NovelToon NovelToon
Perfect Lies

Perfect Lies

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."

Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."

Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan Atlas

Suasana di kamar Kaylee yang tadinya tegang mendadak pecah oleh tawa renyah Atlas. Ia melempar ponselnya ke atas tumpukan selimut seolah benda itu baru saja menampilkan lelucon paling lucu tahun ini.

"Kenapa, At?" tanya Kaylee ragu, matanya masih sedikit sembap karena sisa ketakutan dari film horor tadi.

"Lihat nih," Atlas menarik Kaylee kembali ke dalam pelukannya. Kali ini mereka sudah berbaring di atas ranjang besar milik Kaylee. Atlas menarik pinggang Kaylee dengan erat, memastikan tidak ada celah di antara mereka, lalu menyodorkan layar ponselnya.

Di sana, rentetan pesan dari Clarissa terlihat penuh emosi:

"Aku nggak tahan lihat kalian tadi! Kamu terlalu perhatian sama dia, At! Kamu pilih aku atau Kaylee? Jawab sekarang!"

Kaylee membeku membaca teks itu. Jantungnya berdegup kencang. Ini adalah pertanyaan yang paling ia takuti sekaligus ia harapkan jawabannya. Namun, reaksi Atlas benar-benar di luar dugaan.

"Pilih dia atau lo?" Atlas terkekeh lagi, suaranya bergetar di telinga Kaylee. "Pertanyaan konyol. Dia baru gue kenal beberapa minggu, udah berani-beraninya minta posisi yang lebih tinggi dari lo."

Jari-jari Atlas dengan lincah mengetik balasan singkat namun tajam:

"Clar, jangan konyol. Kaylee itu hidup gue. Kalau lo nggak bisa terima itu, ya udah."

Setelah mengirim pesan itu, Atlas mematikan ponselnya dan melemparnya ke meja nakas. Ia menghela napas panjang, lalu membenamkan wajahnya di rambut Kaylee. Ia mencium pucuk kepala Kaylee berkali-kali, kecupan yang penuh rasa sayang, pelindung, dan kepemilikan.

"Gue nggak suka diatur-atur, Kay. Apalagi soal lo," gumam Atlas pelan. Tangannya yang melingkar di pinggang Kaylee semakin erat, seolah takut sahabatnya itu akan pergi karena drama Clarissa. "Nggak akan ada yang bisa gantiin posisi lo. Lo itu rumah gue. Clarissa cuma... ya, seseorang yang mampir."

Kaylee hanya bisa terdiam, membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan Atlas. Di satu sisi, hatinya melonjak kegirangan karena Atlas memilihnya di atas Clarissa tanpa ragu sedikit pun. Namun di sisi lain, ia merasa perih yang luar biasa.

Atlas memilihnya sebagai sahabat, sebagai saudara, bukan sebagai wanita.

"Udah, jangan dipikirin. Tidur, ya?" bisik Atlas. Ia memberikan satu kecupan terakhir yang cukup lama di dahi Kaylee sebelum memejamkan mata.

Kaylee menatap wajah Atlas yang sangat dekat dengannya. Di bawah temaram lampu tidur mansion yang mewah di tengah dinginnya Finlandia, Kaylee menyadari satu hal, Kebohongannya telah berhasil dengan sangat sempurna. Begitu sempurnanya, sampai-sampai Atlas menganggap cinta luar biasa Kaylee hanyalah sebuah kesetiaan seorang sahabat.

Kaylee membalas pelukan itu, menyembunyikan wajahnya di dada Atlas, air matanya jatuh tanpa suara. Ia bahagia karena ia menang, tapi ia juga menangis karena ia tahu, ia tidak akan pernah benar-benar memiliki hati pria ini selama ia masih bersembunyi di balik kata sahabat.

Lampu kamar yang temaram menciptakan suasana yang begitu intim, namun bagi Kaylee, ini adalah medan perang emosional yang sudah sangat ia kenal. Atlas masih belum melepaskan pelukannya, malah sekarang ia menarik selimut lebih tinggi untuk menutupi mereka berdua dari udara malam Finlandia yang semakin membeku.

"Hambar, Kay," gumam Atlas tiba-tiba, memecah keheningan. "Ciuman gue sama Clarissa tadi siang... rasanya hambar."

Kaylee tersentak kecil di dalam pelukan Atlas. Ia mendongak, menatap rahang tegas pria itu. "Hambar? Bukannya lo bilang dia beda kemarin?"

