NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 RIVAL WITH CRUSH

Kantin SMA Hanseong itu luas, tapi entah kenapa hanya satu meja besar di tengah yang dianggap "meja utama". Sebuah wilayah kekuasaan yang tak tertulis, yang selama ini dikuasai dua geng populer secara bergiliran.

Hari Senin, giliran Geng Jungkook.

Tapi saat mereka datang dengan langkah percaya diri—Jungkook di depan dengan jaket olahraga, Yoongi dengan headphone di leher, dan Hoseok melambai ke semua orang—mereka terhenti di ambang pintu.

"Lo becanda?" gumam Jungkook, menatap ke tengah kantin.

Di sana, Geng Taehyung sudah duduk santai. Taehyung menggigit potongan roti isi stroberi dengan pose dramatis, Seokjin sedang selfie dengan ekspresi "uwu", dan Jimin sedang mengaduk es teh dengan tatapan kosong... sampai dia melihat mereka datang.

Yoongi mengangkat satu alis. "Hari ini jadwal kita."

Taehyung pura-pura kaget. “Hah? Serius? Gue kira itu cuma mitos urban.”

Hoseok tertawa kering. “Bukan mitos. Kita bahkan punya jadwal. Lu liat di grup sekolah deh.”

Seokjin memasukkan sesendok nasi ke mulut. “Masalahnya, kita nggak gabung grup sekolah. Isinya receh semua.”

Jimin tersenyum manis ke arah Hoseok, tapi kata-katanya setajam silet. “Atau kalian bisa duduk di pojokan. Kayaknya cocok, lebih... low profile.”

Yoongi maju satu langkah, siap adu argumen, tapi Jungkook menahan tangannya. Dengan nada lebih tenang tapi tegas, dia menatap langsung ke arah Taehyung. “Kita kompromi. Setengah-setengah.”

Taehyung berdiri, wajahnya nyaris sejajar dengan Jungkook. “Lo ngajak damai?”

“Enggak. Gue ngajak... menunda perang ”

Sekitar mereka, murid-murid lain berbisik-bisik. Beberapa bahkan mulai merekam.

Tapi saat ketegangan memuncak, piring plastik Seokjin tiba-tiba jatuh ke lantai dan semua orang terkejut... kecuali Namjoon yang baru datang dari belakang, menabrak Seokjin tanpa sengaja.

“Oops, sorry,” ucap Namjoon, menunduk mengambil piring. Tatapan matanya singkat tertumbuk ke mata Seokjin, lalu buru-buru mengalihkan pandang. Seokjin tersenyum kecil. “Nggak apa-apa. Lo selalu bikin hidup gue… jatuh.”

Yoongi mengangkat alis. “Cringe.”

Akhirnya, dua geng duduk di meja yang sama, memisahkan wilayah dengan nampan makanan. Jungkook duduk berseberangan dengan Taehyung. Diam-diam, mata mereka saling bertemu.

Dan detik itu juga, keduanya langsung memalingkan wajah dengan pipi memerah.

Yoongi menyesap minumannya. “Ini akan jadi tahun yang panjang.”

___

"INGAT, fokus ke bola, bukan ke pipi Taehyung!"

Itu adalah affirmation pribadi Jungkook pagi itu. Sayangnya, afirmasi itu gagal total begitu dia melihat Taehyung masuk lapangan dengan kaos basket oversized dan senyum yang bisa meluluhkan pelatih paling galak sekalipun.

“Yah, gue mati duluan,” gumam Jungkook sambil mengikat tali sepatunya.

Hari ini kompetisi antar kelas dimulai. Geng Jungkook dari kelas 3A lawan Geng Taehyung dari 3B. Penonton sudah ramai.

Klub cheerleader heboh di satu sisi, sementara sisi lain diisi siswa-siswa cowok yang saling taruhan siapa yang bakal menang—atau siapa yang bakal bikin drama.

Lisa duduk di tribun paling depan, dengan banner bertuliskan “GO HOBI 💛”.

Jimin, yang jadi supporter resmi kelas 3B, berdiri tidak jauh dari situ, memasang ekspresi kesal.

“Lo sengaja ya duduk depan-depan gitu?” sindir Jimin.

Lisa tersenyum manis. “Biar Hobi-ku bisa lihat aku dengan jelas.”

Di lapangan, peluit ditiup. Bola dilempar tinggi.

Pertandingan dimulai.

Dan seperti biasa, semua mata tertuju pada dua bintang: Jungkook dan Taehyung.

Mereka bersaing dalam segala hal—lari paling cepat, lemparan paling presisi, selebrasi paling keren. Tapi entah kenapa, setiap kali mereka berpapasan, waktu seakan melambat. Bahu bersentuhan. Tatapan singkat. Lalu buru-buru saling menjauh.

Yoongi melempar bola ke Jungkook. Jungkook lay-up. Skor masuk.

Taehyung membalas dengan gerakan putar lalu dunk kecil yang bikin penonton cewek teriak histeris.

Saat istirahat pertandingan, Jungkook membuka botol air. Di dalam tasnya, dia menemukan secarik kertas kecil—tulisan tangan, dengan spidol pink.

“Kamu selalu kelihatan keren waktu serius. Tapi paling manis waktu kamu senyum sendiri setelah cetak skor. Fighting! 💖”

Jungkook membeku.

“Bro, kenapa? Ada bom di situ?” tanya Hoseok.

Jungkook buru-buru menyembunyikan kertas. “Nggak, cuma… um… nothing. Kertas struk.”

Tapi wajahnya jelas panik. Pipinya merah. Dan di dalam kepalanya:

Siapa yang nulis ini? Siapa yang tahu dia suka nyengir sendiri?

Dia menoleh sekilas ke arah Taehyung, yang lagi duduk sambil mengikat rambutnya pelan-pelan. Lalu pandangan mereka bertemu—hanya sedetik, tapi cukup untuk bikin jantung Jungkook lompat satu centi.

Apakah itu dari Taehyung? Atau...

Tapi siapa pun itu, satu hal jelas:

Jungkook baru saja punya misteri cinta yang harus dipecahkan.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!