" Aku telah kehilangkan kedua orang tuaku dari karna ulah keluargamu, maka bersiap lah menerima akibat dari perbuatanmu itu!" Ucap seorang pria dengan mata penuh dendam.
” Aku menerima semua kemarahan mu tuan, atas apa yang telah di perbuat oleh orang tuaku untuk menebus semua kesalahan itu. Tapi jika aku lelah aku pamit pergi tuan." Balas seorang wanita dengan wajah sendiri penuh kepasrahan apa yang akan ia terima dengan ikhlas untuk menebus semua kesalahannya pada pria yang membenci dirinya itu.
Bagaimana kelanjutannya ikuti terus cerita ini sampai selesai ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Limabelas
Lagi lagi terjadi keheningan antara cucu dan kakek setelah berdebat panjang apalagi sang kakek mengancam cucunya untuk keluar dari rumah ini tanpa Membawa Apapun yang masih bersangkutan dengan harta yang ditinggalkan oleh anaknya yang sudah meninggal.
" Kenapa kamu diam Shaka? nggak bisa kan kamu menjawab ucapan dari kakek. Makanya kamu tuh jangan keras kepala sudah nurut aja apa yang kakak perintahkan, ini juga untuk kebaikan kamu ya bukan untuk kakek dan masa depan kamu nantinya." Ujar sang kakek dengan tegas menatap cucu kesayangan itu yang tengah di landa kebingungan.
"Oh ya kemana gadis itu, kenapa kakek gak kelihatan sejak datang tadi?" Tanya sang kakek saat menyadari belum melihat gadis kecil yang sudah ia anggap sebagai cucunya juga.
" Ngapain kakek nyari gadis itu, udah ku usir dia dari rumah ini." Shaka tidak suka ketika sang kakek selalu membahas gadis sialan itu.
" Ya emang kenapa kalo kakek cari gadis itu? kenapa kamu pula yang sewot. lagian kakek udah lama gak bertemu dengan dia pasti cantik ya gadis itu." Ujar sang kakek dengan wajah berbinar ingin bertemu dengan naura yang sudah lama tidak ia jumpai.
Shaka hanya berdesis tidak suka saat kakek itu malah memuji gadis yang ia anggap sial dan yang paling ia benci.
"Mau kemana kakek." panggil shaka saat sang kakek pergi dari rumah keluarga dan berjalan menuju dapur dengan tubuh yang membungkuk dengan tongkat kayu di tangan kanannya.
Bahkan panggilan dari Shaka pun sang kakek tidak menghiraukannya dan terus berjalan menuju ke arah dapur untuk mencari gadis tersebut karena sang kakek yakin kalau Gadis itu berada di sana.
Dan ternyata benar saja Ketika sang kakek sampai di pintu dapur dia melihat gadis itu sedang membantu pekerjaan asisten rumah tangga untuk mempersiapkan jamuan makan malam.
" Kakek kenapa ke sini?" tanya Bu Ijah dengan kaget saat melihat kakek dari cucu majikannya datang ke dapur.
Sari dan juga Naura yang menyadari kedatangan sang kakek pun lantas mengembalikan badannya lalu menunduk hormat.
Namun sang kakek hanya diam saja tetapi pandangan matanya tertuju pada gadis muda yang tampak sederhana namun tidak menghilangkan pancaran kecantikan dari gadis itu walau penampilan apa adanya.
" Nak sini ada yang ingin kakek bicarakan sama kamu." Panggil sang kakek sambil menunjuk ke arah Naura yang sedang menundukkan kepalanya.
Naura yang belum sadar dipanggil oleh kakek tersebut pun langsung disenggol lengannya oleh Sari yang tepat berada di sebelahnya membuat Naura tersentak kaget lalu mengangkat wajahnya dan melihat kakek di hadapannya tengah tersenyum kepada dirinya.
"Mbak Naura itu kamu dipanggil oleh kakek itu." Bisik sari di telinga naura saat naura belum sadar dirinya di panggil.
Naura pun menoleh sesaat ke arah Sari lalu kembali menatap ke arah kakek tersebut yang tersenyum sambil Melambaikan tangannya untuk mendekat ke arah dirinya.
Lantas setelah itu Naura pun berjalan perlahan mendekati Kakak itu dengan wajah tertunduk.
" Nak Kenapa kamu malu-malu sama kakek Apa kamu sudah tidak kenal lagi sama kakek yang waktu itu pernah main ke sini juga." Tanya sang kakek sambil mengelus kepala gadis itu dengan nada suara yang lembut.
