretan yang ketiga, Arumi melihat sebuah celah pertahanan. Dengan kecepatan tinggi yang terlatih dari latihan silat bertahun-tahun, Arumi langsung mengambil posisi dan melayangkan sebuah tendangan lurus yang kuat, mengarah tepat ke dada Varian.
Namun, Varian bukanlah manusia biasa yang bisa dilumpuhkan dengan mudah. Dia adalah sang raja iblis yang kuat, diberkati dengan insting bertarung yang luar biasa cepat dan refleks yang melampaui batas normal manusia biasa. Sebelum kaki Arumi sempat mengenai sasarannya, tangan kekar Varian bergerak secepat kilat. Ia langsung menangkap pergelangan kaki Arumi dengan cengkeraman yang sekeras baja, mengunci pergerakannya.
Dengan satu gerakan memutar yang halus namun bertenaga besar, Varian membalikkan posisi tubuh Arumi hingga wanita itu kini tertelungkup di atas ranjang. Sebelum Arumi sempat mengumpat atau melepaskan diri menggunakan teknik lain, Varian dengan cepat menarik ikat pinggang kulit miliknya sendiri dan menggunakannya untuk mengikat kedua pergelangan tangan Arumi di belakang punggung dengan simpul yang kuat.
"Kau belum bisa dan belum cukup kuat, Sayang, untuk mengalahkan seorang Varian," bisik Varian dengan suara rendah yang bergetar seksi. Ia menghimpit tubuh Arumi dari belakang, menekan bobot tubuhnya yang tegap di atas punggung wanita itu, lalu menjulurkan lidahnya untuk menjilat pelan cuping telinga Arumi yang sensitif, memberikan efek kejut elektrik yang instan pada saraf tubuh Arumi hingga wanita itu meremang.
'Gawat, gua salah sasaran untuk mencobanya... Auranya tambah dingin dan seram bagaikan raja iblis yang bangkit dari neraka,' batin Arumi menjerit di dalam hati. Seluruh bulu kuduknya merinding seketika saat merasakan pekatnya dominasi gairah dan kekuatan yang menguar dari tubuh pria di atasnya. 'Gawat banget! Malam ini dia pasti bakal hukum gua habis-habisan. Bisa-bisa besok pagi gua enggak bisa jalan sama sekali karena remuk!' batinnya berbisik penuh ketakutan yang anehnya bercampur dengan debaran gairah yang kian menggila.
Pata sahabat pembaca novelku, maaf aku salah kirim bab, ini aku sudah revisi dan bab sebelumnya di jadikan bab selanjutnya, hingga menyambung kembali dan tidak terasa melompat.. Maaf ya para sahabat ku, kebanyakan menabung bab jadi salah kirim bab.. 🙏🙏🙏
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.