Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.15 berbisnis
Saat ini, Elly datang ke sebuah restoran yang menyajikan banyak makanan di sana. Bibi sare heran melihat nona nya mengajak masuk ke dalam. Tentu saja harga nya pasti akan sangat mahal. apalagi saat ini, mereka hanya membawa uang sedikit.
"Nona, untuk apa kita ke tempat ini nona." tanya bibi sare dengan tatapan heran nya. Apalagi semenjak bangun, nona nya bertingkah aneh, dan banyak perubahan dalam melakukan sesuatu.
"Bibi tenang saja. Percayalah padaku, aku akan mengajukan bisnis dengan pemilik restoran."
"Tapi nona, bagaimana kalau nanti nya kita di usir. apalagi pemilik restoran ini pasti tak akan menerima orang dengan tampilan seperti ini."
"Sudah ayo ikut saja dengan ku bibi." ucap nya sambil menarik tangan bibi sare untuk mengikuti langkah nya menuju ke dalam restoran.
Saat Mereka masuk, beberapa pegawai restoran langsung menatap mereka dengan sinis nya. apalagi tampilan mereka berdua yang cukup aneh, membuat beberapa pegawai langsung menghampiri untuk mengusir keberadaan kedua nya.
"Kalian pergi dari sini, kami tidak menerima pengemis!" ucap pegawai restoran itu dengan tatapan tajam nya.
Elly langsung menatap mereka dengan datar nya. bisa bisa nya tempat ini, memiliki pegawai seperti ini, yang tak menghormati para pelanggan yang datang. Pantas saja tempat nya cukup sepi, pasti karena pelayanan disini yang tidak cukup baik.
"Aku datang ingin bertemu dengan pemilik restoran ini." ucap Elly dengan tegas nya. Sorot matanya menunjukkan bahwa dia tak mudah ditindas.
"Pemilik restoran tak akan mau bertemu dengan para gelandangan seperti kalian. Pergi lah, dan jangan buang buang waktu kami bekerja."
"Paman, dan bibi aku ke sini juga memiliki tujuan. Jadi bisa kah kalian memanggil pemilik restoran ini?"
"Tidak bisa! Pergi sana!" bentak mereka yang merasa emosi dengan Elly.
"Kalian juga hanya pelayan disini, tapi sikap kalian seakan seperti pemilik restoran. Dan pelayanan di tempat ini sangat buruk. Pantas saja terlihat sepi." ucap Elly yang sengaja mengatakan hal buruk, untuk memancing pemilik restoran agar keluar dari tempat nya.
"Hei, berani nya pengemis seperti mu menghina kami!" bentak salah satu pegawai yang tak terima dengan perlakuan Elly.
"Pergi sebelum aku menghajar mu!' bentak nya dengan suara keras.
"Nona." bisik bibi sare dengan sedikit takut. Apalagi mereka cukup banyak, pasti akan kalah.
karena terdengar suara keras dari luar ruangan. Pemilik restoran bergegas menuju ke luar, untuk melihat kejadian di depan restoran nya itu. benar benar menganggu istirahat nya saat ini.
"Aku tak takut dengan ancaman murahan mu itu. Kalau berani ayo kita duel saja." ucap Elly yang menantang pegawai laki laki itu dengan wajah datar nya.
"Kau!"
"Ada apa ini?" tanya pemilik restoran dengan wajah datar menatap tajam ke arah mereka semua.
"Tuan, maaf menganggu waktu istirahat tuan. Aku datang kesini untuk mengajukan bisnis dengan tuan pemilik restoran. Tapi para pegawai tuan pemilik, malah ingin menyerang ku dan menghina ku." belum sempat para pegawai itu menjelaskan, Elly langsung mengatakan kebenaran nya. berharap sang pemilik restoran itu mau mendengarkan ucapan nya.
"Tuan, dia berbohong. Dia datang hanya ingin menipu. Dan pengemis ini, pasti akan merugikan tuan." ucap salah satu pegawai yang tak terima dengan ucapan Elly tadi.
