NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Naryati

Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13

Aisyah masih merasakan ada sesuatu yang sedang memperhatikannya namun setelah dia mancari tak kunjung dia temukan.

"Aisyah...Apa yang sedang kamu cari?" suara Lin Zhao mengejutkan Aisyah yang sedang mencari sesuatu.

Aisyah mendekati Lin Zhao dan berbisik sesuatu.

"Aku seperti melihat ada yang sedang memperhatikan aku. Kak Lin aku takut."

Aisyah pun berdiri dibelakangnya dan Lin Zhao mencari kesana-kemari namun tak menemukan petunjuk apapun.

"Jangan takut.. Ada aku disini." ucapnya tegas.

Lin Zhao memeriksa kamera pengawas dan tak melihat siapapun,mungkin itu hanya perasaan Asiyah saja..

Aisyah pun merasa tenang bersama Lin Zhao,ia yakin Lin Zhao akan melindunginya..

Keduanya pun masuk kembali kedalam rumah dan kemudian Lin Zhao kembali bertanya tentang Islam.

"Aisyah.. Aku ingin tahu tentang sholat. Apakah kamu mau menjelaskannya lagi padaku?"

Lin Zhao terlihat tenang namun raut wajahnya sangat serius.

Aisyah menatap kearah Lin Zhao dan Aisyah mengangguk.

"Dalam Islam sholat itu adalah tiangnya agama. Dan sebelum sholat kita juga harus berwudhu terlebih dahulu."

"Wudhu? wudhu itu apa?" tanya Lin Zhao pelan.

Aisyah tersenyum kemudian dia kembali menjelaskan sedikit tentang wudhu.

"Wudhu artinya mensucikan diri?"

Lin Zhao mengangguk dia seolah paham dengan apa yang dijelaskan Aisyah..

"Mensucikan diri?" tanyanya pelan.

"Iya mensucikan diri dari segala hadas besar dan kecil.."

Ketika keduanya sedang asik berbincang lampu tiba-tiba padam dan terdengar suara benda jatuh dari arah taman belakang..

Pot bunga mawar yang Aisyah tanam hancur dan diatasnya ada secarik kertas yang membuat hati Aisyah sedikit gelisah..

"Jauhi adikku apa kamu akan tanggung akibatnya.."

Tubuh Aisyah gemetar.

Jemarinya terasa dingin saat memegang secarik kertas itu.

Melihat secarik kertas yang tergeletak diatas meja membuat hati Aisyah risau. Dia ketakutan dan ia tahu bahwa selama ini Lin Chou tak pernah menyukainya.

Aisyah mengingat kejadian waktu itu dimana Lin Chou menembak salah satu anak buah Mr.Wang dan bayangan itu kembali terlintas pikirannya.

"Tidak..." ucapnya lirih.

Lin Zhao langsung berlari menghampiri Aisyah yang ketakutan. Disana Lin Zhao melihat tulisan itu dan ia pun masah.

"Kak Chou apa yang telah kamu lakukan?" tiba-tiba emosi Lin Zhao sudah tak bisa ditahan lagi. Dia marah karena melihat Aisyah yang meringkuk ketakutan. Dia kecewa karna kakaknya telah membuat Aisyah ketakutan.

Dengan emosi yang membakar jiwa. Lin Zhao menelfon kakaknya untuk bertanya.

" Kak Chou apa yang sebenarnya kamu lakukan? Apa yang kamu inginkan?"ucapnya setengah berteriak.

Lin Chou tak menjawab dia langsung menutup sambungan teleponnya..

Tak berselang lama Lin Chou datang sendiri menemui Lin Zhao. Laki-laki itu tak pernah suka dia dituduh dengan hal yang tidak dia lakukan.

Tatapan Lin Chou terlihat tajam. Kata-kata Lin Zhao berhasil menarik amarahnya.

"Kak Lin."

"Aku takut."

Aisyah berdiri dibelakang Lin Zhao tak berani menatap mata Lin Chou.

"Ada apa? Kenapa kamu menuduhku dengan sesuatu yang tak pernah aku lakukan?" suara bariton Lin Chou terdengar menggema di seluruh ruangan.

Wajah Aisyah semakin pucat,dia ketakutan dan dia merasa telah masuk kedalam sarang serigala dan saat ini yang dia inginkan hanyalah pulang ke Indonesia..

