NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:47.3k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Rencana Baru

Ben terdiam sebentar, dia sama sekali belum memikirkan caranya. Karena bagaimanapun pengacara Markus adalah pengacara tetap perusahaan. Dia yang memegang kendali untuk semua masalah perusahaan. Hampir semua data perusahaan dia mengetahuinya.

"Berikan aku waktu nyonya, masalahnya pengacara Markus memiliki semua data perusahaan. Tidak akan mudah menjebaknya, dan kita juga harus memastikan bahwa, ketika kita menyingkirkannya dia tidak memiliki sama sekali data perusahaan lagi. Jika tidak, bisa saja di membocorkannya ke rival perusahaan kita!"

Ratih mengangguk paham. Dia tahu, pasti hal itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Salahnya juga, semua tentang perusahaan diketahui oleh pengacara Markus. Dia benar-benar memberikan akses yang tidak terbatas untuk pengacara itu.

"Ya sudah, atur saja!" kata Ratih yang memegang kepalanya lagi.

"Apa kamu tidak enak badan? kepalamu pusing?" tanya Ben yang sejak tadi memperhatikan Ratih.

"Iya sedikit pusing"

Ben melihat Rafa yang sudah tertidur di bahunya. Dia meletakkan Rafa perlahan di strollernya. Sangat pelan. Lalu dia menyentuh kepala Ratih, memijatnya perlahan.

"Mungkin kamu kurang tidur, tidak apa-apa. Sedikit pijatan, lalu sampai rumah nanti minum teh chamomile. Maka sakit kepalamu akan berkurang!" kata Ben.

Ratih seperti mengalami de Javu, dulu ketika mereka masih sekolah. Dan Ben menjadi bodyguard Ratih. Ben juga sering melakukan hal yang sama seperti ini. Kalau Ratih pusing karena kurang tidur, saat akan ujian dan terlalu sibuk belajar, Ben akan memberikan pijatan ringan seperti itu. Tapi sangat efektif, sakit kepala Ratih biasanya langsung berkurang.

Angin yang bertiup ke arah mereka. Membuat rambut Ratih sesekali menutupi wajahnya. Dan Ben sesekali juga meraih helaian rambut itu dan merapikannya.

"Nyonya, obatnya..."

Ratih langsung menarik dirinya menjauh dari Ben. Ketika bibi Asih datang setelah mengambil obat.

"Terima kasih, Ben. Kami akan pulang sekarang..."

"Bagaimana kalau kita makan siang dulu, di dekat sini ada restoran daging yang baru buka, kamu suka sekali sate dan daging panggang kan?" tanya Ben.

Ratih menoleh ke arah bibi Asih. Ia pikir, juga bisa mengajak bibi Asih makan siang di restoran itu. Sudah lama mereka tidak makan siang di luar juga.

Ratih mengangguk, Ben terlihat begitu senang. Pria itu bahkan segera mendorong stroller Rafa. Karena memang restoran itu tempatnya tak jauh dari rumah sakit.

Begitu sampai di restoran, Ben memesan banyak makanan. Dan ketika makanan itu datang, Ben bahkan memotongkan daging untuk Ratih.

"Makan ini saja, aku sudah potongkan untukmu!"

Ratih hanya bisa mengangguk. Karena piringnya sudah di angkat oleh Ben, dan piring Ben yang dagingnya sudah di potong-potong kecil-kecil, di letakkan di depan Ratih.

"Terima kasih!"

"Anytime Ratih... maksudku, nyonya! sama-sama nyonya!"

Ratih melirik sekilas ke arah Ben. Dan pria itu langsung menundukkan kepalanya memotong daging di piringnya.

'Entah kenapa, tapi aku merasa Ben...'

Suara ponsel berdering...

Ratih yang tadinya sedang memikirkan sesuatu, segera mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya.

Ben yang melihat itu juga memperhatikan. Ratih menoleh ke arah Ben.

"Mas Fandi"

Wajah Ben mendadak berubah. Dari tadinya yang terlihat ingin tahu. Jadi, terlihat malas lalu segera memalingkan wajahnya dari Ratih.

'Ada apa dengannya?' batin Ratih sebelum menerima panggilan telepon dari Fandi itu.