Pemilik restoran terdiam, dan melihat siapa yang berbohong. Kepala nya benar benar pusing saat ini, apalagi omset dari restoran nya, mendadak turun, sehingga dia pusing memikirkan cara agar restoran tersebut kembali Ramai.
"Sudah cukup! kalian kembali lah bekerja. Dan kau, ikut aku ke ruangan." ucap pemilik restoran yang penasaran dengan bisnis yang ditawarkan oleh Elly tadi.
mendengar ucapan itu, Elly langsung tersenyum lebar. rencana nya berhasil, dan akhirnya kesempatan tak boleh disia siakan.
Elly datang ke tempat ini, untuk menjual resep masakan. Tentu saja resep tersebut berasal dari ruangan ajaib nya itu. Dia memiliki ide untuk berbisnis dengan pemilik restoran yang sepi. karena sedari tadi, Elly memperhatikan bahwa tempat restoran ini, tak ada orang yang datang. Bahkan restoran di paling ujung lebih ramai, dan tak henti henti nya para pelanggan datang.
"Terima kasih tuan, karena telah mau mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu."
bibi sare masih menunggu di luar, dan berharap nona nya akan baik baik saja. Apalagi tatapan para pelayan itu begitu tajam terhadap nya.
"Katakan apa tujuan mu datang ke sini. Dan membuat keributan di tempat restoran ku ini!" ucap pemilik yang tak ingin Berbasa-basi.
"Tuan, maaf telah menggangu waktu tuan untuk beristirahat. Kedatangan ku ke sini, untuk mengajukan bisnis dengan tuan pemilik restoran ini!"
"Bisnis, bisnis apa yang kau inginkan. Aku tak menerima bisnis dengan orang lain."
"padahal aku belum menjelaskan bisnis apa yang ingin aku ajak kerjasama. Tapi tuan pemilik susah menolak nya. sayang sekali."
"Katakan, dan jangan Berbasa basi!" ucap pemilik yang mulai terpancing emosi nya.
"Aku ingin menjual resep masakan."
"Hahahah, kau datang dengan membuat keributan di tempat ini. Dan hanya ingin menjual resep masakan saja. Sungguh konyol."
"Apakah tuan pemilik meragukan kemampuan ku. Kalau begitu, aku bisa membuktikan nya."
"Aku masih tak percaya dengan orang asing. apalagi orang nya berpenampilan aneh seperti mu! Aku juga tak yakin, makanan dari resep mu itu enak." ucap pemilik restoran yang meremehkan nya.
"Aku tak suka berbelit belit menjelaskan nya. tunjukan saja dapur nya, dan aku akan membuat sesuatu untuk kau cicipi. Kalau tidak enak, kau boleh meminta kerugian dengan ku. tapi kalau enak, kau harus membayar resep ini 3 kali lipat dari harga yang ingin aku katakan."ucap Elly tanpa ada keraguan di mata nya.
Pemilik restoran mulai begitu penasaran. apalagi gadis ini cukup menarik dan membuat nya penasaran. walapun tak bisa melihat jelas seperti apa rupa gadis itu, pemilik restoran merasa bahwa gadis di depan nya bukan orang sembarangan.
"baiklah. Ayo aku tunjukkan dapur nya."
Elly cukup merasa tertantang dengan ucapan sang pemilik itu. dia harus membuktikan bahwa masakan yang di buat sangat enak, dan mampu membungkam ucapan menghina dari orang orang sekitar nya, itu.
Mereka keluar dari ruangan dan langsung menuju ke arah dapur. para pegawai langsung kaget, saat pemilik restoran meminta mereka untuk menepi dan membiarkan orang aneh itu menggunakan dapur restoran. apakah tuan pemilik itu sudah tidak waras. Begitu lah pikir nya.
"Ini dapur nya. silahkan masuk dan buatkan makanan yang kata mu enak itu!"
"Tentu saja." ucap Elly yang cukup percaya dirinya. Dia sudah membaca beberapa bahan bahan yang diperlukan. sebelum datang ke tempat ini tadi.
kali ini menu yang akan dia buat adalah babi rempah kecap. karena di jaman kuno ini, babi merupakan makanan yang paling di minati oleh para masyarakat nya.
lanjut up yg banyak thor