Menceritakan tentang 2 gadis bersaudara dimana dia adalah seorang anak yang di hidupi oleh pengusaha yang sangat kaya raya dan setiap pesaing kalah bisnis dari orang tua nya selalu saja mereka ingin selalu menjatuh kan orang tua Cahya dan Megy....
" Cahya kamu janji ya, akan membalaskan kedua orang tua kita" kata Megy sembari mengelap air mata adik nya yang menetes di pipi.
"Oke, gue janji kak, lu juga janji ya, kak? Ucap Cahya sembari berhenti menangis.
Cahya sekarang usiamu muda, kamu bisa ikut ke medan perang! Di sana kamu bisa mempelajari ahli beladiri apa saja? Kata Megy dengan serius.
Baiklah kak, gue akan pergi dulu! Titip ayah ya? Ucap Cahya.
Apakah orang tua nya akan jatuh atas segala yang dilakukan penjahat..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebit S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Pengintai.
Megy yang sudah membunuh Lukas dan Joni sekarang dengan tubuh yang penuh luka dan darah banyak keluar dari tubuh Megy.
Kemudian Ia pun dengan mata tajam. Terdiam saja tidak melihat kearah sekitar, tetapi tanpa sepengetahuan Megy ada pengintai yang sedang memperhatikan Megy.
Lalu Megy langsung pergi dari sana Kemudian para pengintai langsung keluar dari persembunyian mereka.
Lalu salah satu pengintai bernama Tono berkata."laporkan kepada bos, kalau Megy sedang dalam perjalanan menuju markas."
Tono adalah salah satu berandal yang sangat terkenal dia adalah pembunuh berdarah dingin. Dia bisa menghabisi musuh 100 orang dalam hitungan menit.
Polisi pun tidak berani menghadapi Tono ketika bertatap wajah langsung karena reputasi nya dalam bertindak karena keahliannya dan saudara kembarnya.
Tidak lama kemudian muncul seorang pria bernama Toni dan langsung berdiri disamping Tono lalu berkata."Oke, nanti gue laporin ke bos ton, lu tunggu bentar ya?"
Toni kemudian langsung merogoh saku celananya dan langsung memencet nomor telepon kemudian menunggu beberapa menit.
"Tut....tut...tuuuut..."
Suara telpon yang sedang dihubungi namun belum terhubung tidak lama kemudian ada suara terdengar.
"Ya, katakan gimana." Kata seseorang dengan bernada dingin terdengar diujung telepon.
"Bos, Megy berhasil membunuh Lukas dan Joni! Dia sekarang sedang berjalan kearah markas kita?" Kata Toni memberikan laporan kepada seseorang diujung telpon.
Kemudian seorang di telpon dengan dingin, berkata."Menarik, ternyata Megy berhasil membunuh bawahan gue seperti Lukas dan Joni! Kalian jangan lupa intai saja pergerakan Megy tetapi ingat saya ingin melihat bagaimana dia akan menghadapi orang yang sedang berada disekitar Markas kita!"
"Baik Bos kami akan mengintai Megy dan melihat kemampuannya? Jadi laporannya cukup disini dulu bos! Kami akan segera menyusul Megy bos?" Kata Toni sembari hormat dengan seseorang diujung telepon walaupun dia berada jauh tetapi sangat patuh kepada seseorang yang ada di telepon.
"Baik, silahkan kalian lanjutkan tugas kalian? Tapi ingat kalian harus hati-hati terhadap adiknya bernama Cahya, karena Cahya itu orangnya sangat sulit ditebak!" Ucap seseorang di telepon sembari menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari Toni.
"Ton, gimana kata bos? Kita mulai serang Megy atau kita harus sembunyi dibalik bayang-bayang?" Kata Tono yang segera melihat kearah adiknya.
"Kita cukup mengawasi Megy aja! Nanti setelah kita mengetahui kemampuan Megy baru kita bertindak!" Kata Toni sembari mengerutkan alisnya masih dalam keadaan bingung.
"Ooh begitu! Lalu kenapa lu, gue perhatiin kayak wajah bingung gitu?" Kata Tono sembari mengerutkan alisnya.
"Tadi sebelum bos mematikan teleponnya, beliau ngomong ke gue kalau dia menyuruh kita harus waspada dengan cewek bernama Cahya adiknya Megy, karena Cahya adalah orang yang sulit ditebak." Kata Toni sembari mengungkapkan apa yang dikatakan oleh Bos nya.
"Udah lu tenang aja! Disetiap musuh kita nggak ada yang bisa ngalahin ke kompakan kita? Lu percaya sama gue! Kalau cewek bernama Cahya itu nggak ada apa-apanya sama kita? Lu kan tau, banyak setiap musuh yang sudah berdarah bahkan tewas dengan keahlian kita berdua?" Terang Tono dengan percaya diri.
Dengan ragu-ragu toni mengangguk, tetapi melihat dari kepercayaan diri Tono.
Lalu Toni menjadi tidak perlu mengingat lagi pesa dari Seseorang yang mengingatkan.