"Halo mas"

[Sayang, kamu dimana? sayang aku butuh tanda tanganmu. Pembangunan proyek di Teluk Harapan membutuhkan material lebih banyak lagi, aku di rumah dan kamu tidak ada]

"Aku sedang mengantar Rafa imunisasi, mas!"

[Baiklah kalau begitu, aku akan menyusul ke rumah sakit]

"Oke!"

Ratih segera menutup panggilan telepon dari Fandi itu.

"Aku akan makan dengan cepat, kamu akan kembali ke rumah sakit kan?" tanya Ben.

"Kenapa aku harus kembali ke rumah sakit? tinggal panggil saja supirnya kemari kalau mau pulang!" kata Ratih.

Bibi Asih tidak banyak bicara, dan tidak memperhatikan juga. Dia hanya makan, sambil sesekali memperhatikan Rafa yang memang berada di stroller yang ada di sebelahnya.

"Tapi, dia akan menyusul ke rumah sakit?" tanya Ben.

"Memangnya kenapa? aku tidak menyuruhnya datang ke rumah sakit. Dan kamu Ben, kenapa kamu perduli sekali pada mas Fandi?" tanya Ratih menatap curiga, tapi itu hanya tatapan curiga yang sengaja dilakukan untuk teasing Ben saja.

"Kenapa aku harus perduli pada suami idamanmu itu?"

'Justru aneh kalau kamu tidak perduli padanya. Kamu sangat mencintainya kan Ratih, sampai kamu tidak sadar. Kalau dia hanya memanfaatkanmu saja!' batin Ben.

"Jangan banyak bicara Ben. Banyak makan saja, kamu semakin kurus. Kemana perginya otot tanganmu yang seperti balon itu! atau mungkin delapan pack yang ada di perutmu juga hilang?" Tanya Ratih.

Itu hanya bercandaan mereka sejak dulu.

Ben menggeser kursinya ke dekat Ratih. Ratih yang melihat itu mengangkat alisnya.

"Masih ada, mau lihat?" tanya Ben berbisik pada Ratih.

"Uhukk... Uhukk!"

"Nyonya, minum dulu nyonya" bibi Asih mendekati Ratih dan menggeser gelas minuman Ratih lebih dekat.

Sedangkan Ben kembali menggeser tempat duduknya ke tempat semula.

Ratih meminum air di gelas itu, dan melirik tajam ke arah Ben. Sementara Ben malah terkekeh pelan.

**

Di rumah Ratih, bibi Erma yang baru saja bicara dengan Fandi tampak puas dengan rencana mereka.

Begitu mobil Fandi pergi, bibi Erma segera beranjak ke ruangan laundry. Dimana Sarah juga masih bergelut dengan banyaknya taplak meja yang harus dia cuci saru persatu karena memang bentuknya unik dan beragam. Tidak bisa di masukkan dalam mesin cuci. Bisa rusak.

"Sarah..."

Wajah Sarah sudah tampak sangat lelah.

"Ibu, bagaimana? aku lelah sekali!" keluh Sarah pada bibi Erma.

Entah itu sudah keluhan ke berapa ratus kali sejak dia sampai di rumah ini dan menjadi pelayan di bagian laundry.

"Tenang saja, sekarang Fandi sedang minta uang pada Ratih. Dia akan menggunakan proyek untuk alasan mengambil uang yang banyak dari Ratih. Dengan uang itu, kita akan bayar orang. Untuk melenyapkan bibi Asih tanpa jejak. Nanti kalau bibi Asih sudah tidak ada, kamu akan jadi pengasuh Rafa. Ibu akan bujuk Ratih, bagaimana pun caranya!"

Sarah begitu senang, dia langsung memeluk ibunya itu. Sarah sungguh merindukan Rafa, ingin melihat dan memeluk Rafa yang dia sangka anak kandungnya itu.

Sementara itu, Ratih di restoran bahkan sedang meminta Ben, untuk mengkonfirmasi apa yang terjadi di proyek teluk harapan. Kalau dulu dia akan langsung percaya pada semua yang dikatakan Fandi. Sekarang tidak lagi, dia tidak akan mengulangi kesalahannya itu.

"Bagaimana?" tanya Ratih pada Ben.

"Memang di butuhkan dana, pembelian material. Tapi tidak lebih dari 100 juta!" kata Ben.

