NovelToon NovelToon
Kakak Ipar Ketagihan

Kakak Ipar Ketagihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Romantis / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ibah Ibah

Tiga tahun sudah Lisa menikahi kakak iparnya tanpa ikatan cinta. Berbanding terbalik dengan Galih Almarhum suaminya yang begitu tampan, humoris dan begitu perhatian. Sikap Angga justru kebalikannya. Dia lelaki yang abai, tak banyak bicara dan kaku. Lisa bak menikah dengan robot. Tak ada yang menarik dalam pernikahan kedua lisa ini. Lisa hampir gila, hingga mengajukan perceraian pada mantan kakak iparnya itu. Angga menolak, lelaki itu berubah. Akankah Lisa tetap bertahan atau kembali meminta berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Lisa meminta Dion menurunkannya di sebuah Minimarket dekat rumah Angga. Lisa tak ingin Dion tahu di mana dia tinggal. Jika Dion tahu pasti lelaki itu akan sering datang. Bagaimana nanti kalau Angga dan Dion bertemu? Tidak lucu kan? Angga saja tidak mau pernikahan mereka di ketahui orang. Apa yang akan di pikirkan Dion nanti kalau Dion tahu dia dan Angga satu atap. Kalau sampai Dion tahu status nya dan Pak Angga adalah suami istri, pasti Angga akan marah besar.

"Aku turun di sini saja, rumah ku sudah dekat"

Dion sedikit kecewa, padahal dia sudah sangat berharap bisa mampir ke rumah Lisa, jadi dia bisa antar jemput Lisa setiap hari.

"Kamu tidak mau mengajakku minum teh di rumahmu?" tanya Dion tak ingin menyerah begitu saja. Dia sudah lama menyukai Lisa, hanya saja waktu itu Lisa sudah di miliki Pak Galih. Sekarang Lisa sudah jadi janda kembang, jadi Dion berniat mengejar cinta Lisa, siapa tahu Lisa menerima dirinya menggantikan posisi Pak Galih sebagai suami.

"Maaf aku tidak pernah membawa lelaki ke rumah, lain kali aku traktir kopi. Mau?"

Tawar Lisa, dia merasa tidak enak hati saja karena sudah di antar jauh-jauh ke sini.

Dion langsung tersenyum senang, mana mungkin dia menolak ajakan itu.

"Aku tunggu waktu luangnya" Jawab Dion sambil melajukan kembali mobilnya.

Lisa tersenyum sambil melampirkan tangannya ke arah Dion. Tak jauh dari sana, ada Angga yang tengah kebakaran jenggot melihat istri tercintanya tersenyum di depan lelaki lain, apalagi Lisa juga melambaikan tangannya untuk lelaki itu.

Lisa masuk ke minimarket itu, dia belum menyadari keberadaan Dion. Dia hanya ingin menunggu hujan reda, lalu meminta Bik Sumi menjemputnya.

Lisa ingin membeli mie hangat dulu, perutnya agak lapar, hujan-hujan begini pasti enak sekali makan Mie berkuah. Akhirnya Lisa memilih membeli Mie cepat saji yang ada di minimarket itu.

"Huu pasti enak sekali" Gumam Lisa saat menerima Mie berkuah yang begitu menggugah selera makannya.

Lisa keluar ingin duduk di kursi depan Minimarket ini sambil sesekali menyuap Mie nya. Namun di ambang pintu Lisa melihat Angga yang nampak menahan amarah, Lisa membulatkan matanya, Mie yang dia makan bahkan masih ada di mulutnya.

"Bukankah aku sudah bilang agar menunggu ku?"

Ucapan itu terdengar begitu mengerikan di telinga Lisa, namun dia sekarang tidak akan takut lagi dengan amarah Angga. Lisa melewati Angga begitu saja dan duduk di depan minimarket tanpa rasa bersalah.

Karena menurutnya dia memang tidak salah. Lisa memang sudah menunggu lelaki itu satu jam lebih, kalau saja tidak ada Dion, dia pasti sudah kehujanan.

Angga makin marah melihat sikap acuh Lisa, dia mengikuti Lisa, menarik kursi di sebelah Lisa dengan kasar. Lisa sama sekali tidak terganggu dengan itu, dia tetap menikmati makanannya.

"Kau mengabaikan ku?"

"Lisa melirik tak suka ke arah Angga, mulutnya mengerucut sebal, matanya melirik sinis ke arah lelaki itu.

Dia yang salah, tapi selalu saja menyalahkan orang lain. Percuma saja Lisa menjelaskan, Angga Pasti tidak mau di bantah, jadi Lisa memilih tak menyahut, dia kembali menikmati Mie kuahnya.

"Lisa!"

Angga kini benar-benar marah, dia merebut mie yang ada di tangan Lisa.

"Kenapa mas? Mas kesal? Mas merasa aku tidak patuh? Dengar ya Mas Angga, Aku dari tadi juga merasakan hal yang sama. Mas tadi pergi dengan Gina sambil pegang-pegangan tangan, Minta aku menunggu berjam-jam di depan kantor, mas bahkan tidak bisa di hubungi. Apa aku salah jika ada yang menawariku tumpangan? Mas nggak sadar tadi hujan deras benget? Kalau aku masih menunggu Mas Angga, Pasti aku sudah menggigil kedinginan di sana" Ujar Lisa sambil menarik kembali Mie yang di ambil Angga.