Atlas mendengus, jemarinya bermain dengan ujung rambut Kaylee. "Gue pikir dia beda karena dia ambisius. Tapi ternyata sama aja kayak Sabina, atau Elena, atau siapapun itu. Mereka semua punya pola yang sama, awalnya manis, lalu mulai agresif mau menguasai seluruh waktu gue. Tangan Clarissa tadi... dia terlalu agresif, Kay. Seolah mau nahan gue biar nggak pergi ke mana-mana. Gue nggak suka."

Kaylee terdiam, teringat bagaimana Atlas menceritakan ciuman pertamanya dengan Sabina dulu. Saat itu, Kaylee harus menahan sesak sambil tetap tersenyum. Sekarang, pola itu berulang lagi.

"Mungkin mereka cuma takut kehilangan lo, At," bisik Kaylee pelan, mencoba menjadi penengah yang bijak meski hatinya bersorak.

"Tapi nggak ada yang setenang lo, Kay," Atlas menunduk, menatap mata Kaylee dalam-dalam. "Gue heran, kenapa semua mantan gue selalu berakhir cemburu sama lo? Padahal gue udah bilang kita ini tumbuh bareng. Sabina dulu mutusin gue gara-gara gue lebih milih nemenin lo ke makam bokap lo daripada ke pesta ulang tahunnya. Terus Elena... dia marah cuma gara-gara gue simpan foto kecil kita di dompet."

Atlas terkekeh hambar, lalu mendaratkan satu kecupan lembut lagi di pelipis Kaylee.

"Gue nggak paham kenapa mereka nggak bisa ngerti kalau posisi lo itu nggak bisa diganggu gugat. Kalau mereka minta gue milih, ya mereka kalah. Selalu kalah," lanjut Atlas dengan nada tegas.

Kaylee merasakan dadanya sesak. Atlas melindunginya dengan begitu tangguh dari kecemburuan wanita-wanita lain, tapi di saat yang sama, Atlas juga yang membangun tembok tinggi agar Kaylee tidak pernah bisa menjadi salah satu dari wanita itu.

"Sekarang Clarissa juga mulai begitu," gumam Atlas lagi, suaranya terdengar lelah. "Baru beberapa minggu, dia udah nanya pilih aku atau Kaylee. Rasanya gue pengen udahan aja. Gue nggak nyaman kalau harus terus-terusan dituduh yang nggak-nggak."

Kaylee memberanikan diri menyentuh dada Atlas. "At... kalau lo putus sama dia, lo bakal sedih?"

Atlas menatap langit-langit kamar, tangannya kini mengusap punggung Kaylee dengan gerakan ritmis yang membuat Kaylee mengantuk sekaligus berdebar.

"Mungkin satu-dua hari. Tapi selama gue balik ke rumah ini dan ada lo yang nungguin gue, gue rasa gue bakal baik-baik aja," jawab Atlas jujur. "Lo adalah satu-satunya konstanta di hidup gue yang nggak pernah berubah, Kay. Jangan pernah punya pacar, ya? Gue nggak bisa bayangin kalau ada cowok lain yang gantiin posisi gue buat meluk lo kayak begini."

Kaylee memejamkan mata rapat-rapat, menyembunyikan pedih yang kembali menyengat. Dia egois, batin Kaylee. Atlas menginginkan Kaylee tetap di sisinya, menjaga Kaylee agar tidak dimiliki siapapun, namun ia sendiri bebas berkelana dan mencicipi bibir wanita lain, meski pada akhirnya ia kembali untuk mengeluh betapa hambar rasanya.

"Gue nggak akan ke mana-mana, At," bisik Kaylee, menggenapi kebohongannya malam itu. "Lo tahu kan, gue terlalu malas buat mulai hubungan."

Atlas tersenyum puas, ia mengeratkan pelukan pinggangnya, membawa tubuh Kaylee semakin menempel padanya hingga mereka terlelap dalam kehangatan palsu yang begitu nyaman.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍😍

1
falea sezi
uda end kahh
falea sezi
bagus np sepi like
falea sezi
baguss
falea sezi
berarti uda nganu belom kok Bianca gini
falea sezi
mending pergi jauh lah ngapain masih di situ
falea sezi
dih kucing di kasih ikan jelas di embat laki. kayak gini g ccok di jadiin suami
Desti31
Izin mampir Thor😍🙏
Ridwani
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!