Lin Zhao yang marah pun mengambil kertas yang mereka temukan ditaman belakang dan melemparkannya kedepan Lin Chou.

"Kak Lin apa-apaan kenapa Kak Lin meneror Aisyah apa maksudnya?"suaranya terdengar nyaring membuat Aisyah dalam posisi yang terjepit diantara dua laki-laki yang kini sedang berdebat karenanya.

Lin Chou mengambil kertas itu dan melihatnya sekilas kemudian dia tertawa dengan sangat bangga.

"Aku meneror wanita ini untuk apa?"

"Kalau aku ingin menyingkirkannya aku tak perlu bermain sembunyi seperti pengecut.

Aku bisa saja langsung menembaknya atau aku kembalikan dia ke imigrasi. Dia cuma seorang buronan imigrasi jadi untuk apa aku melakukan hal yang tak berguna seperti ini.."

Tatapan mata Lin Chou terlihat sangat tajam dia menatap Aisyah yang kini ketakutan..

"Kamu itu hanyalah orang asing yang datang ke negara ini. Dan sekarang kamu ingin memecah hubungan aku dan adikku. Apa yang sebenarnya kamu inginkan.."

Tiba-tiba saja satu pukulan mendarat tepat diperut Lin Chou.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Lin Zhao berani memukul kakaknya.

Lin Zhao tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya itu.

"Kamu mengaku saja Kak,kamu kan yang melakukan ini?" suara Lin Zhao semakin meninggi membuat Lin Chou merasa semakin marah.

"Aku tegaskan bukan aku yang melakukan ini. Dan untuk apa juga aku melakukan hal bodoh seperti ini. Dia itu bukan seorang yang penting jadi untuk apa aku harus mengancamnya?"

Lin Zhao dan Lin Chou pun beradu mulut. Mereka tak ada yang mau mengalah membuat Aisyah yang awalnya diam pun tak tahan lagi.

Aisyah merasa bahwa semuanya karna dia ada di keluarga Lin. Jika saja Aisyah tak pernah bertemu dengan mereka mungkin hubungan keduanya masih baik-baik saja..

"Tolong Kak Lin... Aku mencintai Aisyah. Dan aku tak ingin dia ketakutan disini. Kak Lin aku mohon jangan sakiti Aisyah aku mohon.."

Tatapan Lin Chou semakin tajam dia menghempaskan tangan adiknya dan berjalan menuju jendela.

"Sudah aku katakan bukan aku yang melakukan ini. Aku memang tidak menyukai wanita ini tapi aku juga tidak pernah ingin melukai seorang wanita.."

Lin Chou langsung berbalik pergi dia tak ingin lagi berdebat dengan Lin Zhao. Dia tahu bahwa ada yang sedang mempermainkan mereka..

"Wang Xuan. Apa lagi yang kamu inginkan."

****

Di tempat yang berbeda..

Mr.Wang sedang tertawa bahagia setelah berhasil membuat kedua saudara itu terlibat pertengkaran. Dia senang bukan main dan dia menatap sebuah foto dilayar ponselnya.

Dia pun menatap wajah Alesya yang sedang tersenyum kala itu.

Wang telah jauh cinta pada Alesya sejak pandangan pertama,namun kenyataannya mereka tidak pernah berjodoh..

"Maafkan aku Alesya jika aku harus menggunakan adikmu untuk membalas dendam atas kepergianmu. Kamu tenang saja aku tidak akan pernah melukai Aisyah.."

1
Muhamad Yati
Nah loh. Lin Chou berani banget.
Ihda Rozi
lanjut 💪
Naryati: sudah ada kelanjutannya ya.
total 1 replies
Naryati
semangat untuk aku.
Muhamad Yati
😭😭 alurnya mulai sedih.
Muhamad Yati
Lin Chou ternyata?😭
Muhamad Yati
semangat author. aku suka ceritanya.
Muhamad Yati
suka.
Yatiee Selawase
Thor mana ada muslim makan 🐷 tapi lucu si Lin Zhao ini. 🤣🤣
Yatiee Selawase
Wah Lin Zhao baik juga ya.
Yatiee Selawase
Wah,kok aku deg-degan dengan Aisyah ya. apa dia akan selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!