Perlahan Naura pun mengangkat wajahnya lalu menatap wajah perih seorang kakek dengan wajah teduhnya serta dengan bibir yang mulai tersenyum.
" Assalamualaikum kakek, apa kabarnya kek?" Sapa naura dengan senyum ramah sambil menyalami tangan tua kakek itu.
" Walaikumsalam nak, Masya Allah sekarang kamu sudah besar Makin cantik ya kakek aja sampai pangling lihat kamu padahal baru 2 tahun lebih tapi tidak ke sini." Ujar kakek Darto pada gadis muda itu yang sudah ia anggap sebagai cucunya.
Kakek Darto semenjak kejadian kecelakaan yang menimpa anak serta cucunya ia tidak menyalahkan siapapun termasuk orang tua dari gadis belia tersebut karena kakek Darto menerima dengan lapang dada jikalau anak serta menantunya sudah takdirnya dijemput oleh yang kuasa.
Namun sang cucu satu satunya itu yang tidak bisa menerima takdir kalo kedua orang tuanya meninggal karna ulah orang tua naura yang sengaja menabrak mobil yang saat itu di kendarai oleh anak serta menantunya hingga mengalami kecelakaan dahsyat.
Bahkan yang yang membawa naura untuk tinggal di rumah itu juga adalah kakek darto karena saat kakek darto tau gadis itu sudah tidak mempunyai keluarga lagi membuat hati nurani kakek tersentuh untuk mengajak gadis kecil itu tinggal bersama sang cucu.
Namun saat itu shaka yang masih duduk di bangku SMP sudah mengetahui meninggalnya kedua orang tuanya disebabkan oleh orang yang tak lain adalah orang tua dari gadis itu membuat rasa benci marah dan dendam bercampur menjadi satu ingin membuat hidup gadis itu hancur di tangannya.
Sampai kakek Darto kembali ke luar negeri untuk mengurus bisnis yang ditinggalkan oleh menantunya pun meninggalkan cucunya serta gadis tersebut yang saat itu masih tidak tahu apa-apa membuat jalan hidup Naura menjadi sangat berubah, karena mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari shaka pemuda yang membencinya karna kematian kedua orang tuanya.
Perlakuan tersebut sama sekali tidak diketahui oleh Kakak Darto atas apa yang dilakukan oleh cucunya terhadap gadis tidak tahu apa-apa atas yang terjadi dengan kecelakaan itu.
Bahkan shaka mengancam orang yang bekerja di rumah itu agar tidak ada yang berani mengaduhkan sikapnya pada kakek darto atas apa yang ia lakukan pada gadis sialan itu selama ini.
" Kakek bisa aja, kalo kakek sendiri terlihat awet muda ya." Kata naura dengan tersenyum kecil pada sang kakek.
" Hahah kamu bisa aja nak, kakek ini sudah tua tidak bisa kembali muda lagi." Gurau kakek darto dengan wajah bahagia bisa tertawa lepas bersama dengan naura.
Kalo dengan cucunya itu yang ada kakek darti selalu di buat naik darah tinggi karna sikap cuek dan juga keras kepala yang di lakukan oleh shaka.
Namun berbeda lagi jika kakek darto bertemu dengan Naura ia selalu tertawa lepas karena bagi kakek Darto gadis belia itu bisa membuat hari-harinya terasa lebih ringan. maka dari itu kakek Darto sangat menyukai karakter serta pembawaan gadis tersebut yang selalu bahagia saat bersama kakek Darto.
Dari arah meja makan terlihat Shaka berdiri sambil mendengarkan ucapan dari sang kakek dan juga gadis sialan itu yang membuat kedua tangan Shaka mengepal kuat serta rahang yang mengeras.
Shaka tidak suka sang kakek begitu akrab dan dekat dengan gadis sialan itu ketimbang dengan dirinya cucu kandungnya satu-satunya. Saka Membenci itu semua apa yang dia dengar dan apa yang ia lihat. baginya gadis itu hanya berpura pura dengan wajah polosnya untuk mendapatkan perhatian sangat kakek agar bisa menguasai semua yang ia miliki.
"Wajahmu polos tapi otak mu sungguh licik gadis sialan. sampai kapan pun kau gak akan bisa mendapatkan itu semuanya karna aku akan menghancurkan rencanamu itu gadis sialan!" Gumam shaka dengan wajah dingin serta senyum smirk terlihat di sudut bibirnya.