Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Awal Mula Masuk Dunia Drama

Hujan deras mengguyur Kota Jakarta malam itu, menyisakan suara gemercik air yang beradu dengan atap seng padepokan silat di pinggiran kota. Di dalam kamar sekretariat yang merangkap tempat tinggalnya, Arumi Nasha sedang telentang di atas kasur lipat tipis. Kakinya yang jenjang dinaikkan ke dinding, sementara kedua tangannya memegang ponsel dengan erat. Matanya yang bulat melotot tajam menatap layar yang sedang menampilkan adegan puncak dari drama adaptasi novel web populer berjudul "Posesif Suami Dingin".

‎"Astaga naga! Ini sutradaranya minta digeprek atau gimana, sih?!" teriak Arumi frustrasi, suaranya menggelegar mengalahkan suara guntur di luar.

‎Arumi adalah seorang pelatih silat muda berkepribadian ceplas-ceplos, bermulut tajam, dan terkenal bar-bar di lingkungannya. Baginya, menonton drama romansa di kala senggang adalah sarana hiburan, tetapi drama yang satu ini justru sukses membuat tensi darahnya melonjak ke ubun-ubun.

‎Di layar ponselnya, karakter antagonis wanita—yang sialnya memiliki nama depan yang sama dengannya, Arumi Razetha—baru saja melakukan tindakan super bodoh. Demi mengejar cinta suaminya yang dingin, Zaviar Ravindra, Arumi versi drama itu nekat mendorong Calista, sang istri kedua yang lemah lembut dan merupakan cinta masa kecil Zaviar, dari tangga mansion. Tindakan itu gagal total. Calista hanya menderita lecet kecil, sementara Zaviar murka luar biasa. Dengan tatapan mata sekejam iblis, Zaviar memerintahkan para pengawalnya untuk menyeret Arumi dan menjebloskannya ke dalam sel bawah tanah yang gelap, pengap, dan dingin selama dua minggu tanpa ampun.

‎"Heh, Arumi badut!" maki Arumi pada karakter di ponselnya. "Lu punya saham perusahaan warisan orang tua lu gede banget, muka lu sebenarnya cakep kalau enggak didandanin kayak reog Ponorogo, tapi otak lu di mana?! Kenapa lu musti ngemis cinta sama cowok impoten kaku kayak si Zaviar itu?! Kalau gue jadi lu, gue sewa pengacara paling mahal, minta cerai, ambil harta gono-gini, terus hidup makmur!"

‎Arumi mendengus kasar, membalikkan tubuhnya menjadi tengkurap. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran karakter tersebut. Di dalam kelanjutan cerita novelnya, Arumi versi drama itu dikabarkan tewas mengenaskan di dalam sel bawah tanah akibat kelaparan, kedinginan, dan serangan panik sebelum masa hukumannya selesai. Tragis, bodoh, dan sia-sia.

‎Perut Arumi berbunyi nyaring. Efek emosi jiwa menonton drama membuat cacing di perutnya berdemonstrasi meminta hak mereka. Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul sebelas malam.

‎"Makan mi instan kuah pedas pakai telur kayaknya mantap nih," gumamnya dengan mata berbinar.

‎Arumi bangkit dari kasurnya dengan gerakan lincah khas seorang pesilat. Ia berjalan menuju dapur kecil di sudut ruangan, mengambil sebungkus mi instan varian kuah rasa soto ditambah cabai rawit potong yang melimpah. Sembari menunggu air di dalam panci aluminium kecil di atas kompor listrik mendidih, Arumi meletakkan ponselnya di atas meja dapur, menyandarkannya pada sebuah toples agar tetap bisa menonton kelanjutan drama tersebut.

‎Di layar, adegan berpindah memperlihatkan Zaviar yang sedang mendekap Calista, istri keduanya, di atas ranjang rumah sakit dengan penuh rasa posesif, seolah-olah seluruh dunia adalah musuh yang ingin merebut wanitanya.

‎"Cih, posesif sih posesif, tapi tumpul buat apa?" cibir Arumi sambil mengaduk mi di dalam panci. Berdasarkan rahasia besar di dalam novelnya, Zaviar Ravindra menderita disfungsi ereksi organik-psikologis akibat trauma masa kecil dan racun dari musuh bisnis keluarganya. Tubuh dan gairahnya mati total untuk wanita mana pun. Dia mengabaikan kedua istrinya bukan hanya karena berhati dingin, tetapi karena organ intimnya memang tidak bisa bereaksi sama sekali. Zaviar bahkan belum pernah menyentuh Calista meskipun wanita itu adalah istri kedua yang sangat dicintainya.