Angga tak mau kalah, dia juga ikut tersulut emosi, pertama kali dalam hidupnya dia bantah, rasa cemburunya juga membuat Angga tidak bisa mengendalikan diri.

"Aku sudah datang saat kamu masuk ke mobil lelaki itu, kau bahkan tak melihat ke arah mobilku sama sekali, aku kan sudah bilang tunggu, harusnya kamu menunggu sebentar lagi, tapi kamu justru asyik berduaan dengan lelaki modus itu"

Lisa makin geram, dia hanya di antar pulang, lagi pula Lisa juga tidak melakukan hal-hal aneh.

"Aku hanya duduk di kursi mobilnya mas! Memangnya mas yang tiap hari bermesraan dengan teman kerja mas, kemana-mana gandengan tangan, mas saja tidak mau mengakui ku sebagai istri, semua orang mengira aku janda, tapi saat ada lelaki menyukai ku mas protes, ini namanya tidak adil mas! Mas boleh dekat-dekat dengan wanita lain, tapi aku tidak"

"Aku dan Gina tidak seperti yang kamu bayangkan! Dia sudah aku anggap sebagai adikku, kita saling mengenal sejak kecil, kami mana mungkin ada hubungan"

"Mas tahu kan cinta itu tumbuh karena terbiasa, jadi bisa saja kalian saling punya rasa tapi terhalang karena mas sudah terlanjur menikah dengan ku"

Angga sudah tak bisa tahan lagi, Lisa selalu berasumsi sendiri dengan apa yang dia pikirkan. Angga juga mulai malu saat mereka jadi pusat perhatian. bahkan karyawan Minimarket ada yang mengintip mereka dari pintu masuk.

Angga jadi benar-benar malu, dia menarik tangan Lisa, mengajaknya pulang ke rumah.

Lisa menepis tangan Angga, dia berjalan sendiri bahkan mendahului Angga begitu saja. Lisa masuk duluan ke dalam mobil Angga, namun Lisa tidak mau duduk di depan, dia memilih duduk di belakang. Malas sekali berdebat dengan lelaki yang egois dan tak pernah mau mengalah.

"Duduk di depan! aku bukan supir kamu" Pinta Angga.

"Tidak mau! Di depan ada setan kepanasan"

Angga tak ingin berdebat lagi, dia akhirnya mengalah, lagi pula karah minimarket dan rumahnya hanya beberapa meter saja.

Keduanya diam tanpa kata, tiga menit kemudian Mobil Angga sampai di depan rumah. Lisa turun dan membukakan pintu gerbang untuk Angga.

Angga menghembuskan nafas berat, padahal tadi pagi dia sudah merencanakan banyak hal agar bisa semakin dekat dengan Lisa. Tapi kenyataannya justru sebaliknya.

"Astaga! padahal aku sudah memesan restoran mewah malam ini" Batin Angga. Tapi kalau sudah begini, bagaimana dia bisa mengajak Lisa ke sana?

1
D_wiwied
kenapa jd pada bodoh sih, lisa dg asumsinya sendiri selalu minta cerai, angga dg sikap protektifnya tp ga pernah jelasin ada apa sebenarnya.. jangan muter2 disitu terus thor bikin pusing 😆🤣
D_wiwied
jangan terlalu lama bikin Lisa trs salah paham thor, bikin dia akhirnya tau kesungguhan dan besarnya cinta Angga ke dia selama ini
Ibah Ibah: Siap 💪
Setelah ini akan ada badai sebelum datang pelangi.
total 1 replies
🔵❀ ⃟⃟ˢᵏ『⃟𝐉𝕱𝖊𝖗𝖔𝖟𝖎𝐀⃝🥀➢
iya Thor gpp
gws ya🙏
Ibah Ibah: iya makasih
total 1 replies
Ibah Ibah
Maaf Hari ini Up sedikit, Author masuk RS
mungkin besok tidak up dulu 🙏🙏
D_wiwied: gws kk 🙏 cepat sembuh ya
total 1 replies
🔵❀ ⃟⃟ˢᵏ『⃟𝐉𝕱𝖊𝖗𝖔𝖟𝖎𝐀⃝🥀➢
cepat sembuh ya thor🙏
Ibah Ibah: Terima Kasih Amin 🥰
total 1 replies
Soraya
knp lisa gak jujur aja sama orang tua nya Angga minta cerai
Soraya
mampir thor
Ibah Ibah: Terima kasih kakak
total 1 replies
Piyah
dialognya kurang ku baca koran
dayu emonk
Luar biasa
Ibah Ibah
Ceritanya ringan, kisah cinta nya bikin penasaran
Ibah Ibah
biar pada penasaran 🤭🤭
Ayusha
cerita nya bagus kak, tapi kok judulnya bikin su'udzon 🤭
Ibah Ibah: 🤭🤭🤭 ceritanya masih aman kak 😄😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!