"Mending kita sekarang mengikuti Megy mumpung dia belum terlalu jauh! Nggak usah terlalu dipikirin kata-kata bos? Wajar dia berkata gitu karena Ia hanya waspada aja, karena tidak ingin gagal atas apa yang Bos rencanakan!" Kata Tono dengan sangat mantap dan meyakinkan Toni.
"Ya udah kalau gitu! Kita jangan terlalu berdekatan saat mengintai Megy nanti?" Kata toni memberi saran rencana mereka dalam mengintai.
"Oke?" Jawab Tono sembari mengangguk.
Kemudian Tono berjalan lebih dulu kemudian Toni berpencar dan mencari jalan pintas dalam mengintai Megy.
Sementara di dekat sebuah gedung tua. Dengan sangat kumuh disana terlihat seorang pria dengan berbadan besar Bernama Pramono, sedang melintas sembari memperhatikan tempat sekitar gedung tua supaya tidak yang sembarangan masuk di sekitar gedung tua.
Lalu di dekat gedung tua itu ada seorang wanita yang sedang mengendap-endap sembari melihat kesekitar.
Wanita itu tidak lain adalah Cahya yang sedang menatap tajam kearah gedung. Kemudian dia melihat kearah seorang pria yang sedang mengobrol.
Pramono lalu berkata."Bro, gimana amankan nggak ada yang masuk ke dalam atau seseorang yang mencurigakan?"
Lalu Pria bernama andre berkata." Ya aman bro? Lagian gue liat nggak ada siapa-siapa yang lewat juga?"
Pramono lalu, berkata."Aduuuh gue kebelet pipis lagi! Gue pipis dulu ya bro, lu jaga-jaga dulu ntar gue balik lagi?"
"Ya udah, kencing dipojokan sana aja, aman kok disana, dari pada lu ke toilet jauh?" Ucap Andre sembari menunjuk ke arah semak-semak di pinggir tembok.
Kemudian Andre langsung berjalan pergi melihat ke area sektar untuk berjaga.
Kemudian Pramono segera berjalan ke pojokan yang ditunjuk oleh Andre.
Mereka tidak tahu kalau tempat yang ditunjuk itu adalah tempat Cahya bersembunyi.
Cahya kemudian dengan mata tajam menatap ke arah andre yang menjauh dan mulai berjaga jauh dari tempat semak-semak yang ditunjuk tadi.
Cahya dengan perlahan-lahan menjauh dari semak-semak lalu dengan hati-hati menatap Pramono yang sedang mendekat ke semak-semak.
Lalu tidak lama kemudian Pramono langsung kencing dengan sangat fokus tanpa kewaspadaan.
Kemudian pramono selesai dan ingin berbalik badan kearah tempat berjaga tetapi tiba-tiba saja Cahya langsung muncul dihadapan Pramono hingga membuat Pramono terkejut.
Pramono lalu, berkata."sia..."
"Buk.. duaaaaak..." Suara Cahya yang langsung memukul leher dan langsung segera memukul rusuk hingga memiting leher pramono hingga kehabisan nafas dan tewas seketika.
Lalu Cahya menggeret Mayat Pramono lalu menyembunyikan mayat Pramono disemak-semak.
Sementara Andre yang masih berjaga di depan gerbang Markas gedung tua yang sedang menunggu Pramono belum kembali menjadi melihat-lihat kearah tempat Pramono.
Lalu Andre berkata."loh, kok lama banget sih, Pramono? gue kan udah ngomong, jangan lama-lama!"
Kemudian Andre seger berbalik dan langsung untuk menghampiri Pramono.
Sementara Cahya yang melihat seseorang yang sedang ingin menuju kearah semak-semak segera bersembunyi untuk mengintai terlebih dahulu.
Tidak lama kemudian Andre sudah dekat dengan semak-semak dan tidak melihat Pramono di dekat semak-semak.
Dengan kesal kemudian Andre, berkata."Sialan, kemana lagi sih Pramono, katanya mau kencing kok malah nggak ada? Kemana sih nih orang gue kan udah bilang jangan lama-lama? Awas aja entar kalau ketemu? Gue maki-maki lu!"
Sementara Andre yang sedang kesal dengan Pramono ngedumel, Cahya mengintip dan melihat Andre yang ingin berbalik dan kearah Wc yang jauh dari mereka berjaga.
Tetapi dengan tiba-tiba. Cahya segera mendarat di dekat Andre yang hendak berbalik pergi kemudian membuat Andre menjadi terkejut akibat kemunculan Cahya.
Lalu Andre pun berkata."Siapa kamu? Penyu..."
"Bak...buk..bak..buk... Plak... Kraaaaak..." Duaaaaak...gedebuk..
Cahya dengan cepat langung memukul menendang hingga membanting, kemudian langsung memiting leher Andre dengan cepat hingga membuat nya patah leher hingga tewas.
ini seperti isi teks yang langsung up tapi mungkin lupa di edit lagi tanpa di kroscek
padahal isi ceritanya cukup oke