‎Air di dalam panci mulai bergolak hebat. Arumi mematikan tombol kompor listrik, lalu dengan ceroboh mengangkat panci panas itu hanya menggunakan selembar kain tipis yang sudah agak basah. Pada saat yang bersamaan, petir menyambar dengan suara menggelegar di luar padepokan. Lampu di dalam ruangan mendadak berkedip-kedip tidak stabil.

‎"Eh, copot!" seru Arumi kaget.

‎Sentakan mendadak itu membuat tangannya yang memegang panci goyah. Kuah mi instan yang mendidih dan super panas tumpah, langsung mengenai permukaan kompor listrik yang masih menyala dan merembes ke kabel penambang yang terkelupas di dekat dinding.

‎Tubuh Arumi bergetar hebat. Rasa sakit yang luar biasa menghantam seluruh sistem sarafnya seperti ribuan jarum tak kasat mata yang menusuk bersamaan. Pandangannya mendadak memutih. Jantungnya berdegup dengan kecepatan ekstrem sebelum akhirnya melambat secara drastis. Kesadaran Arumi tersedot ke dalam pusaran kegelapan yang tak berujung. Pikiran terakhirnya sebelum kehilangan kesadaran sepenuhnya bukanlah tentang kematian, melainkan penyesalan yang amat sangat: Sialan, mi instan gue belum sempat kemakan!

‎Rasa sakit itu datang kembali secara bertahap, berdenyut konstan di belakang kepala sebelum menjalar ke seluruh persendian tubuh. Dingin. Hal pertama yang disadari oleh kesadaran Arumi setelah kegelapan panjang itu adalah rasa dingin yang menggigit, jenis dingin yang tidak berasal dari pendingin ruangan, melainkan dari lantai batu yang lembap dan berlumut.

‎"Uh..." Sebuah lenguhan lolos dari bibir yang terasa kering dan pecah-pecah.

‎Arumi mencoba menggerakkan jemarinya. Sentuhan pertamanya adalah permukaan kasar dari lantai batu yang basah. Bau apak campuran antara tanah, besi berkarat, dan aroma kelembapan yang samar langsung menusuk indra penciumannya. Ini bukan dapur padepokan silatnya. Ini jelas bukan lantai keramik putih tempat ia tersengat listrik tadi.

‎Secara perlahan, Arumi membuka kelopak matanya yang terasa seberat timah. Pandangannya sangat buram. Cahaya di ruangan itu sangat minim, hanya berasal dari sebuah obor dinding yang berkedip-kedip gelisah di balik jeruji besi yang kokoh. Jeruji besi?

‎Arumi tersentak. Rasa terkejut itu memberi pasokan energi mendadak pada tubuhnya yang lemas. Ia memaksakan diri untuk duduk, bersandar pada dinding batu yang terasa sedingin es. Kepalanya berputar hebat, memicu kilasan ingatan yang bukan miliknya berputar seperti pita kaset rusak di dalam otaknya.

‎“Dasar wanita ular! Kau berani mendorong Calista hingga terluka? Bersyukurlah aku tidak memenggal kepalamu saat ini juga! Seret dia ke ruang bawah tanah!” Suara seorang Pria terdengar dingin

‎Sebuah suara bariton yang berat, dingin, dan penuh kebencian menggema di dalam kepala Arumi. Diikuti visual seorang pria berjas formal hitam dengan tatapan mata sekelam malam, menatap penuh rasa jijik ke arah seorang wanita yang bersimpuh di kakinya dengan riasan wajah yang luntur oleh air mata.

Terpopuler

Comments

Bela Viona

Bela Viona

ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.

