NovelToon NovelToon
SENIOR,I LOVE YOU!

SENIOR,I LOVE YOU!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:278
Nilai: 5
Nama Author: Danisa Danish

Di usianya yang menginjak 30 tahun, Arini hanya ingin fokus pada kariernya sebagai Manajer Pemasaran dan menghindari drama kehidupan. Namun, ketenangannya terusik sejak kedatangan Rian (24 tahun), staf baru dari generasi Gen Z di timnya.

Berbeda dengan anak muda lain, Rian adalah cowok yang efisien: kerjanya selalu satset, santai, hasilnya rapi, tapi sikapnya super dingin dan kaku kepada Arini. Rian bahkan secara terang-terangan menunjukkan prinsip hidupnya yang kaku: "Not love at work"—baginya, mencampuradukkan pekerjaan dan perasaan adalah hal konyol.

Sikap dingin dan misterius Rian justru membuat Arini penasaran setengah mati. Arini tidak tahu bahwa di balik wajah datarnya, Rian sengaja membangun benteng tinggi demi menutupi debaran jantungnya setiap kali berdekatan dengan sang manajer. Rian tahu risiko profesional di kantor mereka, namun pesona dewasa Arini perlahan meruntuhkan logikanya.

Akankah Rian melanggar prinsipnya demi Arini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danisa Danish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan yang Mengacaukan Prinsip

Suasana di sekitar kompleks apartemen Arini malam itu benar-benar mirip lautan manusia. Tiga armada mobil pemadam kebakaran terparkir dengan lampu rotator merah yang berputar-putar. Beruntung, api di lantai bawah berhasil dipadamkan dengan cepat sebelum merembet ke unit lain, namun kepulan asap dan kepanikan massal masih menyisakan sisa ketegangan di area lobi luar.

Mobil Dian baru saja berhenti di seberang jalan. Belum sempat Dian mematikan mesin secara sempurna, Arini sudah membuka pintu dan melesat keluar. Matanya bergerak liar, membelah kerumunan orang yang mengenakan baju tidur dan sandal jepit.

"Rian... di mana sih kamu..." gumam Arini panik. Di tengah ratusan orang ini, mencari satu cowok jangkung berkaus santai rasanya seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Sampai akhirnya, mata Arini menangkap sosok yang familiar sedang berdiri di dekat pembatas jalan, membelakangi kerumunan sambil memegang botol air mineral. Bahunya naik turun, tampaknya masih lelah setelah aksi heroik nekatnya tadi.

"Rian!" panggil Arini setengah berteriak sambil berlari mendekat.

Rian menoleh. Matanya membulat terkejut melihat Arini yang tiba-tiba sudah ada di depannya dengan napas memburu. "Bu Arini? Kok Ibu sudah di sini? Bukannya tadi lagi—"

Kalimat Rian terputus. Tanpa aba-aba, Arini melangkah maju dan langsung mencengkeram kedua lengan Rian, sebelum akhirnya telapak tangan Arini turun dan memegang erat kedua tangan Rian. Sentuhan itu begitu hangat, erat, dan sarat akan rasa khawatir yang luar biasa.

"Kamu gak apa-apa kan? Ada yang luka? Kamu tadi hirup asapnya gak?" tanya Arini bertubi-tubi. Matanya menatap Rian dari ujung rambut sampai ujung kaki, memastikan cowok di depannya ini utuh tanpa lecet sedikit pun.

Digenggam erat secara tiba-tiba oleh Sang Kepala Staf di tengah keramaian, tubuh Rian mendadak kaku seperti patung lilin. Botol air mineral di tangan kirinya nyaris merosot jatuh. Sentuhan tangan Arini yang halus namun kuat itu mengirimkan sengatan listrik yang instan langsung ke dadanya.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Rian berdentum sangat keras hingga ia takut suaranya bisa mengalahkan bisingnya sirine pemadam kebakaran. Wajahnya mendadak terasa terbakar. “Aduh... tangan Bu Arini halus banget... wangi parfumnya kok bisa sewangi ini sih di tengah asap?” batin Rian menjerit histeris, mendadak salah tingkah tingkat dewa.

Melihat Rian yang malah melamun dengan wajah memerah, Arini tersadar. Ia melirik ke bawah, ke arah kedua tangan mereka yang saling bertautan erat. Kesadaran milenialnya langsung menamparnya telak.

“Arini! Lo ngapain megang-megang tangan staf lo seerat ini?!” jerit batin Arini panik. Dengan gerakan canggung dan cepat, Arini langsung menarik kembali tangannya, berpura-pura merapikan anak rambutnya yang berantakan.

"Ehem... m-maksud saya, terima kasih kamu sudah repot-repot ke sini untuk memastikan keadaan saya," ucap Arini formal, mencoba mengembalikan wibawa Kepala Stafnya yang baru saja lenyap, walau suaranya sedikit bergetar.

Rian berdehem beberapa kali, berusaha menormalkan detak jantungnya yang sudah karang taruna. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, mencoba menyembunyikan sisa-sisa getaran akibat sentuhan tadi.

Sambil menatap ke arah kerumunan, Rian menarik napas dalam-dalam, mencoba mengendalikan isi kepalanya. Pikiran jernihnya mulai mengambil alih. Rasa berdebar yang menyenangkan tadi langsung ia tepis jauh-jauh.

Rian mengingatkan dirinya sendiri pada satu prinsip hidup yang selalu ia pegang teguh sejak pertama kali menginjakkan kaki di dunia kerja: Jangan pernah terlibat hubungan asmara dengan teman sekantor. Apalagi... wanita di depannya ini adalah Arini, Kepala Staf langsung yang memegang kendali kariernya.

Bagi Rian, melanggar batas itu adalah tindakan bunuh diri profesional. Dia hanyalah staf biasa, dan Arini berada di level yang jauh di atasnya. Menganggap Arini sebagai "kakak" kemarin sebenarnya adalah cara bawah sadar Rian untuk membentengi hatinya agar tidak jatuh terlalu dalam ke zona terlarang itu.

"Sama-sama, Bu. Sudah kewajiban saya sebagai... staf Ibu untuk memastikan keselamatan atasan," jawab Rian dengan senyum yang dipaksakan senormal mungkin, menekankan kata 'staf' dan 'atasan' sebagai pengingat keras untuk dirinya sendiri. "Lagipula, untunglah Ibu tadi sedang bersama... teman Ibu, jadi Ibu gak sendirian pas denger kabar ini."

Arini menangkap perubahan nada bicara Rian yang kembali menjaga jarak. Ada rasa sesak kecil yang aneh di dada Arini mendengar jawaban yang kelewat sopan itu. Di tengah sisa kepulan asap malam itu, keduanya berdiri berdampingan, saling berdekatan secara fisik namun pikiran masing-masing sibuk membangun kembali benteng pembatas yang sempat runtuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!