Ratih mengangguk paham. Suaminya yang brengsekk itu memang penuh perhitungan. Dananya hanya kurang sebanyak itu. Tapi dia yakin, suaminya yang brengsekk itu akan meminta uang padanya 10 kali lipat.

"Kalau begitu, kirimkan uangnya pada yang bertanggung jawab di proyek itu. Tidak lebih, tidak kurang!"

"Baiklah!"

***

Bersambung...

1
awesome moment
getok j, bu. ben mmg rada stubborn. saking tahu diri bgts. smg rafa adalah anak ben😄😄😄
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tenang Bu Maya , anak nakal itu gak akan jadi pergi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: ketahan pengakuan cinta juga, makanya gak bisa pergi 🤭
total 2 replies
vj'z tri
tenang mam gak jadi minggat kok /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: 🤧🤧🤧😂😂
total 1 replies
awesome moment
tugas dokter kn mmg membantu pasien. udh bnr mrk. toch jg g akan lama. bntar lg kn mrk ber3 meninggoy dgn sukses. racun dri ratih kn sdh mendaging darah di body mrk ber 3. tinggal menunggu waktu j. RIP dgn sukses buat mrk ber 3😉😉😉
Noer: semoga tenang disana
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
oh ternyata masih ada yang mau nolongin Fandi 🤭
Noer: iya tak kenal maka tak tahu kalau dia jahat ya
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
memprihatinkan sekali kondisi Sarah, tapi gimana , dia juga jahat tega menjual anak 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤭🤭🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ini apa Ratih 🤔
Noer: ini...... itulah pokoknya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
makan tu kekalahan mu Fandi 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
harus kasihan apa senang melihat nasib Sarah yang begitu 🤭🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 💃💃💃💃💃
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jangan pergi Ben
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Oalah Ben bingung jadi kamu ya 🤭🤭🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 😀😀😀
total 2 replies
vj'z tri
lebaran wes lewat k Noer tinggal di goyang up nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: yok yok
total 1 replies
vj'z tri
dokter belum tahu ajj apa yang trio kwek-kwek ini telah lakukan ...gak yakin kalau tahu terus dokter masih kasihan...... /Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye/
Noer: iya kan ya
total 1 replies
vj'z tri
terkuat makan rendang ya k /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: salah ketik, ya ampun rekonsiliasi 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjutkan hasutanmu Lola 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: selamat hari raya idul Fitri juga kak 🙏
mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Ria Adek
Bagus, mereka sudah pergi dari rumah Ratih sebelum mati..
Khawatir jika kelamaan di rumah itu, keburu bau bangkai..
Dan Fandi pun sudah di cerai..
Kini kehidupan mereka sudah tercerai berai..
Kira² apa selanjutnya yg terjadi..?
Yuk ahh.. Bab berikutnya kita baca lagi.. 🏃‍♀️🏃‍♀️😁
Noer: Aamiin ❤️
total 3 replies
Ria Adek
Wow.. Banyak kejutan di bab ini rupanya..
Ternyata Ratih sudah mengetahui semuanya..
Dan apa yang terjadi..? Terkejut dong pastinya.. 🤭
Apa lagi Bi Erma, sudah tak mampu lagi berkata untuk menolak fakta..
Karena Ratih punya CCTV yg tersembunyi, dan tak di ketahui oleh mereka bertiga..
Lalu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya..?
Yuk.. Mari kita baca bab selanjutnya.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Ria Adek
Adrian, jabatan tinggi..
Harta melimpah..
Ternyata hasil korupsi..
Kasih nafkah anak istri pake uang haram, parah dahh.. 🤦🏻‍♀️
Ria Adek: Hmm.. Terlalu.. 🤭
total 4 replies
Ria Adek
Sepandai-pandai nya kau menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga Erma.. 😏
Kau kira kebusukan bisa kau tutupi selamanya..?
Kau kira kebenaran tak akan menemukan jalannya..?
Mungkin saja kau terbebas saat ini, tapi lihat saja nanti, tunggu saja waktu nya tiba..
Kau akan berada di tempat mu yg seharusnya, yaitu penjara.. 😏
Noer: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 5 replies
awesome moment
😄😄😄cemen dipiara
Noer: 😂😂😂😂😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!