2026-05-18

1

Kusii Yaati

Kusii Yaati

Arumi kayak aq kalau lagi baca novel trus ada adegan yang bikin emosi, gregetan bawaannya pengen misuh terus 🤭...hai Thor aq mampir ya ☺️

2026-05-28

1

Luyoon

Luyoon

oke kak aku mampir nih bosan baca cs mulu apa lagi pemeran nya bts entah kenapa aku ngerasa cemburu mulu padahal cuman cs hahha

2026-05-23

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Mula Masuk Dunia Drama
2 Menjadi Antagonis
3 Bab 3 Mengubah Alur Drama
4 Bab 4 Pertemuan Pertama dengan Zaviar dan Calista
5 Pertemuan Pertama dengan Varian Sang Alter Ego
6 Membabat Pengkhianat dan Krisis Razetha Group
7 Kembalinya Gavin Cinta Masa Kecil dan Sahabat kecil Arumi
8 Racun Cemburu dan Posesif Varian
9 Posesif Varian dan Sangkar Emas di Atas Awan
10 Candu Manis dan Mahkota yang Terenggut
11 Konspirasi Istri Kedua dan Sinyal bahaya
12 Intograsi Gaya Macan Kemayoran
13 Runtuhnya Topeng Sang Rubah
14 Kekalahan Calista
15 Gairah Yang Meledak
16 Hukuman dan Gairah Alter Ego yang Tidak Pernah Padam
17 Gairah Pagi dan Pagar Tak Kasat Mata
18 Posesif Zaviar
19 Kedatangan Gavin Kembali dan Cemburu Varian
20 Bab 20 Kemarahan Varian Ataupun Zaviar
21 Posesif Bin Bucin Zaviar
22 Candu Varian
23 Pertarungan Arumi
24 Bab 24 Pertolongan Zaviar dan Varian
25 Bab 25 Zaviar dan Varian Posesif Akut
26 Gairah Varian yang tak pernah padam
27 Bab 27 Pelarian Calista yang Gagal
28 Keputusan Varian
29 Varian Si Raja Iblis
30 Bab 30 Perdebatan Manis dan Tingkah Posesif Zaviar
31 Bab 31 Kemurkaan yang Dingin Zaviar
32 Zaviar yang Mulai Bertindak
33 Bab 33 Usir Sang Masa Lalu
34 Bab 34 Amarah Arumi kepada Gavin
35 Bab 35 Gavin di Usir Arumi
36 Bab 36 Zaviar Menjemput Arumi
37 Bab 37 Zaviar yang Posesif dan Agresif
38 Bab 38 Zaviar yang Panik
39 Bab 39 Evakuasi dan Kamar Darurat
40 Bab 40 Ancaman dalam kehangatan
41 Bab 41 Sifat Licik Calista yang Tidak Pernah Jerah
42 Kesadaran dan Semangkuk Mi Instan
43 Sisi Liar Sang Macan
44 Arumi dan Zaviar
45 Bab 45 Rencana Jahat Gavin
46 Bab 46 Gavin dan Calista Bersatu Memisahkan Arumi dan Zaviar
47 Bab 47 Malam Penculikan Arumi
48 Pesta yang Hancur
49 Varian Sang Alter Ego Kembali
50 Bab 50 Amarah Arumi
51 Bab 51 Varian Sang Raja Iblis yang Murka
52 Bab 52 Gavin dan Calista yang Mulai Terjepit
53 Bab 53 Kekalahan Gavin Dan Calista
54 Bab 54 Posesif Varian Sang Raja Iblis
55 Bab 55 Varian yang tak mau di bantah
56 Candu dalam Sangkar Emas
57 Bab 57 Hukuman Untuk Gavin Dari Sang Raja Iblis
58 Obsesi Sang Raja Iblis yang Menjinakkan Arumi
59 Kekalahan Arumi di Bawah Pelukan Sang Raja Iblis
60 Musuh Varian
61 Rencana Menghancurkan Musuh
62 Langkah Senyap Arumi Mengikuti Varian
63 Kedatangan Arumi
64 Bangkitnya Zaviar Raja Iblis yang Dingin
65 Zaviar Mengambil Alih Tubuhnya
66 Zaviar yang Mencintai Arumi
67 Varian Menggantikan Kembali Zaviar
68 Posesif Varian Penuh Gairah
69 Perdebatan Varian Dan Zaviar Dalam Satu Dekapan
70 Aliansi Dua Jiwa dan Deklarasi Perang
71 Intrik Di atas Tuga puluh Ribu Kaki
72 Varian dan Zaviar
73 Varian yang Sulit Di kendalikan
74 Varian yang Selalu Mengambil Alih Tubuh Zaviar
75 Zaviar Dan Arumi Bersatu Menyerang Musuh
76 Zaviar Berusaha Mengendalikan Varian
77 Simfoni Darah
78 Varian Mengambil Alih Penyerangan
79 Pertarungan Zaviar Melawan Takeshi Nakamura
80 Kemenangan Zaviar
81 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Awal Mula Masuk Dunia Drama
2
Menjadi Antagonis
3
Bab 3 Mengubah Alur Drama
4
Bab 4 Pertemuan Pertama dengan Zaviar dan Calista
5
Pertemuan Pertama dengan Varian Sang Alter Ego
6
Membabat Pengkhianat dan Krisis Razetha Group
7
Kembalinya Gavin Cinta Masa Kecil dan Sahabat kecil Arumi
8
Racun Cemburu dan Posesif Varian
9
Posesif Varian dan Sangkar Emas di Atas Awan
10
Candu Manis dan Mahkota yang Terenggut
11
Konspirasi Istri Kedua dan Sinyal bahaya
12
Intograsi Gaya Macan Kemayoran
13
Runtuhnya Topeng Sang Rubah
14
Kekalahan Calista
15
Gairah Yang Meledak
16
Hukuman dan Gairah Alter Ego yang Tidak Pernah Padam
17
Gairah Pagi dan Pagar Tak Kasat Mata
18
Posesif Zaviar
19
Kedatangan Gavin Kembali dan Cemburu Varian
20
Bab 20 Kemarahan Varian Ataupun Zaviar
21
Posesif Bin Bucin Zaviar
22
Candu Varian
23
Pertarungan Arumi
24
Bab 24 Pertolongan Zaviar dan Varian
25
Bab 25 Zaviar dan Varian Posesif Akut
26
Gairah Varian yang tak pernah padam
27
Bab 27 Pelarian Calista yang Gagal
28
Keputusan Varian
29
Varian Si Raja Iblis
30
Bab 30 Perdebatan Manis dan Tingkah Posesif Zaviar
31
Bab 31 Kemurkaan yang Dingin Zaviar
32
Zaviar yang Mulai Bertindak
33
Bab 33 Usir Sang Masa Lalu
34
Bab 34 Amarah Arumi kepada Gavin
35
Bab 35 Gavin di Usir Arumi
36
Bab 36 Zaviar Menjemput Arumi
37
Bab 37 Zaviar yang Posesif dan Agresif
38
Bab 38 Zaviar yang Panik
39
Bab 39 Evakuasi dan Kamar Darurat
40
Bab 40 Ancaman dalam kehangatan
41
Bab 41 Sifat Licik Calista yang Tidak Pernah Jerah
42
Kesadaran dan Semangkuk Mi Instan
43
Sisi Liar Sang Macan
44
Arumi dan Zaviar
45
Bab 45 Rencana Jahat Gavin
46
Bab 46 Gavin dan Calista Bersatu Memisahkan Arumi dan Zaviar
47
Bab 47 Malam Penculikan Arumi
48
Pesta yang Hancur
49
Varian Sang Alter Ego Kembali
50
Bab 50 Amarah Arumi
51
Bab 51 Varian Sang Raja Iblis yang Murka
52
Bab 52 Gavin dan Calista yang Mulai Terjepit
53
Bab 53 Kekalahan Gavin Dan Calista
54
Bab 54 Posesif Varian Sang Raja Iblis
55
Bab 55 Varian yang tak mau di bantah
56
Candu dalam Sangkar Emas
57
Bab 57 Hukuman Untuk Gavin Dari Sang Raja Iblis
58
Obsesi Sang Raja Iblis yang Menjinakkan Arumi
59
Kekalahan Arumi di Bawah Pelukan Sang Raja Iblis
60
Musuh Varian
61
Rencana Menghancurkan Musuh
62
Langkah Senyap Arumi Mengikuti Varian
63
Kedatangan Arumi
64
Bangkitnya Zaviar Raja Iblis yang Dingin
65
Zaviar Mengambil Alih Tubuhnya
66
Zaviar yang Mencintai Arumi
67
Varian Menggantikan Kembali Zaviar
68
Posesif Varian Penuh Gairah
69
Perdebatan Varian Dan Zaviar Dalam Satu Dekapan
70
Aliansi Dua Jiwa dan Deklarasi Perang
71
Intrik Di atas Tuga puluh Ribu Kaki
72
Varian dan Zaviar
73
Varian yang Sulit Di kendalikan
74
Varian yang Selalu Mengambil Alih Tubuh Zaviar
75
Zaviar Dan Arumi Bersatu Menyerang Musuh
76
Zaviar Berusaha Mengendalikan Varian
77
Simfoni Darah
78
Varian Mengambil Alih Penyerangan
79
Pertarungan Zaviar Melawan Takeshi Nakamura
80
Kemenangan Zaviar
81
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!